![]() |
| Foto: Ilustrasi Kapal Hilang |
Kecelakaan pesawat ini menewaskan sedikitnya 52 orang dan mendorong reformasi menyeluruh, termasuk adanya pengarahan keselamatan penumpang sebelum penerbangan.
Air/Sea Heritage Foundation, yang bermitra dengan sejumlah pihak lainnya, termasuk program seri Discovery Channel "Expedition Unknown", seperti dilansir Reuters, Jumat (24/7/2026), menemukan bangkai pesawat Pan Am itu di dasar Samudra Atlantik, tepatnya di lepas pantai utara Puerto Rico, bulan lalu.
Bangkai pesawat jenis Douglas DC-4, yang dijuluki "Clipper Endeavor" itu, ditemukan dalam kondisi terbelah menjadi dua bagian dan teronggok di dasar lautan.
Temuan ini baru diumumkan oleh Discovery Channel dalam program serinya pada Selasa (21/6) waktu setempat.
Pesawat tersebut jatuh ke lautan tak lama setelah lepas landas dari Puerto Rico pada 11 April 1952 silam, dengan membawa 64 penumpang dan lima awak.
Meskipun semua orang di dalam pesawat itu selamat dari benturan awal, hanya 12 penumpang dan lima awak yang berhasil diselamatkan, sedangkan sisanya hilang bersama badan pesawat tersebut.
Tragedi ini memicu reformasi penerbangan secara menyeluruh, termasuk mulai diperkenalkannya pengarahan keselamatan dan peragaan prosedur darurat sebelum penerbangan.
"Kami semua terperangah dan gembira dengan penemuan ini, namun juga merasa tersentuh saat mengenang peristiwa yang terjadi di lokasi tersebut untuk waktu yang sangat lama sekali," kata Presiden Air/Sea Heritage Foundation, Russ Matthews.
Operasi pencarian yang melibatkan perusahaan pemetaan laut Deep Sea Vision ini menggunakan sonar beresolusi tinggi, dengan bangkai pesawat ditemukan di kedalaman hampir 2.000 kaki (609 meter) di bawah Samudra Atlantik. Pencarian tersebut juga melibatkan penggunaan drone bawah air otonom.
Ditemukannya bangkai pesawat Pan Am setelah tujuh dekade ini, telah menuntaskan misteri mengenai lokasi jatuhnya pesawat penumpang tersebut. (*)
Sumber: Detik.com
Previous
« Prev Post
« Prev Post
Next
Next Post »
Next Post »
