BERITA TERBARU

Puluhan Jurnalis Yasinan Doakan Lima Jurnalis Hilang di Anak Krakatau

By On 23:20

Puluhan Jurnalis Yasinan Doakan Lima Jurnalis Hilang di Anak Krakatau
Puluhan Jurnalis Yasinan Doakan Lima Jurnalis Hilang di Anak Krakatau. Foto: Ist
LHOKSEUMAWE, ReportNews.id - Puluhan wartawan dari berbagai media cetak, online dan elektronik menggelar yasinan mendoakan lima jurnalis hilang saat menjalankan tugas peliputan aktivitas Anak Gunung Krakatau di perairan Selat Sunda.

Kelimanya hingga kini belum ditemukan dan tidak diketahui keberadaannya.

Kelima jurnalis yang hilang dalam tugas peliputan tersebut yakni wartawan Kantor Berita Antara, M Bagus Khoirunnas; Ari Basuki wartawan Merdeka.com; Yudhistiro wartawan iNews; Firdaus jurnalis Anadolu dan Donal wartawan lepas (freelance).

Aksi doa bersama tersebut berlangsung di Anjungan Lapangan Hiraq, Lhokseumawe, Jumat, 18 September 2026 sekitar pukul 20.30 WIB, dipimpin langsung oleh Tgk Irfan yang diikuti puluhan wartawan wilayah tugas Aceh Utara dan Lhokseumawe serta lintas organisasi yakni Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Pewarta Foto Indonesia (PFI) dan Persatuan Wartawan Aceh (PWA).

Koordinator Panitia Pelaksana Yasinan, Rahmad mengatakan yasinan dan doa bersama tersebut bentuk kepedulian dan solidaritas wartawan di Aceh terhadap kelima jurnalis dan kru kapal yang hilang di Selat Sunda bahkan sudah memasuki hari ke 10. Dengan harapan, seluruh proses pencarian berjalan lancar.

"Kita meminta pertolongan atau mukjizat dari Allah dengan yasinan dan doa bersama hari ini. Semoga kelima jurnalis dan tiga kru kapal segera ditemukan," kata Rahmad.

Rahmad juga berharap seluruh rekan-rekan jurnalis seprofesi tidak hanya agar terus mendoakan kelima jurnalis yang belum diketahui keberadaannya tersebut segera ditemukan.

"Doa bersama ini juga menjadi pengingat di balik tugas jurnalistik di lapangan, terdapat risiko dan tantangan harus dihadapi demi menyajikan informasi kepada publik," imbuhnya.

Sementara itu, Tgk Irfan selaku pemimpin doa bersama itu berharap dengan berkat pembacaan surat yasin, kelima jurnalis beserta kru kapal segera ditemukan serta bisa kembali berkumpul bersama keluarganya jika Allah berkehendak memberikan mereka umur panjang.

"Kendatipun allah berkehendak lain, semoga dengan berkat pahala pembacaan surat yasin ini, jasadnya ditemukan, husnul khatimah dan ditempatkan di tempat terindah sisi Allah," imbuhnya. (*)

Menteri PU Bakal Uji Geoteknik di Lokasi Longsor Aceh Tengah, Fokus Selamatkan Pemukiman Warga

By On 17:32

Menteri PU Bakal Uji Geoteknik di Lokasi Longsor Aceh Tengah, Fokus Selamatkan Pemukiman Warga
Menteri PU Bakal Uji Geoteknik di Lokasi Longsor Aceh Tengah. Foto: For ReporNews.id
ACEH TENGAH, ReportNews.id – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meminta dilakukan uji geoteknik di lokasi longsor Kampung Sanehen, Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah, untuk memastikan kestabilan tanah dan menentukan langkah penanganan terhadap delapan rumah warga yang berada di sekitar lokasi. Kajian tersebut menjadi dasar untuk menentukan apakah kawasan masih dapat diperkuat atau perlu dilakukan relokasi demi keselamatan warga.

Menteri Dody menyampaikan, longsor di kawasan tersebut baru pertama kali terjadi. Karena itu, penanganan tidak boleh hanya dilakukan secara sementara, tetapi harus didasarkan pada kajian teknis agar keselamatan warga dapat terjamin dalam jangka panjang.

“Supaya yang kita kerjakan ke depan itu lebih komprehensif, saya minta dilakukan uji geoteknik dulu. Jadi supaya tahu kualitas tanahnya seperti apa, terus kira-kira kita bisa mengerjakan apa agar delapan rumah itu ke depan bisa terselamatkan,” kata Menteri Dody saat meninjau langsung lokasi longsor pada Jumat (18/9/2026).

Menteri Dody menjelaskan, uji geoteknik penting untuk mengetahui karakteristik tanah, tingkat kestabilan lereng, serta potensi pergerakan tanah berikutnya. Dengan demikian, pemerintah dapat menentukan solusi yang sesuai dengan kondisi lapangan dan tidak menimbulkan risiko baru bagi masyarakat.

Kementerian PU akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menindaklanjuti hasil kajian tersebut. Opsi penguatan tanah maupun relokasi akan dipertimbangkan berdasarkan tingkat kerawanan dan aspek keselamatan delapan rumah warga di sekitar lokasi longsor.

“Kalau memang kondisinya sudah parah, kita bisa usulkan ke kepala daerah sebaiknya mereka direlokasi. Tapi kalau bisa kita perbaiki, kita akan perkuat tanahnya,” jelasnya.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Kementerian PU menghadirkan penanganan infrastruktur akibat bencana yang lebih terukur, sekaligus memastikan warga tidak kembali menghadapi ancaman longsor di kemudian hari.

Sebagai informasi, bencana tanah longsor di Kampung Sanehen terjadi di Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah, pada Minggu (13/9/2026) sore. Longsor terjadi akibat hujan deras tanpa henti yang mengguyur sejak siang hari.

Sebagai langkah tanggap darurat, Kementerian PU melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I telah mengerahkan excavator untuk melakukan pembersihan material tanah longsor, sehingga material yang menutup lokasi dapat segera disingkirkan. Saat ini, alat berat tersebut masih disiagakan di lokasi untuk mengantisipasi longsor susulan.(*)




Mahasiswa Unimal Terjerat Kabel Wifi, Mantan Ketua BEM Desak Polres Ambil Tindakan Tegas

By On 12:23

Mahasiswa Unimal Terjerat Kabel Wifi, ex Ketua BEM Unimal Desak Polres Bertindak Tegas
Mahasiswa Unimal Terjerat Kabel Wifi. Foto: Ist
LHOKSEUMAWE, ReportNews.id - Proyek peremajaan parit di sekitar kawasan Pasar Pagi Batuphat memakan korban. Salah seorang mahasiswa Unimal Muhammad Raziq (24) pada 15 September 2026 yang lalu, Ia mengalami luka cukup dalam di bagian leher hingga harus dilarikan ke RS Arun. Proyek tersebut dikerjakan oleh kontraktor Takabeya.

Menanggapi hal tersebut, Mantan Ketua BEM Unimal Periode 2025/2026 Muhammad Ilal Sinaga, S.Sos mendesak Kapolres Lhokseumawe mengambil tindakan tegas. Ia menilai keselamatan atau K3 merupakan hal paling utama dalam pengerjaan sesuatu proyek.

“Tegas saya sampaikan bahwa nyawa sangat berharga. Kami mendesak Kapolres Lhokseumawe menindak tegas kontraktor proyek ini”, tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa korban merupakan salah satu bagian BEM Unimal masa periode kepengurusannya. Ia bersyukur raziq tidak terluka parah walaupun terkena pada anggota tubuh yang vital.

“Raziq merupakan rekanan saya ketika di BEM dahulu. Saya tidak tega melihatnya. sekali lagi tegas saya sampaikan Proses hukum kontraktor”, tutupnya. (*)

Borong 40 Penghargaan ENSIA 2026, Pertamina Patra Niaga Sumbagut Hasilkan Inovasi Berkelanjutan

By On 15:02

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Borong 40 Penghargaan ENSIA 2026, Hasilkan Inovasi Untuk Pembangunan Berkelanjutan
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Borong 40 Penghargaan ENSIA 2026, Hasilkan Inovasi Untuk Pembangunan Berkelanjutan. Dok. PPN
MEDAN, ReportNews.id - Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) senantiasa tegaskan komitmennya dalam menghasilkan inovasi di bidang lingkungan dan sosial dalam mendukung pembangunan berkelanjutan serta peningkatan kinerja perusahaan dalam menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bagi masyarakat. Buah dari konsistensi ini berhasil mendapatkan pengakuan di tingkat nasional melalui ajang Enviromental and Social Innovation Awards (ENSIA) 2026 yang digelar di The Westin Resort Nusa Dua, Bali (10/9/2026).

Komitmen Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut dalam menghasilkan inovasi dan menjalankan program TJSL ini berhasil borong 40 penghargaan, yakni 12 Platinum, 21 Gold, dan 7 Silver. Penghargaan yang diterima ini diberikan kepada 12 lokasi Pertamina yang tersebar di hampir seluruh area kerja Sumbagut, mulai dari Sumatera Utara, Sumatera Barat, Aceh, dan Riau dengan 7 kategori, efisiensi air dan penurunan beban pencemaran air, efisiensi energi, inovasi sosial, pengelolaan sampah, pengurangan dan pemanfaatan limbah B3, penurunan emisi, dan perlindungan keanekaragaman hayati.

ENSIA 2026 merupakan ajang apresiasi bagi pelaku usaha yang menghasilkan inovasi di bidang lingkungan dan sosial dalam mendukung pembangunan berkelanjutan serta peningkatan kinerja perusahaan dalam Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER). ENSIA secara konsisten menghadirkan berbagai kegiatan yang edukatif dan inspiratif, antara lain sosialisasi, webinar, seminar, _talk show_, dan _podcast_ yang melibatkan regulator, akademisi, praktisi, serta pelaku industri.

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut sebagaimana disampaikan Area Manager Communication, Relations & CSR, Fahrougi Andriani Sumampouw, mengatakan penghargaan tersebut menjadi bukti konsistensi Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut dalam menghasilkan inovasi di bidang lingkungan dan sosial dalam mendukung pembangunan berkelanjutan serta peningkatan kinerja perusahaan dalam menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bagi masyarakat. Penghargaan ini merupakan hasil dari kerja keras kolektif yang berfokus pada dampak jangka panjang, bukan sekadar menggugurkan kewajiban perusahaan.

"Penghargaan ini meneguhkan posisi Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut yang konsisten menghasilkan inovasi dan mengembangkan pemberdayaan masyarakat di wilayah operasional. Melalui semua program yang dijalankan ini, kami berupaya menghadirkan inovasi sosial yang tidak hanya menjawab persoalan lingkungan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat berkelanjutan," ujar Fahrougi.

Penghargaan Platinum ENSIA 2026 diharapkan semakin memotivasi Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut untuk terus berinovasi dan menghadirkan program-program TJSL yang inovatif, berkelanjutan, serta memberikan nilai tambah bagi masyarakat, lingkungan, dan pencapaian target pembangunan berkelanjutan di Indonesia. (*)

PLATFORM Coffee Hub Soft Resmi Dibuka di Lhokseumawe, Hadirkan Kopi, Kuliner dan Ruang Komunitas

By On 13:37

PLATFORM Coffee Hub Soft Opening di Lhokseumawe, Hadirkan Kopi, Kuliner, dan Ruang Komunitas
Waled Lapang Peusijuk PLATFORM Coffee Hub Soft Opening di Lhokseumawe. Foto: Ist
LHOKSEUMAWE, ReportNews.id - PLATFORM Coffee Hub resmi memulai soft opening di Jalan Merdeka No. 2, Kota Lhokseumawe, Senin (14/9/2026). Kehadirannya menawarkan ruang baru bagi masyarakat untuk menikmati kopi, sajian makanan yang tersedia, serta berkumpul dalam suasana yang nyaman.

Soft opening PLATFORM diawali dengan peusijuek yang dipimpin Abu Lapang, santunan anak yatim, dan doa bersama. Rangkaian sederhana tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus harapan agar PLATFORM tumbuh membawa keberkahan bagi team, customer, dan masyarakat sekitar.

Mengusung identitas Coffee • Food • Community, PLATFORM dibangun bukan hanya sebagai tempat menikmati minuman dan makanan. Ke depan, PLATFORM diharapkan menjadi ruang terbuka bagi keluarga, sahabat, rekan kerja, komunitas, serta talenta lokal untuk bertemu, berdiskusi, dan berkarya.


Owner PLATFORM Coffee Hub, H. Fathani, mengatakan tahap soft opening menjadi awal untuk memastikan pelayanan, kualitas rasa, dan pengalaman customer berjalan dengan baik.

“PLATFORM dibangun bukan hanya sebagai tempat menikmati kopi dan makanan. Kami ingin tempat ini menjadi wadah yang terbuka, tempat orang bisa bertemu, membangun relasi, serta menyalurkan ide dan kreativitas yang positif,” ujar H. Fathani.

Ia menegaskan bahwa prioritas PLATFORM pada tahap awal adalah menghadirkan menu yang siap, harga yang jelas, pelayanan yang ramah, dan suasana yang membuat customer ingin kembali.

Sementara itu, COO PLATFORM Coffee Hub, Bintang Alya Putri, menyampaikan bahwa PLATFORM ingin tumbuh bersama anak muda dan komunitas lokal di Lhokseumawe.

“PLATFORM bukan hanya tentang sebuah tempat. Kami ingin membangun suasana di mana setiap orang merasa diterima, nyaman untuk berkumpul, dan memiliki ruang untuk berkembang. Kami berharap PLATFORM dapat menjadi bagian dari lahirnya karya serta kolaborasi positif dari masyarakat lokal,” katanya.

Dengan konsep tersebut, PLATFORM menghadirkan pilihan kopi, minuman non-kopi, serta sajian makanan yang akan dikembangkan secara bertahap. Pengunjung dapat datang untuk menikmati kopi di pagi hari, bertemu rekan kerja, berbincang bersama sahabat, atau sekadar menikmati suasana sore dan malam di pusat Kota Lhokseumawe.

Kehadiran PLATFORM Coffee Hub diharapkan menambah pilihan ruang berkumpul yang nyaman dan positif di Lhokseumawe.

“Karena setiap orang membutuhkan ruang untuk bertemu, bertumbuh, dan menciptakan sesuatu yang baik. Kami berharap PLATFORM dapat menjadi salah satu ruang itu,” tutup Bintang Alya Putri. (*)

Pasca Banjir Melanda Kuta Makmur, Ketua DPRK Aceh Utara Arafat Ali Bantu 20 SD Perlengkapan Sekolah

By On 14:13

Ketua DPRK Aceh Utara Arafat Ali Salurkan Bantuan Perlengkapan Sekolah ke 20 SD di Kuta Makmur, Bantu Pemulihan Pasca Banjir
Ketua DPRK Aceh Utara Arafat Ali Salurkan Bantuan Perlengkapan Sekolah ke 20 SD di Kuta Makmur. Foto: Ist
ACEH UTARA, ReportNews.id – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Utara, Arafat Ali, S.E., M.M., menyalurkan bantuan perlengkapan sekolah kepada siswa-siswi dari 20 Sekolah Dasar yang berada di wilayah Kecamatan Kuta Makmur. Penyerahan bantuan dilaksanakan pada Senin (14/9/2026) di Aula Kantor Camat Kuta Makmur, berlangsung tertib dan lancar sejak pukul 10.00 WIB hingga selesai pada pukul 12.41 WIB.

Kegiatan penyaluran bantuan ini diselenggarakan melalui kerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Utara. Program ini secara khusus ditujukan untuk membantu proses pemulihan pendidikan bagi anak-anak yang menjadi korban bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kuta Makmur maupun Aceh Utara secara keseluruhan beberapa waktu lalu.

Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Utara, Jamaluddin, S.Sos., M.Pd., didampingi Pengawas Kuta Makmur, Abu Bakar, S.Pd., M.Pd. Kegiatan ini juga dikawal langsung oleh Ketua DPRK Aceh Utara, Arafat Ali, yang turut hadir memantau jalannya penyaluran bantuan tersebut.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Utara menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam kepada Arafat Ali serta kepada seluruh pihak yang telah turut mendukung dan berperan serta dalam menyalurkan bantuan perlengkapan sekolah kepada anak-anak didik, sebagian besar di antaranya adalah korban terdampak bencana banjir.

“Terima kasih kepada Bapak Ketua DPRK Aceh Utara dan seluruh pihak yang telah peduli serta bergerak bersama mewujudkan bantuan ini bagi anak-anak kita,” ujar Jamaluddin. Ia berharap perlengkapan sekolah yang diserahkan dapat digunakan sebaik-baiknya dan bermanfaat secara maksimal untuk menunjang kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Ia juga berpesan kepada para penerima agar menjaga dan merawat perlengkapan yang telah diberikan dengan sebaik mungkin, sehingga dapat digunakan dalam jangka waktu yang lebih panjang dan terus berguna bagi kebutuhan belajar sehari-hari.

Acara penyerahan bantuan ini dihadiri oleh berbagai unsur pimpinan dan tokoh masyarakat di wilayah Kecamatan Kuta Makmur. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan bersama demi kelancaran serta keberhasilan kegiatan yang menyentuh dunia pendidikan ini.

Turut hadir dalam acara tersebut antara lain Panglima Sagoe Tgk Chiek Di Buloh, Saiful Bahri atau yang akrab disapa Pon Yaya, Camat Kuta Makmur, Kapolsek Kuta Makmur, Danramil 02/Kuta Makmur, serta jajaran Muspika Kecamatan Kuta Makmur.

Selain itu, hadir pula para Kepala Sekolah Dasar beserta guru dari 20 SDN se-Kecamatan Kuta Makmur yang menjadi sasaran penyaluran bantuan, serta jajaran KPA/PA Sagoe Tgk Chiek Di Buloh. Kehadiran seluruh elemen ini semakin memperkokoh semangat kebersamaan dalam memperhatikan nasib pendidikan anak-anak di daerah tersebut.

Kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh kekeluargaan. Setiap tahapan acara berjalan sesuai rencana, mulai dari pembukaan, sambutan-sambutan, hingga penyerahan bantuan secara simbolis kepada perwakilan sekolah.

Bantuan perlengkapan sekolah ini diharapkan dapat meringankan beban para orang tua sekaligus mengembalikan semangat belajar anak-anak yang sempat terganggu akibat bencana banjir. Dengan tersedianya perlengkapan yang memadai, para siswa diharapkan dapat kembali beraktivitas di sekolah dengan gembira dan lebih bersemangat.

Langkah ini sekaligus menjadi bukti nyata kepedulian para pemangku kepentingan di Aceh Utara, khususnya Ketua DPRK, dalam memastikan dunia pendidikan tetap terjaga dan anak-anak tetap mendapat perhatian meski di tengah masa pemulihan pasca bencana.(*)

Muhammad Hatta Raih Anugerah Tokoh Pemuda Inspiratif pada Milad 800 Tahun Samudera Pasai

By On 11:59

Muhammad Hatta Raih Anugerah Tokoh Pemuda Inspiratif pada Milad 800 Tahun Samudera Pasai
Muhammad Hatta Raih Anugerah Tokoh Pemuda Inspiratif pada Milad 800 Tahun Samudera Pasai. Foto: Ist
LHOKSUKON, Report News.id - Konsistensi bergerak bersama generasi muda, pengabdian dalam bidang sosial-keagamaan, pendidikan, kehumasan, profesi, organisasi, adat dan budaya, serta kemampuan membangun komunikasi dan jejaring lintas kalangan mengantarkan Dr (C). Ir. Muhammad Hatta, yang akrab disapa Bung Hatta, menerima Anugerah Tokoh Pemuda Inspiratif Aceh Utara 2026.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M., pada malam puncak sekaligus penutupan rangkaian Milad ke-800 Bumoe Samudera Pasai dan Piasan Pase, Minggu (13/9/2026).

Anugerah itu menjadi apresiasi atas perjalanan Bung Hatta yang selama bertahun-tahun hadir di berbagai ruang pengabdian. Ia tidak hanya bergerak dalam dunia profesional, tetapi juga berada di tengah pemuda, masjid, organisasi, forum akademik, pemerintahan, panggung komunikasi publik, hingga aktivitas pelestarian adat dan budaya.

Salah satu sisi yang menonjol dari perjalanan Bung Hatta adalah kedekatannya dengan generasi muda. Ia dikenal mudah berinteraksi dengan pemuda dan kerap memberikan spirit, inspirasi, serta motivasi agar mereka tidak sekadar menjadi penonton di tengah perubahan zaman.

Ia mendorong generasi muda untuk terus meningkatkan kapasitas, memperluas wawasan dan jejaring, produktif, kreatif, inovatif, memiliki integritas, serta berani mengambil peran dan berkompetisi di tingkat lokal, nasional hingga internasional.

Baginya, masa depan daerah tidak cukup hanya dibicarakan. Masa depan harus dipersiapkan dengan membangun kualitas manusianya, terutama generasi muda yang kelak menerima estafet kepemimpinan.

Semangat tersebut turut dibawanya melalui Komunitas Pemuda Subuh (Kompas) Aceh Utara yang dipimpinnya sejak 2022. Selama sembilan tahun, ia juga konsisten menjadi salah seorang penggerak Safari Subuh dan Zikir Bersama Tadzkiratul Ummah di Aceh Utara.

Gerakan itu mempertemukan dimensi kepemudaan, sosial dan spiritual dalam ruang silaturahmi. Dari masjid ke masjid, Bung Hatta berinteraksi dengan masyarakat, ulama, tokoh dan pemuda, sekaligus ikut menghidupkan semangat kebersamaan serta nilai-nilai keislaman.

Di tengah padatnya aktivitas tersebut, ia tetap menjalankan amanah sebagai imam rawatib Masjid Haji Muhammad Hanafiah Lhoksukon dan Masjid Al-Bayan Politeknik Negeri Lhokseumawe.

Bung Hatta juga dikenal sebagai sosok multitalenta dengan kemampuan komunikasi publik yang kuat. Pengalaman panjang dalam dunia public speaking membuatnya dipercaya menjadi narasumber, moderator, dan master of ceremony dalam berbagai forum tingkat daerah, nasional hingga internasional.

Kekuatan vokal, artikulasi, intonasi, kemampuan membaca audiens, dan penguasaan panggung menjadi bagian dari karakter public speaking-nya. Namun, kemampuan komunikasi tersebut tidak berhenti pada kepiawaian berbicara.

Bagi Bung Hatta, komunikasi adalah cara membangun hubungan, menyampaikan gagasan, mempertemukan perspektif, dan menggerakkan orang untuk mengambil peran.

Ia juga aktif berbagi pengetahuan sebagai narasumber serta menuangkan gagasan melalui tulisan opini di berbagai media, terutama mengenai komunikasi, kehumasan, public speaking, pendidikan, kepemudaan, dan dinamika sosial kemasyarakatan.

Dalam dunia profesional, Bung Hatta mengemban amanah sebagai Koordinator Humas dan Kerja Sama Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL). Ia juga dipercaya sebagai Ketua Forum Humas Politeknik Negeri se-Indonesia dan Ketua Forum Humas Perguruan Tinggi Aceh.

Ruang profesional tersebut memperkuat kemampuannya membangun komunikasi, kolaborasi, dan jejaring dengan berbagai pemangku kepentingan. Relasinya terbentang dari lingkungan pendidikan, pemerintahan, dunia usaha dan industri, media, organisasi profesi hingga berbagai elemen masyarakat.

Pengalaman itu pula yang kerap dibagikannya kepada generasi muda: bahwa kompetensi harus dibangun, komunikasi perlu dikuasai, sementara jejaring harus dirawat melalui kepercayaan dan integritas.

Konsistensi pengabdiannya dalam dunia pendidikan dan pelayanan publik juga memperoleh pengakuan negara. Pada 2026, Bung Hatta menerima Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, sebagai penghargaan atas pengabdian dan kesetiaannya dalam menjalankan tugas sebagai aparatur negara.

Penghargaan negara tersebut melengkapi perjalanan pengabdiannya. Di satu sisi, ia terus bertumbuh dalam karier profesional. Di sisi lain, ia tetap menyediakan ruang bagi aktivitas kepemudaan, sosial-keagamaan, organisasi, adat dan budaya. Sebuah perjalanan yang memperlihatkan bahwa profesionalisme, integritas, kompetensi dan pengabdian sosial dapat tumbuh dalam satu tarikan napas pengabdian.

Rekam pengabdiannya di lingkungan pemerintahan juga cukup panjang. Selama tujuh tahun, Bung Hatta pernah menjadi Tim Ahli Bupati Aceh Utara dalam tiga periode kepemimpinan.

Pengalaman tersebut memberinya kesempatan berinteraksi dengan berbagai lapisan pemerintahan dan masyarakat. Dalam sejumlah kesempatan, ia juga mengambil peran sebagai penghubung dan fasilitator, termasuk mempertemukan ulama, umara, dan aghniya untuk mendorong gagasan kemandirian ekonomi dayah pada tahun 2022 di Dayah Kupie.

Sejak 2023 hingga kini, ia juga dipercaya menjadi moderator pengajian akbar di Galon Kupi, Kompleks SPBU Pulo Pisang, Sigli, yang menghadirkan berbagai ulama kharismatik Aceh.

Di tengah keterbukaannya terhadap dunia profesional dan perkembangan zaman, Bung Hatta tetap menaruh perhatian pada akar identitasnya. Ia adalah sosok pemuda profesional yang berusaha tetap berpijak pada adat, budaya, dan nilai-nilai keislaman.

Kepedulian tersebut membuatnya dipercaya mengemban amanah sebagai Kepala Bidang Adat Istiadat Majelis Adat Aceh Kabupaten Aceh Utara. Melalui ruang itu, ia ikut mendorong pelestarian dan pewarisan nilai-nilai adat serta budaya Aceh kepada generasi berikutnya.

Baginya, kemajuan tidak seharusnya membuat generasi muda kehilangan akar. Anak muda dapat berpikir global dan berkompetisi di dunia modern, tetapi tetap mengenali identitas, budaya, dan nilai-nilai yang membentuk dirinya.

Kiprah organisasinya juga melintasi berbagai bidang. Bung Hatta telah dua periode dipercaya sebagai Sekretaris ICMI Orda Lhokseumawe dan sejak 2006 hingga kini mengemban amanah sebagai Sekretaris Ikatan Alumni Politeknik Negeri Lhokseumawe (IKAPOLINEL) .

Ia juga aktif sebagai Dewan Pembina Asosiasi Pengelasan Indonesia (API) Provinsi Aceh, pernah menjabat Wakil Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Kota Lhokseumawe periode 2021–2024, dan saat ini dipercaya sebagai Dewan Pakar PII Kota Lhokseumawe periode 2024–2027.

Pengalaman profesionalnya juga pernah membawanya aktif dalam Komisi Pengembangan Sumber Daya Manusia Forum Komunikasi Jejaring Pemagangan (FKJP) Aceh periode 2017–2019.

Sementara di lingkungan kepemudaan, ia pernah aktif sebagai salah seorang Wakil Ketua DPD KNPI Aceh Utara periode 2018–2022, aktif di organisai PERGUNU, serta terlibat dalam berbagai organisasi profesi, sosial, dan kemasyarakatan lainnya.

Lintasan panjang tersebut membentuk Bung Hatta sebagai pribadi yang adaptif. Ia terbiasa bergerak dari satu ruang sosial ke ruang lainnya tanpa kehilangan kemampuan berinteraksi dan menempatkan diri.

Di kalangan sahabat dan kolega, suami dari Cut Ramadhani, S.Pd. ini dikenal humanis, komunikatif, rendah hati, dan humoris. Ia dapat tampil formal dalam forum resmi, tetapi pada kesempatan lain mudah mencair ketika berada bersama masyarakat dan kalangan muda.

Kehadirannya kerap membawa energi positif. Kemampuan membangun suasana membuatnya dapat berinteraksi dengan beragam kalangan, mulai pemuda, akademisi, politisi, praktisi, pengusaha, dan profesional hingga tokoh masyarakat, ulama, birokrat dan berbagai pemangku kepentingan.

Di situlah benang merah sosok inspiratif Bung Hatta menemukan maknanya. Ia tidak hanya berbicara kepada pemuda tentang pentingnya produktivitas, jejaring, spiritualitas, profesionalisme dan menjaga budaya. Ia berusaha menjalani nilai-nilai itu dalam perjalanan hidupnya sendiri.

Dunia profesional mengajarkannya kompetensi. Organisasi membentuk kepemimpinan dan kolaborasi. Public speaking memberinya kemampuan menyampaikan gagasan. Jejaring mempertemukannya dengan banyak orang. Adat dan budaya menjaga identitasnya. Sementara masjid dan aktivitas sosial-keagamaan merawat kedekatannya dengan nilai dan masyarakat.

Karena itu, inspirasi yang dibawanya tidak bertumpu pada satu jabatan ataupun satu bidang. Ia tumbuh dari konsistensi untuk terus belajar, membangun jejaring, berbagi pengalaman, hadir bersama masyarakat, serta mendorong pemuda untuk berani mengambil peran.

Momentum penghargaan tersebut menjadi semakin bermakna karena diberikan ketika Bumoe Samudera Pasai memperingati perjalanan delapan abad sejarahnya.

Delapan ratus tahun lalu, Samudera Pasai tumbuh menjadi salah satu simpul penting peradaban di kawasan ini. Hari ini, warisan sejarah tersebut menempatkan tanggung jawab pada generasi muda untuk menulis babak berikutnya.

Bukan hanya dengan mengenang kejayaan masa lalu, tetapi dengan membangun kapasitas untuk masa depan.

Generasi yang berilmu tanpa kehilangan adab. Profesional tanpa tercerabut dari akar budaya. Mampu berbicara sekaligus bersedia mendengar. Memiliki jejaring tetapi tetap rendah hati. Berani bermimpi, sekaligus bersedia bekerja untuk mewujudkannya.

Dengan rekam jejak, integritas, konsistensi pengabdian, kedekatannya dengan generasi muda, serta kontribusinya dalam bidang pendidikan, profesi, komunikasi publik, kepemudaan, sosial-keagamaan, organisasi, adat dan budaya, Ir. Muhammad Hatta,  dianugerahkan sebagai Tokoh Pemuda Inspiratif Aceh Utara 2026 dalam rangkaian Milad ke-800 Bumoe Samudera Pasai.

Bagi Bung Hatta, penghargaan itu bukanlah akhir perjalanan, melainkan amanah untuk memperluas manfaat dan terus menyalakan optimisme di kalangan generasi muda.

Sebab pemuda inspiratif bukan hanya mereka yang mampu berdiri di depan dan berbicara tentang perubahan, tetapi mereka yang bersedia berjalan bersama, membuka jalan, memberi teladan, dan membuat pemuda lain percaya bahwa mereka pun mampu melangkah lebih jauh. (*)

Ketua KONI Aceh Saiful Bahri Raih Penghargaan Haornas 2026

By On 01:18

Ketua KONI Aceh Saiful Bahri Terima Penghargaan Haornas 2026 atas Dedikasi Membangun Prestasi Olahraga Aceh

Ketua KONI Aceh Saiful Bahri Terima Penghargaan Haornas 2026 atas Dedikasi Membangun Prestasi Olahraga Aceh. Foto: Ist


BANDA ACEH, ReportNews.id – Ketua Umum KONI Aceh, Saiful Bahri atau yang akrab disapa Pon Yaya, menerima penghargaan pada Malam Penganugerahan Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2026 atas kontribusinya dalam memajukan dan membangun ekosistem olahraga Aceh secara berkelanjutan.

Penghargaan tersebut diserahkan pada acara Malam Penganugerahan Haornas 2026 yang berlangsung di Gedung Hall Stadion Harapan Bangsa (SHB), Lhong Raya, Banda Aceh, Sabtu (12/9/2026) malam. Acara tersebut menjadi ajang apresiasi bagi tokoh, atlet, pelatih, organisasi, dan insan olahraga yang dinilai berjasa dalam pengembangan olahraga di Aceh.

Penghargaan kepada Saiful Bahri diberikan atas perannya dalam memperkuat sistem pembinaan dan regenerasi atlet Aceh, meningkatkan jenjang kompetisi olahraga, memperbaiki tata kelola organisasi olahraga, memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan, serta mempersiapkan Aceh menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII NTT-NTB Tahun 2028. Selain itu, ia dinilai berhasil membangun fondasi prestasi olahraga yang berkelanjutan bagi generasi atlet Aceh di masa depan.

Dalam keterangannya usai menerima penghargaan, Pon Yaya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh insan olahraga Aceh yang selama ini telah bekerja sama membangun prestasi daerah.

“Alhamdulillah, penghargaan ini saya dedikasikan untuk seluruh atlet, pelatih, pengurus cabang olahraga, pemerintah daerah, serta masyarakat Aceh yang terus mendukung kemajuan olahraga. Penghargaan ini bukan milik saya pribadi, melainkan hasil kerja keras bersama seluruh keluarga besar olahraga Aceh,” ujar Pon Yaya.

Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan olahraga di Aceh agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

“Kami akan terus memperkuat pembinaan atlet usia dini, meningkatkan kualitas kompetisi, serta membangun tata kelola organisasi yang profesional dan transparan. Fokus utama kami saat ini adalah mempersiapkan atlet-atlet terbaik Aceh menuju PON XXII NTT-NTB Tahun 2028,” katanya.

Pon Yaya menegaskan bahwa keberhasilan olahraga tidak dapat dicapai oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen, mulai dari pemerintah, KONI, cabang olahraga, dunia usaha, hingga masyarakat.

“Dengan kebersamaan dan dukungan semua pihak, saya optimistis Aceh mampu melahirkan lebih banyak atlet berprestasi dan mencapai hasil yang lebih baik pada ajang nasional mendatang,” tambahnya.

Penghargaan yang diterima Ketua KONI Aceh tersebut menjadi bukti pengakuan atas komitmennya dalam membangun sistem olahraga yang lebih kuat dan berkelanjutan, sekaligus mempertegas langkah Aceh dalam menatap PON 2028 dengan target prestasi yang lebih tinggi. (*)

Pengurus Kopdes Meunasah Meucat Tolak Wacana Pemindahan SPPG ke Kantin Sekolah

By On 16:03

sppg
Foto: Ilustrasi
ACEH UTARA, ReportNews.id - Wacana pemindahan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke kantin sekolah mendapat penolakan dari sejumlah pihak di Kabupaten Aceh Utara.

Salah satunya disampaikan Muhammad Kariman, pengurus Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) Desa Meunasah Meucat, Kecamatan Nisam, Aceh Utara, Minggu (13/9/2026). Ia menilai rencana tersebut perlu dikaji secara matang agar tidak menghilangkan fungsi dan peran SPPG sebagai unit yang mendukung pemenuhan gizi peserta didik.

Menurut Kariman, keberadaan SPPG tidak hanya berkaitan dengan penyediaan makanan, tetapi juga menyangkut proses pengelolaan bahan pangan, pengawasan kualitas makanan, kebersihan, hingga distribusi kepada penerima manfaat.

“Kalau SPPG dialihkan ke kantin sekolah, tentu harus dipastikan terlebih dahulu bagaimana standar pengolahan makanan, pengawasan gizi, kebersihan, serta mekanisme pengelolaannya,” kata Muhammad Kariman.

Ia juga mengingatkan agar kebijakan pelaksanaan MBG tidak mengabaikan keberadaan koperasi desa dan masyarakat setempat yang selama ini memiliki potensi untuk terlibat dalam penyediaan bahan pangan.

Kariman berharap pemerintah mempertimbangkan masukan dari berbagai unsur di daerah sebelum mengambil keputusan terkait perubahan pola pengelolaan SPPG.

“Program MBG harus tetap menjadi program yang memberikan manfaat luas, bukan hanya bagi penerima makanan bergizi, tetapi juga bagi masyarakat dan pelaku ekonomi di desa,” ujarnya.

Ia menambahkan, keterlibatan petani, koperasi, pelaku usaha lokal, serta masyarakat desa dalam rantai pasok MBG dinilai dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi daerah.

Karena itu, menurutnya, setiap perubahan mekanisme pelaksanaan MBG perlu dilakukan melalui kajian dan komunikasi dengan pihak-pihak yang terdampak.

“Kami berharap pemerintah tidak terburu-buru mengubah sistem yang sudah berjalan. Yang paling penting adalah memastikan program ini tetap memenuhi tujuan utama, yaitu menyediakan makanan bergizi dan berkualitas bagi anak-anak,” pungkasnya.  (*)

Keuchik dan Petani Aceh Utara Tolak Wacana Pengalihan SPPG MBG ke Kantin Sekolah

By On 14:23

Keuchik dan Petani Aceh Utara Tolak Wacana Pengalihan SPPG MBG ke Kantin Sekolah
Foto: Ilustrasi
ACEH UTARA, ReportNews.id -  Rencana pengalihan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ke kantin sekolah dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapat penolakan dari sejumlah pihak di Kabupaten Aceh Utara.

Keberatan tersebut salah satunya disampaikan oleh Lukman, Keuchik Desa Seumirah, Kecamatan Nisam Antara, Kabupaten Aceh Utara, Minggu (13/9/2026). Ia menilai rencana tersebut berpotensi menimbulkan dampak terhadap para mitra, relawan, vendor, petani, lapangan kerja dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang selama ini terlibat dalam pelaksanaan program MBG.

Menurut Lukman, wacana pengalihan peran operasional SPPG ke kantin sekolah belum sepenuhnya mempertimbangkan kontribusi berbagai pihak yang sejak awal telah ikut membangun dan menjalankan ekosistem program tersebut.

“Melibatkan atau mengalihkan operasional SPPG ke kantin sekolah perlu dikaji secara menyeluruh, karena ada banyak pihak yang selama ini telah berinvestasi dan berkontribusi dalam menjalankan program MBG,” ujar Lukman.

Ia menegaskan, pihaknya keberatan apabila dapur SPPG dialihkan ke kantin sekolah. Menurutnya, perubahan skema tersebut berpotensi mengurangi lapangan pekerjaan bagi masyarakat serta berdampak terhadap keberlangsungan usaha para mitra.

Lukman menjelaskan, keberadaan dapur SPPG selama ini tidak hanya berkaitan dengan penyediaan makanan bagi penerima manfaat, tetapi juga telah membentuk rantai pasok yang melibatkan masyarakat dan pelaku usaha lokal.

Operasional SPPG, kata dia, membutuhkan pasokan bahan pangan dari vendor lokal, petani, serta UMKM, khususnya yang berada di sekitar Desa Seumirah, Kecamatan Nisam Antara, dan Desa Meunasah Meucat, Kecamatan Nisam, Kabupaten Aceh Utara.

“Kalau skemanya diubah, tentu ada relawan yang berpotensi kehilangan peran. Begitu juga vendor, petani, dan UMKM lokal yang selama ini memasok kebutuhan bahan makanan akan ikut merasakan dampak ekonominya,” katanya.

Selain persoalan lapangan kerja dan kemitraan, Lukman juga menyoroti tata kelola pelaksanaan program MBG yang selama ini terus diperbaiki agar semakin optimal.

Ia menilai, pengalihan operasional dapur SPPG ke kantin sekolah justru berisiko mengganggu sistem yang sudah berjalan. Bahkan, perubahan tersebut dikhawatirkan membuat pelaksanaan program harus kembali menata berbagai aspek dari awal.

“Jika wacana ini benar-benar direalisasikan, program MBG yang saat ini sudah berjalan dan terus dibenahi harus kembali menyesuaikan banyak hal. Ini tentu berisiko menghambat pelaksanaan program,” tegasnya.

Di sisi lain, Lukman menyebut belum ada jaminan bahwa pengelolaan MBG melalui kantin sekolah akan menghasilkan pelaksanaan yang lebih baik dibandingkan sistem SPPG yang telah berjalan.

Karena itu, ia berharap pemerintah dan pihak terkait mempertimbangkan kembali rencana pengalihan tersebut dengan memperhatikan kondisi para mitra dan masyarakat yang selama ini terlibat dalam program MBG.

Ia juga meminta agar skema kemitraan SPPG tetap dipertahankan karena dinilai telah membuka lapangan pekerjaan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, petani, vendor, dan UMKM lokal.

Harapan serupa disampaikan untuk pengelola dapur SPPG di Desa Seumirah, Kecamatan Nisam Antara, serta Desa Meunasah Meucat, Kecamatan Nisam, Kabupaten Aceh Utara, agar keberadaan dan peran mereka tetap mendapat perhatian dalam keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis. (*)


Perhatikan Pendidikan Keagamaan, PIM Resmikan Balai Pengajian Raudhatul Madinah

By On 18:07

3. PIM Resmikan Balai Pengajian Raudhatul Madinah
PIM Resmikan Balai Pengajian Raudhatul Madinah. 
ACEH UTARA, ReportNews.id - PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) memperkuat dukungannya terhadap sarana fasilitas pendidikan keagamaan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan melalui peresmian dan penyerahan 1 unit Balai Pengajian kepada Dayah Raudhatul Madinah di Gampong Ulee Reuleung, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara, Kamis (10/9/2026).

Dukungan tersebut memiliki arti penting bagi keberlangsungan proses pendidikan di dayah yang saat ini membina sekitar 312 santri tanpa dipungut biaya. Keberadaan balai pengajian baru diharapkan dapat menambah ruang belajar yang lebih representatif sekaligus mendukung pembinaan santri, termasuk anak yatim dan santri dari keluarga kurang mampu.

Balai yang dibangun melalui dukungan PIM juga menjadi balai pengajian berkonstruksi beton pertama di lingkungan Dayah Raudhatul Madinah. Kehadiran fasilitas tersebut menjadi salah satu langkah nyata Perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan keagamaan yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.


Mewakili Manajemen PT PIM, penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Sekretaris Perusahaan Syahrul Kamal, kepada Pimpinan Dayah Raudhatul Madinah, Dr. Tgk. Jufri Yahya, MA atau Abi Jufri. Selain bantuan balai pengajian, PIM juga menyerahkan bantuan kitab kepada santri untuk mendukung kegiatan pengajian.

Dalam sambutannya, Syahrul Kamal menyampaikan bahwa dukungan tersebut merupakan bagian dari kepedulian PIM terhadap pengembangan pendidikan dan kehidupan keagamaan masyarakat di sekitar Perusahaan. Syahrul Kamal berharap balai pengajian dapat dimanfaatkan secara optimal dan memberikan manfaat jangka panjang.

“Kami berharap balai pengajian ini dapat benar-benar dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan belajar para santri dan memberikan manfaat bagi Dayah Raudhatul Madinah. Semoga fasilitas ini dapat terus dijaga dan menjadi tempat lahirnya generasi islami yang berilmu dan berakhlak baik.

“Kami juga menitipkan beberapa kitab untuk para santri. Meskipun jumlahnya tidak banyak, mudah-mudahan dapat memberikan manfaat. Kami turut memohon doa dari Abi, para guru, dan santri agar operasional PIM terus berjalan dengan baik sehingga Perusahaan dapat terus hadir dan memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat.

Syahrul Kamal berharap hubungan baik yang terjalin tidak hanya berhenti sampai disini, ke depan, sinergi ini diharapkan dapat terus dikembangkan melalui program-program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat khususnya pada bidang pendidikan, sosial, dan keagamaan.

Pimpinan Dayah Raudhatul Madinah, Abi Jufri, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang diberikan oleh PIM. Menurutnya, dukungan sarana balai pengajian tersebut merupakan fasilitas yang sangat berarti bagi proses pembelajaran di tengah meningkatnya kebutuhan sarana pendidikan bagi para santri.

“Kami mengucapkan terima kasih dan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kehadiran dan bantuan dari PT PIM. Alhamdulillah, balai ini menjadi balai pengajian dengan konstruksi beton pertama di lingkungan dayah dan tentunya akan sangat membantu aktivitas belajar para santri,” ujar Abi Jufri.

Abi Jufri juga menyampaikan bahwa bantuan kitab yang diberikan akan digunakan dalam proses pembelajaran para santri, termasuk pemanfaatannya bagi para santri yatim dan santri yang berasal dari keluarga kurang mampu.

Seiring bertambahnya jumlah santri, kebutuhan terhadap sarana pendidikan dan fasilitas pendukung juga terus meningkat. Karena itu, keberadaan balai pengajian baru diharapkan dapat meningkatkan semangat belajar para santri dengan adanya fasilitas yang lebih baik.

Acara ditutup dengan penyerahan kitab secara simbolis kepada perwakilan para santri. Semoga hal baik yang telah dilakukan dapat memberikan manfaat dan menjadi ladang amal bagi kita semua. (*)

Viral Masak Mie di Atas Pohon, Mie Bang Baneng Hadir di Milad 800 Samudera Pasai

By On 22:06

Aksi Masak di Atas Pohon, Mie Bang Baneng Ikut Semarakkan Milad 800 Samudera Pasai. Foto: Ist
LHOKSUKON, ReportNewsid -  Perayaan Milad ke-800 Samudera Pasai di Aceh Utara menghadirkan beragam kegiatan yang memadukan sejarah, budaya, hiburan, hingga kreativitas masyarakat. Salah satu yang menarik perhatian adalah kehadiran Mie Bang Baneng, pelaku kuliner yang dikenal melalui aksi memasak mie di atas pohon.

Mie Bang Baneng dijadwalkan hadir di Stand Kecamatan Paya Bakong, kawasan pelataran Kantor Bupati Aceh Utara, selama pelaksanaan kegiatan pada 9–13 September 2026.

Kehadiran Mie Bang Baneng membawa daya tarik tersendiri. Jika sebelumnya aksi memasak mie di atas pohon menjadi ciri khas yang viral, kali ini atraksi tersebut tidak dapat ditampilkan secara langsung dari atas pohon karena kondisi dan tata letak lokasi stan yang berada di area lapangan.

Meski demikian, pengunjung tetap berkesempatan melihat secara langsung proses pembuatan mie yang disajikan Bang Baneng. Kehadiran kuliner dengan konsep unik tersebut diperkirakan menjadi salah satu hiburan alternatif bagi masyarakat yang mengunjungi lokasi perayaan.

Tidak hanya menawarkan makanan, aktivitas tersebut juga berpotensi menjadi daya tarik bagi pengunjung yang gemar mengabadikan momen unik untuk dibagikan melalui media sosial.
Bukan Hanya Soal Kuliner

Kehadiran Mie Bang Baneng dalam rangkaian Milad ke-800 Samudera Pasai tidak sekadar menghadirkan sajian makanan. Kreativitas pelaku usaha tersebut turut memperkaya suasana perayaan yang melibatkan masyarakat dan pelaku usaha dari berbagai wilayah.

Perayaan Milad ke-800 Samudera Pasai berlangsung pada 6–13 September 2026 di kawasan pelataran Kantor Bupati Aceh Utara. Sejumlah agenda disiapkan untuk memeriahkan kegiatan, mulai dari pertunjukan seni dan budaya, pameran, kuliner, hingga promosi berbagai potensi daerah.

Stan yang dikelola sejumlah kecamatan juga menjadi wadah bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memperkenalkan produk unggulan mereka kepada masyarakat.

Dalam keramaian tersebut, kehadiran Mie Bang Baneng dengan konsep kuliner yang berbeda menjadi salah satu hal yang dapat menambah warna perayaan.
UMKM Manfaatkan Momentum Milad 800 Samudera Pasai

Peringatan 800 tahun Samudera Pasai juga menjadi kesempatan bagi pelaku UMKM lokal untuk memperluas promosi produk mereka. Tingginya jumlah pengunjung selama kegiatan berlangsung dapat menjadi peluang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk kepada calon konsumen dari berbagai daerah.

Tidak hanya makanan dan minuman, produk kerajinan serta berbagai hasil kreativitas masyarakat juga mendapat ruang untuk ditampilkan.

Kehadiran Mie Bang Baneng menunjukkan bahwa kegiatan yang mengangkat sejarah daerah dapat dipadukan dengan kreativitas masyarakat masa kini. Konsep kuliner yang unik menjadi salah satu cara untuk menarik perhatian generasi muda, khususnya mereka yang aktif di media sosial.

Samudera Pasai memiliki tempat penting dalam sejarah Nusantara, terutama terkait perkembangan Islam dan aktivitas perdagangan di kawasan Asia Tenggara. Momentum Milad ke-800 karena itu tidak hanya menjadi kesempatan untuk mengenang kejayaan masa lalu, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk menampilkan potensi dan kreativitas mereka pada masa kini.

Bagi masyarakat yang ingin mencicipi kuliner Mie Bang Baneng sekaligus melihat langsung proses pengolahannya, Stand Kecamatan Paya Bakong di pelataran Kantor Bupati Aceh Utara dapat menjadi salah satu tujuan selama 9–13 September 2026.



Meski atraksi memasak dari atas pohon tidak dapat ditampilkan di lokasi tersebut, kehadiran Mie Bang Baneng tetap membawa konsep kuliner yang berbeda dalam semarak Milad ke-800 Samudera Pasai. (*)

Milad ke-800 Samudera Pasai: Ribuan Jamaah Hadir, Ustadz Habibi Tegaskan Wasiat Keadilan Sultan Malikussaleh

By On 21:40

Ustaz Habibi An-Nawawi. Foto: Ist
LHOKSUKON, ReportNews.id - Ribuan warga dari berbagai penjuru Aceh Utara memadati Pelataran Kantor Bupati Aceh Utara, Landing, Kecamatan Lhoksukon, pada Rabu (9/9/2026) malam. Kehadiran mereka adalah untuk mengikuti tausiah yang disampaikan Ustadz Habibi An-Nawawi, Lc., M.Dipl, dalam rangkaian peringatan Milad Samudera Pasai ke-800.

Sejak sore hari, masyarakat sudah mulai berdatangan ke lokasi. Area utama acara hingga deretan tenda yang disiapkan panitia penuh sesak oleh jamaah yang ingin mendengarkan ceramah bertema sejarah, peradaban Islam, serta nilai kepemimpinan yang diwariskan Kesultanan Samudera Pasai.

Acara ini turut dihadiri langsung oleh Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil, SE., MM yang akrab disapa Ayah Wa, didampingi Sekretaris Daerah Aceh Utara Dayan Albar, S.Sos., MAP, unsur Forkopimda, para ulama, tokoh adat, serta sejumlah pejabat daerah setempat.

Dalam penyampaiannya, Ustaz Habibi menekankan pesan penting mengenai persatuan dan keadilan yang menjadi inti ajaran Sultan Malikussaleh, pendiri Kerajaan Samudera Pasai. Ia mengingatkan, salah satu wasiat terbesar yang wajib dijaga oleh seluruh pemimpin adalah menjauhi sikap berebut kekuasaan yang berpotensi memecah belah persatuan masyarakat.


"Raja yang adil adalah amanah dari Raja Malikussaleh. Para pemimpin, pejabat, dan tokoh adat tidak boleh membiarkan terjadinya pertengkaran maupun perpecahan. Jangan sampai perebutan kekuasaan di antara para pemimpin justru merugikan rakyat," ujar Ustadz Habibi di hadapan ribuan jamaah.

Ia juga menegaskan bahwa seorang pemimpin wajib berlaku adil kepada seluruh rakyat tanpa membedakan golongan maupun kelompok tertentu. Sebaliknya, masyarakat pun diimbau untuk tetap menjaga loyalitas kepada pemimpin selama ia berada di jalan yang benar.

Ustaz Habibi pun mengaku kagum dengan kemeriahan dan skala peringatan Milad Samudera Pasai ke-800 yang digelar Pemerintah Kabupaten Aceh Utara. Menurutnya, perhelatan ini menjadi salah satu momentum terbesar untuk kembali mengangkat dan menegakkan sejarah kejayaan Islam di Nusantara.

Selama lebih dari satu jam, Ustaz Habibi turut menuturkan kisah perjalanan penjelajah Muslim ternama, Ibnu Battutah, yang berkunjung ke Samudera Pasai pada abad ke-14. Kisah tersebut menggambarkan betapa tingginya adab masyarakat Pasai dalam memuliakan tamu, serta kedekatan para sultan dengan ilmu pengetahuan dan kehidupan keagamaan.

Diceritakan bagaimana Ibnu Battutah disambut dengan penuh penghormatan sebelum dipertemukan dengan Sultan Al-Malik Al-Zahir. Bahkan, sang sultan digambarkan berjalan kaki menuju masjid untuk menunaikan Salat Jumat dan rutin mengikuti majelis ilmu bersama para ulama.

Dari kisah itu, Ustaz Habibi menegaskan bahwa Samudera Pasai bukan sekadar kerajaan yang kuat secara politik maupun ekonomi, melainkan pusat peradaban Islam yang senantiasa menjunjung tinggi ilmu pengetahuan, akhlak, dan tata krama.

"Jangan pernah kita katakan bahwa kita bangsa yang tidak beradab. Jangan kita katakan kita tidak punya sejarah dan tidak punya peradaban. Kita memahami tata krama, kita mengerti sopan santun, dan kita tahu bagaimana cara menyambut serta memuliakan tamu," tegasnya.

Selain kisah Ibnu Battutah, Ustadz Habibi juga menyinggung sosok Fatahillah yang memiliki keterkaitan erat dengan Samudera Pasai serta berperan besar dalam perjuangan penyebaran Islam di tanah Jawa. Hal ini menunjukkan bahwa pengaruh peradaban Pasai telah menjangkau berbagai wilayah di seantero Nusantara.

Acara ditutup dengan doa bersama serta ajakan untuk senantiasa menjaga persatuan, memperkuat syariat Islam, dan melestarikan warisan luhur yang diwariskan para pendahulu. Ribuan jamaah tampak khusyuk mengikuti seluruh rangkaian acara hingga selesai.

Berdasarkan pantauan di lokasi, tingginya antusiasme masyarakat sempat menyebabkan kepadatan arus lalu lintas di ruas jalan nasional sekitar kawasan Landing. Meski demikian, seluruh kegiatan berlangsung tertib dan lancar berkat pengamanan ketat dari aparat gabungan.

Peringatan Milad Samudera Pasai ke-800 tahun ini mengusung tema "Tajaga Adat, Tapeukong Syariat" sebuah refleksi untuk terus menjaga warisan sejarah, adat istiadat, serta nilai-nilai Islam yang telah menjadi identitas masyarakat Aceh sejak masa kejayaan Kesultanan Samudera Pasai. (*)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *