BERITA TERBARU

Warga Lhokseumawe Meninggal di Batam Akibat Sesak Napas, Haji Uma dan Permasa Bantu Pemulangan

By On 15:15

Haji Uma dan Permasa Bantu Pemulangan Jenazah Warga Lhokseumawe Meninggal di Batam
Haji Uma dan Permasa Bantu Pemulangan Jenazah Warga Lhokseumawe Meninggal di Batam. Foto: Istimewa
LHOKSEUMAWE, ReportNews.id - Fakrur Rizal (30), asal Menasah Blancrum Kandang, Lhokseumawe, meninggal dunia di Rumah Sakit Embung Fatimah, Kota Batam, pada Minggu, 9/8/2026, pukul 06.30 pagi, akibat mengalami sesak napas.

Almarhum Fakhrur Rizal dibawa ke rumah sakit pada Jumat, 7/8/2026. Setelah dua malam dirawat, almarhum tidak bisa menerima cairan infus lagi karena semakin parah sakitnya.

Almarhum meninggalkan seorang anak perempuan (5), Fathiya Azzahra, dan seorang istri (28), Nadia Tri Amanda. Almarhum Fakhrul Rizal sudah merantau ke Batam selama 9 tahun bersama keluarga dan bekerja sebagai wiraswasta di sana.

Ibu dan keluarga korban sangat terpukul dengan peristiwa tersebut. Sehingga, melalui kepala desa, keluarga melayangkan surat kepada Haji Uma untuk dapat membantu.

Selanjutnya, Haji Uma melakukan koordinasi dengan Ketua Permasa Batam melalui Sekretaris, Pak Zainal. Lalu, tim Permasa bergerak dan akhirnya jenazah bisa tertangani.

Sementara itu, keluarga sangat ingin membawa pulang jenazah ke kampung halaman, namun biayanya sangat tinggi, mencapai Rp15.500.000. Sehingga, biaya tersebut dipenuhi melalui urunan bersama, terdiri dari biaya pesawat dan tiket pesawat anak, ambulans dan cargo, serta pengawetan.

Dari Haji Uma membantu Rp4.250.000, keluarga Rp10.250.000, dan Permasa Rp1.000.000 untuk tiket istri almarhum.

Jenazah almarhum tiba di kediaman pada pukul 04.00 pagi melalui ambulans yang disewa Haji Uma dari Kuala Namu ke kediaman.

Secara khusus, Haji Uma mengucapkan terima kasih kepada Ketua dan Sekum, Bapak Zainal, serta anggota Permasa lainnya yang sudah ikut membantu. Semoga ini bisa menjadi ibadah dan tetap menjalin silaturahmi untuk terus membantu warga perantau.

Haji Uma juga mengucapkan terima kasih kepada LO Lhokseumawe, M Indra Dermawan, yang sudah menfasilitasi komunikasi dengan keluarga.

Semoga almarhum diberikan tempat yang layak di sisi Allah SWT.

Saifullah selaku Abang kandung dari almarhum mengucapkan terima kasih kepada bapak haji Uma serta tim permasa Batam yang telah menfasilitasi pemulangan Almarhum sampai kekampung halaman, "Tutup Pollah" (*)

Masuk Grand Final LCC Empat Pilar MPR-RI, Sekda Nasir: Siswa SMA 2 Banda Aceh Wajib Masuk Karantina

By On 15:07

Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M Nasir Syamaun, menerima kedatangan 10 siswa SMA 2 Banda Aceh pemenang Lomba Cerdas-Cermat Empat Pilar MPR-RI 2026
Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M Nasir Syamaun, menerima kedatangan 10 siswa SMA 2 Banda Aceh pemenang Lomba Cerdas-Cermat Empat Pilar MPR-RI 2026. Foto: Humas Setda Aceh
BANDA ACEH, ReportNews.id - Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M Nasir Syamaun, menerima kedatangan 10 siswa SMA 2 Banda Aceh pemenang Lomba Cerdas-Cermat Empat Pilar MPR-RI 2026 tingkat Provinsi Aceh di ruang rapat Setda Aceh, Banda Aceh, Selasa (11 Agustus 2026). “Selamat ya. Persiapkan diri dengan baik untuk meraih yang terbaik pada tingkat nasional,” kata Sekda Nasir.

Para siswa tersebut adalah Aslan Sagusta Putra, Muhammad Zaghlul Rizky Hasibuan, Fasya Elfariez, Recha Anggreani Fauzan, Misha Fathia, Syalsa Billa Azira T, Selsy Adilla Azira T, Naila, Anjani Sakhi Azaria Syahla, dan Annora Sasikirana. Mereka menuju Grand Final Lomba Cerdas-Cermat Empat Pilar MPR-RI 2026 tingkat nasional bersama 38 SMA lain dari berbagai provinsi di Indonesia.

Para siswa itu datang ke kantor Gubernur Aceh didampingi Kepala Sekolah SMA 2 Banda Aceh, Dr Herlina Dewi, bersama sejumlah guru. Mereka difasilitasi Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, dan Kepala Bidang Pembinaan SMA dan PKLK Dinas Pendidikan Aceh, Syarwan Joni. Hadir juga para dewan juri cerdas-cermat Empat Pilar tingkat Provinsi Aceh, Prof. Dr. Syafrizal Abbas, Dr. M Yasir Putra Utama, dan Dr Nurlis Effendi.

Kepada Dinas Pendidikan Aceh dan Kepala SMA 2 Banda Aceh, Sekda Nasir berpesan agar 10 siswa tersebut dikarantina untuk mempersiapkan diri ke tingkat nasional. “Mereka harus digembleng dan masuk karantina. Carikan tempat yang bagus, sediakan semua kebutuhan mereka. Jangan sampai kelelahan, istirahat yang cukup, dan jangan sakit,” pesan Sekda Nasir.

Sekda Nasir menjamin mempersiapkan anggaran untuk kebutuhan tersebut. “Nanti saya dan Pak Kadis Pendidikan Aceh (Murthalamuddin) yang mencari anggarannya. Jadi soal biaya nggak perlu khawatir dan tak perlu dipikirkan. Biar kami yang sediakan,” katanya.

“Mereka wajib masuk Training Center selama seminggu. Kita punya waktu 10 hari. Selama kompetisi, mereka harus disiapkan. Tidak ada kompetisi tanpa persiapan. Jadi harus disiapkan sehingga kompetitif. Nanti masuk final tingkat nasional, kami datang untuk menyaksikan dan memberi semangat.”

Kadis Pendidikan Aceh Murthalamuddin menyampaikan terimakasihnya kepada Sekda Nasir yang telah memberi apresiasi untuk siswa-siswa SMA 2 Banda Aceh tersebut. “Kami, di Dinas Pendidikan Aceh tentu wajib menjalankan amanah Pak Sekda. Bagaimana pun para siswa ini perlu diberi perhatian yang terbaik agar mereka dapat berkompetisi dengan bagus,” katanya.

Mendapat apresiasi seperti itu, Kepala SMA 2 Banda Aceh Herlina Dewi sangat bersyukur. “Baru kali ini kami mendapat apresiasi seperti ini. Kami akan berusaha keras untuk dapat berkompetisi dengan baik nanti,” katanya. (*)

- Jurnalis Armia Jamil -

Amiruddin Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik Sayuti Abubakar

By On 13:09

Amiruddin Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik Sayuti Abubakar
Mahadir Buloh, SH, dari Kantor Pengacara SAP & Partner Law Firm. Foto: Istimewa
LHOKSEUMAWE, ReportNews.id - Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar, SH, MH, melaporkan Amiruddin ke Polres Lhokseumawe terkait dugaan tindak pidana pencemaran nama baik. Dalam perkembangan kasus tersebut, Amiruddin kini telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik.

Informasi mengenai perkembangan perkara tersebut disampaikan Mahadir Buloh, SH, dari Kantor Pengacara SAP & Partner Law Firm, Senin (10/8/2026) malam.

“Benar, kami telah melaporkan saudara Amiruddin. Berdasarkan perkembangan informasi yang kami terima, yang bersangkutan sudah ditetapkan sebagai tersangka,” ujar Mahadir.

Menurut Mahadir, penetapan tersangka tersebut berkaitan dengan laporan dugaan pencemaran nama baik yang diajukan Sayuti Abubakar ke Polres Lhokseumawe.

Ia mengatakan, pihaknya telah menerima dan mempelajari surat pemberitahuan perkembangan hasil penyelidikan dan penyidikan (SP2HP) dengan Nomor B/342/VIII/RES.1.14/2026/Reskrim.

“Surat dari Polres Lhokseumawe yang menyampaikan bahwa telah dilakukan gelar perkara

Di sisi lain, Mahadir turut menjelaskan perkembangan laporan Amiruddin terhadap Sayuti Abubakar di Polres Metro Jakarta Selatan terkait dugaan penipuan dan penggelapan.

Menurutnya, hingga saat ini Sayuti Abubakar belum menerima panggilan untuk menjalani klarifikasi dari penyidik Polres Metro Jakarta Selatan terkait laporan tersebut.

“Pak Sayuti Abubakar sampai saat ini belum pernah menerima panggilan klarifikasi dari penyidik Polres Jakarta Selatan atas laporan yang dibuat oleh Amiruddin,” kata Mahadir.

Perkara tersebut kini masih menjadi bagian dari proses hukum yang ditangani masing-masing pihak kepolisian sesuai dengan laporan yang telah diajukan. (*)

Dua Unit Rumah Kayu di Uteun Bayi Lhokseumawe Ludes Dilalap Api, Kerugian Ditaksir Rp150 Juta

By On 08:26

Dua Rumah Kayu di Uteun Bayi Lhokseumawe Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp150 Juta
Dua Rumah Kayu di Uteun Bayi Lhokseumawe Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp150 Juta. Foto: Istimewa 
LHOKSEUMAWE, ReportNews.id – Dua unit rumah berkontruksi kayu di Lorong III, Desa Uteun Bayi, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, ludes terbakar pada Senin (10/8/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Ahzan, melalui Kapolsek Banda Sakti AKP Hanafiah, mengatakan, kebakaran tersebut menimpa rumah milik Fariadi (56), seorang tukang becak, dan Husaini (35), yang keduanya berdomisili di Lorong III, Desa Uteun Bayi, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe.

Warga yang mengetahui kejadian langsung berupaya melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya sembari menghubungi petugas pemadam kebakaran. Sekitar pukul 16.25 WIB, tiga unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi dan langsung melakukan upaya pemadaman.

Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 17.00 WIB. Tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Akibat kebakaran, dua unit rumah beserta sejumlah barang di dalamnya mengalami kerusakan. Kerugian materi diperkirakan mencapai sekitar Rp150 juta.

Menerima informasi kebakaran tersebut, personel kepolisian langsung melakukan pengecekan dan pengamanan di lokasi setelah menerima informasi kejadian.

“Personel kami bersama pihak terkait telah melakukan penanganan di lokasi dan memastikan situasi tetap aman. Alhamdulillah, dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa. Kami juga mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap potensi kebakaran, terutama yang berkaitan dengan instalasi dan penggunaan listrik di rumah,” ujar Kapolsek Banda Sakti.

Kapolsek menambahkan, masyarakat diharapkan tidak meninggalkan peralatan listrik dalam kondisi menyala tanpa pengawasan serta segera memeriksa instalasi listrik yang sudah tidak layak guna mencegah terjadinya hubungan arus pendek.

Polres Lhokseumawe mengimbau masyarakat untuk segera menghubungi pihak kepolisian dan pemadam kebakaran apabila mengetahui adanya kebakaran maupun kondisi lain yang berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat. (*)

Kak Na: TP PKK Aceh Siap Dukung Suksesnya Aceh Culinary Festival 2026

By On 08:08



Kak Na: TP PKK Aceh Siap Dukung Suksesnya Aceh Culinary Festival 2026
   Kak Na saat menerima audiensi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Dedy Yuswadi, Senin (10/8/2026). Foto: Humas Setda Aceh
BANDA ACEH, ReportNews.id – Ketua TP PKK Aceh Marlina Usman, menegaskan komitmen organisasinya untuk mendukung suksesnya gelaran Aceh Cullinary Festival 2026, yang akan berlangsung pada 11-14 September 2026.

Penegasan tersebut disampaikan istri Gubenur Aceh itu, saat menerima audiensi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Dedy Yuswadi, Senin (10/8/2026).

“TP PKK Aceh tentu sangat siap untuk bersinergi dan berkolaborasi dengan Pemerintah Aceh, dalam hal ini Disbudpar Aceh dalam upaya menyukseskan kegiatan Aceh Cullinary Festival 2026,” ujar perempuan yang akrab disapa Kak Na itu.

“Secepatnya saya akan berkoordinasi dengan pengurus TP PKK kabupaten dan kota agar mensosialisasikan event di wilayah masing- masing dan tentu saja untuk turut mengirimkan peserta pada kegiatan ini,” sambung Kak Na.

Istri Gubernur Aceh itu menambahkan, keterwakilan 23 kabupaten dan kota pada event ini menjadi sebuah sarana mempromosikan ragam jenis makanan Aceh dari seluruh wilayah kabupaten.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Dedy Yuswadi, menjelaskan, pertemuan Disbudpar bersama Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh Safrizal, pada hari ini adalah untuk melaporkan terkait pelaksanaan ACF 2026.

“ACF tentu menjadi sarana yang sangat tepat bagi Aceh untuk mempromosikan adat budaya kita yang beragam, bahwa dat budaya Aceh bukan hanya tari dan wastra tetapi juga kulinernya yang beraneka ragam,” ucap Dedy. (*)

- Jurnalis Armia Jamil -

Wali Kota Lhokseumawe dan LMAN Bahas Masa Depan Pelayanan RS Arun

By On 20:37

Wali Kota Lhokseumawe Bahas Revitalisasi dan Keberlanjutan Pelayanan RS Arun bersama LMAN
Wali Kota Lhokseumawe Bahas Revitalisasi dan Keberlanjutan Pelayanan RS Arun bersama LMAN. Foto: Istimewa 
JAKARTA, ReportNews.id - Wali Kota Lhokseumawe Dr. Sayuti Abubakar, S.H., M.H., melakukan audiensi dengan Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) menindaklanjuti persetujuan perpanjangan sewa Rumah Sakit Arun di Jakarta, Senin (10/8/2026). Pertemuan tersebut membahas kondisi eksisting RS Arun, rencana revitalisasi infrastruktur yang akan dilakukan LMAN, serta langkah lanjutan untuk memastikan pemanfaatan RS Arun tetap berlanjut dan pelayanan kepada masyarakat dapat terus berjalan.

Audiensi berlangsung di Ruang Rapat Holistic, Kantor LMAN, dan dipimpin langsung Direktur Utama LMAN Kristijanindyati Puspitasari. Dengan telah disetujuinya perpanjangan sewa, pembahasan selanjutnya diarahkan pada tahapan pengembangan RS Arun, termasuk rencana revitalisasi.

Rencana tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam pembahasan karena kondisi RS Arun perlu terus dioptimalkan untuk mendukung pelayanan kesehatan. Pemerintah Kota Lhokseumawe menyambut baik rencana tersebut dan berharap pelaksanaannya dapat berjalan dengan baik tanpa mengganggu pelayanan yang selama ini diberikan kepada masyarakat.

“Kita menyambut baik persetujuan perpanjangan sewa RS Arun. Ini menjadi dasar penting bagi keberlanjutan pemanfaatan RS Arun. Tentu setelah ini kita perlu memastikan langkah-langkah selanjutnya dapat berjalan dengan baik, termasuk terkait kondisi eksisting dan rencana revitalisasi yang akan dilakukan,” ujar Dr. Sayuti Abubakar.

Menurut Sayuti, keberlanjutan pemanfaatan RS Arun perlu diikuti dengan upaya menjaga dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Karena itu, revitalisasi diharapkan dapat mendukung rumah sakit dalam memberikan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat.

“Yang kita harapkan bukan hanya keberlanjutan pemanfaatannya, tetapi juga peningkatan pelayanan. Revitalisasi diharapkan dapat mendukung RS Arun agar terus memberikan pelayanan kesehatan yang semakin baik bagi masyarakat,” kata Sayuti.

Dalam audiensi tersebut, Pemko Lhokseumawe juga menekankan pentingnya menjaga keberlangsungan pelayanan selama proses revitalisasi berlangsung. Pelaksanaannya perlu direncanakan dengan baik agar pekerjaan yang dilakukan tidak mengganggu aktivitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Kita mendukung rencana revitalisasi infrastruktur RS Arun yang akan dilakukan LMAN. Namun, yang paling penting selama proses revitalisasi berlangsung, pelayanan kepada masyarakat tidak boleh terganggu. Karena itu, pelaksanaannya harus direncanakan dengan baik agar peningkatan yang dilakukan dapat berjalan seiring dengan keberlanjutan pelayanan kesehatan,” ujar Sayuti.

Pertemuan dengan LMAN tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian komunikasi yang dilakukan Pemerintah Kota Lhokseumawe dalam mengoptimalkan pemanfaatan aset di kawasan Arun. Dengan telah disetujuinya perpanjangan sewa, Pemko Lhokseumawe selanjutnya akan mengawal tahapan lanjutan, termasuk penyelesaian dokumen kerja sama dan koordinasi teknis bersama LMAN terkait pelaksanaan revitalisasi serta pelayanan RS Arun.

Dari hasil audiensi, proses selanjutnya akan diarahkan menuju tahapan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU). Pemko Lhokseumawe berkomitmen melanjutkan koordinasi bersama LMAN agar seluruh tahapan dapat berjalan sesuai ketentuan dan mendukung pemanfaatan RS Arun dalam jangka panjang.

Audiensi turut dihadiri Direktur Utama PT Pembangunan Lhokseumawe (PTPL) Habibillah, Plt. Direktur Utama RS Arun Medika Cut Ernalita, serta tenaga pendukung Wali Kota Lhokseumawe T. Sahibulriza.

Melalui tindak lanjut bersama LMAN tersebut, Pemerintah Kota Lhokseumawe berharap RS Arun dapat terus dimanfaatkan dan memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat secara berkelanjutan. Pelaksanaan revitalisasi diharapkan dapat meningkatkan kondisi RS Arun sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan selama proses tersebut berlangsung. (*)

Pemerintah Aceh Gerak Cepat Kirim Bantuan bagi Korban Kebakaran di Aceh Tengah

By On 17:26

‎Pemerintah Aceh Kirim Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Kebakaran di Aceh Tengah
‎Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah. Foto: Humas Setda Aceh
BANDA ACEH, ReportNews.id – Pemerintah Aceh segera mengirimkan bantuan tanggap darurat untuk membantu masyarakat terdampak kebakaran yang terjadi di Kampung Jeget Ayu, Kecamatan Jagong Jeget, Kabupaten Aceh Tengah, Minggu (9/8/2026).

‎Kebakaran tersebut menghanguskan sejumlah bangunan usaha dan rumah warga di Kampung Jeget Ayu. Berdasarkan data yang diterima Pemerintah Aceh, terdapat sejumlah pelaku usaha yang terdampak, mulai dari usaha sayur-mayur, kelontong, warung makan, apotek, toko emas, konter ponsel, bengkel, toko bangunan hingga usaha jahit. Selain itu, sebanyak 73 rumah pribadi turut terdampak, sehingga total bangunan yang tercatat dalam data mencapai 96 unit.

‎Data tersebut juga mencatat sebanyak 60 kepala keluarga atau 243 jiwa terdampak akibat kejadian tersebut. Mereka terdiri dari 111 laki-laki dan 106 perempuan, termasuk 20 balita, lima ibu hamil dan satu penyandang disabilitas. Dalam kejadian itu, dua orang dilaporkan mengalami luka bakar.

‎Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menyampaikan komitmen Pemerintah Aceh untuk segera membantu masyarakat terdampak saat berbicara dengan Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, melalui sambungan telepon pada malam kejadian. Dalam sambungan telepon tersebut, Haili Yoga melaporkan kepada Fadhlullah terkait insiden kebakaran tersebut dan meminta bantuan kepada Pemerintah Aceh.

‎Fadhlullah mengatakan bantuan tanggap darurat sedang dipersiapkan dan dikirimkan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak kebakaran.

‎“Pemerintah Aceh segera mengirimkan bantuan tanggap darurat untuk masyarakat yang terdampak. Kita ingin memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi dan masyarakat tidak menghadapi situasi ini sendirian. Kami juga meminta pemerintah Kabupaten Aceh Tengah terus melakukan pendataan dan penanganan awal,” kata Fadhlullah.

‎Bantuan yang disiapkan Pemerintah Aceh antara lain air mineral, biskuit, gula pasir, kecap, mi instan, minyak goreng, sambal dan sarden.

‎Selain bahan pangan, bantuan juga mencakup tenda serbaguna/dome, paket perlengkapan dapur, paket family kit dan paket kids ware untuk mendukung kebutuhan warga selama masa tanggap darurat.

‎Selain itu, Pemerintah Aceh telah menyediakan Bufferstock Sandang, Bahan Bangunan Rumah (BBR) di gudang logistik kabupaten yang segera didistribusikan ke lokasi bencana melalui pemerintah kabupaten.

‎Fadhlullah juga meminta agar proses penanganan di lapangan dilakukan secara cepat dan terkoordinasi, terutama dalam memastikan kebutuhan warga terdampak serta kelompok rentan dapat terpenuhi.

‎“Yang paling penting sekarang adalah masyarakat mendapatkan tempat yang aman dan kebutuhan sehari-hari mereka terpenuhi. Pemerintah Aceh bersama pemerintah kabupaten akan terus berkoordinasi untuk memastikan penanganan pascakebakaran berjalan dengan baik,” ujarnya.

‎Sementara itu, Baitul Mal Aceh juga akan segera menyalurkan bantuan Rp 3 juta per Kepala Keluarga dan akan disalurkan kepada 73 KK sesuai data sementara yang diterima. (*)

- Jurnalis Armia Jamil -

Berkat Perjuangan Wali Kota, Lhokseumawe Dapat Tambahan DAU Rp86,95 Miliar untuk ASN

By On 13:09

Wali Kota Lhokseumawe Dr. Sayuti Abubakar, SH., MH. Foto: Ist
LHOKSEUMAWE, Report News.id – Perjuangan Wali Kota Lhokseumawe dalam memperjuangkan dukungan fiskal Pemerintah Pusat untuk memenuhi kebutuhan belanja aparatur sipil negara (ASN) akhirnya membuahkan hasil. Pemerintah Pusat melalui Kementerian Keuangan memberikan tambahan Dana Alokasi Umum (DAU) Tahun Anggaran 2026 kepada Kota Lhokseumawe sebesar Rp86.947.106.000 atau sekitar Rp86,95 miliar, Senin (10/08/2026).

Tambahan DAU tersebut guna memperkuat belanja ASN Tahun Anggaran 2026. Dari total tambahan tersebut, Rp44.211.530.000 merupakan dukungan untuk pemenuhan kebutuhan penggajian ASN daerah, sedangkan Rp42.735.576.000 merupakan dukungan peningkatan kapasitas fiskal daerah.

Wali Kota Lhokseumawe Dr. Sayuti Abubakar, SH., MH menyampaikan apresiasi atas terealisasinya tambahan DAU tersebut. Menurutnya, dukungan tersebut sangat penting bagi Kota Lhokseumawe, terutama untuk membantu pemenuhan belanja ASN Tahun 2026, termasuk kebutuhan penggajian ASN/PPPK.

“Alhamdulillah, perjuangan yang melelahkan akhirnya membuahkan hasil. Kebahagiaan terbesar hari ini adalah Pemerintah Pusat telah memberikan tambahan DAU untuk membantu memenuhi kebutuhan belanja ASN Tahun 2026.” ujar Wali Kota.

Ia menegaskan bahwa perhatian terhadap ASN, terutama PPPK merupakan prioritas bagi Wali Kota Lhokseumawe di tengah kondisi fiskal daerah. Pemerintah Kota Lhokseumawe terus berupaya mencari solusi agar kewajiban pemerintah daerah terhadap ASN tetap dapat dipenuhi.

Wali Kota juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada pemerintah daerah. Apresiasi juga disampaikan kepada Menteri Dalam Negeri, Menteri Keuangan, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB yang telah memberikan perhatian dan mengadvokasi kebutuhan Kota Lhokseumawe.

“Atas nama Pemerintah Kota Lhokseumawe, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto, Menteri Dalam Negeri, Menteri Keuangan, Bapak Menteri PANRB, yang telah memberikan perhatian dan mengadvokasi kebutuhan daerah. Dukungan ini sangat berarti bagi kami dalam menghadapi keterbatasan fiskal” ungkapnya.

Menurut Wali Kota, tambahan DAU ini bukan sekadar tambahan angka dalam anggaran daerah, tetapi merupakan bentuk nyata perhatian Pemerintah Pusat terhadap kondisi daerah dan keberlangsungan pelayanan pemerintahan. Dukungan tersebut diharapkan dapat memberikan ruang fiskal yang lebih baik bagi Pemko Lhokseumawe untuk menjalankan kewajiban terhadap ASN sekaligus menjaga pelayanan publik kepada masyarakat. (*)

Lewat Program Saweu Sikula, Kapolsek Blang Mangat Ajak Pelajar Hindari Narkoba dan Judi Online

By On 12:47

Kapolsek Blang Mangat Jadi Pembina Upacara di SMA Negeri 6
Kapolsek Blang Mangat, IPTU Zul Akbar, S.E., menjadi pembina upacara di SMA Negeri 6 Lhokseumawe. Foto: Istimewawe
LHOKSEUMAWE, ReportNews.id – Kapolsek Blang Mangat Polres Lhokseumawe IPTU Zul Akbar, S.E., menjadi pembina upacara bendera di SMA Negeri 6 Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, Senin (10/8/2026) pagi. Kegiatan upacara turut dihadiri Kepala SMA Negeri 6, para dewan guru serta seluruh siswa dan siswi.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Saweu Sikula Polda Aceh sebagai upaya kepolisian hadir di lingkungan pendidikan untuk memberikan pembinaan, edukasi serta membangun kesadaran para pelajar terhadap pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban.

Dalam amanatnya, IPTU Zul Akbar mengajak seluruh siswa dan siswi untuk meningkatkan kedisiplinan, menaati peraturan sekolah serta mematuhi aturan berlalu lintas. Para pelajar juga diingatkan untuk menjauhi narkoba, judi online, tawuran dan berbagai bentuk kenakalan remaja yang dapat merusak masa depan.

“Jauhi narkoba dan judi online karena keduanya dapat merusak mental, masa depan serta berdampak terhadap keluarga. Gunakan waktu untuk belajar, mengembangkan potensi dan meraih prestasi,” pesan Kapolsek.

Ia juga menekankan pentingnya sikap disiplin dan kepatuhan terhadap tata tertib sekolah sebagai bagian dari pembentukan karakter generasi muda yang bertanggung jawab.

Kapolsek berharap para pelajar dapat menjadi generasi yang mampu menjaga diri, menghormati orang tua dan guru serta turut menciptakan lingkungan sekolah yang aman, tertib dan kondusif.

Pihak sekolah menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Polsek Blang Mangat atas pelaksanaan program Saweu Sikula serta berharap kegiatan pembinaan tersebut dapat terus ditingkatkan. (*)

Pertamina Patra Niaga Sumbagut Raih Platinum TSJL & CSR Award 2026, Wujud Nyata Komitmen Keberlanjutan

By On 11:48

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Raih Predikat Platinum TSJL & CSR Award 2026.
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Raih Predikat Platinum TSJL & CSR Award 2026. Foto: Dok. PPN
JAKARTA, ReportNews.id - Bukti komitmen nyata keberlanjutan dalam pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), berhasil diukir Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut. Bertempat di Ballroom Hotel Bidakara, Jakarta (6/8), Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut melalui Aviation Fuel Terminal Minangkabau berhasil raih penghargaan Platinum untuk kategori Pilar Sosial.

Ajang penganugerahan TJSL & CSR Award 2026 diselenggarakan oleh BUMN Track bersama BTA Academy. Tahun 2026 ini merupakan tahun ke-6 penyelenggaraan dengan mengusung tema "Transisi TJSL Menuju _ESG Rating dan Creating Shared Value_ (CSV)". Fokus utama penilaian didasarkan pada seberapa efektif perusahaan mengintegrasikan program TJSL ke dalam strategi bisnis inti untuk menghasilkan dampak terukur di pilar ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut melalui Aviation Fuel Terminal Minangkabau sendiri berhasil meraih penghargaan untuk Program Cadiak Pandai sebagai program inisiatif TJSL yang menjadi upaya Pertamina dalam mendukung pembentukan remaja yang sehat, cerdas, dan peduli terhadap lingkungan melalui pendekatan edukasi berbasis sekolah.

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut sebagaimana disampaikan Area Manager Communication, Relations & CSR, Fahrougi Andriani Sumampouw, mengatakan penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas upaya perusahaan bersama para pemangku kepentingan dalam menghadirkan program yang berdampak nyata.

"Bagi kami, keberhasilan program tidak hanya diukur dari penghargaan, tetapi dari sejauh mana program tersebut mampu menjawab kebutuhan masyarakat, menciptakan kemandirian ekonomi, serta mendukung keberlanjutan lingkungan di sekitar wilayah operasional,” ujar Fahrougi.

Selanjutnya Fahrougi menambahkan, Program Cadiak Pandai ini merupakan pengembangan dari Program Cadiak Pandai yang telah dijalankan sebelumnya. Bekerjasama dengan PKBI Sumatera Barat dan UKASEMA, inisiatif ini mengintegrasikan tiga pilar utama, yakni edukasi kesehatan reproduksi remaja, gizi seimbang dan pencegahan stunting, serta Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang dipadukan dengan pembentukan karakter peduli lingkungan.

Penghargaan TJSL & CSR Award 2026 ini juga semakin mendukung pencapaian Program Cadiak Pandai dalam rangka pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya tujuan Kehidupan Sehat dan Sejahtera (SDG 3), Pendidikan Berkualitas (SDG 4), Kesetaraan Gender (SDG 5), Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab (SDG 12), serta Penanganan Perubahan Iklim (SDG 13) melalui pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.

"Penghargaan ini meneguhkan posisi Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut yang konsisten mengembangkan pemberdayaan masyarakat di wilayah operasional. Melalui semua program yang dijalankan ini, kami berupaya menghadirkan inovasi sosial yang tidak hanya menjawab persoalan lingkungan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat berkelanjutan," tutup Fahrougi. (*)





21 Tahun Damai Aceh, JASA Bireuen Sampaikan Pesan Penting ke Pemerintah Pusat

By On 00:22

Ketua Jaringan Aneuk Syuhada Aceh (JASA) Bireuen, Tgk. Mauliadi, S.H. Foto: For ReportNews.id
BIREUEN, ReportNews.id - Ketua Jaringan Aneuk Syuhada Aceh (JASA) Bireuen, Tgk. Mauliadi, S.H., mengingatkan Pemerintah Pusat agar terus menjaga perdamaian Aceh dengan menjalankan semangat saling menghormati, saling menjaga, dan saling menguntungkan kedua belah pihak.

Pernyataan tersebut disampaikan Tgk. Mauliadi menjelang peringatan 21 tahun perdamaian Aceh pada 15 Agustus 2026, yang menjadi momentum bersejarah bagi masyarakat Aceh.

Menurut Mauliadi, perdamaian Aceh tidak boleh hanya dimaknai sebagai berakhirnya konflik bersenjata, tetapi harus diwujudkan dalam bentuk kesejahteraan, keadilan, kepastian hukum, serta terlaksananya kesepakatan yang telah dituangkan dalam MoU Helsinki dan berbagai aturan turunannya.

“Perdamaian harus saling menjaga dan saling menguntungkan. Jangan sampai ada pihak yang merasa dirugikan. Setelah 21 tahun perdamaian, kita berharap Aceh semakin maju, bukan justru masyarakat merasa masih berada dalam keterpurukan dan takut menyuarakan persoalan yang berkaitan dengan implementasi perdamaian,” ujar Mauliadi.

Ia menilai, masyarakat Aceh harus diberikan ruang untuk menyampaikan kritik dan aspirasi terkait berbagai persoalan perdamaian. Menurutnya, menyampaikan aspirasi bukan berarti mengancam perdamaian, melainkan bagian dari upaya untuk menjaga agar perdamaian tetap berjalan sesuai dengan semangat awal kesepakatan.

Mauliadi bahkan mengingatkan agar Pemerintah Pusat tidak membiarkan persoalan-persoalan yang belum terselesaikan berlarut-larut.

“Kalau ini terus menerus dibiarkan, kita khawatir bibit konflik Aceh akan lahir kembali di bumi serambi mekah ini. Jangan sampai tanah Aceh kembali berlumuran darah seperti masa konflik pada era 1980-an ketika Aceh berada dalam status Daerah Operasi Militer (DOM),” tegasnya.

Ia mengatakan, tidak ada masyarakat Aceh yang menginginkan konflik kembali terjadi. Karena itu, menurutnya, seluruh pihak harus memiliki komitmen untuk mempertahankan perdamaian yang telah diperjuangkan dengan pengorbanan besar.

15 Agustus Momentum Evaluasi Perdamaian

Mauliadi menyebut 15 Agustus sebagai tanggal yang sangat bersejarah bagi Aceh. Peringatan 21 tahun perdamaian, kata dia, seharusnya tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan kesepakatan damai.

“Sudah 21 tahun kita berdamai. Pemerintah Pusat dan Pemerintah Aceh harus berani mengevaluasi apa saja yang sudah terlaksana dan apa saja yang belum, katanya.

Ia juga menyoroti sejumlah ketentuan dalam MoU Helsinki terkait kewenangan Aceh, termasuk pengaturan mengenai simbol-simbol Aceh serta hubungan kewenangan antara Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat.

Menurutnya, persoalan tersebut harus diselesaikan melalui dialog, komunikasi politik dan mekanisme hukum yang tersedia sehingga tidak terus menjadi sumber perdebatan di tengah masyarakat.

“Kalau ada persoalan yang belum selesai, mari kita duduk bersama. Jangan saling mencurigai. Jangan membangun ketakutan. Semua harus diselesaikan melalui jalur dialog dan hukum,” ujar Muliadi.

Perdamaian Harus Dirasakan Rakyat

Lebih lanjut, Ketua JASA Bireuen itu menegaskan bahwa ukuran keberhasilan perdamaian bukan hanya tidak adanya perang, tetapi sejauh mana masyarakat merasakan manfaat dari perdamaian tersebut.

Ia berharap perdamaian mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan ekonomi rakyat, memperkuat pendidikan, memberikan kepastian hukum dan memperluas kesejahteraan masyarakat Aceh secara menyeluruh.

“Rakyat Aceh membutuhkan kepastian bahwa perdamaian ini benar-benar membawa perubahan. Jangan sampai perdamaian hanya berhenti pada dokumen dan seremoni, sementara persoalan ekonomi, pengangguran, kemiskinan dan berbagai persoalan sosial masih terus dirasakan masyarakat,” katanya.

Mauliadi mengajak Pemerintah Pusat, Pemerintah Aceh dan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama merawat perdamaian dengan menjalankan semua Butir-butir MoU Helsinki.

“Jangan hidupkan kembali konflik. Rawat perdamaian dengan keadilan. Jalankan kesepakatan dengan penuh tanggung jawab. Karena perdamaian Aceh bukan milik satu kelompok, tetapi milik seluruh rakyat Aceh dan Indonesia,” pungkasnya. (*)

Safari Subuh TU Aceh di Masjid At-Taqwa: Menjemput Fajar, Meneguhkan Zikir, Merawat Ukhuwah

By On 12:21

Safari Subuh TU Aceh di Masjid At-Taqwa: Menjemput Fajar, Meneguhkan Zikir, Merawat Ukhuwah. Foto: For ReportNews.id
ACEH UTARA, ReportNews.id - Ketika sebagian manusia masih larut dalam lelap, sebagian lainnya memilih bangun, mengambil wudhu, dan melangkahkan kaki menuju rumah Allah. Dalam sunyi menjelang fajar itulah, Safari Subuh dan Zikir Bersama Tadzkiratul Ummah (TU) Aceh kembali hadir, minggu ini di Masjid At-Taqwa, Gampong Meunasah Rambot, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, Minggu (9/08/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana khusyuk dan penuh keakraban. Bukan sekadar pertemuan rutin, Safari Subuh menjadi ruang untuk meneguhkan kembali hubungan manusia dengan Allah, sekaligus mempererat ukhuwah di antara sesama umat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan shalat Subuh berjamaah yang diimami oleh Tgk. Jamaluddin Ismail, yang akrab disapa Walidi. Beliau merupakan Imam Besar Masjid Agung Baiturrahim Lhoksukon sekaligus Ketua Dewan Pembina Tadzkiratul Ummah Aceh.

Usai shalat, suasana masjid tetap dipenuhi ketenangan. Acara kemudian dipandu oleh Tgk. Irfan Hadi Lhoksukon, salah seorang pembawa acara ternama di Aceh Utara, yang mengantarkan setiap rangkaian kegiatan dengan tutur kata yang tertib dan penuh penghormatan.

Suasana semakin syahdu ketika jamaah bersama-sama mengikuti zikir dan doa yang dipimpin oleh Walidi, didampingi Tgk. Zulkarnaini Ismail dari Langkahan, Tgk. Saifullah, dan Tgk. Amir.

Lantunan zikir yang memenuhi ruang masjid seakan menjadi pengingat bahwa di tengah riuhnya kehidupan dunia, ada satu tempat manusia selalu kembali kepada Allah SWT.

Lima Kunci Kemenangan dan Kebahagiaan

Momen spiritual tersebut kemudian dilanjutkan dengan tausiah yang disampaikan oleh Tgk. Suryadi, S.Pd.

Dalam tausiyahnya, Tgk. Suryadi menyampaikan lima perkara yang menjadi jalan menuju kemenangan, kebahagiaan, dan kesuksesan, bukan hanya di dunia tetapi juga di akhirat.

Pertama,  senantiasa berzikir kepada Allah SWT dengan mengucapkan Lailahaillallah Muhammadur Rasulullah. Zikir bukan hanya rangkaian lafaz di lisan, tetapi pengingat agar hati tidak pernah jauh dari Allah.

Kedua, ketika ditimpa musibah, seorang mukmin hendaknya mengucapkan Inna lillahi wainna ilaihi raji'un. Sebuah pengakuan bahwa segala sesuatu adalah milik Allah dan kepada-Nya pula seluruh kehidupan akan kembali.

Ketiga, ketika memperoleh nikmat, hendaknya selalu mengucapkan Alhamdulillah. Sebab nikmat yang disyukuri akan menghadirkan ketenangan, sementara rasa syukur menjadikan hati mampu melihat bahwa setiap kebaikan adalah karunia dari Allah.

Keempat, ketika hendak memulai suatu perkara, biasakan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim. Dengan nama Allah, setiap ikhtiar diarahkan agar memiliki keberkahan dan berada dalam jalan yang diridai-Nya.

Kelima, ketika lupa atau melakukan kekhilafan, segera mengucapkan Astaghfirullahal'azim. Karena manusia tidak pernah luput dari salah dan lupa, sementara pintu ampunan Allah selalu terbuka bagi mereka yang kembali dan memohon ampun.

Lima perkara tersebut, menurut Tgk. Suryadi, sejatinya bukan sekadar ucapan yang keluar dari lisan. Ia harus menjadi jalan hidup: zikir ketika lapang, sabar ketika diuji, syukur ketika diberi, doa ketika memulai, dan istighfar ketika tersandung oleh kesalahan.

Menutup Subuh dengan Pesan yang Menyentuh

Rangkaian Safari Subuh kemudian ditutup dengan pesan dan kesan dari Sekretaris Jenderal Tadzkiratul Ummah Aceh, Tgk. H. Samsul Bahri, SHI yang lebih dikenal Abati Samsul.

Dalam penyampaiannya, ia memberikan pesan yang menyentuh hati jamaah tentang pentingnya menjaga semangat kebersamaan, memperkuat ukhuwah, serta menjadikan Safari Subuh bukan sekadar agenda organisasi, tetapi sebagai ikhtiar bersama untuk menghidupkan masjid dan menghidupkan hati.

Safari Subuh, pada akhirnya, bukan hanya tentang siapa yang hadir dan siapa yang berbicara. Ia adalah tentang langkah-langkah kecil yang menuju kebaikan, tentang hati yang dipertemukan dalam doa, dan tentang fajar yang menjadi saksi bahwa masih ada hamba-hamba Allah yang memilih bangun untuk mengingat-Nya.

Di Masjid At-Taqwa pagi itu, Subuh bukan sekadar pergantian malam menuju siang. Ia menjadi simbol tentang harapan.

Bahwa selama masjid masih didatangi, zikir masih dilantunkan, doa masih dipanjatkan, dan ukhuwah masih dirawat, maka selalu ada cahaya yang dapat dinyalakan di tengah kehidupan.

Sebab terkadang, perubahan besar tidak dimulai dari gemuruh suara, tetapi dari langkah sunyi menuju masjid ketika fajar baru saja menyingsing. Dan dari sanalah, ikhtiar untuk menjadi umat yang lebih baik kembali dimulai. (*)

IJTI Genap Berusia 28 Tahun, Komitmen Jaga Marwah Jurnalisme Televisi dan Demokrasi

By On 12:04

IJTI Genap Berusia 28 Tahun, Komitmen Jaga Marwah Jurnalisme Televisi dan Demokrasi
IJTI Genap Berusia 28 Tahun, Komitmen Jaga Marwah Jurnalisme Televisi dan Demokrasi. Foto: Istimewa
JAKARTA, ReportNews.id – Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) hari ini, Minggu 9 Agustus 2026, genap merayakan ulang tahun yang ke-28. Mengusung tema “Menjaga Marwah Jurnalis Televisi di Tengah Badai Disrupsi”, momentum ini menjadi refleksi sekaligus seruan bagi seluruh insan pers televisi untuk tetap memegang teguh etika, profesionalisme, dan integritas di tengah perubahan lanskap media yang sangat pesat.

Perkembangan teknologi digital serta derasnya arus informasi di media sosial membawa tantangan besar bagi industri penyiaran. “Kecepatan sering kali mengangkangi akurasi, dan sensasionalisme berisiko menggeser kedalaman berita. Dalam situasi ini, IJTI menegaskan bahwa marwah jurnalisme penyiaran tidak boleh goyah. Jurnalis televisi harus tetap menjadi garda terdepan dalam menyajikan informasi yang terverifikasi, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik,” ujar Ketua Umum IJTI, Herik Kurniawan, dalam keterangan tertulisnya.

Selain menghadapi tantangan teknologi, IJTI juga menyoroti pentingnya menjaga independensi profesi jurnalis sebagai pilar utama penopang demokrasi. “Di tengah keterbukaan informasi serta dinamika politik dan ekonomi, jurnalisme yang bebas dari intervensi serta kepentingan sepihak adalah syarat mutlak bagi tumbuhnya demokrasi yang sehat,” tambah Herik.

Dalam peringatan HUT ke-28 ini, IJTI menyampaikan empat seruan penting:

1. Seluruh jurnalis televisi menjadikan Kode Etik Jurnalistik (KEK) serta Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) sebagai benteng utama dalam setiap pekerjaan jurnalistik.

2. Menolak segala bentuk intervensi, tekanan, maupun upaya pembungkaman dari pihak manapun yang berpotensi mencederai independensi dan kemerdekaan pers.

3. Mendorong jurnalis serta perusahaan media televisi memanfaatkan teknologi digital secara bijak guna memperluas jangkauan informasi tanpa mengorbankan kaidah dan kedaulatan jurnalistik.

4. Mengukuhkan komitmen IJTI untuk terus menjadi alat kontrol sosial yang kritis, objektif, dan berpihak pada kepentingan publik demi memperkuat sendi-sendi demokrasi di Indonesia.

Melalui momen ini, IJTI mengajak seluruh jurnalis televisi, pengelola media, pemangku kepentingan, pemerintah, hingga masyarakat luas, untuk bersama-sama merawat kemerdekaan pers yang bertanggung jawab.

 “Hanya dengan jurnalisme yang independen dan bermartabat, publik dapat memperoleh hak atas informasi yang benar, sekaligus menjaga jalan demokrasi tetap berada pada koridornya,” tutup pernyataan tersebut. (Red)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *