BERITA TERBARU

Capaian Penurunan Emisi Diakui, Gubernur Mualem Perkuat Tata Kelola Hutan Aceh

By On 19:22

Capaian Penurunan Emisi Diakui, Gubernur Mualem Perkuat Tata Kelola Hutan Aceh. Foto: Humas Setda Aceh
JAKARTA, ReportNews.id - Mendapat apresiasi dunia dalam tata kelola hutan Aceh, Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) mendorong jajarannya untuk semakin memperkuat perlindungan hutan dan pengelolaannya.

“Kita sangat berterimakasih, dan tentu saja apresiasi ini sebagai wujud dari kinerja tata kelola hutan yang baik di Aceh,” kata Gubernur Mualem melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh, Teuku Kamaruzzaman (Ampon Man), di Banda Aceh, Rabu (12 Agustus 2026).

Pemerintah Aceh, kata Ampon Man, memasuki fase baru dalam penguatan tata kelola hutan dan pembiayaan iklim setelah Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) dan Yayasan Pesona Tropis Alam Indonesia (PETAI) menandatangani kerja sama pengelolaan dana Results-Based Payment (RBP) REDD+ untuk Aceh.

Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Direktur Yayasan PETAI, Dr. Masrizal Saraan, dengan Joko Tri Haryanto, Direktur Utama BPDLH dan disaksikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat, serta Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, di Jakarta, pada Rabu (12 Agustus 2026).

Dari Pemerintah Aceh hadir Asisten Bidang Perkonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Aceh, Teuku Robby Irza mewakili Gubernur Aceh, didampingi empat Staf Khusus Gubernur Aceh, yaitu Ermiadi Abdulrahman, Dahlan Jamaluddin, Falevi Kirani, dan Syafrizal.

Aceh memperoleh alokasi sekitar Rp27 miliar yang merupakan bagian dari pendanaan RBP REDD+ Indonesia melalui Green Climate Fund (GCF), yang diberikan sebagai pengakuan atas capaian Indonesia dalam menurunkan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan.

“Pemerintah Aceh menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan pendanaan hibah RBP REDD+ yang menjadi momentum penting bagi penguatan tata kelola dan kelestarian hutan Aceh,” kata Ampon Man.

Dalam skema tersebut, kata Ampon Man, Pemerintah Aceh menjadi penerima manfaat, sementara Yayasan PETAI bertindak sebagai lembaga perantara yang akan memfasilitasi pengelolaan serta implementasi program bersama Pemerintah Aceh dan para pemangku kepentingan di tingkat provinsi maupun tapak.

Pada kesempatan berbeda, Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh M Nasir Syamaun, juga mengatakan Pemerintah Aceh tentu mengapresiasi dukungan hibah ini.

“Namun, yang lebih penting adalah memastikan setiap rupiah yang diberikan menghasilkan manfaat nyata bagi kelestarian hutan dan masyarakat Aceh. Kita tidak ingin program ini berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi harus segera diterjemahkan menjadi aksi konkret dan terukur di lapangan,” kata Sekda Nasir.

Sekda Nasir menambahkan, implementasi juga perlu disinergikan dengan agenda rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh pascabencana, terutama pada kegiatan yang dapat mendukung pemulihan lingkungan, rehabilitasi kawasan hutan dan lahan, penguatan ekonomi masyarakat terdampak, serta pembangunan kembali yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

Itulah sebabnya, Robby Izra menambahkan, Pemerintah Aceh mendorong segera dilaksanakan Kick Off Meeting di Banda Aceh bersama PETAI dan seluruh pemangku kepentingan untuk menyepakati rencana kerja, lokasi, target, indikator keberhasilan, mekanisme pelaksanaan, serta pembagian peran.

Untuk memastikan program berjalan dalam satu kerangka pemerintahan, Gubernur Aceh Muzakir Manaf telah menerbitkan Surat Keputusan Tentang Pembentukan Tim Task Force Pengendalian Gas Rumah Kaca dan Penyelenggaran Nilai Ekonomi Karbon Berbasis Yurisdiksi Aceh.

Task Force tersebut akan menjadi media koordinasi pemerintah dan pemangku kepentingan dalam mengawal pelaksanaan program sekaligus memperkuat kesiapan Aceh menuju pengelolaan REDD+ yang lebih terintegrasi.

“Program ini didesain untuk Aceh. Karena itu keberhasilannya juga bergantung pada keterlibatan seluruh stakeholder termasuk pemerintah kabupaten, masyarakat, perguruan tinggi, organisasi masyarakat sipil, dunia usaha dan seluruh pihak yang selama ini bekerja menjaga hutan Aceh. PETAI memfasilitasi proses implementasinya, tetapi kepemilikan atas agenda ini harus tetap menjadi milik Aceh,” kata Robby.

Manyampaikan Amanah Gubernur Mualem, Ampon Man mengatakan, Aceh tidak ingin berhenti pada keberhasilan memperoleh pembiayaan RBP. “Aceh ingin menggunakan momentum ini untuk membangun sistem REDD+ yang kredibel, membuktikan kinerja penurunan emisi, melindungi hutan, dan memastikan manfaat ekonomi kembali kepada masyarakat,” katanya. (*)

- Jurnalis Armia Jamil -

Talkshow Peringatan HUT ASEAN Refleksi 59 Tahun dan Langkah Strategis Menuju ASEAN 60 Tahun

By On 18:24

Talkshow Peringatan HUT ASEAN Refleksi 59 Tahun dan Langkah Strategis Menuju ASEAN 60 Tahun
Talkshow Peringatan HUT ASEAN Refleksi 59 Tahun dan Langkah Strategis Menuju ASEAN 60 Tahun. Foto: Kemenlu
JAKARTA, ReportNews.id - “Refleksi menjadi modal untuk memastikan arah dan relevansi ASEAN ke depan. Stabilitas ASEAN menjadi fondasi bangunan regional yang tidak terlihat tetapi menentukan seberapa kokoh bangunan ASEAN berdiri”. Pesan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri dalam acara Talkshow Peringatan “HUT ASEAN: Menuju ASEAN 60 Tahun”, yang diselenggarakan oleh Asosiasi Diplomat Indonesia bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN di Ruang Nusantara, Kementerian Luar Negeri, pada Selasa (11/8/2026).

Acara dibuka secara resmi oleh Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, yang dalam sambutannya menyoroti bahwa kredibilitas dan relevansi ASEAN ke depan bergantung pada kemampuan organisasi ini memberikan manfaat nyata bagi kesejahateraan masyarakat di kawasan dengan berpijak pada prinsip menciptakan kawasan yang stabil, sejalan dengan tema peringatan HUT ASEAN tahun 2026: “Navigating Our Future, Together”.

Talkshow menghadirkan pembicara Gita Wirjawan, Menteri Perdagangan periode 2011 - 2014 dan penulis buku “What It Takes: Asia Tenggara – Dari Tepi Menuju Inti Kesadaran Global, yang berbagi pandangan strategis mengenai arah kerja sama ASEAN dalam menghadapi dinamika global.

Acara diihadiri oleh Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir, Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN Ina Krisnamurthi, Ketua Asosiasi Diplomat Indonesia Acep Somantri, jajaran Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama serta ASN Kementerian Luar Negeri.

Memasuki hampir enam dekade sejak berdiri pada 8 Agustus 1967, perjalanan ASEAN telah memiliki kisah bagaimana negara-negara Asia Tenggara berhasil membangun kawasan yang damai, stabil, dan semakin terintegrasi. Bagi Indonesia, ASEAN merupakan lingkaran terdekat sekaligus platform strategis dalam memperjuangkan kepentingan nasional, membangun stabilitas kawasan, memperluas kerja sama ekonomi, serta memperkuat posisi Asia Tenggara dalam menghadapi perubahan tatanan global.

“Talkshow akan memberikan banyak insight dan inisiatif yang dapat bermanfaat dan merefleksikan relevansi ASEAN ke depan serta membuka gagasan baru agar ASEAN dapat bergerak ke arah yang maju”, tutur Menlu Sugiono.

Talkshow juga menjadi momentum untuk melihat kedepan, bagaimana ASEAN tetap menjadi jangkar stabilitas kawasan, serta merupakan penegasan komitmen untuk terus memperkuat kapasitas dan wawasan pelaku diplomasi dan politik luar negeri Indonesia dalam memajukan kepentingan Indonesia melalui ASEAN.

Sebagai bentuk apresiasi dan dukungan terhadap literasi diplomasi, 50 pendaftar pertama yang hadir secara langsung menerima buku karya Gita Wirjawan berjudul “What It Takes: Asia Tenggara – Dari Tepi Menuju Inti Kesadaran Global”. Buku ini diharapkan dapat memperkaya wawasan para praktisi hubungan internasional Kementerian Luar Negeri mengenai transformasi Asia Tenggara dalam lanskap geopolitik dan ekonomi global.



Sumber: kemlu.go.id

Pembayaran PPPK di Daerah Dijamin, Pemerintah Siapkan Tiga Skema

By On 18:02

Pembayaran PPPK di Daerah Dijamin, Pemerintah Siapkan Tiga Skema
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian Foto: kemendagri
JAKARTA, ReportNews.id - Pemerintah menyiapkan tiga skema untuk mendukung pemerintah daerah (Pemda) dalam memenuhi pembayaran gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pembayaran gaji PPPK tetap terpenuhi dan tidak ada pegawai yang dirumahkan.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menjelaskan, skema pertama yang perlu dilakukan Pemda adalah melakukan efisiensi anggaran. Efisiensi tersebut antara lain melalui pengurangan perjalanan dinas, rapat yang tidak diperlukan, serta belanja makanan dan minuman.

Kedua, apabila Pemda memiliki Dana Bagi Hasil (DBH) yang belum dibayarkan atau mengalami kurang bayar oleh pemerintah pusat, dana tersebut akan dibayarkan untuk membantu menutupi belanja pegawai.

Ketiga, apabila efisiensi telah dilakukan tetapi Pemda masih belum mampu memenuhi belanja pegawai, sementara DBH yang diterima tidak tersedia atau relatif kecil, pemerintah pusat akan memberikan tambahan Dana Alokasi Umum (DAU).

"Ini saya kira, kebijakan Presiden yang sangat atensi terhadap permasalahan fiskal di daerah-daerah. Terutama untuk membayar biaya yang wajib untuk dibayarkan yaitu belanja pegawai," kata Mendagri kepada awak media usai Rapat Koordinasi Membahas Lanjutan Status PPPK dan ASN Guru, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (10/8/2026).

Mendagri menjelaskan, persoalan PPPK telah dibahas bersama kementerian terkait, termasuk mengenai status dan pembiayaannya. Hal tersebut menjadi perhatian karena sejumlah Pemda menyampaikan adanya potensi keterbatasan anggaran belanja pegawai, khususnya untuk memenuhi pembayaran gaji PPPK.

"Kita sudah exercise beberapa daerah, kami sudah ketemu dengan Menteri PANRB, kemudian juga dengan Menteri Keuangan. Prinsip kita tidak boleh ada opsi pegawai PPPK ini dirumahkan, apalagi menganggur, ya, harus dibayar gajinya," tuturnya.

Pihaknya melanjutkan, berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 198 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Rincian Alokasi dan Penyaluran DAU Tahun 2026, Penyaluran Kurang Bayar DBH sampai dengan Tahun 2024, dan Penyaluran Dana Treasury Deposit Facility pada Tahun 2026, total tambahan atau dukungan pemerintah pusat kepada daerah mencapai Rp18,9 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp10 triliun di antaranya merupakan DBH yang dibayarkan kepada daerah. Sementara itu, lebih dari Rp8 triliun berasal dari tambahan DAU.

"Jadi totalnya hampir Rp19 triliun, Rp18,9 sekian, Rp19 triliun. Nah, dengan adanya tambahan ini, kita semua berharap ini sudah bisa menyelesaikan permasalahan belanja pegawai, baik PPPK maupun paruh waktu juga, itu dibiayai, dibayar oleh Pemda masing-masing," terangnya.

Sementara itu, khusus untuk guru, berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, telah diatur pembagian kewenangan penyelenggaraan pendidikan. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) menjadi kewenangan kabupaten/kota. Adapun Sekolah Menengah Atas (SMA)/Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menjadi kewenangan pemerintah provinsi, sedangkan pendidikan tinggi menjadi kewenangan pemerintah pusat.

Khusus terkait tenaga pendidik dan guru, Mendagri menjelaskan, pemerintah pusat dapat mengambil langkah untuk menangani persoalan tersebut. Salah satunya dengan mengalihkan status guru menjadi aparatur sipil negara (ASN) pemerintah pusat, yang kemudian dapat ditempatkan di daerah yang mengalami kekurangan guru sehingga distribusi tenaga pendidik lebih merata.

"Nah, ini sedang lakukan exercise. Tadi juga saya menjelaskan ini pasti akan meringankan pemerintah daerah juga, khususnya dalam mengurangi belanja pegawai," tandasnya.

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti, dan Menteri Agama Nasaruddin Umar.

Sumber: kemendagri.go.id

Pascabanjir Padang, Pertamina Patra Niaga Sumbagut Layani Kesehatan Gratis

By On 17:27

Pertamina Patra Niaga Sumbagut Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi Korban Banjir Padang. Foto: Dok. PPN
Pertamina Patra Niaga Sumbagut Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi Korban Banjir Padang. Foto: Dok. PPN
PADANG, ReportNews.id - Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) terus dorong upaya pemulihan pasca bencana alam banjir yang terjadi awal Agustus lalu di Kota Padang dan sekitar. Setelah sebelumnya salurkan paket bantuan sembako, gas, dan kebutuhan ibu dan anak, kali ini Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut laksanakan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat terdampak, Rabu (12/8/2026).

Bertempat di Posko Bencana di Kelurahan Kuranji (12/8), Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut melaksanakan kegiatan yang turut dihadiri Sekretaris Lurah Kuranji, Babinsa Kelurahan Kuranji dan Kasi Kesos Kelurahan Kuranji. Lebih kurang 200 orang masyarakat Kelurahan Kuranji mengikuti kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis, mulai dari ibu, anak, lansia, dan warga lainnya di usia produktif. Selain pemeriksaan kesehatan gratis, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut melaksanakan kegiatan Trauma Healing bagi anak-anak Kelurahan Kuranji sebagai bentuk proses pemulihan pasca bencana yang terjadi dan juga memberikan paket bantuan kesehatan dan makanan jadi bagi masyarakat terdampak.

Pemerintah daerah setempat sebagaimana disampaikan Sekretaris Daerah Kelurahan Kuranji, Nurmaini, S.Ap sangat mengapresiasi bantuan dan kegiatan yang telah diberikan Pertamina. "Terimakasih sebesar-besarnya kami sampaikan kepada Pertamina atas bantuan dan kegiatan pasca bencana yang telah diberikan untuk warga kami di Kelurahan Kuranji. Perhatian ini sangat berarti bagi masyarakat kami, paket bantuan juga langsung terasa manfaatnya bagi warga masyarakat. Alhamdulillah ditambah lagi dengan pemeriksaan kesehatan gratis yang dilaksanakan hari ini sangat membantu pemulihan masyarakat kami. Sekali lagi kami ucapkan terimakasih atas perhatian Pertamina kepada masyarakat kami", ujar Nurmaini.

Pada 3 Agustus 2026 lalu, banjir melanda Kota Padang dan sekitar akibat curah hujan yang tinggi yang menyebabkan debit air meningkat dan mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah pemukiman. Kelurahan Kuranji menjadi lokasi paling terdampak atas bencana yang terjadi.

Terpisah, Fahrougi Andriani Sumampouw selaku Area Manager Communication, Relations & CSR Sumbagut Pertamina Patra Niaga menyampaikan, kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis ini merupakan salah bentuk kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina kepada masyarakat sekitar. "Dengan terselenggaranya kegiatan ini, kita harapkan dapat membantu pemulihan masyarakat dalam proses recovery dan dapat segera beraktivitas normal kembali", ujar Fahrougi.

Selanjutnya Fahrougi menambahkan, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut tegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat. "Kami berharap bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban warga terdampak sekaligus memperkuat sinergi dan hubungan baik antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat. Pertamina hadir tidak hanya sebagai penyedia energi nasional, tetapi juga sebagai mitra sosial yang peduli terhadap kondisi masyarakat dan lingkungan sekitar,” tutup Fahrougi. (*)

Gubernur Mualem Sampaikan Ucapan Selamat atas Pelantikan Teuku Rahmadsyah sebagai Kajati Baru

By On 11:46

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem)
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem). Foto: Humas Setda Aceh
BANDA ACEH, ReportNews.id - Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), mengucapkan selamat atas pelantikan kepada Teuku Rahmadsyah sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Aceh.

“Beliau mendapat amanah yang mulia sebagai penegak hukum. Mari kita sama-sama membangun Aceh,” kata Mualem melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, di Banda Aceh, Rabu (12 Agustus 2026).

Radmadsyah dilantik oleh Jaksa Agung RI ST Burhanuddin bersama 33 pejabat lainnya di lingkungan Kejaksaan Agung (Kejagung), di Aula Lantai 11 Gedung Utama Kejaksaan Agung, Jakarta, pada Selasa, (11/8/2026).

Rahmadsyah menggantikan Yudi Triadi SH MH yang selanjutnya dipercaya menduduki jabatan sebagai Kepala Pusat Manajemen, Penelusuran dan Perampasan Aset pada Badan Pemulihan Aset.

Gubernur Mualem juga mengucapkan terimakasih kepada Yudi Triadi yang telah mengabdikan diri dalam menegakkan hukum di Aceh.

“Pak Gubernur menilai Pak Yudi sangat baik dalam mengadikan diri sebagai penegak hukum. Juga telah membangun komunikasi yang bagus dengan Pemerintah Aceh. Sehingga Pemerintah Aceh sangat berterimakasih,” kata Nurlis.

Gubernur Mualem juga berkeyakinan Kejati Rahmadsyah akan membawa warna tersendiri dalam memimpin Kejaksaan Tinggi Aceh.

“Menurut Bapak Gubernur, Pak Kajati yang baru yang juga adalah orang Aceh, tentu beliau memiliki karakter ke-Aceh-an yang sangat memahami kearifan lokal Aceh,” kata Nurlis.

Salain itu, Gubernur Mualem juga menyambut baik instruksi Kajagung ST Burhanuddin yang secara khusus menginstruksikan para Kajati untuk membangun sinergi yang solid dengan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam menjaga stabilitas wilayah.

“Pemerintah Aceh menyambut baik sinergi tersebut,” katanya. (*)

- Jurnalis Armia Jamil -

Tinjau Sentra Kerajinan Tenun, Kak Na: Ajak Teman Lestarikan Tenun Aceh

By On 19:37

Kak Na Tinjau Sentra Kerajinan Tenun di Bireuen. Foto: Humas Setda Aceh
BIREUEN, ReportNews.id – Memiliki keahlian menenun bukan semata menjadi sebuah peluang ekonomi, tetapi menjadi sarana merawat dan melestarikan adat budaya Aceh, khususnya melestarikan tenun dan songket Aceh.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Dekranasda Aceh Marlina Usman, saat meninjau sentra kerajinan tenun Yayasan Seramoe Jumpa binaan Dekranasda Bireuen, di Gampong Cot Keutapang Kecamatan Jumpa, Selasa (11/8/2026) sore.

“Selamat atas keahlian yang adik-adik miliki, ini tentu menjadi sebuah peluang adik-adik semua dalam mendukung perekonomian keluarga dan daerah. Namun di sisi lain, keahlian ini tentu memberi tanggungjawab lain. Yaitu pelestarian tenun dan songket khas Aceh,” ucap Kak Na.

“Karena itu, adik-adik tentu harus mengajak teman sebaya untuk mencintai tenun dan songket Aceh. Ajak mereka, ajari mereka agar lebih banyak generasi muda yang memiliki keahlian ini. Dengan demikian, masyarakat Aceh akan terus melestarikan budaya yang bernilai ekonomi tinggi ini,” sambung Kak Na.

Bersama Ketua Dekranasda Kabupaten Bireuen Sadriah Mukhlis, Kak Na selanjutnya bertolak ke Gampong Gampong Seuleumbah Kecamatan Jumpa untuk meninjau sentra kerajinan kayu jati Pardan Decoration, yang digagas oleh Ari Fonna.

Kak Na mengaku bangga dengan semangat juang Ari dalam menciptakan peluang usaha bernilai ekonomi tinggi serta mampu merekrut belasan tenaga kerja lokal, dengan produk berbagai peralatan dapur serba kayu mulai dari piring, sendok, gelas, cobek, nampan, spatula, kotak tisu serta berbagai kerajinan lainnya.

“Ari adalah salah satu bukti konkret kesuksesan pegiat UMKM. Selain mampu menciptakan usaha baru, Ari juga merekrut tenaga kerja bahkan hingga belasan orang. Keren, luar biasa,” kata Kak Na.

Untuk diketahui bersama, Ari Fonna adalah putra asli kelahiran Kota Juang Bireuen yang mencoba peruntungannya di dunia kerajinan kayu jati. Hanya bermodal tekad dan semangat, Ari menekuni kerajinan ini secara otodidak dan memanfaatkan video tutorial dari media YouTube.

“Saya belajar secara otodidak Bu, saya memanfaatkan YouTube untuk belajar. Alhamdulillah. Dari usaha ini saya bisa merekrut 12 pekerja lokal dan mendapatkan omset sebesar Rp50 juta hingga Rp60 juta per bulan,” ungkap Ari Fonna.

“Keren, karena tekad dan semangat Ari, kini kita memiliki sentra kerajinan kayu jati dengan produk yang sangat baik. Dulu kita hanya melihat kerajinan ini di Pulau Jawa, kini di Aceh sudah ada kerajinan ini,” pungkas Kak Na. (*)

- Jurnalis Armia Jamil -

Warga Lhokseumawe Meninggal di Batam Akibat Sesak Napas, Haji Uma dan Permasa Bantu Pemulangan

By On 15:15

Haji Uma dan Permasa Bantu Pemulangan Jenazah Warga Lhokseumawe Meninggal di Batam
Haji Uma dan Permasa Bantu Pemulangan Jenazah Warga Lhokseumawe Meninggal di Batam. Foto: Istimewa
LHOKSEUMAWE, ReportNews.id - Fakrur Rizal (30), asal Menasah Blancrum Kandang, Lhokseumawe, meninggal dunia di Rumah Sakit Embung Fatimah, Kota Batam, pada Minggu, 9/8/2026, pukul 06.30 pagi, akibat mengalami sesak napas.

Almarhum Fakhrur Rizal dibawa ke rumah sakit pada Jumat, 7/8/2026. Setelah dua malam dirawat, almarhum tidak bisa menerima cairan infus lagi karena semakin parah sakitnya.

Almarhum meninggalkan seorang anak perempuan (5), Fathiya Azzahra, dan seorang istri (28), Nadia Tri Amanda. Almarhum Fakhrul Rizal sudah merantau ke Batam selama 9 tahun bersama keluarga dan bekerja sebagai wiraswasta di sana.

Ibu dan keluarga korban sangat terpukul dengan peristiwa tersebut. Sehingga, melalui kepala desa, keluarga melayangkan surat kepada Haji Uma untuk dapat membantu.

Selanjutnya, Haji Uma melakukan koordinasi dengan Ketua Permasa Batam melalui Sekretaris, Pak Zainal. Lalu, tim Permasa bergerak dan akhirnya jenazah bisa tertangani.

Sementara itu, keluarga sangat ingin membawa pulang jenazah ke kampung halaman, namun biayanya sangat tinggi, mencapai Rp15.500.000. Sehingga, biaya tersebut dipenuhi melalui urunan bersama, terdiri dari biaya pesawat dan tiket pesawat anak, ambulans dan cargo, serta pengawetan.

Dari Haji Uma membantu Rp4.250.000, keluarga Rp10.250.000, dan Permasa Rp1.000.000 untuk tiket istri almarhum.

Jenazah almarhum tiba di kediaman pada pukul 04.00 pagi melalui ambulans yang disewa Haji Uma dari Kuala Namu ke kediaman.

Secara khusus, Haji Uma mengucapkan terima kasih kepada Ketua dan Sekum, Bapak Zainal, serta anggota Permasa lainnya yang sudah ikut membantu. Semoga ini bisa menjadi ibadah dan tetap menjalin silaturahmi untuk terus membantu warga perantau.

Haji Uma juga mengucapkan terima kasih kepada LO Lhokseumawe, M Indra Dermawan, yang sudah menfasilitasi komunikasi dengan keluarga.

Semoga almarhum diberikan tempat yang layak di sisi Allah SWT.

Saifullah selaku Abang kandung dari almarhum mengucapkan terima kasih kepada bapak haji Uma serta tim permasa Batam yang telah menfasilitasi pemulangan Almarhum sampai kekampung halaman, "Tutup Pollah" (*)

Masuk Grand Final LCC Empat Pilar MPR-RI, Sekda Nasir: Siswa SMA 2 Banda Aceh Wajib Masuk Karantina

By On 15:07

Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M Nasir Syamaun, menerima kedatangan 10 siswa SMA 2 Banda Aceh pemenang Lomba Cerdas-Cermat Empat Pilar MPR-RI 2026
Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M Nasir Syamaun, menerima kedatangan 10 siswa SMA 2 Banda Aceh pemenang Lomba Cerdas-Cermat Empat Pilar MPR-RI 2026. Foto: Humas Setda Aceh
BANDA ACEH, ReportNews.id - Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M Nasir Syamaun, menerima kedatangan 10 siswa SMA 2 Banda Aceh pemenang Lomba Cerdas-Cermat Empat Pilar MPR-RI 2026 tingkat Provinsi Aceh di ruang rapat Setda Aceh, Banda Aceh, Selasa (11 Agustus 2026). “Selamat ya. Persiapkan diri dengan baik untuk meraih yang terbaik pada tingkat nasional,” kata Sekda Nasir.

Para siswa tersebut adalah Aslan Sagusta Putra, Muhammad Zaghlul Rizky Hasibuan, Fasya Elfariez, Recha Anggreani Fauzan, Misha Fathia, Syalsa Billa Azira T, Selsy Adilla Azira T, Naila, Anjani Sakhi Azaria Syahla, dan Annora Sasikirana. Mereka menuju Grand Final Lomba Cerdas-Cermat Empat Pilar MPR-RI 2026 tingkat nasional bersama 38 SMA lain dari berbagai provinsi di Indonesia.

Para siswa itu datang ke kantor Gubernur Aceh didampingi Kepala Sekolah SMA 2 Banda Aceh, Dr Herlina Dewi, bersama sejumlah guru. Mereka difasilitasi Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, dan Kepala Bidang Pembinaan SMA dan PKLK Dinas Pendidikan Aceh, Syarwan Joni. Hadir juga para dewan juri cerdas-cermat Empat Pilar tingkat Provinsi Aceh, Prof. Dr. Syafrizal Abbas, Dr. M Yasir Putra Utama, dan Dr Nurlis Effendi.

Kepada Dinas Pendidikan Aceh dan Kepala SMA 2 Banda Aceh, Sekda Nasir berpesan agar 10 siswa tersebut dikarantina untuk mempersiapkan diri ke tingkat nasional. “Mereka harus digembleng dan masuk karantina. Carikan tempat yang bagus, sediakan semua kebutuhan mereka. Jangan sampai kelelahan, istirahat yang cukup, dan jangan sakit,” pesan Sekda Nasir.

Sekda Nasir menjamin mempersiapkan anggaran untuk kebutuhan tersebut. “Nanti saya dan Pak Kadis Pendidikan Aceh (Murthalamuddin) yang mencari anggarannya. Jadi soal biaya nggak perlu khawatir dan tak perlu dipikirkan. Biar kami yang sediakan,” katanya.

“Mereka wajib masuk Training Center selama seminggu. Kita punya waktu 10 hari. Selama kompetisi, mereka harus disiapkan. Tidak ada kompetisi tanpa persiapan. Jadi harus disiapkan sehingga kompetitif. Nanti masuk final tingkat nasional, kami datang untuk menyaksikan dan memberi semangat.”

Kadis Pendidikan Aceh Murthalamuddin menyampaikan terimakasihnya kepada Sekda Nasir yang telah memberi apresiasi untuk siswa-siswa SMA 2 Banda Aceh tersebut. “Kami, di Dinas Pendidikan Aceh tentu wajib menjalankan amanah Pak Sekda. Bagaimana pun para siswa ini perlu diberi perhatian yang terbaik agar mereka dapat berkompetisi dengan bagus,” katanya.

Mendapat apresiasi seperti itu, Kepala SMA 2 Banda Aceh Herlina Dewi sangat bersyukur. “Baru kali ini kami mendapat apresiasi seperti ini. Kami akan berusaha keras untuk dapat berkompetisi dengan baik nanti,” katanya. (*)

- Jurnalis Armia Jamil -

Amiruddin Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik Sayuti Abubakar

By On 13:09

Amiruddin Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik Sayuti Abubakar
Mahadir Buloh, SH, dari Kantor Pengacara SAP & Partner Law Firm. Foto: Istimewa
LHOKSEUMAWE, ReportNews.id - Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar, SH, MH, melaporkan Amiruddin ke Polres Lhokseumawe terkait dugaan tindak pidana pencemaran nama baik. Dalam perkembangan kasus tersebut, Amiruddin kini telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik.

Informasi mengenai perkembangan perkara tersebut disampaikan Mahadir Buloh, SH, dari Kantor Pengacara SAP & Partner Law Firm, Senin (10/8/2026) malam.

“Benar, kami telah melaporkan saudara Amiruddin. Berdasarkan perkembangan informasi yang kami terima, yang bersangkutan sudah ditetapkan sebagai tersangka,” ujar Mahadir.

Menurut Mahadir, penetapan tersangka tersebut berkaitan dengan laporan dugaan pencemaran nama baik yang diajukan Sayuti Abubakar ke Polres Lhokseumawe.

Ia mengatakan, pihaknya telah menerima dan mempelajari surat pemberitahuan perkembangan hasil penyelidikan dan penyidikan (SP2HP) dengan Nomor B/342/VIII/RES.1.14/2026/Reskrim.

“Surat dari Polres Lhokseumawe yang menyampaikan bahwa telah dilakukan gelar perkara

Di sisi lain, Mahadir turut menjelaskan perkembangan laporan Amiruddin terhadap Sayuti Abubakar di Polres Metro Jakarta Selatan terkait dugaan penipuan dan penggelapan.

Menurutnya, hingga saat ini Sayuti Abubakar belum menerima panggilan untuk menjalani klarifikasi dari penyidik Polres Metro Jakarta Selatan terkait laporan tersebut.

“Pak Sayuti Abubakar sampai saat ini belum pernah menerima panggilan klarifikasi dari penyidik Polres Jakarta Selatan atas laporan yang dibuat oleh Amiruddin,” kata Mahadir.

Perkara tersebut kini masih menjadi bagian dari proses hukum yang ditangani masing-masing pihak kepolisian sesuai dengan laporan yang telah diajukan. (*)

Gubernur Mualem Tekankan Pentingnya Satu Data Aceh yang Akurat dan Terintegrasi

By On 12:09

Gubernur Mualem Dorong Satu Data Aceh Lebih Akurat dan Terintegrasi
Foto: Humas Setda Aceh
BANDA ACEH, ReportNews.id – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), kembali mengingatkan tentang pentingnya seluruh jajarannya untuk menyempurnakan Program Satu Data Aceh, yaitu menghadirkan data yang akurat, mutakhir, terpadu, dan mudah diakses.

“Ini adalah salah satu program yang wajib diwujudkan, sebagai bentuk pemutakhiran pelayanan publik berbasis digital. Kita butuh data yang terintegrasi, diperbarui secara berkala, dan disajikan dengan cepat dan konsisten,” kata Mualem melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, di Banda Aceh, Rabu (12/8 2026).

Gubernur Mualem, kata Nurlis, menaruh perhatian terhadap pengembangan Program Satu Data Aceh sebab menjadi bagian fundamental dari Visi dan Misi Pembangunan Aceh 2025-2030. Platform tersebut juga menjadi bentuk konkret implementasi Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia, yang diturunkan ke dalam Peraturan Gubernur Aceh Nomor 39 Tahun 2023.

Itulah sebabnya, Nurlis mengatakan, Gubernur Mualem sudah memberi arahan kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M Nasir Syamaun, untuk terus memantau perkembangan pengembangan Program Satu Data Aceh.

Sikap Gubernur Mualem ini juga disampaikan kembali dalam Forum Satu Data Aceh yang dilaksanakan di Hotel The Pade, Darul Imarah, Aceh Besar, pada Selasa (11 Agustus 2026).

Forum Satu Data Aceh diselenggarakan Pemerintah Aceh melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Aceh (Bappeda) berkolaborasi dengan Australia Indonesia Partnership-Sinergi dan Kolaborasi untuk Akselerasi Layanan Dasar (AIP-SKALA).

“Tujuanya untuk memperkuat tata kelola dan kualitas data untuk mendukung perencanaan prmbangunam yang berbasis bukti, responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan selaras dengan prioritas pembangunan daerah dan nasional,” kata Nasir.

Acara itu dihadiri 31 SKPA yang berada dalam kelompok Produsen Data Pemerintah Aceh Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia, 14 SKPA dalam kelompok Produsen Data Pemerintah Aceh Bidang Ekonomi dan Sumber Daya Alam, 10 SKPA dalam kelompok Produsen Data Pemerintah Aceh Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan, tim sekretariat Satu Data Aceh, dan perwakilan dari seluruh Kabupaten/Kota se-Aceh.

Sekda Nasir, dalam sambutannya yang dibacakan Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Aceh Teuku Robby Izra menguraikan tentang pentingnya data yang akurat, muthakhir, terpadu, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Namun, ia menambahkan, bahwa tantangan Satu Data Aceh saat ini bukan lagi sekadar bagaimana menyediakan data, tetapi bagaimana memastikan data yang kita gunakan adalah data yang sama, benar, mutakhir, mudah diakses, dan tersedia pada saat dibutuhkan.

“Kita masih menghadapi berbagai persoalan: banyaknya sumber dan pemilik data, beragam aplikasi dan sistem informasi yang belum sepenuhnya terintegrasi, data yang belum diperbarui secara berkala, serta kebutuhan data yang belum selalu dapat disajikan secara cepat dan konsisten,” kata Sekda Nasir.

Bahkan, Sekda Nasir mengatakan, dalam pelaksanaan berbagai program Pemerintah Pusat di Aceh, pernah menghadapi kondisi ketika data atau capaian kegiatan yang disampaikan oleh Kementerian/Lembaga menjadi pertanyaan di daerah, karena data tersebut belum sepenuhnya teridentifikasi atau tersinkronisasi dengan data Pemerintah Aceh.

“Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan data bukan hanya persoalan teknis atau administrasi. Data dapat memengaruhi perencanaan, penganggaran, pengambilan keputusan, evaluasi program, bahkan komunikasi public,” katanya.

Karena itu, ia mengatakan, Satu Data Aceh harus didorong dari sekadar membangun sistem menjadi membangun satu ekosistem data. “Kita tidak membutuhkan semakin banyak aplikasi apabila datanya tetap terpisah dan tidak saling terhubung,” katanya.

“Yang kita butuhkan adalah kejelasan siapa pemilik data, siapa yang memproduksi dan memutakhirkan, bagaimana standar dan definisinya, kapan data diperbarui, bagaimana data dapat diakses, serta siapa yang bertanggung jawab terhadap kualitas data tersebut.”

Karena ita, ia meminta, Forum Satu Data Aceh harus menjadi ruang untuk menyelesaikan persoalan tersebut. “Kita perlu memperkuat koordinasi antar lembaga, menyelaraskan standar dan definisi data, mengintegrasikan berbagai sumber data, serta memastikan kebutuhan data dapat tersedia secara cepat, akurat, dan berkelanjutan,” katanya

Mengutip pesan Gubernur Mualem, bahwa: “Kita boleh memiliki banyak data, tetapi yang terpenting adalah data tersebut mudah ditemukan dan tersedia ketika dibutuhkan.”

“Begitu pula, banyaknya aplikasi tidak akan memberikan manfaat maksimal apabila data di dalamnya tidak terintegrasi. Jangan sampai kita tenggelam dalam banyaknya angka, sementara yang dibutuhkan untuk mengambil keputusan adalah satu rujukan data yang jelas, akurat, dan dapat dipercaya.” (*)

- Armia Jamil -

Dua Unit Rumah Kayu di Uteun Bayi Lhokseumawe Ludes Dilalap Api, Kerugian Ditaksir Rp150 Juta

By On 08:26

Dua Rumah Kayu di Uteun Bayi Lhokseumawe Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp150 Juta
Dua Rumah Kayu di Uteun Bayi Lhokseumawe Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp150 Juta. Foto: Istimewa 
LHOKSEUMAWE, ReportNews.id – Dua unit rumah berkontruksi kayu di Lorong III, Desa Uteun Bayi, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, ludes terbakar pada Senin (10/8/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Ahzan, melalui Kapolsek Banda Sakti AKP Hanafiah, mengatakan, kebakaran tersebut menimpa rumah milik Fariadi (56), seorang tukang becak, dan Husaini (35), yang keduanya berdomisili di Lorong III, Desa Uteun Bayi, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe.

Warga yang mengetahui kejadian langsung berupaya melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya sembari menghubungi petugas pemadam kebakaran. Sekitar pukul 16.25 WIB, tiga unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi dan langsung melakukan upaya pemadaman.

Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 17.00 WIB. Tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Akibat kebakaran, dua unit rumah beserta sejumlah barang di dalamnya mengalami kerusakan. Kerugian materi diperkirakan mencapai sekitar Rp150 juta.

Menerima informasi kebakaran tersebut, personel kepolisian langsung melakukan pengecekan dan pengamanan di lokasi setelah menerima informasi kejadian.

“Personel kami bersama pihak terkait telah melakukan penanganan di lokasi dan memastikan situasi tetap aman. Alhamdulillah, dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa. Kami juga mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap potensi kebakaran, terutama yang berkaitan dengan instalasi dan penggunaan listrik di rumah,” ujar Kapolsek Banda Sakti.

Kapolsek menambahkan, masyarakat diharapkan tidak meninggalkan peralatan listrik dalam kondisi menyala tanpa pengawasan serta segera memeriksa instalasi listrik yang sudah tidak layak guna mencegah terjadinya hubungan arus pendek.

Polres Lhokseumawe mengimbau masyarakat untuk segera menghubungi pihak kepolisian dan pemadam kebakaran apabila mengetahui adanya kebakaran maupun kondisi lain yang berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat. (*)

Kak Na: TP PKK Aceh Siap Dukung Suksesnya Aceh Culinary Festival 2026

By On 08:08



Kak Na: TP PKK Aceh Siap Dukung Suksesnya Aceh Culinary Festival 2026
   Kak Na saat menerima audiensi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Dedy Yuswadi, Senin (10/8/2026). Foto: Humas Setda Aceh
BANDA ACEH, ReportNews.id – Ketua TP PKK Aceh Marlina Usman, menegaskan komitmen organisasinya untuk mendukung suksesnya gelaran Aceh Cullinary Festival 2026, yang akan berlangsung pada 11-14 September 2026.

Penegasan tersebut disampaikan istri Gubenur Aceh itu, saat menerima audiensi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Dedy Yuswadi, Senin (10/8/2026).

“TP PKK Aceh tentu sangat siap untuk bersinergi dan berkolaborasi dengan Pemerintah Aceh, dalam hal ini Disbudpar Aceh dalam upaya menyukseskan kegiatan Aceh Cullinary Festival 2026,” ujar perempuan yang akrab disapa Kak Na itu.

“Secepatnya saya akan berkoordinasi dengan pengurus TP PKK kabupaten dan kota agar mensosialisasikan event di wilayah masing- masing dan tentu saja untuk turut mengirimkan peserta pada kegiatan ini,” sambung Kak Na.

Istri Gubernur Aceh itu menambahkan, keterwakilan 23 kabupaten dan kota pada event ini menjadi sebuah sarana mempromosikan ragam jenis makanan Aceh dari seluruh wilayah kabupaten.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Dedy Yuswadi, menjelaskan, pertemuan Disbudpar bersama Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh Safrizal, pada hari ini adalah untuk melaporkan terkait pelaksanaan ACF 2026.

“ACF tentu menjadi sarana yang sangat tepat bagi Aceh untuk mempromosikan adat budaya kita yang beragam, bahwa dat budaya Aceh bukan hanya tari dan wastra tetapi juga kulinernya yang beraneka ragam,” ucap Dedy. (*)

- Jurnalis Armia Jamil -

Wali Kota Lhokseumawe dan LMAN Bahas Masa Depan Pelayanan RS Arun

By On 20:37

Wali Kota Lhokseumawe Bahas Revitalisasi dan Keberlanjutan Pelayanan RS Arun bersama LMAN
Wali Kota Lhokseumawe Bahas Revitalisasi dan Keberlanjutan Pelayanan RS Arun bersama LMAN. Foto: Istimewa 
JAKARTA, ReportNews.id - Wali Kota Lhokseumawe Dr. Sayuti Abubakar, S.H., M.H., melakukan audiensi dengan Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) menindaklanjuti persetujuan perpanjangan sewa Rumah Sakit Arun di Jakarta, Senin (10/8/2026). Pertemuan tersebut membahas kondisi eksisting RS Arun, rencana revitalisasi infrastruktur yang akan dilakukan LMAN, serta langkah lanjutan untuk memastikan pemanfaatan RS Arun tetap berlanjut dan pelayanan kepada masyarakat dapat terus berjalan.

Audiensi berlangsung di Ruang Rapat Holistic, Kantor LMAN, dan dipimpin langsung Direktur Utama LMAN Kristijanindyati Puspitasari. Dengan telah disetujuinya perpanjangan sewa, pembahasan selanjutnya diarahkan pada tahapan pengembangan RS Arun, termasuk rencana revitalisasi.

Rencana tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam pembahasan karena kondisi RS Arun perlu terus dioptimalkan untuk mendukung pelayanan kesehatan. Pemerintah Kota Lhokseumawe menyambut baik rencana tersebut dan berharap pelaksanaannya dapat berjalan dengan baik tanpa mengganggu pelayanan yang selama ini diberikan kepada masyarakat.

“Kita menyambut baik persetujuan perpanjangan sewa RS Arun. Ini menjadi dasar penting bagi keberlanjutan pemanfaatan RS Arun. Tentu setelah ini kita perlu memastikan langkah-langkah selanjutnya dapat berjalan dengan baik, termasuk terkait kondisi eksisting dan rencana revitalisasi yang akan dilakukan,” ujar Dr. Sayuti Abubakar.

Menurut Sayuti, keberlanjutan pemanfaatan RS Arun perlu diikuti dengan upaya menjaga dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Karena itu, revitalisasi diharapkan dapat mendukung rumah sakit dalam memberikan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat.

“Yang kita harapkan bukan hanya keberlanjutan pemanfaatannya, tetapi juga peningkatan pelayanan. Revitalisasi diharapkan dapat mendukung RS Arun agar terus memberikan pelayanan kesehatan yang semakin baik bagi masyarakat,” kata Sayuti.

Dalam audiensi tersebut, Pemko Lhokseumawe juga menekankan pentingnya menjaga keberlangsungan pelayanan selama proses revitalisasi berlangsung. Pelaksanaannya perlu direncanakan dengan baik agar pekerjaan yang dilakukan tidak mengganggu aktivitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Kita mendukung rencana revitalisasi infrastruktur RS Arun yang akan dilakukan LMAN. Namun, yang paling penting selama proses revitalisasi berlangsung, pelayanan kepada masyarakat tidak boleh terganggu. Karena itu, pelaksanaannya harus direncanakan dengan baik agar peningkatan yang dilakukan dapat berjalan seiring dengan keberlanjutan pelayanan kesehatan,” ujar Sayuti.

Pertemuan dengan LMAN tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian komunikasi yang dilakukan Pemerintah Kota Lhokseumawe dalam mengoptimalkan pemanfaatan aset di kawasan Arun. Dengan telah disetujuinya perpanjangan sewa, Pemko Lhokseumawe selanjutnya akan mengawal tahapan lanjutan, termasuk penyelesaian dokumen kerja sama dan koordinasi teknis bersama LMAN terkait pelaksanaan revitalisasi serta pelayanan RS Arun.

Dari hasil audiensi, proses selanjutnya akan diarahkan menuju tahapan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU). Pemko Lhokseumawe berkomitmen melanjutkan koordinasi bersama LMAN agar seluruh tahapan dapat berjalan sesuai ketentuan dan mendukung pemanfaatan RS Arun dalam jangka panjang.

Audiensi turut dihadiri Direktur Utama PT Pembangunan Lhokseumawe (PTPL) Habibillah, Plt. Direktur Utama RS Arun Medika Cut Ernalita, serta tenaga pendukung Wali Kota Lhokseumawe T. Sahibulriza.

Melalui tindak lanjut bersama LMAN tersebut, Pemerintah Kota Lhokseumawe berharap RS Arun dapat terus dimanfaatkan dan memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat secara berkelanjutan. Pelaksanaan revitalisasi diharapkan dapat meningkatkan kondisi RS Arun sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan selama proses tersebut berlangsung. (*)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *