BERITA TERBARU

Ratusan Warga Bantayan Ikuti Bakti Sosial PHE NSO dan Lanal Lhokseumawe

By On 10:19

Ratusan Warga Bantayan Ikuti Bakti Sosial PHE NSO dan Lanal Lhokseumawe
Perwakilan manajemen PHE NSO mengikuti acara bakti sosial yang diikuti ratusan warga Desa Bantayan, Kecamatan Seuneudon, Kabupaten Aceh Utara. Foto: Ist
ACEH UTARA, ReportNews.id - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI Angkatan Laut, Pertamina Hulu Energi (PHE) North Sumatera Offshore (NSO) berkolaborasi dengan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Lhokseumawe menggelar bakti sosial. Acara yang diadakan di Desa Bantayan, Kecamatan Seuneudon, Kabupaten Aceh Utara ini menyasar ratusan masyarakat pesisir, mayoritas berprofesi sebagai nelayan, Jumat (4/08/2026)

Kegiatan bakti sosial ini mencakup pemeriksaan Kesehatan umum, pengobatan gratis, dan pembagian sembako. Sebanyak 150 warga menerima manfaat dari layanan ini juga mengikuti sosialisasi keamanan dan keselamatan operasi industri hulu migas kepada masyarakat pesisir.

Field Manager PHE NSO, Riski Kushardani mengatakan, kolaborasi antara perusahaan dengan aparat serta masyarakat sangat penting. Sehingga, menciptakan komunikasi yang baik lintas stakeholder.

"Jika komunikasi sudah baik dan saling pengertian, kita dapat menciptakan lingkungan yang aman, kondusif dan mendukung operasi tanpa hambatan," ujarnya.

Ia menambahkan, PHE NSO bagian dari Pertamina Subholding Upstream Regional 1 Zona 1 (PHR Zona 1) berkomitmen untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat. Sinergi dengan Lanal Lhokseumawe merupakan wujud nyata kolaborasi strategis untuk menjaga keamanan dan keselamatan bersama.

Demi menyukseskan pemeriksaan Kesehatan gratis, disiapkan 10 tim medis yang memeriksa gula darah, tekanan darah, asam urat dan kolesterol. Para nelayan juga mendapatkan rekomendasi gaya hidup sehat untuk mengurangi risiko penyakit. Selain itu, ratusan paket sembako dibagikan untuk masyarakat yang membutuhkan.

Sementara itu, Komandan Lanal (Danlanal) Lhokseumawe Letkol Marinir Bondan Wahyu Adi menuturkan, kegiatan bakti sosial dan bakti Kesehatan ini merupakan wujud kepedulian dan pelayanan terhadap masyarakat pesisir.

"Kegiatan ini bukan sekadar memberikan bantuan tetapi menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi, membangun komunikasi serta memperkuat sinergi. Apabila memerlukan rujukan, kami sudah berkoordinasi dengan rumah sakit daerah di Lhokseumawe," ungkapnya.

Tentang Pertamina Hulu Energi North Sumatera Offshore (PHE NSO).

PT. Pertamina Hulu Energi North Sumatera Offshore (PHE NSO) merupakan salah satu wilayah kerja di bawah Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 1 yang menjalankan kegiatan eksplorasi dan produksi migas di lepas pantai timur laut Sumatera tepatnya di Selat Malaka, Provinsi Aceh. Tapi basis onshore support (operasi darat) PHE NSO berada di Kota Lhokseumawe.

Kegiatan operasional PHE NSO berada di bawah koordinasi dan pengawasan SKK Migas Perwakilan Sumatra Bagian Utara (Sumbagut) dan Badan Pengawasan Migas Aceh (BPMA). PHE NSO menjalankan Program Pengembangan Masyarakat (PPM) yang inovatif pada bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan dan tanggap bencana guna mendukung pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan (*)







Muhammad Refi, Pemuda Kompas Aceh Utara, Berkiprah di Ajang Internasional Changemaker Youth Leadership Camp 2026 Malaysia

By On 18:28

Pemuda KompasMuhammad Refi, Berkiprah di Changemaker Youth Leadership Camp 2026 Malaysia
 Muhammad Refi, Berkiprah di Changemaker Youth Leadership Camp 2026 Malaysia. Foto: For ReportNews.id
ACEH UTARA, ReportNews.id - Muhammad Refi, pemuda asal Kabupaten Aceh Utara yang aktif dalam berbagai kegiatan kepemudaan, literasi, dan pendidikan, berkesempatan mengikuti Changemaker Youth Leadership Camp (CYLC) Batch II – Chapter Malaysia 2026 yang dilaksanakan pada 24–28 Agustus 2026 di Malaysia.

Keikutsertaan Refi dalam program tersebut menjadi kesempatan berharga untuk membawa nama Aceh Utara sekaligus mengembangkan potensi diri melalui program kepemudaan bertaraf internasional yang mempertemukan pemuda dari berbagai daerah dan latar belakang.

Selama mengikuti rangkaian program Changemaker Youth Leadership Camp 2026 di Malaysia, Refi mendapatkan berbagai pengalaman dalam bidang kepemimpinan, komunikasi, kolaborasi, kerja sama tim, serta pengembangan diri.

Tidak hanya mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, Refi juga berhasil meraih empat pencapaian selama mengikuti program tersebut, yaitu Best Group Leader, Batch Leader, Best Group Idea, dan Best Team.

Pencapaian tersebut menjadi pengalaman yang berkesan bagi Refi, khususnya dalam mengembangkan kemampuan kepemimpinan dan kerja sama. Sebagai salah satu pemuda yang aktif di KOMPAS (Komunitas Pemuda Subuh) Aceh Utara, pengalaman tersebut juga menjadi motivasi untuk terus berkontribusi dalam berbagai kegiatan positif bagi generasi muda.

Selain aktif dalam kegiatan kepemudaan, Refi juga memiliki pengalaman di bidang pendidikan dan literasi. Ia merupakan mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Malikussaleh, serta aktif sebagai Duta Literasi Indonesia Provinsi Aceh dan Duta Baca Universitas Malikussaleh (Wakil 2).

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur atas kesempatan dan pencapaian yang saya dapatkan selama mengikuti Changemaker Youth Leadership Camp di Malaysia. Bagi saya, pencapaian ini bukan hanya tentang penghargaan, tetapi juga tentang proses belajar, bekerja sama, memimpin, dan berani mengambil peran,” ujar Refi.

Menurut Refi, pengalaman mengikuti program tersebut memberikan banyak pembelajaran yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, organisasi, maupun kegiatan kepemudaan. Ia juga berharap pengalaman yang diperoleh dapat memberikan manfaat dan menjadi motivasi untuk terus belajar serta berkontribusi bagi masyarakat.

“Semoga pengalaman ini tidak berhenti sebagai pencapaian pribadi, tetapi bisa menjadi motivasi bagi saya untuk terus berkontribusi dan mengajak lebih banyak pemuda Aceh Utara untuk berani berkembang, berkarya, dan mengambil kesempatan di berbagai bidang,” tambahnya.

Refi berharap semakin banyak pemuda Aceh Utara yang berani mengembangkan potensi, memperluas pengalaman, membangun jejaring, serta membawa nama daerah ke tingkat nasional maupun internasional. (*)

Pasca Erupsi Sinabung, Pertamina Patra Niaga Sumbagut Salurkan Bantuan ke Karo

By On 17:55

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Gerak Cepat, Salurkan Bantuan Pasca Erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo
Pertamina Patra Niaga Salurkan Bantuan Pasca Erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo. Foto: Ist
KARO, ReportNews.id – Mitigasi bencana menjadi rangkaian upaya yang harus segera dilaksanakan pada saat terjadinya bencana untuk mengurangi risiko dan dampak buruk akibat bencana yang terjadi. Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) gerak cepat menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat sekitar dan Tim Satuan Tugas (Satgas) Posko Terpadu BPBD Kabupaten Karo, Selasa (01/9/2026). Aksi tanggap darurat ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat di sekitar wilayah operasional, menyusul terjadinya erupsi gunung sinabung pada Senin (31/8).



Gunung Sinabung berada di wilayah administratif Desa Ndokum Siroga Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Karo Provinsi Sumatera Utara, mengalami erupsi pada Senin (31/8) sekitar pukul 12.00 WIB. Hasil pemantauan dari rekaman instrumental dan pengecekan kondisi di lapangan, abu vulkanik cenderung mengarah ke timur-tenggara atau menuju wilayah Kota Berastagi.




Sebagai bentuk respons cepat dan mencegah terjadinya paparan abu vulkanik yang berpotensi mengganggu kesehatan, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut telah membagikan masker kepada masyarakat sekitar, Tim Satuan Tugas (Satgas) Posko Terpadu BPBD Kabupaten Karo serta di beberapa titik SPBU sepanjang Kota Berastagi hingga Kabupaten Karo.




"Penghargaan setinggi-tingginya kami berikan atas kepedulian Pertamina kepada masyarakat, termasuk kepada kami Tim Satgas yang berada di Posko Terpadu Penanganan Erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo. Terimakasih atas perhatian dan bantuannya yang sangat bermanfaat bagi masyarakat," ujar Sri Wahyuni Pancasilawati, Kabid Penanganan Darurat Peralatan dan Logistik BPBD Provinsi Sumatera Utara pada saat serah terima bantuan.




Terpisah, Fahrougi Andriani Sumampouw selaku Area Manager Communication, Relations & CSR Sumbagut Pertamina Patra Niaga menegaskan bahwa Pertamina tidak hanya berfokus pada distribusi energi, tetapi juga menjalankan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan kepada masyarakat.




“Total sebanyak 5.695 masker telah kita salurkan. Melalui aksi tanggap ini, Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat. Kami berharap bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban warga terdampak sekaligus memperkuat sinergi dan hubungan baik antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat. Pertamina hadir tidak hanya sebagai penyedia energi nasional, tetapi juga sebagai mitra sosial yang peduli terhadap kondisi masyarakat dan lingkungan sekitar,” tutup Fahrougi. (*)

Mulai 1 September 2026, Pertamina Patra Niaga Sumbagut Terapkan Harga Baru BBM Non-Subsidi

By On 10:25

Mulai 1 September 2026, Pertamina Patra Niaga Sumbagut Terapkan Harga Baru BBM Non-Subsidi
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Sesuaikan Harga BBM Non-Subsidi Mulai 1 September 2026. Foto: Ist
MEDAN, ReportNews.id - PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut kembali melakukan penyesuaian harga berkala Bahan Bakar Minyak (BBM) Non-Subsidi yang berlaku efektif mulai 1 September 2026. Penyesuaian harga ini merupakan bagian dari implementasi kebijakan perusahaan yang mengacu pada ketentuan dan arahan pemerintah, dengan tetap mempertimbangkan berbagai faktor yang relevan, seperti perkembangan harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, serta daya beli masyarakat.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, mengatakan bahwa penyesuaian harga BBM Non-Subsidi dilakukan secara berkala sebagai bentuk komitmen Pertamina dalam menghadirkan produk energi yang kompetitif sekaligus menjaga keandalan pasokan energi bagi masyarakat.

"Penyesuaian harga BBM Non-Subsidi dilakukan pada produk Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite, sedangkan untuk produk Pertamax 92 dan Pertamax Green 95 tidak mengalami penyesuaian harga. Penyesuaian harga dilakukan secara berkala yang dilakukan dengan mengacu pada ketentuan yang berlaku serta mempertimbangkan dinamika harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah. Melalui penyesuaian ini, Pertamina Patra Niaga berharap masyarakat dapat memperoleh produk BBM berkualitas dengan harga yang kompetitif, seiring dengan komitmen kami untuk terus menjaga keandalan pasokan dan pelayanan energi di seluruh wilayah Sumbagut," ujar Fahrougi.

Untuk wilayah Provinsi Aceh dan Sumatera Utara, harga BBM Non-Subsidi yang berlaku mulai 1 September 2026 adalah sebagai berikut:

Pertamax Turbo dari Rp18.700 per liter menjadi Rp20.000 per liter

Pertamina Dex dari Rp21.650 per liter menjadi Rp25.750 per liter.

Dexlite menjadi dari Rp20.150 per liter Rp24.200 per liter.

Sementara itu, untuk wilayah Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau, harga BBM Non-Subsidi yang berlaku mulai 1 September 2026 adalah sebagai berikut:

Pertamax Turbo dari Rp19.100 per liter menjadi Rp20.450 per liter

Pertamina Dex dari Rp22.100 per liter menjadi Rp26.300 per liter

Dexlite dari Rp20.550 per liter menjadi Rp24.750 per liter

Khusus untuk kawasan Free Trade Zone (FTZ), penyesuaian harga juga berlaku untuk produk Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite. Rinciannya adalah sebagai berikut:

FTZ Sabang:

Dexlite dari Rp18.450 per liter menjadi Rp22.150 per liter

FTZ Batam:

Pertamax Turbo dari Rp17.400 per liter menjadi Rp18.550 per liter

Pertamina Dex dari Rp20.100 per liter menjadi Rp23.950 per liter

Dexlite dari Rp18.700 per liter menjadi Rp22.500 per liter. (*)




Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Nek Aminah: 25 Adegan Diperagakan

By On 20:39

Polres Lhokseumawe Gelar Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Nek Aminah, 25 Adegan Diperagakan
Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Nek Aminah, 25 Adegan Diperagakan. Foto: Ist
ACEH UTARA, ReporNews.id – Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Lhokseumawe menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan terhadap Aminah (70), warga Gampong Guha Uleu, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara, Kamis (27/8/2026).

Rekonstruksi dilakukan untuk memperoleh gambaran secara utuh dan memastikan kesesuaian antara rangkaian kejadian dengan fakta-fakta yang telah diperoleh dalam proses penyidikan. Sebanyak 25 adegan diperagakan, mulai dari tahap perencanaan hingga terjadinya peristiwa yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Ahzan, melalui Kasat Reskrim AKP Bustani, mengatakan, rekonstruksi tersebut merupakan bagian dari proses penyidikan untuk mengungkap perkara secara objektif dan komprehensif.

“Rekonstruksi ini kita lakukan untuk mempelajari secara komprehensif setiap adegan dan mencocokkannya dengan fakta-fakta yang telah diperoleh penyidik. Sebanyak 25 adegan diperagakan, mulai dari perencanaan hingga korban meninggal dunia,” ujar AKP Bustani.

Kegiatan tersebut turut disaksikan oleh pihak Kejaksaan Negeri Aceh Utara, keluarga korban, perangkat gampong serta pihak terkait lainnya.

Dalam rekonstruksi, penyidik menemukan fakta yang memperjelas dugaan awal terkait akses masuk ke rumah korban. Jika sebelumnya diduga tersangka masuk melalui pintu belakang, dalam rekonstruksi diperagakan bahwa tersangka masuk melalui bagian depan rumah.

Sebelum tersangka AR masuk ke dalam rumah, tersangka N yang saat ini masih dalam pencarian atau Daftar Pencarian Orang (DPO), terlebih dahulu membujuk korban yang berada di teras depan rumah. Situasi tersebut kemudian dimanfaatkan AR untuk masuk ke dalam rumah, sementara N meninggalkan lokasi.

“Setelah AR berhasil masuk ke rumah, N kemudian pergi. Peristiwa tersebut terjadi setelah salat Isya. Selanjutnya terjadi aksi kekerasan terhadap korban hingga korban meninggal dunia, kemudian tersangka mengambil barang milik korban berupa emas, yaitu cincin dan kalung,” jelasnya.

AKP Bustani menambahkan, berdasarkan hasil penyidikan dan rekonstruksi, para tersangka diduga telah beberapa kali merencanakan aksi tersebut, namun sebelumnya selalu gagal. Hingga pada saat kejadian, kondisi cuaca hujan dimanfaatkan para pelaku untuk menjalankan aksinya.

Dalam perkara tersebut, penyidik telah mengamankan tersangka AR dan K. Sementara tersangka N masih dalam pengejaran petugas karena diduga berpindah-pindah lokasi.

“Untuk tersangka N masih terus kita lakukan pencarian. Penyidik akan terus berupaya melakukan pengejaran dan mengungkap seluruh rangkaian perkara ini,” tegasnya.

Kasat Reskrim mengimbau keluarga korban dan masyarakat agar tetap tenang serta mempercayakan proses penanganan perkara kepada pihak kepolisian.

“Kami meminta keluarga dan masyarakat tetap tenang. Penanganan perkara ini dilakukan melalui tahapan-tahapan penyidikan sesuai ketentuan hukum. Polres Lhokseumawe berkomitmen menangani perkara secara profesional, objektif dan transparan,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan empati kepada keluarga korban dan memastikan proses hukum terhadap para tersangka akan dilakukan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Kami berharap keluarga korban tetap tabah. Penyidik akan bekerja secara objektif untuk mengungkap perkara ini dan memastikan setiap pelaku yang terbukti bersalah mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum,” pungkas AKP Bustani. (*)

Sejumlah Bangunan Rusak Dihantam Angin Kencang di Cot Girek, Tidak Ada Korban Jiwa

By On 00:04

Angin Kencang Disertai Hujan Rusak Sejumlah Bangunan di Cot Girek, Tidak Ada Korban Jiwa
Bangunan Rumah Warga Rusak Akibat Angin Kencang Disertai Hujan Deras di Cot Girek, Aceh Utara. Foto: For ReportNews.id
LHOKSUKON, ReportNews.id - Hujan deras disertai angin kencang melanda sejumlah gampong di Kecamatan Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara, Rabu (26/8/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Peristiwa tersebut mengakibatkan sejumlah rumah warga, tempat usaha, fasilitas perkantoran hingga jaringan listrik mengalami kerusakan.

Berdasarkan pendataan sementara di lapangan, dampak cuaca ekstrem tersebut tersebar di lima gampong di Kecamatan Cot Girek. Sedikitnya 12 unit rumah, dua warung, satu kios serta Kantor Afdeling VII PTPN IV Regional 6 mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi, terutama pada bagian atap dan bangunan.

Selain itu, dua tiang listrik dilaporkan tumbang di Gampong Seuneubok Baro akibat kuatnya terpaan angin. Petugas PLN Lhoksukon telah turun ke lokasi untuk melakukan penanganan terhadap jaringan listrik yang terdampak.

Kapolres Aceh Utara AKBP Trie Aprianto melalui Kapolsek Cot Girek Iptu Ade Syahputra mengatakan, personel kepolisian telah melakukan pengecekan dan pendataan terhadap lokasi maupun warga yang terdampak bencana tersebut.

“Dari hasil pengecekan sementara, kerusakan didominasi pada bagian atap rumah dan tempat usaha warga. Sejumlah bangunan lainnya juga mengalami kerusakan akibat terpaan angin kencang,” ujar Iptu Ade Syahputra.

Ia memastikan tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Warga yang rumahnya mengalami kerusakan juga masih berada di kediaman masing-masing.

“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Kerugian yang terjadi berupa kerusakan material. Kami juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk penanganan dampak yang ditimbulkan,” katanya.

Kapolsek mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya cuaca ekstrem, terutama hujan deras yang disertai angin kencang. Warga juga diminta menghindari berteduh di bawah pohon, tiang listrik maupun bangunan yang berpotensi roboh saat kondisi cuaca memburuk.

“Keselamatan harus menjadi prioritas. Apabila kondisi cuaca mulai tidak bersahabat, masyarakat diharapkan segera mencari tempat yang aman dan melaporkan kepada aparat maupun pihak terkait apabila terdapat kondisi yang membutuhkan penanganan segera,” pungkasnya. (*)

Pertamina Patra Niaga Sumbagut Gerak Cepat Salurkan Bantuan Atasi Asap di Pelalawan

By On 23:48

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Gerak Cepat Salurkan Bantuan Penanggulangan Asap di Kerumutan, Pelalawan
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Gerak Cepat Salurkan Bantuan Penanggulangan Asap di Kerumutan, Pelalawan. Foto: For ReportNews.id
PELALAWAN, ReportNews.id - Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) gerak cepat menyalurkan bantuan kemanusiaan upaya penanggulangan asap di Kecamatan Kerumutan, Pelalawan. Aksi tanggap darurat ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat di sekitar wilayah operasional, menyusul terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Kerumutan, Pelalawan yang mengakibatkan asap dan mulai mengganggu aktivitas dan kesehatan warga setempat, Rabu (26/8/2026).

Satu bulan terakhir, titik-titik api di Kabupaten Pelalawan mulai muncul, terutama di Kecamatan Kerumutan. Kecamatan Kerumutan menjadi kecamatan terparah dari 12 kecamatan di Kabupaten Pelalawan yang terdampak karhutla. Kebakaran terjadi di tengah lahan sawit milik masyarakat dengan luasan hampir 10 hektar. Musim kemarau atau el nino yang sedang melanda Indonesia menjadi salah satu alasan keringnya hutan dan lahan. Namun tidak hanya karena alam, pemicu kebakaran hutan dan lahan sebagian besar juga karena perbuatan manusia.

Sebagaimana disampaikan Ketua Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Pelalawan, Zulfan, penyebab karhutla 99% dipicu oleh manusia, baik itu disengaja maupun tidak disengaja, hanya 1% disebabkan oleh kemarau. "Kecamatan Kerumutan menjadi kecamatan terparah di Kabupaten Pelalawan yang terdampak karhutla. Terlebih lahan yang terbakar merupakan lahan gambut yang memiliki karakteristik basah. Lahan gambut yang terbakar tidak hanya berada di permukaan, tetapi bisa membara jauh di dalam tanah," terang Zulfan.

Sebagai bentuk respons cepat, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut melalui Terminal BBM Sei Siak menyalurkan bantuan paket alat kesehatan berupa masker N95 dan oksigen portabel kepada tim lapangan dan masyarakat setempat di Posko Kesehatan Terpadu Penanganan Karhutla Kecamatan Kerumutan, Pelalawan. Bantuan tersebut disalurkan bersama pemerintah daerah setempat dan BPBD Kabupaten Pelalawan (25/8) untuk membantu penanganan penanggulangan asap di Riau, dalam hal ini Kecamatan Kerumutan.

"Penghargaan setinggi-tingginya kami berikan atas kepedulian Pertamina. Tim pemadam yang siaga 24 jam memiliki potensi terjangkit penyakit pernapasan yang tinggi karena paparan asap dalam jangka waktu yang lama. Bantuan ini dapat meminimalisir potensi tersebut dan tim dapat bekerja dengan kondisi yang aman dan nyaman," ujar Zulfan.

Terpisah, Silvani Maiyestuhariani selaku Pjs Area Manager Communication, Relations & CSR Sumbagut Pertamina Patra Niaga menegaskan bahwa Pertamina tidak hanya berfokus pada distribusi energi, tetapi juga menjalankan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan kepada masyarakat.

“Melalui aksi tanggap darurat ini, Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat. Kami berharap bantuan yang disalurkan dapat membantu penanganan penanggulangan asap di Riau, khususnya Kecamatan Kerumutan Kabupaten Pelalawan sekaligus memperkuat sinergi dan hubungan baik antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat. Pertamina hadir tidak hanya sebagai penyedia energi nasional, tetapi juga sebagai mitra sosial yang peduli terhadap kondisi masyarakat dan lingkungan sekitar,” tutup Silvani. (*)

Wagub Dek Fadh Hadiri Maulid Bersama Ratusan Anak Yatim di Teupin Raya

By On 13:33

Wagub Dek Fadh Hadiri Maulid Bersama Ratusan Anak Yatim di Teupin Raya
Wagub Dek Fadh Hadiri Maulid Bersama Ratusan Anak Yatim di Teupin Raya, Pidie. Foto: Humas Setda Aceh
PIDIE, ReportNews.id - Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah SE (Dek Fadh) menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bersama ratusan anak yatim, santri dan masyarakat Kemukiman Teupin Raya di Masjid Baitul Istiqamah, Kecamatan Geulumpang Tiga, Kabupaten Pidie, Selasa (25/8/2026).

Peringatan Maulid tersebut turut dihadiri keluarga besar Dayah Darusa’adah, Dayah Darussalamah, tokoh agama dan tokoh masyarakat, di antaranya Baba Panton Tgk. H. Baihaqi Yahya, serta masyarakat Kemukiman Teupin Raya.

Kehadiran Wagub Dek Fadh menjadi bagian dari silaturahmi bersama masyarakat sekaligus momentum berbagi kebahagiaan dengan ratusan anak yatim yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Dek Fadh menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan bermasyarakat.

“Semoga momentum Maulid ini semakin memperkuat kecintaan kita kepada Rasulullah SAW, sekaligus meningkatkan kepedulian dan kasih sayang kita kepada sesama, khususnya anak-anak yatim,” ujar Dek Fadh.

Ia juga mengapresiasi masyarakat Teupin Raya yang terus menjaga tradisi keagamaan serta semangat kebersamaan dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.

Peringatan Maulid berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan kebersamaan, dengan ratusan anak yatim, santri, tokoh agama, tokoh masyarakat dan warga berkumpul untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiah. (*)

- Jurnalis Armia Jamil-

Taufik Menjabat Plt Sekda Aceh, Wagub Dek Fadh: Jaga Integrasi dan Bangun Komunikasi yang Baik

By On 16:46

Taufik Jadi Plt Sekda Aceh, Wagub Dek Fadh: Jaga Integritas dan Bangun Komunikasi yang Baik
Taufik Dipercaya Jadi Plt Sekda Aceh. Foto: Humas Setda Aceh
BANDA ACEH, ReportNews.id – Wakil Gubernur (Wagub) Aceh, Fadhlullah (Dek Fadh), menyaksikan penyerahan Surat Keputusan Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Aceh kepada Taufik yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Perkim Aceh.

Prosesi penyerahan SK ini berlangsung secara hybrid di dua tempat pada Senin (24 Agustus 2026). Wagub Dek Fadh menyaksikannya secara daring dari Aula Kantor Badan Penghubung Pemerintah Aceh, Jakarta. Sementara Taufik menerima SK di Aula Badan Kepegawaian Aceh (BKA), Banda Aceh.

Wagub Aceh memesan agar Taufik bekerja secara profesional dalam tugasnya sebagai Plt Sekda Aceh. “Selamat bekerja, jaga integritas, dan bangun komunikasi yang baik dengan mitra Pemerintah Aceh,” kata Wagub Dek Fadh melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi.

Sebelumnya di tempat yang sama, Wagub Dek Fadh melantik M Nasir Syamaun sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh.

Wagub Dek Fahd, mewakili Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem), melaksanakan prosesi ini dari Aula Kantor Badan Penghubung Pemerintah Aceh, Jakarta. Sementara Nasir berada di Aula Badan Kepegawaian Aceh (BKA), Banda Aceh.

Nasir diberhentikan dengan hormat melalui Surat Keputusan Presiden pada Jumat minggu lalu. Kemudian Nasir dilantik menjadi Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh. “Saya melantik Saudara Nasir atas perintah Gubernur Aceh Muzakir Manaf,” kata Wagub Dek Fadh.

Wagub Dek Fadh mengatakan Nasir telah berbuat banyak saat menjadi Sekda Aceh. “Namun itulah keputusan Bapak Gubernur dan beliau ditunjuk dan diberi jabatan yang baru,” kata Dek Fadh.

Menurut Dek Fadh, pergeseran jabatan itu adalah hal yang biasa dan lumrah. “Penyegaran dan memberi jabatan. Bagi ASN ini hal yang biasa, dan tak perlu dibesar-besarkan. Kepada Bang Nasir yang telah menjabat sebagai sekda selama ini kita ucapkan terimakasih yang setinggi-tingginya,” kata Wagub. (*)

- Jurnalis Armia Jamil -

Polsek Banda Sakti Patroli Cegah Balap Liar di Waduk Pusong

By On 11:56

Polsek Banda Sakti Cegah Balap Liar dan Kenakalan Remaja di Waduk Pusong
Polsek Banda Sakti Cegah Balap Liar dan Kenakalan Remaja di Waduk Pusong, Lhokseumawe. Foto: For ReportNews.id
LHOKSEUMAWE, ReportNews.id - Personel Polsek Banda Sakti Polres Lhokseumawe melaksanakan patroli dalam rangka mengantisipasi aksi balap liar dan kenakalan remaja di kawasan Waduk Pusong, Kota Lhokseumawe, Jumat (21/8/2026) siang.

Patroli dilaksanakan mulai pukul 12.30 WIB hingga selesai, bertepatan dengan waktu pelaksanaan Salat Jumat. Kegiatan tersebut merupakan langkah preventif kepolisian untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus mencegah aktivitas yang dapat mengganggu kekhusyukan masyarakat dalam menjalankan ibadah.

Dalam kegiatan tersebut, personel Polsek Banda Sakti menyambangi kawasan Waduk Pusong dan memberikan imbauan kepada para remaja yang masih berkumpul agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban.

Petugas mengingatkan para remaja agar tidak berkumpul di kawasan waduk selama berlangsungnya Salat Jumat serta menghormati masyarakat yang sedang melaksanakan ibadah.

Selain itu, personel juga mengimbau agar tidak melakukan aksi balap liar karena dapat membahayakan keselamatan diri sendiri maupun orang lain, serta berpotensi menimbulkan kecelakaan dan mengganggu ketertiban umum.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Ahzan, melalui Kapolsek Banda Sakti AKP Hanafiah, mengatakan bahwa patroli tersebut merupakan bentuk kehadiran Polri dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus mencegah gangguan kamtibmas sejak dini.

“Patroli ini merupakan langkah preventif untuk mencegah balap liar dan kenakalan remaja, khususnya pada waktu masyarakat sedang melaksanakan Salat Jumat. Kami mengimbau para remaja untuk menghormati masyarakat yang sedang beribadah dan tidak melakukan kegiatan yang dapat mengganggu ketertiban maupun membahayakan keselamatan,” ujar AKP Hanafiah.

Kapolsek juga mengajak para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anaknya, terutama pada waktu-waktu rawan, serta memberikan pemahaman agar para remaja mengisi waktu dengan kegiatan yang positif dan bermanfaat.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban. Apabila menemukan adanya aksi balap liar, kenakalan remaja atau gangguan kamtibmas lainnya, segera informasikan kepada pihak kepolisian agar dapat ditindaklanjuti,” pungkasnya. (*)

Hadapi Perubahan Iklim, Pertamina Sumbagut Jadi Pionir Teknologi MOL di Tambak Udang Lhokseumawe

By On 11:35

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Menjadi Pionir Probiotik MOL di Lhokseumawe
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Menjadi Pionir Probiotik MOL di Lhokseumawe. Foto: For ReportNews.id
LHOKSEUMAWE, ReportNews.id – Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut melalui Terminal BBM Lhokseumawe tegaskan komitmennya dalam pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan. Komitmen ini salah satunya dibuktikan melalui pelaksanaan program Gampong Berdikari yang bertempat di Gampong Padang Sakti, Muara Satu, Jumat (21/8/2026). Melalui program ini, Pertamina perkuat adaptasi perubahan iklim petambak udang di Lhokseumawe.

Dalam pelaksanaan program Gampong Berdikari, Pertamina diantaranya melaksanakan pelatihan pembuatan probiotik Mikroorganisme Lokal (MOL). Pelatihan ini merupakan bagian dari strategi penguatan kapasitas petambak udang dalam menghadapi dampak perubahan iklim yang semakin memengaruhi keberlanjutan budidaya udang (vaname). Perubahan pola cuaca yang memicu fluktuasi suhu, salinitas, dan pH air tambak meningkatkan risiko stres, serangan penyakit, hingga kematian udang yang berdampak pada penurunan produktivitas dan pendapatan petambak.

Sebagaimana disampaikan Pertamina Patra Niaga melalui Pjs. Area Manager Comm., Rel & CSR Sumbagut, Silvani Maiyestuhariani, melalui pelatihan ini, petambak dibekali keterampilan mengolah limbah buah pasar menjadi probiotik MOL alami yang berfungsi sebagai immunostimulan untuk meningkatkan daya tahan udang terhadap perubahan kualitas lingkungan perairan.

"Probiotik MOL pada program Gampong Berdikari ini merupakan inovasi pertama di Kota Lhokseumawe yang mengoptimalkan limbah buah pasar dan diformulasikan dengan daun murbei sebagai bahan tambahan alami," papar Silvani.

Silvani menambahkan program ini sekaligus menerapkan prinsip ekonomi sirkular dengan mengubah limbah organik pasar yang sebelumnya berpotensi menjadi sumber pencemaran menjadi produk bernilai tambah yang mendukung keberlanjutan budidaya perikanan.

"Program ini juga mendukung salah satu program unggulan Pemerintah Kota Lhokseumawe yaitu “Broh Jeut Ke Peng” (sampah jadi uang)". Melalui pelatihan pembuatan probiotik MOL diharapkan dapat meningkatkan kapasitas masyarakat dan mampu mendorong petambak untuk memproduksi probiotik secara mandiri sehingga ketergantungan terhadap produk komersial dapat berkurang.

Penggunaan probiotik alami ini juga diharapkan menjaga kualitas air tambak, meningkatkan kesehatan udang, serta menekan risiko gagal panen akibat penyakit yang dipicu perubahan kondisi lingkungan," tutup Silvani.

Melalui Program TJSL Gampong Berdikari, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut melalui Terminal BBM Lhokseumawe terus mendorong lahirnya inovasi berbasis potensi lokal yang mampu menjawab tantangan perubahan iklim sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Program ini berkontribusi terhadap pencapaian SDGs 1 Tanpa Kemiskinan, SDGs 2 Tanpa Kelaparan, SDGs 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDGs 12 Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDGs 13 Penanganan Perubahan Iklim, dan SDGs 14 Ekosistem Laut melalui penguatan ekonomi sirkular, peningkatan ketahanan budidaya perikanan, serta pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan. Ke depan, perusahaan berkomitmen untuk terus menghadirkan berbagai inisiatif sosial yang memberikan dampak positif dan berkelanjutan di wilayah operasionalnya. (*)




Mantan GAM Denmark Al Mukaram Soroti 15 Persoalan Implementasi MoU Helsinki yang Belum Tuntas

By On 20:02

Mantan GAM Denmark
Tarmizi Age (Al Mukaram), Mantan GAM Denmark. Foto: For ReportNews.id
BANDA ACEH, ReportNews.id - Mantan anggota Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang pernah berada di Denmark, Tarmizi Age, yang populer disapa Al Mukaram, menyoroti sejumlah persoalan implementasi Nota Kesepahaman (MoU) Helsinki yang dinilai hingga kini belum sepenuhnya tuntas, Jum'at (21/8/2026).

Menurut Al Mukaram, perdamaian Aceh yang telah memasuki tahun ke-21 harus diikuti dengan konsistensi dalam menjalankan seluruh kesepakatan yang telah dituangkan dalam MoU Helsinki dan kemudian diterjemahkan ke dalam Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA).

“Persoalan implementasi MoU Helsinki bukan hanya menyangkut apa yang belum dibuat regulasinya, tetapi juga menyangkut kewenangan yang sebenarnya sudah diberikan kepada Aceh melalui UUPA, namun belum sepenuhnya efektif ketika berhadapan dengan regulasi sektoral dan kebijakan Pemerintah Pusat,” ujar Al Mukaram.

Ia merinci sedikitnya 15 persoalan strategis yang masih perlu mendapatkan perhatian dalam agenda implementasi MoU Helsinki.

1. Bendera, Lambang dan Simbol Aceh

MoU Helsinki memberikan hak kepada Aceh untuk menggunakan simbol wilayah, termasuk bendera dan lambang. Ketentuan tersebut kemudian diterjemahkan dalam UUPA.

Namun, regulasi mengenai bendera Aceh hingga kini masih menjadi persoalan dan belum memperoleh penyelesaian yang dapat diterima semua pihak.

2. Kewenangan Mengelola Sumber Daya Alam

Aceh memiliki kewenangan dalam pengelolaan sumber daya alam, termasuk minyak dan gas, pertambangan, kehutanan serta sumber daya alam lainnya.

Menurut Al Mukaram, persoalan yang masih muncul adalah sejauh mana kewenangan Aceh dalam pengelolaan serta penerimaan hasil sumber daya alam tersebut.

Isu seperti Blok Andaman dan pertambangan Beutong, menurutnya, menunjukkan bahwa persoalan kewenangan SDA masih menjadi perdebatan.

3. Kewenangan Khusus Aceh dan Regulasi Nasional

Sejumlah kewenangan yang diberikan melalui MoU Helsinki dan UUPA masih berhadapan dengan undang-undang sektoral nasional.

Karena itu, diperlukan harmonisasi antara regulasi nasional dengan kekhususan Aceh agar tidak terjadi tumpang tindih kewenangan.

4. Batas Wilayah Aceh

Penetapan dan pengaturan batas wilayah Aceh juga masih menjadi persoalan yang perlu diselesaikan.

Hal tersebut termasuk batas kewenangan wilayah laut serta zona ekonomi eksklusif yang berkaitan langsung dengan kepentingan Aceh.

5. Pengelolaan Wilayah Laut

Kewenangan Aceh terhadap tata ruang dan pengelolaan wilayah laut masih menjadi bagian dari persoalan kewenangan khusus yang belum sepenuhnya selesai.

Menurut Al Mukaram, tata ruang laut dan udara perlu mendapatkan kepastian hukum yang lebih jelas dalam kerangka kekhususan Aceh.

6. Partai Politik Lokal

MoU Helsinki memberikan ruang bagi pembentukan partai politik lokal dan partisipasi politik masyarakat Aceh.

Partai politik lokal telah berjalan, namun desain kewenangan serta perlakuan terhadap kekhususan politik Aceh masih perlu terus diperkuat agar sesuai dengan semangat kesepakatan perdamaian.

7. Hak Politik dan Calon Independen

MoU Helsinki juga memberikan jaminan terhadap partisipasi politik masyarakat Aceh, termasuk hak untuk mencalonkan diri melalui jalur independen.

Al Mukaram menilai konsistensi pengaturan mengenai calon independen masih menjadi persoalan karena pernah terjadi perbedaan antara ketentuan UUPA dan regulasi nasional.

8. Pengadilan HAM Aceh

Salah satu poin penting dalam MoU Helsinki adalah pembentukan Pengadilan Hak Asasi Manusia untuk Aceh.

Namun, hingga kini, pembentukan pengadilan HAM khusus Aceh sebagaimana semangat yang terkandung dalam MoU masih menjadi pekerjaan yang belum selesai.

9. Penyelesaian Pelanggaran HAM Masa Konflik

Penyelesaian pelanggaran HAM masa konflik juga dinilai masih menjadi pekerjaan besar.

Persoalannya tidak hanya menyangkut proses hukum, tetapi juga keadilan bagi korban, kompensasi, pemulihan serta mekanisme penyelesaian pelanggaran HAM masa lalu.

10. Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi

Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) Aceh telah dibentuk. Namun, menurut Al Mukaram, masih terdapat tantangan terkait kewenangan, pendanaan, tindak lanjut rekomendasi serta pemulihan korban.

“Rekonsiliasi tidak boleh berhenti pada pembentukan lembaga. Yang paling penting adalah bagaimana korban mendapatkan pemulihan dan rekomendasi KKR benar-benar ditindaklanjuti,” katanya.

11. Kewenangan Aparat Penegak Hukum

MoU Helsinki mengatur konsultasi dengan kepala pemerintahan Aceh dalam pengangkatan pimpinan kepolisian organik dan jaksa, termasuk aspek rekrutmen dan pelatihan.

Menurut Al Mukaram, ketentuan tersebut perlu terus dikaji dalam hubungan antara MoU Helsinki, UUPA dan konstruksi hukum nasional.

12. Pengelolaan Penerimaan dan Transparansi

MoU Helsinki juga mengatur transparansi dalam pengumpulan dan alokasi penerimaan antara Pemerintah Pusat dan Aceh, termasuk kemungkinan audit oleh auditor eksternal.

Karena itu, persoalan pembagian penerimaan serta optimalisasi kewenangan fiskal Aceh masih perlu menjadi bagian penting dalam pembahasan implementasi MoU dan UUPA.

13. Dana Otonomi Khusus Aceh

Dana Otonomi Khusus (Otsus) merupakan salah satu instrumen penting dalam skema kekhususan Aceh.

Menurut Al Mukaram, persoalannya saat ini bukan hanya mengenai keberadaan Dana Otsus, tetapi juga keberlanjutan, formula, kewenangan penggunaan dan efektivitasnya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Aceh.

“Dana Otsus harus benar-benar menjadi instrumen untuk memperkuat kesejahteraan rakyat dan memperkokoh perdamaian Aceh,” ujarnya.

14. Reintegrasi dan Kesejahteraan Mantan Kombatan

MoU Helsinki mengatur reintegrasi mantan kombatan, tahanan politik serta masyarakat yang terdampak konflik.

Namun, persoalan yang masih perlu dievaluasi adalah apakah proses reintegrasi tersebut telah memberikan pemulihan ekonomi dan sosial yang memadai bagi seluruh kelompok yang terdampak konflik.

Menurut Al Mukaram, reintegrasi tidak boleh hanya dipahami sebagai proses administratif, tetapi harus menghasilkan kemandirian ekonomi dan kehidupan sosial yang layak.

15. Keterlibatan Aceh dalam Keputusan Pemerintah Pusat

Al Mukaram menyebut prinsip konsultasi dan partisipasi Aceh dalam keputusan Pemerintah Pusat yang menyangkut kepentingan khusus Aceh sebagai salah satu persoalan paling mendasar.

Rumusan mengenai “consultation and consent” dalam proses penerjemahan MoU Helsinki ke dalam hukum nasional, menurutnya, masih memerlukan penguatan dan kejelasan.

Tujuh Agenda Strategis

Dari berbagai persoalan tersebut, Al Mukaram menilai terdapat tujuh agenda utama yang perlu menjadi prioritas perjuangan implementasi MoU Helsinki.

Pertama, menuntaskan regulasi mengenai bendera dan simbol Aceh.

Kedua, memperjelas dan memperkuat kewenangan Aceh terhadap sumber daya alam, migas dan pertambangan.

Ketiga, menyelesaikan persoalan batas wilayah serta kewenangan laut Aceh.

Keempat, melakukan harmonisasi seluruh regulasi nasional yang bertentangan atau tumpang tindih dengan UUPA.

Kelima, menuntaskan mekanisme keadilan HAM, memperkuat KKR serta memastikan pemulihan korban konflik.

Keenam, memperkuat kewenangan politik Aceh dan keberadaan partai politik lokal sesuai dengan semangat MoU Helsinki dan UUPA.

Ketujuh, mengevaluasi kembali desain Dana Otsus serta mekanisme pembagian penerimaan Aceh agar lebih sesuai dengan semangat perdamaian dan kesejahteraan rakyat.

Al Mukaram menegaskan, perjuangan implementasi MoU Helsinki harus ditempatkan dalam kerangka menjaga perdamaian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Aceh.

“Perdamaian Aceh bukan sekadar berhentinya konflik bersenjata. Perdamaian harus menghasilkan keadilan, kesejahteraan, kepastian kewenangan dan penghormatan terhadap kesepakatan yang telah dibuat,” tegasnya.

Ia berharap Pemerintah Aceh, Pemerintah Pusat, DPRA, Wali Nanggroe, tokoh masyarakat, mantan kombatan, akademisi dan seluruh elemen masyarakat Aceh dapat membangun dialog yang konstruktif untuk menyelesaikan persoalan-persoalan tersebut.

“Yang kita tuntut bukan sesuatu yang baru. Kita meminta agar kesepakatan yang sudah dibuat bersama dilaksanakan secara konsisten, adil dan bermartabat,” pungkas Al Mukaram. (*)

Wali Kota Lhokseumawe Bersama Bupati Simeulue Tinjau Langsung Sekolah Rakyat Terintegrasi 2

By On 19:44

Wali Kota Lhokseumawe Bersama Bupati Simeulue Tinjau Langsung Sekolah Rakyat Terintegrasi 2
Wali Kota Lhokseumawe Bersama Bupati Simeulue Tinjau Sekolah Rakyat Terintegrasi 2. Foto: Istimewa
LHOKSEUMAWE, ReportNews.id - Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar, S.H., M.H., bersama Bupati Simeulue, Mohammad Nasrun Mikaris, S.H., M.H., mengunjungi Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Kota Lhokseumawe, Jumat (21/8/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya melihat secara langsung pelaksanaan pendidikan di SRT, sekaligus menjadi kesempatan bagi Pemerintah Kabupaten Simeulue untuk memperoleh gambaran mengenai penyelenggaraan program serupa yang hingga kini belum tersedia di Simeulue.

Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota Lhokseumawe dan Bupati Simeulue meninjau aktivitas pembelajaran yang berlangsung di ruang kelas serta berinteraksi dengan para siswa dan tenaga pendidik. Keduanya juga melihat secara langsung lingkungan pendidikan dan kondisi peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran di Sekolah Rakyat Terintegrasi 2.

Bagi Pemerintah Kabupaten Simeulue, kunjungan tersebut menjadi ruang untuk memperoleh pengalaman dan referensi langsung mengenai penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Berbagai aspek pelaksanaan pendidikan di SRT Lhokseumawe menjadi bagian yang diamati sebagai bahan pembelajaran dalam mempersiapkan program serupa di Kabupaten Simeulue.

Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar, mengatakan pendidikan merupakan salah satu sektor penting yang menjadi perhatian Pemerintah Kota Lhokseumawe. Menurutnya, proses pembelajaran harus terus didukung agar peserta didik memperoleh lingkungan pendidikan yang nyaman, layak, dan berkualitas.

“Pemerintah Kota Lhokseumawe akan terus memberikan perhatian terhadap pelaksanaan pendidikan, termasuk memastikan anak-anak mendapatkan kesempatan belajar yang baik dan layak,” ujar Sayuti.

Ia berharap keberadaan Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 dapat memberikan manfaat bagi para siswa, tidak hanya dalam aspek akademik, tetapi juga dalam pembentukan karakter, kedisiplinan, dan kemandirian. Menurutnya, pendidikan harus menjadi fondasi dalam membentuk generasi yang memiliki pengetahuan, karakter kuat, serta kemampuan untuk meraih masa depan yang lebih baik.

“Yang paling penting adalah bagaimana anak-anak kita mendapatkan pendidikan yang baik, memiliki karakter yang kuat, serta mampu meraih masa depan yang lebih baik,” katanya.

Sayuti menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan membutuhkan dukungan bersama antara pemerintah, tenaga pendidik, orang tua, dan seluruh pihak terkait. Kolaborasi tersebut diperlukan agar proses pembelajaran dapat berjalan secara optimal dan kebutuhan peserta didik dapat terpenuhi dengan baik.

Kunjungan Wali Kota Lhokseumawe bersama Bupati Simeulue tersebut sekaligus menjadi bagian dari perhatian pemerintah daerah terhadap penguatan penyelenggaraan pendidikan. Pertukaran pengalaman antardaerah diharapkan dapat memperkaya upaya dalam menghadirkan layanan pendidikan yang semakin baik, sekaligus memastikan anak-anak memperoleh kesempatan untuk tumbuh, berkembang, dan meraih masa depan yang lebih baik. (*)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *