BERITA TERBARU

Perkuat Akuntabilitas dan Tata Kelola Berbasis Kinerja, PNL Evaluasi Capaian IKU Tahun 2026

By On 16:53

kegiatan Evaluasi Capaian Kinerja dan Evaluasi Indikator Kinerja Utama (IKU) Tahun 2026,
Kegiatan Evaluasi Capaian Kinerja dan Evaluasi Indikator Kinerja Utama (IKU) Tahun 2026. Foto: ReportNews/HO
BANDA ACEH, ReportNews.id - Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) terus memperkuat komitmennya dalam membangun tata kelola perguruan tinggi vokasi yang profesional, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada hasil. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Evaluasi Capaian Kinerja dan Evaluasi Indikator Kinerja Utama (IKU) Tahun 2026, yang berlangsung pada 6–8 November 2026 di Kyriad Muraya Hotel, Banda Aceh.

Kegiatan strategis ini diikuti oleh 50 peserta yang terdiri atas unsur manajemen tingkat institusi, pimpinan jurusan, pengelola pusat, Unit Penunjang Akademik (UPA), serta tenaga kependidikan terkait. Forum ini menjadi momentum konsolidasi kelembagaan untuk menelaah capaian kinerja secara komprehensif, mengidentifikasi kesenjangan antara target dan realisasi, sekaligus merumuskan langkah perbaikan yang terukur dan berkelanjutan.

Direktur PNL, Assoc. Prof. Dr. Ir. Rizal Syahyadi, S.T., M.Eng.Sc., IPM., ASEAN Eng., APEC Eng., dalam arahannya menempatkan evaluasi kinerja sebagai instrumen penting untuk memastikan bahwa seluruh kebijakan, program, dan penggunaan sumber daya institusi benar-benar memberikan kontribusi terhadap pencapaian visi dan misi perguruan tinggi.

Dalam materi yang disampaikan, Direktur mengajak seluruh jajaran manajemen merefleksikan dua pertanyaan mendasar, yakni ke mana arah pengembangan PNL dan sejauh mana berbagai program yang telah dilaksanakan mampu menghasilkan capaian nyata. Kedua pertanyaan tersebut menjadi landasan untuk membangun keselarasan antara perencanaan strategis, implementasi program, pengukuran kinerja, dan peningkatan mutu kelembagaan.

“Keberhasilan sebuah institusi tidak cukup diukur dari banyaknya program yang dilaksanakan, tetapi harus tercermin dari kualitas capaian, ketepatan pemanfaatan sumber daya, serta manfaat nyata yang dihasilkan. Evaluasi kinerja harus menjadi ruang refleksi sekaligus pijakan untuk menghadirkan perbaikan yang berkelanjutan,” demikian penekanan yang dirangkum dari substansi arahan Direktur.

Lebih lanjut, Direktur memaparkan empat perspektif utama dalam menilai kemajuan institusi, meliputi kinerja kelembagaan, mutu pendidikan, tata kelola, dan kontribusi institusi kepada masyarakat. Keempat perspektif tersebut dipandang sebagai satu kesatuan yang saling berkaitan dalam membangun perguruan tinggi vokasi yang unggul, inovatif, berakhlak, dan berdaya saing global.

Dalam pemaparannya, Direktur turut menyajikan hasil evaluasi akuntabilitas kinerja PNL Tahun 2026 yang memperoleh predikat A dengan nilai 85,2. Capaian tersebut menjadi modal penting bagi institusi untuk terus memperkuat kualitas perencanaan, pengukuran, pelaporan, dan evaluasi akuntabilitas kinerja internal.

Meskipun demikian, capaian positif tersebut tidak boleh menghadirkan kepuasan yang bersifat administratif semata. Evaluasi perlu diarahkan untuk menemukan ruang peningkatan, terutama pada indikator yang belum mencapai target, efektivitas pelaksanaan program, serta konsistensi antara perencanaan, realisasi anggaran, dan hasil yang diperoleh.

Selain menelaah indikator kinerja utama wajib, pilihan, dan partisipatif, forum ini juga membahas capaian pelaksanaan anggaran satuan kerja, penguatan sistem pelaporan, serta keterkaitan antara program prioritas dan arah pengembangan institusi. Pendekatan tersebut diharapkan mampu membangun budaya kerja yang tidak hanya berorientasi pada kepatuhan prosedural, tetapi juga mengedepankan efektivitas, efisiensi, dan dampak kelembagaan.

Untuk memperkaya perspektif evaluasi, kegiatan menghadirkan dua narasumber dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), yakni Supriati, Auditor Ahli Madya, serta M. Antoni Fauzi, Ketua Tim dan Akuntabilitas pada Biro Perencanaan dan Kerja Sama Kemdiktisaintek.

Kehadiran kedua narasumber memberikan penguatan dari perspektif pengawasan internal, perencanaan, pengukuran, dan akuntabilitas kinerja. Melalui forum ini, peserta memperoleh ruang untuk memperdalam pemahaman mengenai pentingnya keselarasan dokumen perencanaan dengan indikator kinerja, keandalan data dukung, ketepatan pelaporan, serta tindak lanjut hasil evaluasi sebagai bagian dari siklus peningkatan kualitas tata kelola.

Ketua Panitia, Muhammad Iqbal, S.ST., dari Tim Perencanaan PNL, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai forum evaluasi sekaligus penyamaan persepsi seluruh unit kerja dalam memperkuat pelaksanaan manajemen kinerja institusi.

Menurutnya, keterlibatan unsur pimpinan dan pengelola dari berbagai tingkatan organisasi menjadi bagian penting dalam membangun pemahaman bersama mengenai tanggung jawab pencapaian indikator kinerja.

“Evaluasi ini diharapkan menghasilkan pemetaan capaian yang lebih objektif, identifikasi kendala yang lebih sistematis, serta rekomendasi tindak lanjut yang dapat diterjemahkan menjadi langkah konkret pada setiap unit kerja. Dengan demikian, perencanaan dan pelaksanaan program ke depan semakin terarah, terukur, dan akuntabel,” ungkapnya.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa pencapaian IKU bukan semata-mata tanggung jawab unit perencanaan atau pimpinan institusi, melainkan merupakan tanggung jawab kolektif seluruh unsur organisasi. Sinergi antara institusi, jurusan, pusat, UPA, dan tenaga kependidikan menjadi prasyarat penting untuk memastikan setiap indikator dapat diterjemahkan ke dalam program kerja yang relevan dan menghasilkan kontribusi nyata.

Melalui evaluasi yang dilaksanakan secara sistematis, PNL juga berupaya memperkuat integrasi antara pengembangan sumber daya manusia, peningkatan mutu pembelajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, perluasan kemitraan strategis, serta optimalisasi pengelolaan keuangan dan infrastruktur pendidikan.

Bagi PNL, akuntabilitas bukan sekadar kemampuan mempertanggungjawabkan angka dan laporan, melainkan komitmen untuk memastikan bahwa setiap kebijakan, program, dan sumber daya yang dikelola mampu menghadirkan nilai tambah bagi institusi, meningkatkan kualitas pendidikan vokasi, serta memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat dan pembangunan bangsa. (*)

Jubir Pemerintah Aceh Kecam Adu Domba Lewat Isu Hoaks Putusan Final Bendera

By On 15:14

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi,
Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi. Foto: ReportNews/ HO
BANDA ACEH, ReportNews.id - Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, membantah tegas disinformasi yang beredar luas di masyarakat soal bendera Aceh. Informasi bohong itu menyebutkan bahwa Pemerintah Pusat telah menerbitkan putusan final.

“Kabar tersebut tidak berdasar dan menyesatkan. Itu sarat kepentingan pihak tertentu yang ingin memperkeruh suasana politik serta merusak kondusivitas di Aceh,” kata Nurlis di Banda Aceh, Sabtu (7 November 2026).

Nurlis menegaskan, hingga detik ini komunikasi politik antara Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat masih terus berjalan. Koordinasi strategis itu berlangsung secara dinamis dan konstruktif. “Saat ini masih dalam pembahasan. Belum ada putusan final,” kata Nurlis.

Nurlis mengatakan, dalam sepekan terakhir Pemerintah Aceh justru bekerja ekstra keras melakukan lobi dan diskusi intens di tingkat nasional. Komunikasi lintas kementerian itu difokuskan pada penyelesaian tiga isu krusial. Ketiga isu ini menyangkut marwah, hak daerah, dan kesejahteraan masyarakat Aceh.

“Termasuk mengenai bendera, selain itu adalah tentang kelanjutan dana otonomi khusus (otsus), dan lapangan Blang Padang,” kata Nurlis.

Bahkan, Nurlis menambahkan, keseriusan mengawal aspirasi rakyat ini ditunjukkan langsung oleh pimpinan daerah. Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), sudah berjumpa langsung dengan Presiden Prabowo Subianto. Dalam pertemuan itu, Mualem menyampaikan langsung harapan dan posisi Aceh.

Sebelumnya, pada pekan yang sama, Gubernur Mualem dan Wakil Gubernur Fadhlullah (Dek Fadh) juga berdiskusi secara maraton dengan sejumlah menteri di Jakarta. Pertemuan itu turut dihadiri unsur pimpinan dan anggota DPR Aceh.

Nurlis mengatakan, kekompakan eksekutif dan legislatif ini membuktikan adanya kesatuan visi dalam memperjuangkan hak-hak Aceh di pusat. “Dalam pertemuan tingkat tinggi itu, juga dibahas bendera, dana otsus, dan lapangan Blang Padang,” tambah Nurlis.

Di tengah kekompakan pimpinan daerah tersebut, Nurlis sangat menyayangkan munculnya manuver dari oknum tidak bertanggung jawab. Ia mengecam keras pihak yang sengaja mengembuskan isu bohong terkait putusan bendera.

“Langkah manipulatif tersebut adalah upaya sistematis untuk memprovokasi keadaan. Tujuannya memecah belah persatuan rakyat, serta mengadu domba masyarakat dengan pemerintah,” kata Nurlis.

Menurut Nurlis, adalah sangat tidak baik memutar isu yang di dalamnya memiliki semangat mengadu domba. Kata Nurlis, menyebarkan informasi palsu saat negosiasi krusial sedang berlangsung merupakan bentuk pengkhianatan. Hal itu mencederai ikhtiar bersama dalam merawat perdamaian dan memperjuangkan kesejahteraan Aceh.

“Di saat Pemerintah Aceh dan DPR Aceh sedang memperjuangkan bendera, dana otsus, dan lapangan Blang Padang, justru muncul orang tak bertanggung jawab melemparkan isu yang kontraproduktif. Itu tidak baik,” kecam Nurlis dengan nada tegas.

Menurut Nurlis, pihak-pihak yang sengaja melempar bola liar ini tidak menginginkan adanya titik temu yang harmonis antara Aceh dan Pemerintah Pusat. “Upaya adu domba tersebut sengaja dirancang untuk memancing kegaduhan publik,”katanya.

Karena itu, kata Nurlis, Pemerintah Aceh menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat, ulama, tokoh adat, pemuda, dan mahasiswa agar tidak mudah terprovokasi. Masyarakat diminta mewaspadai narasi-narasi liar yang beredar di media sosial maupun ruang publik.

Masyarakat juga diharapkan kritis dalam menyaring informasi. Nurlis mengajak semua pihak memberikan kepercayaan penuh kepada kepemimpinan Gubernur Muzakir Manaf, Wakil Gubernur Fadhlullah, serta DPR Aceh.

“Saat ini, pimpinan daerah sedang berjuang secara konstitusional dan bermartabat demi kepentingan seluruh rakyat Aceh,” katanya. (*)


- Jurnalis Armia Jamil -

Audiensi dengan Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol, Pertamina Patra Niaga Sumbagut Perkuat Kolaborasi Jamin Ketersediaan BBM dan LPG

By On 15:00

Pertamina Patra Niaga Sumbagut Audiensi dengan Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol, Perkuat Sinergi Jamin Penyaluran Energi di Sumatera Barat
Pertamina Patra Niaga Sumbagut Audiensi dengan Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol. Foto: ReportNews/HO
PADANG, ReportNews.id – Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) terus memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung ketahanan energi dan kelancaran distribusi BBM serta LPG kepada masyarakat, Jumat (6/1/2026). Salah satu langkah tersebut diwujudkan melalui audiensi bersama Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XX/Tuanku Imam Bonjol, Mayor Jenderal TNI Arief Gajah Mada, S.E., M.M., di Padang, Sumatera Barat.

Audiensi yang dipimpin langsung oleh Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fanda Chrismianto, bersama jajaran manajemen ini menjadi momentum untuk mempererat hubungan kelembagaan sekaligus memperkuat komunikasi dengan jajaran TNI, khususnya dalam mendukung keandalan penyaluran energi di wilayah Sumatera Barat.

Dalam pertemuan tersebut, Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol, Mayor Jenderal TNI Arief Gajah Mada, menyambut baik kunjungan jajaran manajemen Pertamina Patra Niaga. Pertemuan ini juga menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi antarlembaga dalam mendukung stabilitas wilayah serta kelancaran pemenuhan kebutuhan energi masyarakat.

Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fanda Chrismianto, menyampaikan bahwa dukungan dan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk TNI, memiliki peran penting dalam memastikan operasional dan distribusi energi dapat berjalan dengan baik, terutama di tengah tantangan geografis dan dinamika kebutuhan energi di lapangan.

“Menjaga kelancaran distribusi energi membutuhkan koordinasi dan dukungan dari berbagai pihak. Melalui hubungan baik yang terus kami bangun dengan Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol, kami berharap kolaborasi ini dapat semakin memperkuat kesiapan operasional Pertamina Patra Niaga dalam memastikan kebutuhan BBM dan LPG masyarakat tetap terpenuhi,” ujar Fanda.

Lebih lanjut, Fanda menegaskan bahwa Pertamina Patra Niaga terus mengedepankan langkah antisipatif dan komunikasi yang berkelanjutan dengan para pemangku kepentingan. Hal ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menjaga keandalan pasokan, sekaligus memastikan pelayanan energi kepada masyarakat tetap berjalan optimal dalam berbagai kondisi.

Melalui pertemuan ini, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut berharap hubungan baik dengan Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol dapat terus diperkuat sebagai bagian dari kolaborasi lintas sektor untuk mendukung ketahanan energi dan pelayanan kepada masyarakat, khususnya di Sumatera Barat. (*)

Subuh Keliling di Kuta Blang, Kapolres Lhokseumawe: Perkuat Iman dan Jihad Bersama Lawan Narkoba

By On 11:43

Subuh Keliling di Kuta Blang, Kapolres Lhokseumawe: Perkuat Iman dan Jihad Bersama Lawan Narkoba
Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr. Ahzan, Menyampaikan Tausiyah Usai Salat Subuh Berjamaah di Masjid Baitul Huda, Gampong Kuta Blang, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Sabtu (7/11/2026).
LHOKSEUMAWE, ReportNews.id – Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr. Ahzan, mengajak masyarakat untuk memperkuat keimanan, menjaga keluarga, serta bersama-sama memerangi peredaran narkotika melalui gerakan Subuh berjamaah. Ajakan tersebut disampaikan saat melaksanakan Program Prioritas Kapolri, Subuh Keliling, di Masjid Baitul Huda, Gampong Kuta Blang, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Sabtu (7/11/2026).

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 04.30 WIB tersebut diawali dengan salat Subuh berjamaah. Kapolres hadir bersama Wakapolres Kompol Iswahyudi, para pejabat utama dan personel Polres Lhokseumawe. Turut hadir imam masjid, pengurus BKM, tokoh agama, perangkat gampong, serta jamaah dari komunitas Syiar Muhabbah Subuh dan Gerakan Pemuda Subuh Kota Lhokseumawe.

Kehadiran jajaran kepolisian disambut hangat oleh pengurus Masjid Baitul Huda. Dalam sambutannya, perwakilan pengurus masjid menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kapolres dan jajarannya yang telah melaksanakan ibadah bersama masyarakat. Ia berharap kegiatan tersebut menjadi penyemangat bagi warga untuk kembali meramaikan masjid, sekaligus mengajak siapa pun yang pernah terjerumus dalam perbuatan melanggar hukum agar kembali ke jalan Allah SWT.

Sementara, Kapolres Lhokseumawe dalam tausiah kamtibmasnya mengungkapkan bahwa dalam satu bulan terakhir terdapat empat warga Gampong Kuta Blang yang berurusan dengan Polres Lhokseumawe terkait kasus narkotika. Kondisi ini, menurutnya, harus menjadi perhatian dan pembelajaran bersama agar tidak ada lagi keluarga, saudara maupun generasi muda yang terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.

Kapolres mengingatkan bahwa menjaga keluarga dari pengaruh buruk lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Ia mengutip pesan dalam Al-Qur'an Surah At-Tahrim ayat 6 tentang perintah menjaga diri dan keluarga dari api neraka. Menurutnya, memperkuat ketakwaan, menjaga ibadah dan membiasakan salat berjamaah merupakan bagian penting dalam membentengi diri dari perbuatan keji dan mungkar.

"Jangan sampai kehidupan dunia membuat kita lalai terhadap kewajiban kepada Allah SWT. Mari persiapkan diri dengan memperkuat iman dan ketakwaan. Jaga keluarga, anak-anak dan lingkungan kita agar tidak terjerumus dalam narkotika maupun perbuatan yang melanggar hukum," pesan Kapolres.

Ia juga mengajak seluruh jamaah untuk bersama-sama berjihad melawan peredaran narkoba. Menurutnya, pemberantasan narkotika tidak cukup hanya mengandalkan kepolisian, tetapi membutuhkan kepedulian, keberanian dan dukungan seluruh lapisan masyarakat.

Lebih lanjut, Kapolres menegaskan bahwa Program Subuh Keliling akan terus dilaksanakan secara bergilir dengan menyambangi masjid-masjid di wilayah hukum Polres Lhokseumawe setiap pekan. Program tersebut bukan hanya menjadi sarana ibadah, tetapi juga ruang silaturahmi, komunikasi dan penyampaian pesan kamtibmas secara langsung kepada masyarakat.

Kapolres turut mengingatkan jamaah agar menjauhi sifat iri, dengki dan egoisme, mempererat persaudaraan serta senantiasa bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT dengan menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya.

Melalui kegiatan ini, Polres Lhokseumawe berharap semakin tumbuh kesadaran masyarakat untuk memakmurkan masjid, menjaga keharmonisan lingkungan dan bersama-sama menciptakan situasi kamtibmas yang aman serta kondusif. (*)

Warga Gampong Alue Tho Dikejutkan Penemuan Jenazah Petani di Kebun Sawit

By On 09:30

Warga Gampong Alue Tho Dikejutkan Penemuan Jenazah Petani di Kebun Sawit
Polisi Memasang Garis Polisi di Lokasi Penemuan Jenazah. Foto: ReportNews/HO
LHOKSUKON, ReportNews.id – Warga Gampong Alue Tho, Kecamatan Matangkuli, Kabupaten Aceh Utara, dikejutkan dengan penemuan seorang pria lanjut usia yang meninggal dunia di sebuah gubuk kebun sawit, Jumat (6/11/2026) sekitar pukul 15.30 WIB.

Korban diketahui bernama Basyaruddin bin Ismail (67), seorang petani asal Gampong Rayeuk Kuta, Kecamatan Matangkuli. Jenazah ditemukan di sebuah gubuk kebun sawit milik warga di pinggir jalan penghubung Gampong Alue Tho menuju Gampong Ceubrek Pirak.

Kapolres Aceh Utara AKBP Trie Aprianto, S.H., M.H., melalui Kapolsek Matangkuli Iptu Aulia Iskandar menjelaskan, penemuan tersebut bermula ketika seorang warga bernama Aminah (63) melintas di sekitar gubuk yang biasa ditempati korban. Saat itu, saksi melihat banyak lalat mengerumuni bagian gubuk sehingga menimbulkan kecurigaan.

Merasa ada sesuatu yang tidak beres, Aminah kemudian memberitahukan temuannya kepada M. Yusuf (69), warga setempat. Informasi tersebut selanjutnya diteruskan kepada Sulaiman (50), adik kandung korban.

Setelah bersama-sama mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi korban, mereka mendapati Basyaruddin sudah meninggal dunia dalam posisi terlentang di dalam gubuk. Kejadian itu kemudian dilaporkan kepada perangkat gampong dan diteruskan ke Polsek Matangkuli.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kapolsek Matangkuli bersama Kanit Reskrim, Kanit Intel dan personel langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan, mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), serta memasang garis polisi. Petugas juga berkoordinasi dengan tim Inafis Polres Aceh Utara untuk penanganan lebih lanjut.

Berdasarkan keterangan keluarga dan warga setempat, korban diketahui memiliki riwayat penyakit jantung dan paru-paru. Dari pemeriksaan awal terhadap kondisi tubuh korban, petugas tidak menemukan tanda-tanda kekerasan.

Pihak keluarga juga menyatakan tidak bersedia dilakukan visum terhadap jenazah dan telah menandatangani surat pernyataan penolakan visum.

Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi menggunakan mobil BPBD Aceh Utara untuk dibawa ke rumah kediaman anak kandungnya di Gampong Mesjid Pirak, Kecamatan Matangkuli, guna disemayamkan.

Kapolsek Matangkuli menyampaikan bahwa penanganan di lokasi telah dilakukan sesuai prosedur, termasuk pengamanan TKP dan koordinasi dengan pihak terkait.

Polsek Matangkuli mengimbau masyarakat agar tetap peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar dan segera melaporkan kepada perangkat gampong maupun pihak kepolisian apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan atau membutuhkan penanganan. Pihaknya juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta memastikan setiap informasi terkait peristiwa tersebut ditangani secara profesional dan sesuai prosedur yang berlaku. (*)

Tekan Kebisingan, Polres Lhokseumawe Tertibkan 1.175 Knalpot Brong Selama Tiga Bulan Terakhir

By On 17:16

Pemusnahan Knalpot Brong
Pemusnahan Knalpot Brong di Polres Lhokseumawe, Jumat (6/1/2026). Foto: ReportNews/HO
LHOKSEUMAWE, ReportNews.id – Polres Lhokseumawe melalui Satuan Lalu Lintas terus berkomitmen menciptakan keamanan, ketertiban, dan kenyamanan masyarakat di jalan raya. Selama periode Agustus hingga Oktober 2026, sebanyak 1.175 unit knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis (knalpot brong) berhasil ditertibkan. Selain itu, enam unit sepeda motor tanpa dokumen kendaraan turut diamankan.

Penertiban tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam menekan penggunaan knalpot bising yang selama ini dikeluhkan masyarakat karena mengganggu ketenangan dan kenyamanan lingkungan, khususnya pada malam hari.

Kepada awak media pada Jumat (6/11/2026) siang, Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr. Ahzan, S.H., S.I.K., M.S.M., M.H., dalam konferensi pers di Gedung Serbaguna Polres Lhokseumawe menyampaikan bahwa penindakan dilakukan secara berkelanjutan sebagai bentuk komitmen kepolisian dalam menegakkan aturan lalu lintas sekaligus menjawab keresahan masyarakat.

“Selama tiga bulan terakhir, kami telah menertibkan sebanyak 1.175 unit knalpot brong. Selain itu, enam unit sepeda motor yang tidak dilengkapi dokumen kendaraan juga telah diamankan,” ujar Kapolres.

Kapolres menjelaskan, sebagian besar kendaraan yang diamankan telah dikembalikan kepada pemiliknya setelah melengkapi dokumen kendaraan dan mengganti knalpot tidak standar dengan knalpot sesuai spesifikasi pabrikan. Sementara enam unit sepeda motor tanpa dokumen hingga saat ini belum diambil oleh pemiliknya meskipun pihak kepolisian telah memberikan waktu sekitar tiga bulan untuk menunjukkan bukti kepemilikan yang sah.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres juga menjelaskan bahwa penertiban knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan tentang lalu lintas dan angkutan jalan serta aturan mengenai ambang batas kebisingan kendaraan bermotor.

Sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat, petugas Satlantas turut memperagakan penggunaan alat pengukur tingkat kebisingan atau sound level meter. Pengukuran tersebut bertujuan memberikan pemahaman bahwa kebisingan kendaraan memiliki batas maksimal sesuai kapasitas mesin, yakni 77 desibel untuk sepeda motor di bawah 80 cc, 80 desibel untuk kapasitas 80–175 cc, dan 83 desibel untuk kapasitas di atas 175 cc.

Kapolres mengimbau seluruh masyarakat agar menggunakan knalpot sesuai standar teknis dan spesifikasi pabrikan. Imbauan juga disampaikan kepada pemilik bengkel dan toko suku cadang agar tidak memperjualbelikan knalpot yang tidak sesuai ketentuan untuk penggunaan di jalan raya.

“Ketertiban berlalu lintas bukan hanya tanggung jawab kepolisian, tetapi membutuhkan kesadaran dan kepedulian seluruh masyarakat. Kami mengajak para pengguna kendaraan untuk tidak menggunakan knalpot brong karena kebisingannya dapat mengganggu kenyamanan dan ketenangan warga lainnya,” tegas Kapolres.

Sebagai tindak lanjut penegakan aturan, sebanyak 1.175 knalpot brong hasil penertiban tersebut akan dimusnahkan dengan cara dipotong menggunakan mesin gerinda.

Kegiatan konferensi pers tersebut turut dihadiri Dandim 0103/Aceh Utara Letkol Inf. Faisal, Asisten I Setdako Lhokseumawe Mirdha Ihsan, Kasat Lantas Polres Lhokseumawe AKP Irfan Firdaus, Kepala Dinas Perhubungan Kota Lhokseumawe Rudi Hidayat, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Lhokseumawe Fauzi, serta perwakilan Jasa Raharja Lhokseumawe.

Penertiban ini merupakan hasil sinergi Polres Lhokseumawe bersama Kodim 0103/Aceh Utara, Pemerintah Kota Lhokseumawe, dan Dinas Perhubungan Kota Lhokseumawe dalam mendukung terciptanya keselamatan berlalu lintas.

Melalui langkah tegas yang disertai edukasi dan sinergi lintas instansi, Polres Lhokseumawe berharap kesadaran masyarakat untuk mematuhi aturan lalu lintas semakin meningkat, sehingga terwujud situasi Kamseltibcarlantas yang aman, tertib, dan kondusif. (*)

Pertamina Patra Niaga Bantu Pemulihan Warga Terdampak Bencana di Gayo Lues

By On 15:06

Pertamina Patra Niaga Bantu Pemulihan Warga Terdampak Bencana di Gayo Lues
Pertamina Patra Niaga Salurkan Bantuan Pemulihan Masyarakat Terdampak Bencana Banjir Bandang dan Angin Puting Beliung di Gayo Lues. Foto: ReportNews/HO
GAYO LUES, ReportNews.id – Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) gerak cepat menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk pemulihan pasca bencana kepada warga yang terdampak banjir bandang dan angin puting beliung di Kabupaten Gayo Lues, Jumat (6/11/2026). Aksi tanggap darurat ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat di sekitar wilayah operasional, menyusul terjadinya banjir bandang dan angin puting beliung pada akhir pekan lalu yang mengganggu aktivitas dan merusak permukiman warga.

Banjir bandang dan angin puting beliung pekan lalu (29/10) melanda beberapa titik di Kabupaten Gayo Lues. Banjir dilaporkan terjadi di Kecamatan Dabun Gelang dan Kecamatan Blangkejeren, sementara angin puting beliung melanda Desa Sangir dan Desa Pangur di Kecamatan Dabun Gelang. Di kawasan Desa Badak, tanggul sungai dilaporkan jebol dan mengalami kerusakan parah sehingga menyebabkan air meluap dan menggenangi permukiman warga. Ketinggian air di sejumlah titik dilaporkan mencapai sekitar setinggi lutut orang dewasa.

Sebagai bentuk respons cepat bantu proses pemulihan, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menyalurkan paket bantuan sembako, kebutuhan ibu dan anak, dan _hygiene kit_. Bertempat di Posko Desa Badak Kecamatan Dabun Gelang, bantuan disalurkan bersama pemerintah daerah setempat untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama masa pemulihan pasca bencana. Diantaranya turut hadir Camat Dabun Gelang, Kabid PK BPBD Kabupaten Gayo Lues, Pj Geucik Desa Badak Kecamatan Dabun Kabupaten Gayo Lues, dan Babinsa Desa Badak Kecamatan Dabun Kabupaten Gayo Lues.

"Kami sangat berterima kasih atas segala bantuan dari Pertamina, adanya bantuan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat kami. Terutama sembako, seperti beras, kami sangat membutuhkan karena di kampung kami ini dengan adanya beras kami bisa sedikit tenang karena persawahan kami sudah digenang banjir, tertimbun pasir-pasir. Kami sangat bersyukur dengan adanya bantuan ini. Alhamdulillah kami ucapkan kepada Pertamina Peduli, kami sangat bersyukur dan terima kasih," ujar Matsyah, Pj Geucik Desa Badak.

Penyaluran ini disambut haru dan apresiasi mendalam dari warga setempat. Para penerima bantuan menyampaikan terima kasih atas kepedulian Pertamina yang bergerak cepat menyapa mereka di masa sulit. Warga berharap bantuan ini dapat meringankan beban harian serta berharap proses pemulihan berjalan lancar.

Terpisah, Fahrougi Andriani Sumampouw selaku Area Manager Communication, Relations & CSR Sumbagut Pertamina Patra Niaga menegaskan bahwa Pertamina tidak hanya berfokus pada distribusi energi, tetapi juga menjalankan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan kepada masyarakat.

“Melalui aksi tanggap bencana ini, Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat. Kami berharap bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban warga terdampak sekaligus memperkuat sinergi dan hubungan baik antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat. Pertamina hadir tidak hanya sebagai penyedia energi nasional, tetapi juga sebagai mitra sosial yang peduli terhadap kondisi masyarakat dan lingkungan sekitar,” tutup Fahrougi. (*)

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Perkuat Sinergi dengan BIN Daerah Sumatera Barat

By On 14:51

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Perkuat Sinergi dengan BIN Daerah Sumatera Barat
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Perkuat Sinergi dengan BIN Daerah Sumatera Barat. Foto ReportNews/HO
PADANG, ReportNews.id - PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) melaksanakan audiensi dan silaturahmi dengan Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) Sumatera Barat, Achmad Dailimy, S.E., M.M. pada Kamis (5/10). Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan kelembagaan serta memperkuat kolaborasi dalam mendukung ketahanan energi dan kelancaran distribusi BBM maupun LPG bagi masyarakat, khususnya di wilayah Sumatera Barat.

Dalam pertemuan tersebut, Kepala BIN Daerah Sumatera Barat, Achmad Dailimy, menyambut baik kunjungan jajaran manajemen Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut. Audiensi ini turut menjadi ruang komunikasi dalam memperkuat koordinasi antarlembaga, khususnya untuk mendukung stabilitas daerah dan keberlanjutan pelayanan energi kepada masyarakat.

Executive General Manager (EGM) Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fanda Chrismianto, menyampaikan bahwa audiensi ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus membangun hubungan yang harmonis dan kolaboratif dengan berbagai pemangku kepentingan strategis.

“Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat koordinasi dan komunikasi antara Pertamina dengan BIN Daerah Sumatera Barat. Kami berharap sinergi yang terjalin dapat mendukung kelancaran operasional dan distribusi energi, sehingga kebutuhan BBM dan LPG masyarakat dapat terpenuhi dengan baik, aman, dan sesuai ketentuan,” ujar Fanda.

Lebih lanjut, Fanda menegaskan bahwa Pertamina Patra Niaga terus mengedepankan komunikasi dan kolaborasi lintas sektoral sebagai bagian dari langkah antisipatif dalam menghadapi berbagai dinamika dan tantangan distribusi energi, khususnya di wilayah Sumatera Barat.

Melalui koordinasi yang baik dengan seluruh pemangku kepentingan, Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk terus menjaga keandalan pasokan serta memastikan penyaluran energi kepada masyarakat berjalan secara optimal.

Audiensi ini diharapkan semakin mempererat hubungan kelembagaan antara Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut dan BIN Daerah Sumatera Barat, sekaligus memperkuat dukungan bersama dalam menciptakan situasi yang kondusif bagi kelancaran distribusi energi dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Informasi mengenai seluruh layanan dan produk Pertamina dapat diakses melalui website mypertamina.id, media sosial Instagram @pertamina_sumbagut serta Pertamina Contact Center (PCC) 135. (*)

Pertamina Patra Niaga Sumbagut Resmikan Cadiak Pandai Goes to School di Padang Pariaman, Ubah Sampah Jadi Peluang

By On 12:05

Pertamina Patra Niaga Sumbagut Resmikan Cadiak Pandai Goes to School di Padang Pariaman, Ubah Sampah Jadi Peluang
Pertamina Patra Niaga Sumbagut Resmikan Cadiak Pandai Goes to School di Padang Pariaman. Foto: ReportNews/HO
PADANG PARIAMAN, ReportNews.id - Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) melalui Aviation Fuel Terminal Minangkabau tegaskan komitmennya dalam pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan. Komitmen ini salah satunya dibuktikan melalui peresmian program Cadiak Pandai Goes to School, sekaligus memperingati Hari Inovasi Indonesia. Melalui program ini, Pertamina bekerjasama dengan PKBI Sumatera Barat inisiasi kegiatan pengelolaan sampah di lingkungan sekolah yang merupakan bagian penting dari upaya menciptakan lingkungan belajar yang bersih, sehat, dan nyaman.

Bertempat di SMP Negeri 1 Ulakan Tapakis, kegiatan peresmian turut dihadiri oleh Asisten 1 Pemerintah Daerah Kabupaten Padang Pariaman, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kab Padang Pariaman, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Padang Pariaman, Camat Ulakan Tapakis, Kepala SMP 1 Ulakan Tapakis, Direktur Eksekutif PKBI Sumatera Barat, Wali Nagari dan Wali Koring Lingkup Nagari Ulakan, Niniak Mamak, Tokoh Masyarakat, Alim Ulama, Cadiak Pandai, Kelompok Mitra, dan juga siswa siswi Negeri 1 Ulakan.

Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman mengapresiasi kegiatan lingkungan dan kesehatan yang dilaksanakan Pertamina di SMP Negeri 1 Ulakan Tapakis. "Program ini sangat bagus sekali. Sampah sudah menjadi permasalahan semua pihak. Pembelajaran dari dini melalui lingkungan sekolah akan sangat membantu membiasakan anak-anak kita untuk dapat menjaga lingkungan diantaranya melalui pengelolaan sampah dan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Harapan kami, program percontohan ini dapat direplikasikan ke sekolah lainnya di Kabupaten Padang Pariaman," ujar Asisten 1 Pemerintah Daerah Kabupaten Padang Pariaman, Rudi Rahmat sekaligus membuka pelaksanaan kegiatan.

Selanjutnya, Pertamina Patra Niaga sebagaimana disampaikan melalui Area Manager Comm., Rel & CSR Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menyampaikan program Cadiak Pandai Goes to School sudah berjalan sejak Agustus lalu dan merupakan pengembangan dari program Si Cadiak sebagai sistem informasi cerdas kelola limbah yang sudah berjalan selama empat tahun.

"Kita tidak ingin anak-anak hanya mengetahui bahwa sampah harus dibuang pada tempatnya. Lebih dari itu, kita ingin mereka memahami bagaimana mengurangi dan memilah sampah umtuk kemudian mengubah barang bekas menjadi sesuatu yang bermanfaat dan bernilai. Bagi kami, inilah makna dari Cadiak Pandai. Menjadi cadiak bukan sekadar pintar secara akademis, tetapi juga cerdas dalam berpikir, bijak dalam bertindak, kreatif dalam mencari solusi, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan serta sesama," ujar Fahrougi.

Dengan mengusung tema "Ubah Sampah Menjadi Peluang melalui Inovasi dan Kreativitas”, melalui Program Cadiak Pandai Goes to School, Pertamina bersama PKBI Sumatera Barat dan SMP Negeri 1 Ulakan Tapakis berupaya menghadirkan pendidikan lingkungan yang tidak hanya berhenti pada teori, tetapi diwujudkan melalui pembelajaran, praktik, dan pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

Fahrougi menambahkan, kegiatan puncak peresmian Cadiak Pandai Goes to School yakni dengan dilaksanakannya pengukuhan Satuan Tugas Lingkungan Sekolah yang sekaligus menjadi ruang apresiasi bagi siswa untuk menampilkan hasil pembelajaran yang telah berjalan. "Hari ini kita juga akan melaksanakan peresmian bank sampah dan kebun gizi sebagai sarana untuk melanjutkan pembelajaran dan praktik lingkungan di sekolah. Sebagai rangkaian program pada hari ini, kita akan melaksanakan aksi bersih lingkungan sekolah, pemilahan dan penimbangan sampah, lomba peragaan busana berbahan bekas, serta pameran karya inovasi pengolahan sampah antar kelas", terangnya.

Melalui Program TJSL Cadiak Pandai Goes to School, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut melalui Aviation Fuel Terminal Minangkabau terus mendorong lahirnya inovasi dalam pengelolaan lingkungan dan juga penerapan PHBS. Program ini berkontribusi terhadap pencapaian SDGs 4 Pendidikan Berkualitas, SDGs 12 Konsumsi dan Produksi Bertanggung Jawab, SDGs 14 Ekosistem Daratan, dan SDGs 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Semoga program Cadiak Pandai Goes to School dapat terus tumbuh, berkembang, dan menjadi gerakan bersama dalam membangun generasi yang cerdas, kreatif, sehat, dan peduli lingkungan. (*)




9 Tersangka Diamankan, Polres Lhokseumawe Sita 40 Kg Ganja, 216 Gram Sabu dan 41 Vape

By On 02:00

Polres Lhokseumawe Sita 40 Kg Ganja, 216 Gram Sabu dan 41 Vape
Polres Lhokseumawe Sita 40 Kg Ganja, 216 Gram Sabu dan 41 Vape. Foto: ReportNews.id/HO 
LHOKSEUMAWE, ReportNews.id – Polres Lhokseumawe terus menggencarkan pemberantasan peredaran gelap narkotika. Dalam kurun waktu 9 Oktober hingga 4 November 2026, jajaran Satresnarkoba berhasil mengungkap enam kasus narkotika dengan mengamankan sembilan tersangka serta menyita barang bukti berupa ganja, sabu, dan vape yang diduga mengandung zat narkotika.

Keberhasilan pengungkapan kasus tersebut disampaikan Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr. Ahzan., S.H., S.I.K., M.S.M.,.M.H didampingi Wakapolres Lhokseumawe Kompol Iswahyudi, S.H., CPHR, CBA dan Kasat Narkoba IPTU Arizal S.H saat konfrensi pers bersama awak media di Mapolres Lhokseumawe, kamis (5/11/2026) siang.

Kepada awak media, Kapolres Lhokseumawe menyampaikan, dari enam kasus tersebut, polisi mengungkap dua kasus ganja dengan barang bukti total 40.312,128 gram atau sekitar 40,3 kilogram ganja kering. Selain itu, tiga kasus sabu dengan barang bukti 216,18 gram serta satu kasus vape sebanyak 41 unit turut berhasil diungkap.

Pengungkapan tersebut tersebar di sejumlah lokasi, yakni Kecamatan Banda Sakti dan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, serta Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara. Dari keseluruhan pengungkapan, petugas mengamankan sembilan tersangka yang terdiri dari delapan laki-laki dan satu perempuan.

Tidak hanya mengungkap jaringan peredaran narkotika, Polres Lhokseumawe juga berhasil menemukan sejumlah lokasi yang diduga menjadi ladang ganja di wilayah Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara. Pada 27 Oktober 2026, petugas menemukan ladang ganja seluas 18 hektare di Desa Teupin Rusep dan mengamankan tiga orang tersangka yang masih menjalani pemeriksaan terkait keterlibatan mereka.

Selanjutnya, pada 30 hingga 31 Oktober 2026, petugas kembali mengungkap tiga titik lokasi ladang ganja di kawasan Dusun Alue Garot, Dusun Alue Ie Mudek, dan Desa Teupin Rusep, Kecamatan Sawang, dengan total luas sekitar 25 hektare. Dalam pengungkapan tersebut, identitas pihak yang terlibat masih dalam penyelidikan.

AKBP Dr. Ahzan menegaskan bahwa pengungkapan enam kasus narkotika dan penemuan sejumlah ladang ganja tersebut merupakan bentuk komitmen Polres Lhokseumawe dalam memberantas peredaran gelap narkoba yang menjadi ancaman serius bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

“Polres Lhokseumawe tidak akan memberikan ruang bagi para pelaku yang merusak generasi bangsa melalui peredaran narkotika. Namun, pemberantasan narkoba bukan hanya tugas Kepolisian, melainkan membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat,” tegas Kapolres.

Kapolres juga mengajak masyarakat untuk berani memberikan informasi kepada pihak Kepolisian apabila mengetahui adanya aktivitas penyalahgunaan maupun peredaran narkotika di lingkungan masing-masing.

Penegakan hukum, kata Kapolres, akan terus dilakukan secara tegas, profesional, dan sesuai ketentuan perundang-undangan, disertai langkah pencegahan serta edukasi kepada masyarakat.

Polres Lhokseumawe menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dari narkotika. (*)

Wagub Aceh Bersama Kapolda Jenguk Korban Insiden Bendera di Pidie, Dengarkan Aspirasi Keluarga

By On 01:16

Wagub Aceh Bersama Kapolda Jenguk Korban Insiden Bendera di Pidie, Dengarkan Aspirasi Keluarga
Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menjenguk korban insiden pengibaran dan penertiban Bendera Bulan Bintang di Kabupaten Pidie, Kamis (5/11/2026). Foto: Humas Setda Aceh
PIDIE, ReportNews.id – Wakil Gubernur Aceh, H. Fadhlullah, S.E., bersama Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan, menjenguk para korban insiden pengibaran dan penertiban bendera Bulan Bintang di Kabupaten Pidie, Kamis (5/11/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Wagub dan Kapolda turut didampingi Komandan Korem 011/Lilawangsa Kolonel Inf. Teuku Mustafa Kamal, Anggota DPRA Khairil Syahrial dari Fraksi Gerindra, Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M., Dirintelkam Polda Aceh, Kombes Pol Said Anna Fauza, S.I.K., M.M., M.H., Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, serta Karo Administrasi Pimpinan Setda Aceh Akkar Arafat, S.STP., M.Si.

Kunjungan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan perhatian Pemerintah Aceh terhadap masyarakat yang menjadi korban dalam peristiwa di Gampong Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie.

Pada kesempatan itu, Wagub Fadhlullah bersama Kapolda Aceh menyempatkan diri berdialog langsung dengan para korban dan keluarga. Mereka mendengarkan berbagai keluh kesah, masukan, serta aspirasi masyarakat terkait peristiwa yang terjadi.

Wagub memberikan perhatian terhadap kondisi para korban dan keluarga yang terdampak. Dialog tersebut juga menjadi kesempatan bagi pemerintah dan unsur terkait untuk mendengar langsung kebutuhan serta harapan masyarakat.

Selain menjenguk dan memberikan dukungan moril, Wagub Aceh juga menyerahkan bantuan kepada para korban sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Aceh. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban para masyarakat yang menjadi korban.

Melalui kunjungan ini, Pemerintah Aceh berharap seluruh korban mendapatkan perhatian dan penanganan yang baik. Pemerintah juga mengajak semua pihak untuk mengedepankan komunikasi, menjaga ketenangan, serta tidak memperkeruh suasana.

Wagub bersama Kapolda dan unsur Forkopimda menegaskan pentingnya menjaga persatuan, keamanan, dan perdamaian Aceh agar situasi tetap kondusif serta hubungan antara masyarakat dan seluruh unsur pemerintahan tetap terjaga. (*)

Mualem-Dek Fadh Berduka atas Meninggalnya Warga Pidie dalam Insiden Pengibaran Bendera

By On 20:11

Mualem-Dek Fadh Berduka atas Meninggalnya Warga Pidie dalam Insiden Pengibaran Bendera
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), dan Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah (Dek Fadh). Foto: Humas Setda Aceh
BANDA ACEH, ReportNews.id - Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), dan Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah (Dek Fadh) menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden tragis yang terjadi pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Gampong Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie.

Peristiwa yang dipicu oleh pengibaran Bendera Bintang Bulan tersebut berujung pada jatuhnya korban jiwa. Seorang warga setempat dilaporkan meninggal dunia pada Rabu (4/11/2026) sore setelah terkena tembakan dalam ketegangan yang terjadi di lokasi.

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, mengatakan Gubernur Mualem dan Wagub Dek Fadh menginginkan persoalan ini ditangani dengan baik. “Tentu penanganan secara hukum. Ada korban jiwa dari masyarakat sipil, ada korban yang terluka juga dari masyarakat sipil,” kata Nurlis di Banda Aceh, Kamis (5/11/2026).

“Prinsip utamanya adalah tetap dalam koridor perdamaian, dan penegakan hukum yang seadil-adilnya. Jangan sampai melukai hati rakyat.”

Nurlis menjelaskan, Gubernur Mualem sudah mengetahui hal ini. “Beliau menyampaikan keprihatinan dan duka yang mendalam,” kata Nurlis. Begitu juga dengan Wagub Dek Fadh, yang mendapat kabar saat mendampingi Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra di Banda Aceh.

"Saya sangat sedih dan prihatin saat mendengar kejadian ini. Atas nama keluarga dan Pemerintah Aceh, saya menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban yang meninggal dunia dalam peristiwa di Pidie," kata Dek Fadh dalam keterangan di Banda Aceh, Kamis (5/11/2026).

"Kita tentu sangat berduka. Tidak ada keluarga yang ingin kehilangan orang yang dicintainya, terlebih dalam suasana yang seharusnya dipenuhi kebersamaan dan nilai-nilai keagamaan," lanjut Dek Fadh.

Karena itu, Dek Fadh mengimbau seluruh pihak untuk menahan diri dan tidak menggunakan cara-cara kekerasan dalam menghadapi masyarakat. Ia menekankan bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi perhatian bersama.

"Yang paling utama adalah keselamatan rakyat. Kita tidak ingin ada lagi masyarakat yang terluka, apalagi kehilangan nyawa. Saya berharap seluruh pihak dapat menahan diri, mengedepankan dialog, dan tidak membiarkan persoalan ini berkembang menjadi konflik yang lebih besar," ucap dia.

Ia kembali menegaskan bahwa pentingnya menyelesaikan polemik terkait bendera ini secara bermartabat dan kepala dingin, tanpa harus mengorbankan nyawa warga sipil.

"Persoalan apa pun hendaknya diselesaikan dengan kepala dingin. Kita harus menjaga Aceh agar tetap damai. Jangan sampai perbedaan pandangan justru mengorbankan nyawa dan merusak persaudaraan di antara sesama masyarakat Aceh," kata Dek Fadh. (*)

Penembakan Saat Maulid di Pidie, Tarmizi Age Minta Presiden dan Pimpinan Aceh Turun Tangan

By On 19:55

Tarmizi Age, akrab disapa Almukarram, Eks GAM Denmark
Tarmizi Age (Almukarram), Eks GAM Denmark. Foto: Ist
BANDA ACEH, ReportNews.id - Tragedi berdarah yang terjadi di Pulo Kenari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, pada Rabu, 4 November 2026, dalam sebuah kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, menjadi peringatan serius bagi keberlangsungan perdamaian Aceh.

Tarmizi Age, akrab disapa Almukarram, Eks GAM Denmark, Inisiator Aceh Goet sekaligus mantan Ketua Komite Monitoring Perdamaian dan Demokrasi (KMPD) Perwakilan Eropa, mengecam keras tindakan penembakan terhadap warga sipil yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa.

Ia mendesak agar kasus tersebut diusut tuntas, seluruh pihak yang terlibat dimintai pertanggungjawaban, dan pelaku penembakan dijatuhi hukuman maksimal sesuai hukum yang berlaku. Apabila terbukti memenuhi unsur tindak pidana yang diancam hukuman mati, pelaku harus diproses hingga mendapatkan hukuman tersebut.

"Jangan ada yang melindungi pelaku. Siapa pun yang menembak warga sipil harus bertanggung jawab. Negara tidak boleh kalah oleh tindakan kekerasan. Usut tuntas, buka fakta secara transparan, dan tegakkan hukum seadil-adilnya," tegas Tarmizi Age.

Menurutnya, tragedi ini tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa karena berpotensi mencederai kepercayaan masyarakat terhadap perdamaian Aceh yang telah dibangun melalui proses panjang dan penuh pengorbanan.

Ia mengingatkan bahwa Perjanjian Damai Helsinki antara Pemerintah Republik Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) ditandatangani pada 15 Agustus 2005 di Finlandia. Kesepakatan tersebut ditandatangani oleh Hamid Awaluddin mewakili Pemerintah Indonesia dan Malik Mahmud Al Haythar mewakili GAM, dengan fasilitasi mantan Presiden Finlandia Martti Ahtisaari melalui Crisis Management Initiative (CMI).

Dalam pembukaannya, kedua pihak menegaskan komitmen untuk menyelesaikan konflik Aceh secara damai, menyeluruh, berkelanjutan, dan bermartabat. Pemerintahan rakyat Aceh juga harus diwujudkan melalui proses demokratis dan adil dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Perdamaian bukan sekadar penandatanganan dokumen. Perdamaian harus dirasakan oleh rakyat dalam kehidupan sehari-hari. Rakyat Aceh tidak boleh kembali hidup dalam ketakutan akibat tindakan kekerasan," ujarnya.

Tarmizi Age juga meyakini bahwa semua pihak termasuk Pangdam Iskandar Muda maupun para petinggi TNI tidak menginginkan peristiwa seperti ini terjadi, apalagi sampai merusak hubungan baik antara Aceh dan pemerintah pusat yang telah dibangun selama dua dekade terakhir.

Karena itu, ia meminta semua pihak termasuk termasuk institusi TNI melakukan evaluasi dan pemeriksaan secara independen, profesional, serta terbuka. Jangan sampai tindakan oknum justru merusak kehormatan institusi dan mengganggu stabilitas perdamaian Aceh.

Secara khusus, Tarmizi Age meminta Presiden Prabowo Subianto, Wali Nanggroe Malik Mahmud Al Haythar, serta Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) bersama Wakil Gubernur Fadhlullah (Dek Fad) untuk mengambil langkah nyata melindungi masyarakat Aceh dari segala bentuk kekerasan.

"Kami meminta Bapak Presiden Prabowo, Wali Nanggroe, Mualem dan Dek Fad turun tangan. Selamatkan rakyat Aceh. Jangan biarkan masyarakat menjadi korban dari tindakan siapa pun yang menggunakan kekuasaan dan senjata secara sewenang-wenang," katanya.

Ia menambahkan, keamanan merupakan fondasi penting bagi masa depan Aceh. Bagaimana Aceh bisa berkembang, menarik investasi, dan mendatangkan wisatawan apabila masyarakat masih dihantui rasa takut dan ketidakpastian keamanan?

Menurutnya, tidak ada pihak yang menginginkan konflik Aceh kembali terbuka. Semua pihak harus menahan diri, menjaga situasi tetap kondusif, dan memberikan kepercayaan kepada proses hukum.

Jika tragedi berdarah ini tidak ditangani dengan baik sesuai aturan hukum maka dikhawatirkan akan ada tragedi-tragedi lainnya kedepan.

Lebih jauh, Tarmizi Age mengingatkan bahwa tragedi ini harus menjadi momentum untuk mengevaluasi pelaksanaan seluruh butir Perjanjian Damai Helsinki. Ia meragukan bahwa berbagai persoalan yang belum terselesaikan dalam implementasi MoU Helsinki memiliki kaitan dengan munculnya ketegangan dan ketidakpercayaan di tengah masyarakat.

"Jangan sampai perdamaian hanya menjadi slogan, sementara persoalan mendasar yang menjadi bagian dari kesepakatan Helsinki terus dibiarkan. Pemerintah harus serius menuntaskan implementasinya," ungkapnya.

Menutup pernyataannya, Tarmizi Age mengajak seluruh elemen masyarakat, mantan kombatan, pemerintah, TNI, Polri, dan tokoh masyarakat untuk bersama-sama menjaga perdamaian Aceh.

"Kami tidak ingin Aceh kembali ke masa konflik. Jangan ganggu Aceh atas nama apa pun. Hormati rakyat, tegakkan hukum, dan selamatkan perdamaian. Aceh membutuhkan keamanan, keadilan, kemakmuran, dan masa depan yang lebih baik," tutup Tarmizi Age. (*)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *