BERITA TERBARU

Tekan Kebisingan, Polres Lhokseumawe Tertibkan 1.175 Knalpot Brong Selama Tiga Bulan Terakhir

By On 17:16

Pemusnahan Knalpot Brong
Pemusnahan Knalpot Brong di Polres Lhokseumawe, Jumat (6/1/2026). Foto: ReportNews/HO
LHOKSEUMAWE, ReportNews.id – Polres Lhokseumawe melalui Satuan Lalu Lintas terus berkomitmen menciptakan keamanan, ketertiban, dan kenyamanan masyarakat di jalan raya. Selama periode Agustus hingga Oktober 2026, sebanyak 1.175 unit knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis (knalpot brong) berhasil ditertibkan. Selain itu, enam unit sepeda motor tanpa dokumen kendaraan turut diamankan.

Penertiban tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam menekan penggunaan knalpot bising yang selama ini dikeluhkan masyarakat karena mengganggu ketenangan dan kenyamanan lingkungan, khususnya pada malam hari.

Kepada awak media pada Jumat (6/11/2026) siang, Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr. Ahzan, S.H., S.I.K., M.S.M., M.H., dalam konferensi pers di Gedung Serbaguna Polres Lhokseumawe menyampaikan bahwa penindakan dilakukan secara berkelanjutan sebagai bentuk komitmen kepolisian dalam menegakkan aturan lalu lintas sekaligus menjawab keresahan masyarakat.

“Selama tiga bulan terakhir, kami telah menertibkan sebanyak 1.175 unit knalpot brong. Selain itu, enam unit sepeda motor yang tidak dilengkapi dokumen kendaraan juga telah diamankan,” ujar Kapolres.

Kapolres menjelaskan, sebagian besar kendaraan yang diamankan telah dikembalikan kepada pemiliknya setelah melengkapi dokumen kendaraan dan mengganti knalpot tidak standar dengan knalpot sesuai spesifikasi pabrikan. Sementara enam unit sepeda motor tanpa dokumen hingga saat ini belum diambil oleh pemiliknya meskipun pihak kepolisian telah memberikan waktu sekitar tiga bulan untuk menunjukkan bukti kepemilikan yang sah.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres juga menjelaskan bahwa penertiban knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan tentang lalu lintas dan angkutan jalan serta aturan mengenai ambang batas kebisingan kendaraan bermotor.

Sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat, petugas Satlantas turut memperagakan penggunaan alat pengukur tingkat kebisingan atau sound level meter. Pengukuran tersebut bertujuan memberikan pemahaman bahwa kebisingan kendaraan memiliki batas maksimal sesuai kapasitas mesin, yakni 77 desibel untuk sepeda motor di bawah 80 cc, 80 desibel untuk kapasitas 80–175 cc, dan 83 desibel untuk kapasitas di atas 175 cc.

Kapolres mengimbau seluruh masyarakat agar menggunakan knalpot sesuai standar teknis dan spesifikasi pabrikan. Imbauan juga disampaikan kepada pemilik bengkel dan toko suku cadang agar tidak memperjualbelikan knalpot yang tidak sesuai ketentuan untuk penggunaan di jalan raya.

“Ketertiban berlalu lintas bukan hanya tanggung jawab kepolisian, tetapi membutuhkan kesadaran dan kepedulian seluruh masyarakat. Kami mengajak para pengguna kendaraan untuk tidak menggunakan knalpot brong karena kebisingannya dapat mengganggu kenyamanan dan ketenangan warga lainnya,” tegas Kapolres.

Sebagai tindak lanjut penegakan aturan, sebanyak 1.175 knalpot brong hasil penertiban tersebut akan dimusnahkan dengan cara dipotong menggunakan mesin gerinda.

Kegiatan konferensi pers tersebut turut dihadiri Dandim 0103/Aceh Utara Letkol Inf. Faisal, Asisten I Setdako Lhokseumawe Mirdha Ihsan, Kasat Lantas Polres Lhokseumawe AKP Irfan Firdaus, Kepala Dinas Perhubungan Kota Lhokseumawe Rudi Hidayat, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Lhokseumawe Fauzi, serta perwakilan Jasa Raharja Lhokseumawe.

Penertiban ini merupakan hasil sinergi Polres Lhokseumawe bersama Kodim 0103/Aceh Utara, Pemerintah Kota Lhokseumawe, dan Dinas Perhubungan Kota Lhokseumawe dalam mendukung terciptanya keselamatan berlalu lintas.

Melalui langkah tegas yang disertai edukasi dan sinergi lintas instansi, Polres Lhokseumawe berharap kesadaran masyarakat untuk mematuhi aturan lalu lintas semakin meningkat, sehingga terwujud situasi Kamseltibcarlantas yang aman, tertib, dan kondusif. (*)

Pertamina Patra Niaga Bantu Pemulihan Warga Terdampak Bencana di Gayo Lues

By On 15:06

Pertamina Patra Niaga Bantu Pemulihan Warga Terdampak Bencana di Gayo Lues
Pertamina Patra Niaga Salurkan Bantuan Pemulihan Masyarakat Terdampak Bencana Banjir Bandang dan Angin Puting Beliung di Gayo Lues. Foto: ReportNews/HO
GAYO LUES, ReportNews.id – Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) gerak cepat menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk pemulihan pasca bencana kepada warga yang terdampak banjir bandang dan angin puting beliung di Kabupaten Gayo Lues, Jumat (6/11/2026). Aksi tanggap darurat ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat di sekitar wilayah operasional, menyusul terjadinya banjir bandang dan angin puting beliung pada akhir pekan lalu yang mengganggu aktivitas dan merusak permukiman warga.

Banjir bandang dan angin puting beliung pekan lalu (29/10) melanda beberapa titik di Kabupaten Gayo Lues. Banjir dilaporkan terjadi di Kecamatan Dabun Gelang dan Kecamatan Blangkejeren, sementara angin puting beliung melanda Desa Sangir dan Desa Pangur di Kecamatan Dabun Gelang. Di kawasan Desa Badak, tanggul sungai dilaporkan jebol dan mengalami kerusakan parah sehingga menyebabkan air meluap dan menggenangi permukiman warga. Ketinggian air di sejumlah titik dilaporkan mencapai sekitar setinggi lutut orang dewasa.

Sebagai bentuk respons cepat bantu proses pemulihan, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menyalurkan paket bantuan sembako, kebutuhan ibu dan anak, dan _hygiene kit_. Bertempat di Posko Desa Badak Kecamatan Dabun Gelang, bantuan disalurkan bersama pemerintah daerah setempat untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama masa pemulihan pasca bencana. Diantaranya turut hadir Camat Dabun Gelang, Kabid PK BPBD Kabupaten Gayo Lues, Pj Geucik Desa Badak Kecamatan Dabun Kabupaten Gayo Lues, dan Babinsa Desa Badak Kecamatan Dabun Kabupaten Gayo Lues.

"Kami sangat berterima kasih atas segala bantuan dari Pertamina, adanya bantuan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat kami. Terutama sembako, seperti beras, kami sangat membutuhkan karena di kampung kami ini dengan adanya beras kami bisa sedikit tenang karena persawahan kami sudah digenang banjir, tertimbun pasir-pasir. Kami sangat bersyukur dengan adanya bantuan ini. Alhamdulillah kami ucapkan kepada Pertamina Peduli, kami sangat bersyukur dan terima kasih," ujar Matsyah, Pj Geucik Desa Badak.

Penyaluran ini disambut haru dan apresiasi mendalam dari warga setempat. Para penerima bantuan menyampaikan terima kasih atas kepedulian Pertamina yang bergerak cepat menyapa mereka di masa sulit. Warga berharap bantuan ini dapat meringankan beban harian serta berharap proses pemulihan berjalan lancar.

Terpisah, Fahrougi Andriani Sumampouw selaku Area Manager Communication, Relations & CSR Sumbagut Pertamina Patra Niaga menegaskan bahwa Pertamina tidak hanya berfokus pada distribusi energi, tetapi juga menjalankan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan kepada masyarakat.

“Melalui aksi tanggap bencana ini, Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat. Kami berharap bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban warga terdampak sekaligus memperkuat sinergi dan hubungan baik antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat. Pertamina hadir tidak hanya sebagai penyedia energi nasional, tetapi juga sebagai mitra sosial yang peduli terhadap kondisi masyarakat dan lingkungan sekitar,” tutup Fahrougi. (*)

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Perkuat Sinergi dengan BIN Daerah Sumatera Barat

By On 14:51

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Perkuat Sinergi dengan BIN Daerah Sumatera Barat
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Perkuat Sinergi dengan BIN Daerah Sumatera Barat. Foto ReportNews/HO
PADANG, ReportNews.id - PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) melaksanakan audiensi dan silaturahmi dengan Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) Sumatera Barat, Achmad Dailimy, S.E., M.M. pada Kamis (5/10). Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan kelembagaan serta memperkuat kolaborasi dalam mendukung ketahanan energi dan kelancaran distribusi BBM maupun LPG bagi masyarakat, khususnya di wilayah Sumatera Barat.

Dalam pertemuan tersebut, Kepala BIN Daerah Sumatera Barat, Achmad Dailimy, menyambut baik kunjungan jajaran manajemen Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut. Audiensi ini turut menjadi ruang komunikasi dalam memperkuat koordinasi antarlembaga, khususnya untuk mendukung stabilitas daerah dan keberlanjutan pelayanan energi kepada masyarakat.

Executive General Manager (EGM) Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fanda Chrismianto, menyampaikan bahwa audiensi ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus membangun hubungan yang harmonis dan kolaboratif dengan berbagai pemangku kepentingan strategis.

“Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat koordinasi dan komunikasi antara Pertamina dengan BIN Daerah Sumatera Barat. Kami berharap sinergi yang terjalin dapat mendukung kelancaran operasional dan distribusi energi, sehingga kebutuhan BBM dan LPG masyarakat dapat terpenuhi dengan baik, aman, dan sesuai ketentuan,” ujar Fanda.

Lebih lanjut, Fanda menegaskan bahwa Pertamina Patra Niaga terus mengedepankan komunikasi dan kolaborasi lintas sektoral sebagai bagian dari langkah antisipatif dalam menghadapi berbagai dinamika dan tantangan distribusi energi, khususnya di wilayah Sumatera Barat.

Melalui koordinasi yang baik dengan seluruh pemangku kepentingan, Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk terus menjaga keandalan pasokan serta memastikan penyaluran energi kepada masyarakat berjalan secara optimal.

Audiensi ini diharapkan semakin mempererat hubungan kelembagaan antara Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut dan BIN Daerah Sumatera Barat, sekaligus memperkuat dukungan bersama dalam menciptakan situasi yang kondusif bagi kelancaran distribusi energi dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Informasi mengenai seluruh layanan dan produk Pertamina dapat diakses melalui website mypertamina.id, media sosial Instagram @pertamina_sumbagut serta Pertamina Contact Center (PCC) 135. (*)

Pertamina Patra Niaga Sumbagut Resmikan Cadiak Pandai Goes to School di Padang Pariaman, Ubah Sampah Jadi Peluang

By On 12:05

Pertamina Patra Niaga Sumbagut Resmikan Cadiak Pandai Goes to School di Padang Pariaman, Ubah Sampah Jadi Peluang
Pertamina Patra Niaga Sumbagut Resmikan Cadiak Pandai Goes to School di Padang Pariaman. Foto: ReportNews/HO
PADANG PARIAMAN, ReportNews.id - Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) melalui Aviation Fuel Terminal Minangkabau tegaskan komitmennya dalam pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan. Komitmen ini salah satunya dibuktikan melalui peresmian program Cadiak Pandai Goes to School, sekaligus memperingati Hari Inovasi Indonesia. Melalui program ini, Pertamina bekerjasama dengan PKBI Sumatera Barat inisiasi kegiatan pengelolaan sampah di lingkungan sekolah yang merupakan bagian penting dari upaya menciptakan lingkungan belajar yang bersih, sehat, dan nyaman.

Bertempat di SMP Negeri 1 Ulakan Tapakis, kegiatan peresmian turut dihadiri oleh Asisten 1 Pemerintah Daerah Kabupaten Padang Pariaman, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kab Padang Pariaman, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Padang Pariaman, Camat Ulakan Tapakis, Kepala SMP 1 Ulakan Tapakis, Direktur Eksekutif PKBI Sumatera Barat, Wali Nagari dan Wali Koring Lingkup Nagari Ulakan, Niniak Mamak, Tokoh Masyarakat, Alim Ulama, Cadiak Pandai, Kelompok Mitra, dan juga siswa siswi Negeri 1 Ulakan.

Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman mengapresiasi kegiatan lingkungan dan kesehatan yang dilaksanakan Pertamina di SMP Negeri 1 Ulakan Tapakis. "Program ini sangat bagus sekali. Sampah sudah menjadi permasalahan semua pihak. Pembelajaran dari dini melalui lingkungan sekolah akan sangat membantu membiasakan anak-anak kita untuk dapat menjaga lingkungan diantaranya melalui pengelolaan sampah dan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Harapan kami, program percontohan ini dapat direplikasikan ke sekolah lainnya di Kabupaten Padang Pariaman," ujar Asisten 1 Pemerintah Daerah Kabupaten Padang Pariaman, Rudi Rahmat sekaligus membuka pelaksanaan kegiatan.

Selanjutnya, Pertamina Patra Niaga sebagaimana disampaikan melalui Area Manager Comm., Rel & CSR Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menyampaikan program Cadiak Pandai Goes to School sudah berjalan sejak Agustus lalu dan merupakan pengembangan dari program Si Cadiak sebagai sistem informasi cerdas kelola limbah yang sudah berjalan selama empat tahun.

"Kita tidak ingin anak-anak hanya mengetahui bahwa sampah harus dibuang pada tempatnya. Lebih dari itu, kita ingin mereka memahami bagaimana mengurangi dan memilah sampah umtuk kemudian mengubah barang bekas menjadi sesuatu yang bermanfaat dan bernilai. Bagi kami, inilah makna dari Cadiak Pandai. Menjadi cadiak bukan sekadar pintar secara akademis, tetapi juga cerdas dalam berpikir, bijak dalam bertindak, kreatif dalam mencari solusi, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan serta sesama," ujar Fahrougi.

Dengan mengusung tema "Ubah Sampah Menjadi Peluang melalui Inovasi dan Kreativitas”, melalui Program Cadiak Pandai Goes to School, Pertamina bersama PKBI Sumatera Barat dan SMP Negeri 1 Ulakan Tapakis berupaya menghadirkan pendidikan lingkungan yang tidak hanya berhenti pada teori, tetapi diwujudkan melalui pembelajaran, praktik, dan pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

Fahrougi menambahkan, kegiatan puncak peresmian Cadiak Pandai Goes to School yakni dengan dilaksanakannya pengukuhan Satuan Tugas Lingkungan Sekolah yang sekaligus menjadi ruang apresiasi bagi siswa untuk menampilkan hasil pembelajaran yang telah berjalan. "Hari ini kita juga akan melaksanakan peresmian bank sampah dan kebun gizi sebagai sarana untuk melanjutkan pembelajaran dan praktik lingkungan di sekolah. Sebagai rangkaian program pada hari ini, kita akan melaksanakan aksi bersih lingkungan sekolah, pemilahan dan penimbangan sampah, lomba peragaan busana berbahan bekas, serta pameran karya inovasi pengolahan sampah antar kelas", terangnya.

Melalui Program TJSL Cadiak Pandai Goes to School, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut melalui Aviation Fuel Terminal Minangkabau terus mendorong lahirnya inovasi dalam pengelolaan lingkungan dan juga penerapan PHBS. Program ini berkontribusi terhadap pencapaian SDGs 4 Pendidikan Berkualitas, SDGs 12 Konsumsi dan Produksi Bertanggung Jawab, SDGs 14 Ekosistem Daratan, dan SDGs 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Semoga program Cadiak Pandai Goes to School dapat terus tumbuh, berkembang, dan menjadi gerakan bersama dalam membangun generasi yang cerdas, kreatif, sehat, dan peduli lingkungan. (*)




9 Tersangka Diamankan, Polres Lhokseumawe Sita 40 Kg Ganja, 216 Gram Sabu dan 41 Vape

By On 02:00

Polres Lhokseumawe Sita 40 Kg Ganja, 216 Gram Sabu dan 41 Vape
Polres Lhokseumawe Sita 40 Kg Ganja, 216 Gram Sabu dan 41 Vape. Foto: ReportNews.id/HO 
LHOKSEUMAWE, ReportNews.id – Polres Lhokseumawe terus menggencarkan pemberantasan peredaran gelap narkotika. Dalam kurun waktu 9 Oktober hingga 4 November 2026, jajaran Satresnarkoba berhasil mengungkap enam kasus narkotika dengan mengamankan sembilan tersangka serta menyita barang bukti berupa ganja, sabu, dan vape yang diduga mengandung zat narkotika.

Keberhasilan pengungkapan kasus tersebut disampaikan Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr. Ahzan., S.H., S.I.K., M.S.M.,.M.H didampingi Wakapolres Lhokseumawe Kompol Iswahyudi, S.H., CPHR, CBA dan Kasat Narkoba IPTU Arizal S.H saat konfrensi pers bersama awak media di Mapolres Lhokseumawe, kamis (5/11/2026) siang.

Kepada awak media, Kapolres Lhokseumawe menyampaikan, dari enam kasus tersebut, polisi mengungkap dua kasus ganja dengan barang bukti total 40.312,128 gram atau sekitar 40,3 kilogram ganja kering. Selain itu, tiga kasus sabu dengan barang bukti 216,18 gram serta satu kasus vape sebanyak 41 unit turut berhasil diungkap.

Pengungkapan tersebut tersebar di sejumlah lokasi, yakni Kecamatan Banda Sakti dan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, serta Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara. Dari keseluruhan pengungkapan, petugas mengamankan sembilan tersangka yang terdiri dari delapan laki-laki dan satu perempuan.

Tidak hanya mengungkap jaringan peredaran narkotika, Polres Lhokseumawe juga berhasil menemukan sejumlah lokasi yang diduga menjadi ladang ganja di wilayah Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara. Pada 27 Oktober 2026, petugas menemukan ladang ganja seluas 18 hektare di Desa Teupin Rusep dan mengamankan tiga orang tersangka yang masih menjalani pemeriksaan terkait keterlibatan mereka.

Selanjutnya, pada 30 hingga 31 Oktober 2026, petugas kembali mengungkap tiga titik lokasi ladang ganja di kawasan Dusun Alue Garot, Dusun Alue Ie Mudek, dan Desa Teupin Rusep, Kecamatan Sawang, dengan total luas sekitar 25 hektare. Dalam pengungkapan tersebut, identitas pihak yang terlibat masih dalam penyelidikan.

AKBP Dr. Ahzan menegaskan bahwa pengungkapan enam kasus narkotika dan penemuan sejumlah ladang ganja tersebut merupakan bentuk komitmen Polres Lhokseumawe dalam memberantas peredaran gelap narkoba yang menjadi ancaman serius bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

“Polres Lhokseumawe tidak akan memberikan ruang bagi para pelaku yang merusak generasi bangsa melalui peredaran narkotika. Namun, pemberantasan narkoba bukan hanya tugas Kepolisian, melainkan membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat,” tegas Kapolres.

Kapolres juga mengajak masyarakat untuk berani memberikan informasi kepada pihak Kepolisian apabila mengetahui adanya aktivitas penyalahgunaan maupun peredaran narkotika di lingkungan masing-masing.

Penegakan hukum, kata Kapolres, akan terus dilakukan secara tegas, profesional, dan sesuai ketentuan perundang-undangan, disertai langkah pencegahan serta edukasi kepada masyarakat.

Polres Lhokseumawe menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dari narkotika. (*)

Wagub Aceh Bersama Kapolda Jenguk Korban Insiden Bendera di Pidie, Dengarkan Aspirasi Keluarga

By On 01:16

Wagub Aceh Bersama Kapolda Jenguk Korban Insiden Bendera di Pidie, Dengarkan Aspirasi Keluarga
Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menjenguk korban insiden pengibaran dan penertiban Bendera Bulan Bintang di Kabupaten Pidie, Kamis (5/11/2026). Foto: Humas Setda Aceh
PIDIE, ReportNews.id – Wakil Gubernur Aceh, H. Fadhlullah, S.E., bersama Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan, menjenguk para korban insiden pengibaran dan penertiban bendera Bulan Bintang di Kabupaten Pidie, Kamis (5/11/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Wagub dan Kapolda turut didampingi Komandan Korem 011/Lilawangsa Kolonel Inf. Teuku Mustafa Kamal, Anggota DPRA Khairil Syahrial dari Fraksi Gerindra, Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M., Dirintelkam Polda Aceh, Kombes Pol Said Anna Fauza, S.I.K., M.M., M.H., Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, serta Karo Administrasi Pimpinan Setda Aceh Akkar Arafat, S.STP., M.Si.

Kunjungan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan perhatian Pemerintah Aceh terhadap masyarakat yang menjadi korban dalam peristiwa di Gampong Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie.

Pada kesempatan itu, Wagub Fadhlullah bersama Kapolda Aceh menyempatkan diri berdialog langsung dengan para korban dan keluarga. Mereka mendengarkan berbagai keluh kesah, masukan, serta aspirasi masyarakat terkait peristiwa yang terjadi.

Wagub memberikan perhatian terhadap kondisi para korban dan keluarga yang terdampak. Dialog tersebut juga menjadi kesempatan bagi pemerintah dan unsur terkait untuk mendengar langsung kebutuhan serta harapan masyarakat.

Selain menjenguk dan memberikan dukungan moril, Wagub Aceh juga menyerahkan bantuan kepada para korban sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Aceh. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban para masyarakat yang menjadi korban.

Melalui kunjungan ini, Pemerintah Aceh berharap seluruh korban mendapatkan perhatian dan penanganan yang baik. Pemerintah juga mengajak semua pihak untuk mengedepankan komunikasi, menjaga ketenangan, serta tidak memperkeruh suasana.

Wagub bersama Kapolda dan unsur Forkopimda menegaskan pentingnya menjaga persatuan, keamanan, dan perdamaian Aceh agar situasi tetap kondusif serta hubungan antara masyarakat dan seluruh unsur pemerintahan tetap terjaga. (*)

Mualem-Dek Fadh Berduka atas Meninggalnya Warga Pidie dalam Insiden Pengibaran Bendera

By On 20:11

Mualem-Dek Fadh Berduka atas Meninggalnya Warga Pidie dalam Insiden Pengibaran Bendera
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), dan Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah (Dek Fadh). Foto: Humas Setda Aceh
BANDA ACEH, ReportNews.id - Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), dan Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah (Dek Fadh) menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden tragis yang terjadi pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Gampong Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie.

Peristiwa yang dipicu oleh pengibaran Bendera Bintang Bulan tersebut berujung pada jatuhnya korban jiwa. Seorang warga setempat dilaporkan meninggal dunia pada Rabu (4/11/2026) sore setelah terkena tembakan dalam ketegangan yang terjadi di lokasi.

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, mengatakan Gubernur Mualem dan Wagub Dek Fadh menginginkan persoalan ini ditangani dengan baik. “Tentu penanganan secara hukum. Ada korban jiwa dari masyarakat sipil, ada korban yang terluka juga dari masyarakat sipil,” kata Nurlis di Banda Aceh, Kamis (5/11/2026).

“Prinsip utamanya adalah tetap dalam koridor perdamaian, dan penegakan hukum yang seadil-adilnya. Jangan sampai melukai hati rakyat.”

Nurlis menjelaskan, Gubernur Mualem sudah mengetahui hal ini. “Beliau menyampaikan keprihatinan dan duka yang mendalam,” kata Nurlis. Begitu juga dengan Wagub Dek Fadh, yang mendapat kabar saat mendampingi Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra di Banda Aceh.

"Saya sangat sedih dan prihatin saat mendengar kejadian ini. Atas nama keluarga dan Pemerintah Aceh, saya menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban yang meninggal dunia dalam peristiwa di Pidie," kata Dek Fadh dalam keterangan di Banda Aceh, Kamis (5/11/2026).

"Kita tentu sangat berduka. Tidak ada keluarga yang ingin kehilangan orang yang dicintainya, terlebih dalam suasana yang seharusnya dipenuhi kebersamaan dan nilai-nilai keagamaan," lanjut Dek Fadh.

Karena itu, Dek Fadh mengimbau seluruh pihak untuk menahan diri dan tidak menggunakan cara-cara kekerasan dalam menghadapi masyarakat. Ia menekankan bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi perhatian bersama.

"Yang paling utama adalah keselamatan rakyat. Kita tidak ingin ada lagi masyarakat yang terluka, apalagi kehilangan nyawa. Saya berharap seluruh pihak dapat menahan diri, mengedepankan dialog, dan tidak membiarkan persoalan ini berkembang menjadi konflik yang lebih besar," ucap dia.

Ia kembali menegaskan bahwa pentingnya menyelesaikan polemik terkait bendera ini secara bermartabat dan kepala dingin, tanpa harus mengorbankan nyawa warga sipil.

"Persoalan apa pun hendaknya diselesaikan dengan kepala dingin. Kita harus menjaga Aceh agar tetap damai. Jangan sampai perbedaan pandangan justru mengorbankan nyawa dan merusak persaudaraan di antara sesama masyarakat Aceh," kata Dek Fadh. (*)

Penembakan Saat Maulid di Pidie, Tarmizi Age Minta Presiden dan Pimpinan Aceh Turun Tangan

By On 19:55

Tarmizi Age, akrab disapa Almukarram, Eks GAM Denmark
Tarmizi Age (Almukarram), Eks GAM Denmark. Foto: Ist
BANDA ACEH, ReportNews.id - Tragedi berdarah yang terjadi di Pulo Kenari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, pada Rabu, 4 November 2026, dalam sebuah kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, menjadi peringatan serius bagi keberlangsungan perdamaian Aceh.

Tarmizi Age, akrab disapa Almukarram, Eks GAM Denmark, Inisiator Aceh Goet sekaligus mantan Ketua Komite Monitoring Perdamaian dan Demokrasi (KMPD) Perwakilan Eropa, mengecam keras tindakan penembakan terhadap warga sipil yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa.

Ia mendesak agar kasus tersebut diusut tuntas, seluruh pihak yang terlibat dimintai pertanggungjawaban, dan pelaku penembakan dijatuhi hukuman maksimal sesuai hukum yang berlaku. Apabila terbukti memenuhi unsur tindak pidana yang diancam hukuman mati, pelaku harus diproses hingga mendapatkan hukuman tersebut.

"Jangan ada yang melindungi pelaku. Siapa pun yang menembak warga sipil harus bertanggung jawab. Negara tidak boleh kalah oleh tindakan kekerasan. Usut tuntas, buka fakta secara transparan, dan tegakkan hukum seadil-adilnya," tegas Tarmizi Age.

Menurutnya, tragedi ini tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa karena berpotensi mencederai kepercayaan masyarakat terhadap perdamaian Aceh yang telah dibangun melalui proses panjang dan penuh pengorbanan.

Ia mengingatkan bahwa Perjanjian Damai Helsinki antara Pemerintah Republik Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) ditandatangani pada 15 Agustus 2005 di Finlandia. Kesepakatan tersebut ditandatangani oleh Hamid Awaluddin mewakili Pemerintah Indonesia dan Malik Mahmud Al Haythar mewakili GAM, dengan fasilitasi mantan Presiden Finlandia Martti Ahtisaari melalui Crisis Management Initiative (CMI).

Dalam pembukaannya, kedua pihak menegaskan komitmen untuk menyelesaikan konflik Aceh secara damai, menyeluruh, berkelanjutan, dan bermartabat. Pemerintahan rakyat Aceh juga harus diwujudkan melalui proses demokratis dan adil dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Perdamaian bukan sekadar penandatanganan dokumen. Perdamaian harus dirasakan oleh rakyat dalam kehidupan sehari-hari. Rakyat Aceh tidak boleh kembali hidup dalam ketakutan akibat tindakan kekerasan," ujarnya.

Tarmizi Age juga meyakini bahwa semua pihak termasuk Pangdam Iskandar Muda maupun para petinggi TNI tidak menginginkan peristiwa seperti ini terjadi, apalagi sampai merusak hubungan baik antara Aceh dan pemerintah pusat yang telah dibangun selama dua dekade terakhir.

Karena itu, ia meminta semua pihak termasuk termasuk institusi TNI melakukan evaluasi dan pemeriksaan secara independen, profesional, serta terbuka. Jangan sampai tindakan oknum justru merusak kehormatan institusi dan mengganggu stabilitas perdamaian Aceh.

Secara khusus, Tarmizi Age meminta Presiden Prabowo Subianto, Wali Nanggroe Malik Mahmud Al Haythar, serta Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) bersama Wakil Gubernur Fadhlullah (Dek Fad) untuk mengambil langkah nyata melindungi masyarakat Aceh dari segala bentuk kekerasan.

"Kami meminta Bapak Presiden Prabowo, Wali Nanggroe, Mualem dan Dek Fad turun tangan. Selamatkan rakyat Aceh. Jangan biarkan masyarakat menjadi korban dari tindakan siapa pun yang menggunakan kekuasaan dan senjata secara sewenang-wenang," katanya.

Ia menambahkan, keamanan merupakan fondasi penting bagi masa depan Aceh. Bagaimana Aceh bisa berkembang, menarik investasi, dan mendatangkan wisatawan apabila masyarakat masih dihantui rasa takut dan ketidakpastian keamanan?

Menurutnya, tidak ada pihak yang menginginkan konflik Aceh kembali terbuka. Semua pihak harus menahan diri, menjaga situasi tetap kondusif, dan memberikan kepercayaan kepada proses hukum.

Jika tragedi berdarah ini tidak ditangani dengan baik sesuai aturan hukum maka dikhawatirkan akan ada tragedi-tragedi lainnya kedepan.

Lebih jauh, Tarmizi Age mengingatkan bahwa tragedi ini harus menjadi momentum untuk mengevaluasi pelaksanaan seluruh butir Perjanjian Damai Helsinki. Ia meragukan bahwa berbagai persoalan yang belum terselesaikan dalam implementasi MoU Helsinki memiliki kaitan dengan munculnya ketegangan dan ketidakpercayaan di tengah masyarakat.

"Jangan sampai perdamaian hanya menjadi slogan, sementara persoalan mendasar yang menjadi bagian dari kesepakatan Helsinki terus dibiarkan. Pemerintah harus serius menuntaskan implementasinya," ungkapnya.

Menutup pernyataannya, Tarmizi Age mengajak seluruh elemen masyarakat, mantan kombatan, pemerintah, TNI, Polri, dan tokoh masyarakat untuk bersama-sama menjaga perdamaian Aceh.

"Kami tidak ingin Aceh kembali ke masa konflik. Jangan ganggu Aceh atas nama apa pun. Hormati rakyat, tegakkan hukum, dan selamatkan perdamaian. Aceh membutuhkan keamanan, keadilan, kemakmuran, dan masa depan yang lebih baik," tutup Tarmizi Age. (*)

Haji Uma: Polemik Bendera Harus Segera Diselesaikan dan Usut Tuntas Penembakan di Pulo Kenari

By On 19:36

Anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman
Anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman. Foto: Ist
BANDA ACEH, ReportNews.id - Anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman atau yang akrab disapa Haji Uma, meminta polemik bendera segera diselesaikan secara tuntas agar tidak terus menjadi rutinitas insidental yang berujung pada jatuhnya korban jiwa.

Pernyataan tersebut disampaikan Haji Uma, Kamis (5/11/2026), menyikapi dugaan insiden penembakan terhadap masyarakat di Desa Pulo Kenari, Pidie, yang dilaporkan menewaskan satu orang.

Menurut Haji Uma, persoalan bendera tidak boleh lagi dibiarkan berlarut-larut. Ia berharap pemerintah pusat dapat membaca gejolak yang berkembang di tengah masyarakat dan menerbitkan kebijakan yang konkret dengan mengedepankan azas otonomi daerah secara terukur dan objektif.

"Kita berharap problematika bendera ini segera dapat diselesaikan dengan objektif," ujar Haji Uma.

Terkait adanya korban jiwa akibat tembakan senjata api, Haji Uma mendesak agar otoritas militer memeriksa petugas dan SOP yang digunakan dalam membubarkan massa. Ia mempertanyakan jenis amunisi yang digunakan, apakah peluru tajam atau peluru karet.

Ia juga menekankan pentingnya pendekatan humanis dari aparat keamanan dalam menangani massa agar tidak kembali menimbulkan korban jiwa.

Di sisi lain, Haji Uma mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi situasi. Masyarakat diminta dapat memilah momentum keagamaan dengan agenda politik seperti bendera, serta tidak latah dan mudah terprovokasi dalam melakukan suatu tindakan.

Selain itu, ia juga meminta unsur pemerintahan di tingkat desa untuk menjalankan tanggung jawabnya. Geuchik, Tgk Imum, Mukim, serta Tuha 4 dan aparatur struktur pemerintah desa lainnya diminta memberikan arahan dan bertanggung jawab terhadap kegiatan di desa. (*)

Di Era Digital, PAG Kuatkan Komunikasi dan Sinergi Bersama Insan Media Lhokseumawe dan Aceh Utara

By On 17:41

- Di Era Digital, PAG Kuatkan Komunikasi dan Sinergi Bersama Insan Media Lhokseumawe–Aceh Utara
Perta Arun Gas Gelar Media Gathering Bareng Insan Media Lhokseumawe dan Aceh Utara. Foto: Ist
LHOKSEUMAWE, ReportNews.id – Memasuki perkembangan era digitalisasi, PT Perta Arun Gas (PAG) terus memperkuat sinergi serta komunikasi publik yang adaptif dan transparan bersama insan media. Hal ini diwujudkan dengan dilaksanakan Annual Media Gathering 2026 yang menghadirkan para wartawan dari organisasi media korespondensi Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara. Kegiatan ini dilaksanakan di Multi Purpose Building (MPB), Komplek Perumahan PAG pada Kamis (5/11/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian langkah strategis perusahaan dalam mengelola hubungan dengan pemangku kepentingan (stakeholder management). Adanya perkembangan digitalisasi saat ini, penyampaian informasi bergerak sangat cepat dan dinamis memerlukan kolaborasi yang solid agar capaian serta kontribusi positif perusahaan dapat tersampaikan secara efektif ke berbagai platform digital.

Dihadiri oleh VP Production PAG, Taufik Widayat, yang memberikan ucapan terima kasih kasih serta apresiasi yang tinggi kepada rekan-rekan media atas kontribusi penuh mewujudkan visi dan misi perusahaan secara berkelanjutan.

“Adanya rekan-rekan media bukan hanya sekadar mitra strategis yang membantu menyebarluaskan informasi, tetapi juga menjadi jembatan yang menghubungkan setiap inovasi dan pencapaian perusahaan kepada masyarakat luas,” ucap Taufik.

Ada pun seratusan peserta yang hadir merupakan wartawan dari berbagai organisasi di antaranya Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lhokseumawe, PWI Aceh Utara, Persatuan Wartawan Aceh (PWA) Lhokseumawe - Aceh Utara, Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Persatuan Wartawan Online (PWO) Lhokseumawe, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Lhokseumawe, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Lhokseumawe - Aceh Utara, serta Pewarta Foto Indonesia (PFI) Lhokseumawe - Aceh Utara.

Sementara itu, perwakilan wartawan dari salah satu organisasi media, Sugito Hasan selaku perwakilan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lhokseumawe turut menyampaikan apresiasi atas konsistensi PAG dalam menjaga sinergi dan transparansi informasi bersama media lokal.

“Kegiatan ini menjadi sinergi yang sudah terjalin sejak lama antara media dengan PAG, kami pun wartawan harus memberikan pemberitaan yang sesuai fakta sehingga sinergi harus terus terjaga,” ucap Sugito.

Hadir sebagai narasumber, Yusriadi selaku Manager Technical menyampaikan langsung gambaran umum profil bisnis PAG terkini dan arah strategis maupun potensi dari perkembangan bisnis yang dimiliki PAG ke depannya, yang mana sharing knowledge ini perlu disampaikan kepada insan media dan dipahami oleh seluruh wartawan dalam memberikan informasi kepada publik mengenai PAG.

Melalui hubungan silaturahmi yang terus terjaga ini, PAG optimis atas keterbukaan informasi dan publikasi oleh insan media menjadi strategis perusahaan dalam memberikan dampak positif serta terjangkau lebih luas oleh masyarakat di era digital, tak hanya masyarakat Lhokseumawe dan Aceh Utara melainkan seluruh masyarakat Indonesia. (*)

Danrem dan Dandim Silaturahmi dengan Ketua MPU Lhokseumawe, Santri Diajak Jadi Prajurit TNI

By On 19:46

Danrem dan Dandim Silaturahmi dengan Ketua MPU Lhokseumawe, Santri Diajak Jadi Prajurit TNI
‎Danrem 011/Lilawangsa dan Dandim 0103/Aceh Utara Silaturahmi dengan Ketua MPU Lhokseumawe. Foto: Ist
LHOKSEUMAWE, ReportNews.id - Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa Kolonel Inf Teuku Mustafa Kamal bersama Komandan Kodim (Dandim) 0103/Aceh Utara Letkol Inf Faisal, S.Sos., M.Si., melakukan kunjungan silaturahmi ke kediaman Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kota Lhokseumawe, Tgk. H. Abubakar Ismail, S.Pd., S.Ag., yang dikenal dengan sapaan Abati Cunda, Rabu (4 November 2026).

‎Kunjungan tersebut bertujuan mempererat hubungan silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antara TNI dan ulama dalam menjaga persatuan, perdamaian, serta stabilitas keamanan di wilayah Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara.

‎Dalam pertemuan itu, Danrem 011/Lilawangsa Kolonel Inf Teuku Mustafa Kamal menyampaikan bahwa ulama memiliki peran strategis dalam membina kehidupan keagamaan masyarakat, menjaga persatuan, serta menciptakan suasana kehidupan sosial yang aman, damai, dan harmonis.

‎Menurut Danrem, komunikasi dan sinergi antara TNI dan ulama perlu terus ditingkatkan, terutama dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak mudah terpengaruh isu maupun informasi yang berpotensi memicu perpecahan.

‎Ia juga mengharapkan dukungan serta nasihat para ulama dalam pelaksanaan tugas TNI di wilayah. Dengan demikian, berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat dapat disikapi secara bijaksana melalui pendekatan persuasif, humanis, dan mengedepankan musyawarah.

‎Selain membahas penguatan hubungan TNI dan ulama, pertemuan tersebut juga menyoroti peluang bagi para santri untuk mengikuti seleksi penerimaan prajurit TNI.

‎Dandim 0103/Aceh Utara Letkol Inf Faisal menegaskan bahwa TNI memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh generasi muda, termasuk kalangan santri, untuk mengabdikan diri kepada bangsa dan negara melalui institusi TNI.

‎Ia mengatakan, latar belakang pendidikan agama bukan menjadi penghalang bagi para santri untuk menjadi prajurit TNI, sepanjang mampu memenuhi persyaratan administrasi, kesehatan, jasmani, psikologi, dan akademik sesuai ketentuan yang berlaku.

‎Sebagai langkah persiapan, Dandim menyampaikan bahwa para calon yang telah mendaftarkan diri akan dikumpulkan di Makodim 0103/Aceh Utara pada 1 Desember 2026 untuk mendapatkan pembekalan awal sebelum mengikuti tahapan seleksi.

‎Karena itu, ia mengajak pimpinan dayah, ulama, serta tenaga pendidik untuk ikut menyosialisasikan informasi penerimaan prajurit TNI kepada para santri yang memiliki minat dan cita-cita mengabdi kepada bangsa dan negara.
‎
‎Sementara itu, Ketua MPU Kota Lhokseumawe sekaligus Pimpinan Dayah Darul Ulum Al-Munawwarah, Tgk. H. Abubakar Ismail, menyambut baik kunjungan Danrem dan Dandim beserta rombongan. Ia mengapresiasi perhatian TNI terhadap kalangan santri, khususnya dalam membuka kesempatan mengikuti seleksi penerimaan prajurit TNI.

‎Abati Cunda juga menyatakan dukungannya terhadap upaya menjaga perdamaian yang selama ini telah terbangun di Aceh. Menurutnya, kondisi yang aman dan damai sangat penting agar masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari, mencari rezeki, serta menjalani kehidupan dengan nyaman dan tenteram.

‎Selain itu, pihaknya siap membantu menyosialisasikan penerimaan prajurit TNI kepada seluruh santri serta memberikan motivasi agar mereka mempersiapkan diri, baik dari segi akademik, kesehatan, fisik maupun mental.

‎Ia berharap komunikasi dan kerja sama dengan Kodim 0103/Aceh Utara dapat terus terjalin, sehingga para santri memiliki wawasan dan kesempatan lebih luas untuk berkontribusi dalam pengabdian kepada bangsa dan negara tanpa meninggalkan nilai-nilai pendidikan agama yang telah ditanamkan di lingkungan dayah.

‎Melalui silaturahmi tersebut, diharapkan hubungan harmonis antara TNI dan ulama semakin kuat, sekaligus mendorong lahirnya generasi muda dari kalangan santri yang memiliki disiplin, jiwa nasionalisme, serta semangat pengabdian kepada bangsa dan negara. (*)

‎



Jumpa Presiden Prabowo, Mualem Bahas Keberlanjutan Dana Otsus dan Sejumlah Isu Strategis Aceh

By On 19:19

Gubernur Aceh, H. Muzakir Manaf (Mualem), didampingi Staf Khusus Gubernur Aceh, T. Irsyadi, bertemu Presiden Prabowo
Gubernur Aceh, H. Muzakir Manaf (Mualem), didampingi Staf Khusus Gubernur Aceh, T. Irsyadi, bertemu Presiden Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (4/11/2026). Foto: Dok Humas Setda Aceh
JAKARTA, ReportNews.id – Gubernur Aceh, H. Muzakir Manaf (Mualem), didampingi Staf Khusus Gubernur Aceh, T. Irsyadi, bertemu Presiden Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (4/11/2026).

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah isu strategis yang berkaitan dengan kepentingan dan masa depan Aceh menjadi pembahasan, di antaranya keberlanjutan dan optimalisasi Dana Otonomi Khusus (Otsus) Aceh, persoalan bendera Aceh, status dan keberadaan Blang Padang, serta perkembangan situasi terkini di Aceh.

Pembahasan mengenai Blang Padang juga menjadi bagian dari perhatian Gubernur Aceh, mengingat kawasan tersebut memiliki nilai historis dan sosial bagi masyarakat Aceh.

Dalam kesempatan tersebut, Mualem turut menyampaikan pentingnya menjaga stabilitas dan kondusivitas Aceh. Menurutnya, situasi keamanan dan perdamaian yang telah terbangun harus terus dipelihara melalui kerja sama seluruh elemen masyarakat dan dukungan pemerintah pusat.

Gubernur Aceh, Mualem, menyampaikan bahwa komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah pusat merupakan langkah penting untuk memperjuangkan berbagai kepentingan masyarakat Aceh.

“Kita ingin semua persoalan dan aspirasi Aceh dapat dibicarakan dengan baik bersama pemerintah pusat. Dana Otsus harus terus diperjuangkan keberlanjutannya dan dimanfaatkan secara optimal untuk kesejahteraan rakyat. Begitu juga persoalan bendera, Blang Padang, serta berbagai perkembangan di Aceh, semuanya perlu mendapat perhatian dan penyelesaian yang baik,” ujar Mualem.

Ia juga menegaskan bahwa perdamaian dan stabilitas Aceh merupakan hal yang sangat penting untuk dijaga bersama.

“Yang paling utama adalah bagaimana Aceh tetap aman, damai, dan pembangunan berjalan dengan baik. Kita ingin hubungan antara Aceh dan pemerintah pusat semakin kuat demi kepentingan masyarakat dan masa depan Aceh,” tutup Mualem. (*)

- Jurnalis Armia Jamil -

Komisaris Pertamina Kunjungi Sumbagut, Tinjau Operasional dan Pelayanan BBM

By On 17:44

Komisaris Pertamina Kunjungi Sumbagut, Tinjau Operasional dan Pelayanan BBM
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Terima Kunjungan Komisaris Pertamina (Persero), Tinjau Keandalan Operasional dan Pelayanan BBM. Foto: Ist
MEDAN, ReportNews.id – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) menerima kunjungan Komisaris PT Pertamina (Persero), Robert Leonard Marbun, dalam rangka kegiatan Management Walkthrough (MWT) pada Sabtu (31/10). Kunjungan ini dilakukan untuk meninjau secara langsung kesiapan operasional, keandalan distribusi energi, serta kualitas pelayanan BBM kepada masyarakat di wilayah Sumatera Utara.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Robert Leonard Marbun mengunjungi Fuel Terminal (FT) Medan Group serta SPBU 14.201.1166 di Kota Medan. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya penguatan pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan operasional Pertamina, khususnya dalam memastikan kelancaran distribusi BBM hingga ke tingkat lembaga penyalur.

Saat mengunjungi Fuel Terminal Medan Group, Robert meninjau kesiapan sarana dan fasilitas operasional, sistem pengelolaan distribusi BBM, serta penerapan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE). Peninjauan ini juga menjadi kesempatan untuk berdiskusi bersama jajaran manajemen mengenai langkah-langkah penguatan keandalan operasional dalam mendukung pemenuhan kebutuhan energi masyarakat.

Robert Leonard Marbun menekankan pentingnya menjaga keandalan infrastruktur dan konsistensi penerapan aspek keselamatan dalam setiap kegiatan operasional. Menurutnya, kesiapan fasilitas dan koordinasi yang baik di seluruh lini operasional merupakan bagian penting dalam mendukung keberlangsungan distribusi energi kepada masyarakat.

“Keandalan operasional dan keselamatan kerja harus senantiasa menjadi prioritas dalam setiap aktivitas perusahaan. Melalui kunjungan ini, kami ingin memastikan seluruh proses operasional berjalan dengan baik, didukung kesiapan fasilitas, sumber daya manusia, serta koordinasi yang optimal untuk menjaga kelancaran pelayanan energi kepada masyarakat,” ujar Robert.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peninjauan SPBU 14.201.1166 di Kota Medan. Dalam kunjungan tersebut, Robert melihat secara langsung kesiapan pelayanan kepada konsumen, kondisi fasilitas SPBU, serta penerapan standar operasional dan aspek keselamatan dalam kegiatan penyaluran BBM.

Selain melakukan peninjauan, Robert juga berinteraksi langsung dengan masyarakat serta menyerahkan bingkisan apresiasi kepada konsumen setia Pertamina. Kegiatan ini menjadi bentuk penghargaan atas kepercayaan masyarakat dalam menggunakan produk dan layanan Pertamina, sekaligus mempererat hubungan perusahaan dengan konsumen.

Peninjauan SPBU ini sekaligus menegaskan pentingnya menjaga kualitas pelayanan secara konsisten, tidak hanya dari sisi ketersediaan dan kualitas produk, tetapi juga melalui pelayanan yang aman, nyaman, dan berorientasi pada kepuasan konsumen.

Sementara itu, Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fanda Chrismianto, menyampaikan bahwa kunjungan Dewan Komisaris menjadi momentum penting bagi jajaran manajemen untuk terus meningkatkan kinerja operasional dan kualitas pelayanan energi di wilayah Sumbagut.

“Kunjungan ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus memperkuat keandalan operasional dan optimalisasi distribusi BBM, mulai dari terminal penyimpanan hingga SPBU. Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut berkomitmen untuk memastikan seluruh kegiatan operasional berjalan dengan mengedepankan aspek keselamatan, kualitas produk, serta pelayanan yang optimal bagi masyarakat,” ujar Fanda.

Fanda menambahkan bahwa Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut secara berkelanjutan melakukan pemantauan stok, penguatan koordinasi distribusi, serta evaluasi pelayanan di lembaga penyalur guna menjaga kelancaran pemenuhan kebutuhan energi masyarakat.

Melalui kegiatan Management Walkthrough ini, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut terus memperkuat komitmennya dalam menjaga keandalan pasokan dan distribusi BBM, meningkatkan budaya keselamatan kerja, serta menghadirkan pelayanan energi yang aman, andal, dan berkualitas bagi masyarakat. (*)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *