Teknologi AI Meluas ke Ruang Rumah Tangga, Bukan Lagi Sekadar Pendukung Pekerjaan
On 15:42
![]() |
| AI mulai hadir di rumah sebagai asisten yang membantu mengurangi beban pekerjaan rumah tangga. (Foto: Ilustrasi/AI) |
JAKARTA, ReportNews.id - Dulu kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) identik dengan kebutuhan operasional kantor dan keperluan digital semata. Namun kini teknologi tersebut mulai melangkah masuk ke dalam hunian, berperan sebagai pendamping yang meringankan beban pekerjaan rumah sekaligus mengurangi tekanan pikiran seluruh anggota keluarga.
Pergeseran ini muncul seiring semakin rumitnya urusan rumah tangga di tengah gaya hidup modern. Mengelola rumah kini tak sekadar memasak, mencuci, atau membersihkan ruangan, melainkan juga mencakup penyusunan jadwal keluarga, pengingat berbagai kegiatan, hingga pengambilan keputusan-keputusan kecil setiap harinya.
Survei bertajuk State of Motherhood 2026 yang dilaksanakan Talker Research terhadap 2.000 ibu menunjukkan bahwa beban terberat di rumah bukan lagi tenaga fisik, melainkan beban pikiran (mental load) dalam mengatur alur aktivitas seluruh keluarga. Sebanyak 53 persen responden menyatakan bertanggung jawab penuh menyusun jadwal harian keluarga, 49 persen harus terus mengingatkan anggota keluarga atas tugas masing-masing, dan 41 persen lainnya kerap memberikan instruksi berulang kali agar kegiatan berjalan sesuai rencana.
Kondisi inilah yang membuat kehadiran AI kini dipandang sebagai jalan keluar yang tepat. Teknologi ini dinilai mampu menangani tugas-tugas berulang, sehingga penghuni rumah dapat meringankan beban berpikir serta memiliki lebih banyak waktu luang untuk berkumpul bersama orang terdekat.
Kecenderungan ini juga terlihat dari semakin tingginya adopsi perangkat rumah pintar. Data dari We Are Social mencatat jumlah rumah tangga yang menggunakan sistem rumah pintar naik dari sekitar 9,58 juta unit pada tahun 2024 menjadi hampir 11 juta unit pada tahun 2025. Angka ini menegaskan permintaan masyarakat yang semakin besar terhadap teknologi yang menyederhanakan kehidupan sehari-hari.
Merespons kebutuhan yang berubah ini, pelaku industri teknologi mulai meluncurkan beragam perangkat rumah tangga yang dilengkapi kecerdasan buatan dan sistem otomatisasi. Salah satunya adalah Bosch Home Appliances Indonesia yang kini menyematkan fitur AI pada sejumlah produk dapur dan peralatan cuci mereka.
Salah satu unggulan mereka adalah Bosch Oven Seri 8 yang menggabungkan teknologi AI dengan fitur canggih seperti Steam Function Plus, teknik memasak Sous-vide, serta Air Fry. Produk ini juga terhubung dengan ekosistem Home Connect, sehingga pengguna dapat mengoperasikan oven dari jarak jauh sekaligus mendapatkan panduan memasak secara langsung melalui perangkat genggam.
Untuk kebutuhan mencuci pakaian, Bosch menghadirkan teknologi i-DOS yang secara otomatis mengatur takaran deterjen dan volume air sesuai dengan jumlah serta jenis pakaian yang dicuci. Fitur ini dibuat untuk meminimalkan pengaturan manual yang biasanya harus dilakukan pengguna setiap kali hendak mencuci.
“Kami selalu mengembangkan produk dengan berpusat pada kebutuhan konsumen. Saat ini semakin banyak keluarga di mana ayah dan ibu sama-sama bekerja. Oleh karena itu, tujuan kami bukan sekadar menjual perangkat rumah tangga, melainkan membuat kegiatan memasak menjadi lebih sederhana, lebih sehat, dan tentunya lebih menyenangkan,” ujar Direktur Utama Bosch Home Appliances Indonesia, Anil Narula, dalam pernyataan resmi pada Senin, 6 Juli 2026.
Sementara itu, Kepala Komunikasi Korporat dan Hubungan Pemerintah Bosch Indonesia, Fenny Sofyan, menambahkan bahwa kualitas teknologi seharusnya tidak diukur dari banyaknya fitur canggih, melainkan dari manfaat nyata yang dirasakan pengguna.
“Melalui kampanye ‘Beres, Bosch’, kami ingin mengajak masyarakat memahami bahwa teknologi bukan sekadar penumpukan fitur baru. Nilai yang paling berharga justru ada pada kemampuannya menyederhanakan kehidupan sehari-hari. Ketika teknologi dapat mengambil alih rutinitas yang berulang, keluarga bisa memiliki lebih banyak waktu, kenyamanan, dan ketenangan untuk menikmati momen yang benar-benar berarti,” jelasnya. (*)
Pergeseran ini muncul seiring semakin rumitnya urusan rumah tangga di tengah gaya hidup modern. Mengelola rumah kini tak sekadar memasak, mencuci, atau membersihkan ruangan, melainkan juga mencakup penyusunan jadwal keluarga, pengingat berbagai kegiatan, hingga pengambilan keputusan-keputusan kecil setiap harinya.
Survei bertajuk State of Motherhood 2026 yang dilaksanakan Talker Research terhadap 2.000 ibu menunjukkan bahwa beban terberat di rumah bukan lagi tenaga fisik, melainkan beban pikiran (mental load) dalam mengatur alur aktivitas seluruh keluarga. Sebanyak 53 persen responden menyatakan bertanggung jawab penuh menyusun jadwal harian keluarga, 49 persen harus terus mengingatkan anggota keluarga atas tugas masing-masing, dan 41 persen lainnya kerap memberikan instruksi berulang kali agar kegiatan berjalan sesuai rencana.
Kondisi inilah yang membuat kehadiran AI kini dipandang sebagai jalan keluar yang tepat. Teknologi ini dinilai mampu menangani tugas-tugas berulang, sehingga penghuni rumah dapat meringankan beban berpikir serta memiliki lebih banyak waktu luang untuk berkumpul bersama orang terdekat.
Kecenderungan ini juga terlihat dari semakin tingginya adopsi perangkat rumah pintar. Data dari We Are Social mencatat jumlah rumah tangga yang menggunakan sistem rumah pintar naik dari sekitar 9,58 juta unit pada tahun 2024 menjadi hampir 11 juta unit pada tahun 2025. Angka ini menegaskan permintaan masyarakat yang semakin besar terhadap teknologi yang menyederhanakan kehidupan sehari-hari.
Merespons kebutuhan yang berubah ini, pelaku industri teknologi mulai meluncurkan beragam perangkat rumah tangga yang dilengkapi kecerdasan buatan dan sistem otomatisasi. Salah satunya adalah Bosch Home Appliances Indonesia yang kini menyematkan fitur AI pada sejumlah produk dapur dan peralatan cuci mereka.
Salah satu unggulan mereka adalah Bosch Oven Seri 8 yang menggabungkan teknologi AI dengan fitur canggih seperti Steam Function Plus, teknik memasak Sous-vide, serta Air Fry. Produk ini juga terhubung dengan ekosistem Home Connect, sehingga pengguna dapat mengoperasikan oven dari jarak jauh sekaligus mendapatkan panduan memasak secara langsung melalui perangkat genggam.
Untuk kebutuhan mencuci pakaian, Bosch menghadirkan teknologi i-DOS yang secara otomatis mengatur takaran deterjen dan volume air sesuai dengan jumlah serta jenis pakaian yang dicuci. Fitur ini dibuat untuk meminimalkan pengaturan manual yang biasanya harus dilakukan pengguna setiap kali hendak mencuci.
“Kami selalu mengembangkan produk dengan berpusat pada kebutuhan konsumen. Saat ini semakin banyak keluarga di mana ayah dan ibu sama-sama bekerja. Oleh karena itu, tujuan kami bukan sekadar menjual perangkat rumah tangga, melainkan membuat kegiatan memasak menjadi lebih sederhana, lebih sehat, dan tentunya lebih menyenangkan,” ujar Direktur Utama Bosch Home Appliances Indonesia, Anil Narula, dalam pernyataan resmi pada Senin, 6 Juli 2026.
Sementara itu, Kepala Komunikasi Korporat dan Hubungan Pemerintah Bosch Indonesia, Fenny Sofyan, menambahkan bahwa kualitas teknologi seharusnya tidak diukur dari banyaknya fitur canggih, melainkan dari manfaat nyata yang dirasakan pengguna.
“Melalui kampanye ‘Beres, Bosch’, kami ingin mengajak masyarakat memahami bahwa teknologi bukan sekadar penumpukan fitur baru. Nilai yang paling berharga justru ada pada kemampuannya menyederhanakan kehidupan sehari-hari. Ketika teknologi dapat mengambil alih rutinitas yang berulang, keluarga bisa memiliki lebih banyak waktu, kenyamanan, dan ketenangan untuk menikmati momen yang benar-benar berarti,” jelasnya. (*)
Editor: Armia Jamil












