HEADLINE NEWS

Lima Bendungan Diresmikan Presiden, Menteri PU Optimalkan Jaringan Irigasi sampai ke Sawah

By On 23:18

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Foto: Istimewa 
LOMBOK BARAT, ReportNews.id - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus memperkuat dukungan terhadap program swasembada pangan nasional melalui optimalisasi pemanfaatan lima bendungan yang diresmikan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Jumat (10/7). Optimalisasi tersebut dilakukan dengan memastikan pembangunan jaringan irigasi agar air dari bendungan dapat mengalir hingga ke lahan pertanian dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Lima bendungan yang diresmikan meliputi Bendungan Rukoh dan Bendungan Keureuto di Aceh, Bendungan Jlantah di Jawa Tengah, Bendungan Sidan di Bali, serta Bendungan Meninting di Nusa Tenggara Barat. Kelima bendungan tersebut dibangun pada periode 2015–2025 sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan air sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa pembangunan bendungan merupakan investasi jangka panjang yang menjadi fondasi penting bagi pembangunan bangsa sekaligus mendukung peningkatan produksi pangan nasional.

"Lima bendungan yang kita resmikan hari ini adalah investasi negara dengan nilai sekitar Rp9,79 triliun. Menteri Pertanian melaporkan kepada saya bahwa dengan teknologi dan benih terbaik, lima bendungan ini akan mampu menghasilkan sekitar satu juta ton beras," kata Presiden Prabowo.


Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, pembangunan bendungan tidak berhenti pada selesainya konstruksi. Kementerian PU berkomitmen memastikan setiap bendungan berfungsi optimal melalui pembangunan jaringan irigasi sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal dalam meningkatkan produktivitas pertanian dan mendukung swasembada pangan.

"Dalam mendukung ketahanan pangan, lima bendungan ini memberikan manfaat layanan irigasi seluas kurang lebih 39.540 hektare yang ditunjang oleh total jaringan irigasi sepanjang 279,98 kilometer," kata Menteri Dody.

Hingga saat ini, jaringan irigasi yang telah beroperasi pada lima bendungan tersebut telah melayani total 15.241 hektare lahan pertanian, terdiri atas 494 hektare pada Bendungan Meninting, 806 hektare pada Bendungan Jlantah, 9.598 hektare pada Bendungan Sidan, dan 4.343 hektare pada Bendungan Keureuto.

Secara bertahap, kelima bendungan tersebut akan didukung oleh pembangunan jaringan irigasi tambahan yang akan melayani 24.299 hektare lahan pertanian, meliputi 1.065 hektare di Bendungan Meninting, 688 hektare di Bendungan Jlantah, 10.352 hektare di Bendungan Keureuto, dan 12.194 hektare di Bendungan Rukoh. Dengan penyelesaian jaringan irigasi tersebut, seluruh potensi layanan irigasi seluas 39.540 hektare diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung peningkatan produksi pangan nasional.

"Pekerjaan bendungan telah selesai dan mulai memberikan manfaat bagi masyarakat. Namun tugas Kementerian PU belum berhenti di sini. Kami terus membangun jaringan irigasi agar air benar-benar sampai ke lahan pertanian sesuai arahan Bapak Presiden. Di bawah kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo, kesinambungan pembangunan terus kami jaga agar bendungan tidak hanya berdiri sebagai infrastruktur, tetapi berfungsi optimal untuk mendukung swasembada pangan sekaligus menyediakan air bersih bagi masyarakat," jelas Menteri Dody.

Bendungan Meninting Dukung Para Petani di Kab. Lombok Barat

Untuk Bendungan Meninting yang menjadi lokasi peresmian di Kabupaten Lombok Barat, NTB, telah bermanfaat dalam mengurangi konflik horizontal terkait air.

“Khusus untuk bendungan Meninting ini sendiri, bendungan ini telah bisa mengurangi konflik horizontal yang selama ini sebelum bendungan ini ada selalu terjadi antara para petani dari Lombok Barat khususnya karena mereka selalu berebut air manakala musim tanam tiba,” kata Menteri Dody.

Menteri Dody juga menjelaskan terkait manfaat Bendungan Meninting yang dapat meningkatkan produktivitas lahan pertanian.

“Alhamdulillah dengan adanya bendungan ini yang mampu menampung sampai dengan 10 juta meter kubik, dapat dimanfaatkan sepanjang tahun. Dan sawah yang tadinya bergantung pada tadah hujan menjadi sawah yang kita bisa airi dari bendungan seluas 1.600 hektare dengan jaringan irigasi kurang lebih 26 km. Dulu sebelum ada Bendungan Meninting hanya bisa satu kali tanam. Saat ini sudah bisa menjadi tiga kali musim tanam,” tandas Menteri Dody. (*)

- Jurnalis Armia Jamil -




Crossing Text 2.0: Warisan Bunga Hitam Hadirkan Dialog Tubuh, Kekuasaan, dan Ingatan dalam Kolaborasi Teater Indonesia-Jepang

By On 21:11

Foto: For RepotNews.id

JAKARTA, ReportNews.id - Setelah membangun kerja sama artistik lintas negara selama lebih dari lima tahun, Lab Teater Ciputat (Indonesia) dan Theatre Company shelf (Jepang) kembali menghadirkan proyek kolaborasi internasional bertajuk Crossing Text 2.0: Warisan Bunga Hitam (Inheritance of the Black Flower). Pertunjukan ini akan dipentaskan pada 15-16 Agustus 2026 di Gedung Kesenian Miss Tjitjih, Jakarta, dengan dukungan Dana Indonesiana, LPDP, dan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

Crossing Text 2.0 merupakan pengembangan dari proyek sebelumnya, Crossing Text: Between Mystery and Mystical – The Smiling Old Woman (2020–2023), yang mempertemukan karya sastra Indonesia dan Jepang melalui proses kolaborasi lintas budaya. Dalam fase terbaru ini, proyek berangkat dari karya monolog Sebelum Bunga Hitam karya dan gagasan artistik Sir Ilham Jambak, yang terinspirasi dari tokoh Macbeth dalam tragedi klasik karya William Shakespeare.

Namun, pertunjukan ini tidak berupaya mementaskan Shakespeare secara langsung. Sebaliknya, Warisan Bunga Hitam menggunakan Macbeth sebagai titik berangkat untuk mempertanyakan persoalan yang masih relevan hingga hari ini: bagaimana kekuasaan membentuk kehidupan manusia, bagaimana kekerasan meninggalkan jejak dalam tubuh dan ingatan, serta bagaimana trauma dan sejarah diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Menurut Sir Ilham Jambak yang juga menjadi sutradara dari Indonesia dalam garapan ini, karya tersebut lahir dari ketertarikannya pada apa yang terjadi setelah sebuah peristiwa kekerasan berlangsung.

"Saya ingin mengajukan pertanyaan tentang apa yang tersisa setelah kekerasan terjadi. Siapa yang mengingat? Siapa yang dilupakan? Dan bagaimana sejarah terus hidup dalam tubuh dan kehidupan generasi berikutnya," ujarnya.

Sementara itu, sutradara Jepang Yasuhito Yano melihat proyek ini sebagai ruang dialog yang mempertemukan bahasa, tubuh, sejarah, dan pengalaman budaya yang berbeda.

"Crossing Text bukan sekadar pertukaran budaya. Ini adalah ruang di mana teks, tubuh, ingatan, dan pengalaman hidup saling bertemu tanpa harus disatukan menjadi satu kesimpulan. Perbedaan justru menjadi sumber penciptaan," kata Yano.

Tema utama pertunjukan ini berpusat pada tubuh, kekuasaan, dan ingatan. Dalam proses kreatifnya, tubuh dipandang sebagai arsip hidup yang menyimpan pengalaman, trauma, dan sejarah. Melalui metode cross-cultural dialogue, riset artistik, improvisasi, diskusi, serta eksplorasi tubuh, para seniman Indonesia dan Jepang bersama-sama membangun karya yang tumbuh dari pertemuan berbagai perspektif dan pengalaman.

Selain pertunjukan, Crossing Text 2.0 juga menempatkan praktik kerja yang aman dan setara sebagai bagian penting dari proses penciptaan. Seluruh tim produksi mengikuti lokakarya Pencegahan Pelecehan dan Kekerasan dalam Praktik Seni Pertunjukan, yang difasilitasi oleh sejumlah peneliti dan praktisi dari Indonesia maupun Jepang. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menciptakan ruang kerja seni yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Sejak berdiri pada tahun 2005, Lab Teater Ciputat dikenal sebagai kelompok teater yang mengembangkan karya berbasis riset sosial, budaya urban, dan spiritualitas masyarakat. Sementara Theatre Company shelf, yang didirikan oleh Yasuhito Yano pada tahun 2002 di Jepang, dikenal melalui pendekatan artistiknya yang menempatkan tubuh dan bahasa sebagai pusat penciptaan karya.

Melalui Crossing Text 2.0: Warisan Bunga Hitam, kedua kelompok berupaya memperluas dialog antarbudaya sekaligus menawarkan refleksi tentang berbagai persoalan kemanusiaan yang melampaui batas negara, bahasa, dan sejarah.

Masyarakat, pegiat seni, akademisi, mahasiswa, dan penonton umum diundang untuk menyaksikan pertunjukan yang menjadi ruang pertemuan antara Indonesia dan Jepang melalui bahasa teater kontemporer.

INFORMASI PERTUNJUKAN
Crossing Text 2.0: Warisan Bunga Hitam
Produksi Kolaborasi Lab Teater Ciputat (Indonesia) × Theatre Company shelf (Jepang)
📅 15–16 Agustus 2026
🕗 Pukul 20.00 WIB
📍 Gedung Kesenian Miss Tjitjih, Jakarta
NARAHUBUNG MEDIA
Holifah Wira
Pimpinan Produksi Crossing Text 2.0: Warisan Bunga Hitam
📞 0821-2523-4842
Lab Teater Ciputat × Theatre Company shelf
Didukung oleh Dana Indonesiana, LPDP, dan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

Polres Lhokseumawe dan Baitul Mal Bantu Warga Lewat Bedah Rumah

By On 20:39

Peringatan HUT Bhayangkara ke-80, Polres Lhokseumawe Laksanakan Bantuan Bedah Rumah Bersama Baitul Mal. Foto: Ist
LHOKSEUMAWE, ReportNews.id - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Lhokseumawe menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat melalui program bedah rumah bagi warga kurang mampu. Program kemanusiaan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Baitul Mal Kota Lhokseumawe sebagai bentuk sinergi antara kepolisian dan lembaga pengelola zakat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Jumat (10/7/2026).

‎Penerima manfaat program tersebut adalah Nurbaiti, warga Gampong Meunasah Mesjid, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Berdasarkan Surat Keterangan Kurang Mampu yang diterbitkan Keuchik Gampong Meunasah Mesjid Nomor: 440.6/1102/2026, Nurbaiti diketahui merupakan warga kurang mampu yang selama ini membutuhkan bantuan rehabilitasi rumah agar memiliki hunian yang layak dan aman.

‎Peninjauan sekaligus penyerahan bantuan dilakukan oleh Kapolres Lhokseumawe, AKBP Dr. Ahzan, didampingi Kasat Binmas Polres Lhokseumawe, AKP Faisal, (Abu Bangka). beserta jajaran Polres Lhokseumawe. Turut hadir Ketua Badan Baitul Mal Kota Lhokseumawe, Ust. Dr. Tgk. H. Damanhur Abbas, didampingi Plt. Kepala Sekretariat Baitul Mal Kota Lhokseumawe, Faisal.

‎Kapolres Lhokseumawe, AKBP Dr. Ahzan, menyampaikan bahwa momentum HUT Bhayangkara tidak hanya menjadi ajang peringatan institusi kepolisian, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat pengabdian kepada masyarakat melalui aksi nyata.

‎"Peringatan HUT Bhayangkara ke-80 kami maknai dengan menghadirkan manfaat yang langsung dirasakan masyarakat. Program bedah rumah ini merupakan bentuk kepedulian Polri kepada warga yang membutuhkan. Kami berharap rumah yang direhabilitasi ini dapat memberikan kenyamanan, rasa aman, dan semangat baru bagi Ibu Nurbaiti beserta keluarganya. Sinergi dengan Baitul Mal Lhokseumawe menjadi bukti bahwa kolaborasi antar lembaga dapat menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat," ujar AKBP Ahzan.

‎Sementara itu, Ketua Badan Baitul Mal Kota Lhokseumawe, Ust. Dr. Tgk. H. Damanhur Abbas, mengapresiasi kepedulian Polres Lhokseumawe yang menggandeng Baitul Mal dalam mewujudkan program sosial tersebut.

‎"Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada Kapolres Lhokseumawe beserta seluruh jajaran atas kepeduliannya kepada masyarakat. Program bedah rumah ini merupakan implementasi nyata nilai-nilai kemanusiaan dan semangat gotong royong. Baitul Mal Lhokseumawe siap terus bersinergi dengan berbagai pihak dalam menghadirkan program-program yang memberikan manfaat bagi mustahik dan masyarakat kurang mampu, sehingga semakin banyak warga yang dapat merasakan kehidupan yang lebih layak," ungkap Damanhur Abbas.

‎Program rehabilitasi rumah ini diharapkan menjadi simbol kepedulian bersama antara Polri dan Baitul Mal dalam membangun kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera. Selain memperingati HUT Bhayangkara ke-80, kegiatan ini juga menjadi wujud nyata kehadiran negara dan lembaga sosial di tengah masyarakat yang membutuhkan.

‎Melalui kolaborasi ini, Polres Lhokseumawe dan Baitul Mal Kota Lhokseumawe berharap semangat kebersamaan, kepedulian sosial, serta budaya saling membantu terus tumbuh di tengah masyarakat, sehingga semakin banyak warga kurang mampu yang dapat memperoleh hunian layak dan kehidupan yang lebih baik. (*)

Presiden Prabowo Resmikan Bendungan Rukoh, Sekda Aceh: Langkah Besar Jaga Ketahanan Pangan Aceh

By On 20:21

Presiden Prabowo Resmikan Bendungan Rukoh. Foto: Humas Setda Aceh.
PIDIE, ReportNews.id - Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh menghadiri dan mengikuti secara langsung rangkaian peresmian Bendungan Rukoh di Kabupaten Pidie yang dilakukan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara virtual dari Bendungan Meninting, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (10/7/2026).

Dari lokasi Bendungan Rukoh, Sekda Aceh bersama Forkopimda Aceh menyaksikan Presiden Prabowo meresmikan secara serentak lima bendungan strategis nasional, yakni Bendungan Rukoh di Kabupaten Pidie dan Bendungan Keureuto di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, Bendungan Sidan di Provinsi Bali, Bendungan Jlantah di Provinsi Jawa Tengah, serta Bendungan Meninting di Provinsi NTB.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembangunan bendungan merupakan investasi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan pangan nasional, menjamin ketersediaan air baku, mengendalikan banjir, serta mendukung pengembangan energi baru terbarukan. Lima bendungan tersebut dibangun sepanjang 2015 hingga 2025 dengan total investasi mencapai Rp9,79 triliun.

Presiden menjelaskan, kelima bendungan tersebut akan menyuplai air baku sebesar 3,6 meter kubik per detik, mengurangi potensi banjir di lahan seluas 932 hektare, serta mendukung pengembangan energi bersih melalui PLTA dan PLTS terapung. Infrastruktur tersebut juga didukung jaringan irigasi sepanjang 279,98 kilometer yang akan mengairi sekitar 39.540 hektare lahan pertanian.

Bagi Aceh, Bendungan Rukoh dan Bendungan Keureuto menjadi infrastruktur strategis yang akan memperkuat sistem irigasi, meningkatkan produktivitas pertanian, menyediakan air baku bagi masyarakat, mengurangi risiko banjir, serta membuka peluang pengembangan energi terbarukan.

Usai mengikuti peresmian, Sekda Aceh M. Nasir menyampaikan bahwa rampungnya Bendungan Rukoh dan Bendungan Keureuto merupakan langkah penting dalam mendukung program swasembada pangan nasional sekaligus memperkuat pembangunan sektor pertanian di Aceh.


Menurut Sekda, Pemerintah Aceh siap bersinergi dengan pemerintah pusat dan seluruh pemangku kepentingan agar manfaat kedua bendungan tersebut dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan petani, memperkuat ketahanan pangan daerah, dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah sekitarnya.

Turut mendampingi Sekda Aceh dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimda Aceh, jajaran Balai Wilayah Sungai Sumatera I, Pemerintah Kabupaten Pidie, serta para pemangku kepentingan lainnya yang mengikuti agenda peresmian Presiden dari kawasan Bendungan Rukoh, Kabupaten Pidie. (*)


- Jurnalis Armia Jamil -

Kejagung Hormati Proses Penyidikan Polri Terkait 3 Perkara Korupsi

By On 23:03

Gedung Kejaksaan Agung (Foto: Twitter @KejaksaanRI).
JAKARTA, ReportNews.id - Kejaksaan Agung (Kejagung) mengatakan penggeledahan yang dilakukan oleh Polri merupakan bagian dari proses penegakan hukum. Kejagung menghormati proses hukum yang dilakukan Polri.

"Penggeledahan yang terjadi saat ini merupakan tindakan hukum yang dilakukan penyidik kepolisian dalam penanganan perkara yang menjadi kewenangan instansi Polri. Oleh karena itu kami menghormati seluruh proses penyidikan yang sedang berlangsung sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan," kata Kapuspenkum Kejagung Anang Supriatna dalam video yang dikirimkannya, Kamis 9 Juli 2026.

Dia mengatakan Kejagung menunggu hasil proses hukum yang dilakukan Polri. Kejagung mendukung penyidikan yang dilakukan aparat hukum secara profesional.

"Kejaksaan agung menunggu hasil penyidikan yang sedang dilakukan oleh penyidik kepolisian. Termasuk mengenai objek penggeledahan, barang bukti maupun pihak yang dikaitkan dalam proses tersebut," ujarnya.

Dia meminta publik tidak membangun kesimpulan dari informasi yang belum terkonfirmasi. Dia juga berharap publik tidak membangun opini mengarah pada instansinya.

"Kami mengimbau publik agar tidak membangun kesimpulan maupun opini yang mengaitkan seseorang atau suatu institusi dengan dugaan tindak pidana hanya berdasarkan informasi yang berkembang di media massa atau media sosial," ujarnya.

"Menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah, kami menghormati independensi dan kewenangan setiap aparat penegak hukum," sambungnya.

Sebelumnya, Polri menggeledah sejumlah lokasi, termasuk kafe de'Clan di Cipete dan rumah mewah di Sentul. Polri juga menyita barang bukti berupa emas batangan hingga uang ratusan miliar.

Kakortastipidkor Polri, Irjen Totok Suharyanto, menyebut pengusutan kasus-kasus itu ditangani bersama atau joint investigation dengan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Dia menyebutkan kasus-kasus itu ialah dugaan korupsi di PLN terkait pengadaan batu bara memicu blackout; kasus ASABRI; hingga kasus penyelesaian utang dari PT CBS kepada PT KNI yang merupakan anak perusahaan BUMN Krakatau Steel.

"Saat ini, Kortas Polri sedang melaksanakan dengan skema joint investigation dengan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya dalam penanganan perkara korupsi dan pencucian uang pada proses penanganan hukum terhadap perkara PLN BB, kemudian ASABRI tahun 2020 sampai 2025, dan perkara dugaan korupsi dalam proses penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI tahun 2020-2025," ujarnya.

Dirreskrimsus Polda Metro Jaya, Kombes Victor Dean Mackbon, kemudian memberi penjelasan terkait dua objek perkara. Dia mengatakan penggeledahan itu terkait dugaan korupsi dan TPPU dalam proses penanganan hukum oleh oknum pegawai negeri atau penyelenggara negara dalam perkara PT Asabri dan Jiwasraya.

"Yang pertama, dugaan tindak pidana korupsi dan atau tindak pidana pencucian uang dalam proses penanganan hukum oleh oknum pegawai negeri atau oknum penyelenggara negara dalam perkara PT Asabri (Persero) dan atau Asuransi Jiwasraya yang terjadi di wilayah hukum Polda Metro Jaya pada kurun waktu tahun 2020 sampai dengan tahun 2025," ujarnya.

Kasus kedua ialah terkait dugaan korupsi dan TPPU dalam penyelesaian utang. Dia belum menjelaskan siapa saja tersangka dalam perkara-perkara itu.

"Kedua, dugaan tindak pidana korupsi dan atau tindak pidana pencucian uang dalam proses penyelesaian utang atau kewajiban PT CBS kepada PT KNI oleh pegawai negeri atau penyelenggara negara yang terjadi di wilayah hukum Polda Metro Jaya pada kurun waktu 2020 sampai dengan 2025," ujarnya.

Polisi mengusut kasus terkait pasal 12 huruf e dan atau pasal 12 huruf b UU Pemberantasan Tipikor dan/atau pasal 606 ayat 1 dan atau ayat 3, Pasal 3 dan Pasal 5 UU TPPU atau pasal 607 ayat 1 juncto pasal 607 ayat 1 juncto pasal 20 UU KUHP. Sebagai informasi, pasal 12 e UU Tipikor terkait pemerasan dan pasal 12 b terkait suap. Polisi belum menjelaskan siapa tersangka dalam kasus ini




Sumber: Detik.com




TNI Buka Suara Soal Pengamanan di Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah

By On 22:14

Prajurit TNI dikabarkan menjaga ketat rumah Jampidsus Kejaksaan Agung (Kejagung), Febrie Adriansyah yang berlokasi di Kramat Pela, Jakarta Selatan (Jaksel). Foto. AFU.ID
JAKARTA, ReportNews.id - Prajurit TNI dikabarkan menjaga ketat rumah Jampidsus Kejaksaan Agung (Kejagung), Febrie Adriansyah yang berlokasi di Kramat Pela, Jakarta Selatan (Jaksel).

Pusat Penerangan (Puspen) TNI menjelaskan alasan penjagaan ketat tersebut.

"Terkait pengamanan Jampidsus, benar bahwa pengamanan tersebut dilakukan atas permintaan institusi kejaksaan dan telah dikoordinasikan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku, sebagaimana Perpres Nomor 66 tahun 2025 yang berkaitan dengan perlindungan kepada jaksa dalam melaksanakan tugasnya," kata Kapuspen TNI Brigjen TNI Muhammad Nas, saat dihubungi, Kamis 9 Juli 2026.

Dia menyebut pengamanan itu tidak berkaitan dengan isu lain, termasuk buntut kegiatan penggeledahan yang dilakukan Polda Metro Jaya kemarin. Dia mengatakan hal itu bukan kewenangan TNI.

"Pengamanan itu tidak berkaitan dengan isu lain yang saat ini berkembang. Adapun mengenai informasi adanya penggeledahan oleh Polri terhadap sejumlah lokasi, hal tersebut merupakan proses yang berbeda dan menjadi kewenangan Polri," jelasnya.

Adapun pada Rabu (8/7) malam rumah Jampidsus Febrie Adriansyah dijaga ketat oleh TNI. Belum ada penjelasan dari Kejagung terkait alasan penjagaan rumah dari Jampidsus di Jakarta Selatan tersebut.



Sumber: Detik.com

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *