BERITA TERBARU

Wagub Aceh Hadiri Haul Ke‑4 Abu Tumin di Dayah Babussalam Blang Bladeh

By On 23:12

Wagub Aceh Hadiri Haul Ke‑4 Abu Tumin di Dayah Babussalam Blang Bladeh. Foto: Humas Setda Aceh
BIREUEN, ReportNews.id – Wakil Gubernur Aceh, H. Fadhlullah, SE, menghadiri Haul ke-4 Tgk. H. Muhammad Amin bin Mahmud Syah atau yang lebih dikenal dengan Abu Tumin, pimpinan Dayah Al Madinatuddiniyah Babussalam, Blang Bladeh, Kabupaten Bireuen, Minggu (16/8/2026).

Kehadiran Wakil Gubernur Aceh dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari penghormatan terhadap sosok ulama yang telah memberikan pengabdian besar dalam bidang pendidikan Islam, dakwah, serta pembinaan umat di Aceh.

Wagub Aceh hadir bersama istri, Mukarramah, selaku Ketua Staf Ahli TP PKK Aceh. Turut mendampingi Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Aceh, Akkar Arafat, S.STP., M.Si., serta Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, Dr. Misran Fuadi, S.Ag., M.AP.

Kedatangan Wagub Aceh disambut keluarga almarhum, di antaranya Tu Haidar dan Tu Ahmat, bersama sanak keluarga Abu Tumin. Kehadiran keluarga besar almarhum turut memberikan suasana kekeluargaan dalam rangkaian kegiatan haul tersebut.

Haul ke-4 Abu Tumin turut dihadiri sejumlah ulama dari berbagai daerah di Aceh, termasuk para alumni Dayah Babussalam. Di antaranya Abi Drs. Tgk. H. M. Daud Hasbi, M.Ag., Pimpinan Dayah Terpadu Inshafuddin Kota Banda Aceh; Abu H. M. Yunus Adami atau Abu M. Yunus Palda, Pimpinan Dayah Madinatuddiniyah Jabal Nur Paloh Lada, Aceh Utara; Abu Zainuddin Bayu; serta Tgk. H. Athaillah Ishak Al Amiry atau Abu Ulee Titi, Pimpinan Dayah Raudhatul Thalabah Ulee Titi.

Dalam kesempatan tersebut, Wagub Aceh mengikuti rangkaian kegiatan haul dan doa bersama untuk almarhum. Momentum ini sekaligus menjadi ajang mempererat silaturahmi dengan para ulama, pimpinan dayah, keluarga besar Abu Tumin, para alumni, serta masyarakat.

Wakil Gubernur Aceh menyampaikan bahwa sosok ulama seperti Abu Tumin memiliki tempat penting dalam perjalanan pendidikan dan kehidupan keagamaan masyarakat Aceh. Keteladanan, keilmuan, serta pengabdian beliau diharapkan terus menjadi inspirasi bagi generasi penerus.

Menurutnya, warisan terbesar seorang ulama bukan hanya berupa lembaga pendidikan yang ditinggalkan, tetapi juga ilmu, akhlak, keteladanan, dan nilai-nilai kebaikan yang terus hidup serta diwariskan kepada generasi berikutnya.

Wagub Aceh berharap silaturahmi dan kebersamaan antara Pemerintah Aceh dengan para ulama serta pimpinan dayah terus diperkuat. Sinergi tersebut dinilai penting dalam menjaga nilai-nilai keislaman sekaligus membangun generasi Aceh yang berilmu, berakhlak, dan memiliki kepedulian terhadap masa depan daerah.

Lebih dari itu, semangat dan keteladanan para ulama diharapkan menjadi bagian penting dalam meletakkan fondasi bagi masa depan Aceh yang semakin Islami, bermartabat, serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai agama, adat, dan kebersamaan.

Haul ke-4 Abu Tumin berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kekeluargaan. Momentum tersebut tidak hanya menjadi ruang untuk mengenang jasa dan mendoakan almarhum, tetapi juga menjadi pengingat bagi seluruh elemen Aceh untuk meneruskan perjuangan para ulama dalam menjaga agama, membina umat, dan membangun Aceh yang lebih baik ke depan. (*)

- Jurnalis Armia Jamil -

Dukung Kesejahteraan Keluarga, Pertamina Patra Niaga Sumbagut Sabet Empat Penghargaan

By On 17:59

Komitmen Dukung Kesejahteraan Keluarga, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Raih Empat Penghargaan dari Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Raih Empat Penghargaan dari Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga. Foto: Istimewa
MEDAN, ReportNews.id – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut buktikan komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan keluarga, pengasuhan anak, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat dengan menerima empat penghargaan dari Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga. Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas berbagai inisiatif perusahaan yang mengintegrasikan aspek kesejahteraan keluarga, kesehatan pekerja, dan pemberdayaan masyarakat dalam pelaksanaan program-program berkelanjutan, Minggu (16/8/2026).

Empat penghargaan yang diterima Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut meliputi penghargaan sebagai Perusahaan Penyedia Fasilitas Daycare di Lingkungan Kerja, penghargaan atas partisipasi dan kerja sama dalam mendukung Kerabat di Tamasya Seri Spesial Hari Anak Nasional ke-42 Tahun 2026 dengan tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”, penghargaan atas partisipasi dan kerja sama dalam mendukung Kerabat Tamasya Seri Spesial Harganas ke-33 mengenai peran ayah dalam pengasuhan anak usia dini dengan tema “Ayah Terlibat, Anak Berkualitas”, serta penghargaan atas Bantuan Rumah Layak Huni (RLH) dalam mendukung Program GENTING.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, mengatakan bahwa penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap komitmen perusahaan dalam membangun lingkungan kerja yang lebih ramah keluarga sekaligus mendukung program-program pemerintah di bidang kependudukan dan pembangunan keluarga.

“Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus menghadirkan lingkungan kerja yang mendukung kesejahteraan pekerja dan keluarganya. Bagi Pertamina Patra Niaga, dukungan terhadap pengasuhan anak dan kesehatan mental keluarga bukan hanya memberikan manfaat sosial, tetapi juga menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam membangun sumber daya manusia yang lebih sehat, fokus, dan produktif,” ujar Fahrougi.

Salah satu bentuk komitmen tersebut diwujudkan melalui penyediaan fasilitas daycare di lingkungan kerja, yang menjadikan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut sebagai salah satu perusahaan pertama yang menghadirkan fasilitas tersebut sebagai bagian dari strategi kesehatan pekerja dan keluarga. Kehadiran daycare memberikan ruang yang aman dan nyaman bagi anak-anak pekerja sekaligus mendukung keseimbangan antara kehidupan keluarga dan pekerjaan.

Selain itu, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut juga aktif mendukung berbagai program penguatan keluarga melalui edukasi pengasuhan anak, peningkatan peran ayah dalam tumbuh kembang anak usia dini, serta bantuan sosial kepada masyarakat melalui program Rumah Layak Huni (RLH) dalam mendukung Program GENTING.

Fahrougi menambahkan bahwa perusahaan akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan keluarga yang berkualitas dan berkelanjutan.

“Kami percaya bahwa pekerja yang memiliki dukungan keluarga yang baik akan memberikan dampak positif terhadap produktivitas, kesehatan, dan kinerja perusahaan secara keseluruhan. Karena itu, kami akan terus mengembangkan berbagai inisiatif yang mendukung keluarga, anak, dan masyarakat sebagai bagian dari komitmen Pertamina Patra Niaga dalam menciptakan nilai bersama bagi lingkungan sekitar,” tutup Fahrougi.

Melalui berbagai inisiatif tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menegaskan komitmennya untuk terus mendukung terciptanya keluarga yang berkualitas, lingkungan kerja yang inklusif, serta masyarakat yang lebih sehat dan sejahtera, sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 5 (Kesetaraan Gender), dan SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi). (*)

Peringati HUT RI ke‑81, PT Perta Arun Gas Gelar Turnamen Bola Voli Libatkan 13 Desa

By On 15:39

✅ Jalin Kebersamaan, PT Perta Arun Gas Hadirkan Turnamen Voli Peringatan HUT RI ke‑81
 PT Perta Arun Gas Hadirkan Turnamen Voli Peringatan HUT RI ke‑81. Foto: Dok. PAG
LHOKSEUMAWE, ReportNews.id- Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia diwujudkan PT Perta Arun Gas (PAG) melalui kegiatan olahraga yang melibatkan masyarakat di wilayah sekitar perusahaan. Bertajuk “Piala Presiden Direktur PT Perta Arun Gas”, turnamen bola voli digelar pada 15–16 Agustus 2026 di Lapangan Voli Basecamp Perumahan PT Perta Arun Gas, Lhokseumawe.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) PAG bersinergi dengan Pengurus Cabang Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kota Lhokseumawe serta melibatkan 13 desa lingkungan sebagai peserta.

Technical & Operation Director PT Perta Arun Gas, Agus Mukorobin, yang hadir dan membuka kegiatan ini menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari kemeriahan peringatan kemerdekaan tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat hubungan antara perusahaan dan masyarakat.

“Melalui kegiatan Piala Presiden Direktur PAG ini, kami ingin menghadirkan semangat kemerdekaan dalam bentuk kegiatan yang positif, sehat serta membangun kebersamaan,” ujarnya.

Ia menambahkan, PAG berkomitmen untuk terus menghadirkan program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. Menurutnya, pengembangan potensi generasi muda melalui kegiatan olahraga merupakan salah satu bentuk investasi sosial yang penting untuk dilakukan secara berkelanjutan.

“Kami berharap turnamen ini dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan potensi terbaiknya sekaligus mempererat persaudaraan antardesa dan perusahaan,” tutupnya.

Tidak hanya menghadirkan kompetisi, PAG juga memberikan dukungan terhadap pengembangan sarana dan pembinaan olahraga di tingkat desa seperti bantuan fasilitas olahraga kepada 13 Desa Lingkungan ini.

Diharapkan fasilitas ini dapat dimanfaatkan tidak hanya selama pelaksanaan turnamen, tetapi juga menjadi fasilitas pendukung bagi masyarakat dalam melaksanakan kegiatan olahraga secara berkelanjutan di masing-masing desa.

Penyelenggaraan Piala Presiden Direktur PT Perta Arun Gas menjadi salah satu wujud komitmen PAG dalam menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan secara berkelanjutan. Melalui kegiatan yang dekat dengan kebutuhan dan minat masyarakat, PAG berupaya membangun hubungan yang harmonis dengan lingkungan binaan sekaligus mendorong lahirnya ruang-ruang positif bagi generasi muda.

13 Desa lingkungan yang diikutsertakan meliputi: Desa Blang Panyang, Desa Meuria Paloh, Desa Padang Sakti, Desa Paloh Dayah, Desa Paloh Punti, Desa Cot Trieng, Desa Ujung Pacu, Desa Blang Naleung Mameh, Desa Batuphat Barat, Desa Batuphat Timur, Desa Blang Pulo, Desa Ujong Blang, dan Desa Blang Mee. (*)

PNL Kukuhkan 1.655 Mahasiswa Baru, Direktur: Kampus Ini Kawah Candradimuka untuk Menempa Masa Depan

By On 15:09

PNL Kukuhkan 1.655 Mahasiswa Baru. Foto: Dok PNL
LHOKSEUMAWE, ReportNews.id - Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) mengukuhkan 1.655 mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 dalam rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026. Kegiatan yang berlangsung pada 16–19 Agustus 2026 itu menjadi gerbang awal bagi mahasiswa untuk mengenal kehidupan akademik, budaya kampus, pendidikan vokasi, serta nilai-nilai yang akan membentuk perjalanan mereka selama menempuh pendidikan di PNL.

Direktur PNL, Dr. Ir. Rizal Syahyadi, ST., M.Eng.Sc., IPM., ASEAN Eng., APEC Eng., dalam sambutannya menyampaikan selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru. Ia menyebut kampus bukan sekadar tempat mengejar gelar dan ijazah, melainkan ruang untuk belajar, bertumbuh, ditempa, serta mempersiapkan diri menghadapi masa depan.

“Saudara tidak salah memilih PNL. Saudara telah memilih sebuah institusi pendidikan vokasi yang akan membawa Saudara semakin dekat dengan dunia nyata: dunia industri, dunia usaha, teknologi, inovasi, kewirausahaan, serta berbagai perubahan besar yang sedang terjadi di tingkat nasional maupun global,” ujarnya.

Menurutnya, perjalanan di perguruan tinggi tidak selalu mudah. Mahasiswa akan berhadapan dengan tugas, praktikum, proyek, kritik, tantangan, bahkan kegagalan. Namun, justru melalui proses itulah pendidikan menemukan maknanya.

“PNL adalah kawah candradimuka. Di sinilah Saudara akan ditempa. Bukan hanya agar menjadi mahasiswa yang mampu memperoleh nilai tinggi, tetapi menjadi manusia yang terampil tangannya, tajam pikirannya, kuat karakternya, luas wawasannya, dan luhur akhlaknya,” tegasnya.

Direktur menambahkan, PNL tidak ingin mahasiswa kelak meninggalkan kampus hanya dengan membawa selembar ijazah. Lebih dari itu, lulusan harus membawa kompetensi, karakter, keberanian, jejaring, pengalaman, serta kemampuan untuk menciptakan masa depannya sendiri.

Ia juga mengingatkan mahasiswa baru agar tidak menjadi penonton di tengah perubahan dunia yang berlangsung sangat cepat. Perkembangan artificial intelligence, otomasi, transformasi digital, energi baru, ekonomi kreatif, dan berbagai teknologi mutakhir akan terus mengubah lanskap pekerjaan serta kebutuhan industri.

Karena itu, masa kuliah, menurutnya, tidak boleh berhenti pada rutinitas datang ke kampus, duduk di ruang kelas, menyelesaikan tugas, mengikuti ujian, lalu pulang. Mahasiswa didorong menghidupkan laboratorium dan workshop, aktif berorganisasi, membangun jejaring, mengikuti kompetisi, melahirkan inovasi, menguasai bahasa asing, teknologi dan kecerdasan buatan, serta memperkuat kemampuan komunikasi dan kepemimpinan.

“Jangan takut mencoba dan jangan takut gagal. Orang-orang besar bukanlah mereka yang tidak pernah mengalami kegagalan, tetapi mereka yang selalu mempunyai keberanian untuk bangkit setiap kali kehidupan menjatuhkannya,” katanya.

Direktur juga mengajak mahasiswa mengubah cara pandang terhadap masa depan. Pertanyaan “Setelah lulus, saya akan bekerja di mana?” perlu ditingkatkan menjadi pertanyaan yang lebih mendasar: “Kompetensi apa yang harus saya miliki agar dunia membutuhkan saya?”

Menurutnya, ketika kompetensi kuat, karakter terjaga, komunikasi baik, jejaring luas, dan kemampuan beradaptasi dengan teknologi terus diasah, lulusan tidak semata-mata menjadi pencari kesempatan, tetapi tumbuh menjadi pribadi yang dicari oleh kesempatan.

Di hadapan mahasiswa baru, ia turut menekankan bahwa identitas sebagai mahasiswa PNL membawa tanggung jawab moral. Mahasiswa diminta menjaga etika, menghormati dosen, tenaga kependidikan, senior dan sesama mahasiswa, merawat fasilitas kampus, menghargai perbedaan, serta menjauhi kekerasan, perundungan, narkoba, intoleransi, dan berbagai perilaku yang dapat merusak masa depan.

“Kampus tidak bertanya seberapa hebat Saudara ketika datang. Kampus akan melihat seberapa jauh Saudara mau bertumbuh selama berada di dalamnya,” ucapnya.

Ia berharap, dari 1.655 mahasiswa yang hari ini memulai perjalanan di PNL, kelak akan lahir para engineer, teknolog, entrepreneur, inovator, profesional, dan pemimpin yang mampu menghadirkan perubahan bagi Aceh, Indonesia, bahkan dunia.

Ketua Panitia PKKMB PNL 2026, Safriadi, S.Kom., M.T., mengatakan sebanyak 1.655 peserta mengikuti PKKMB yang tersebar pada enam jurusan di lingkungan PNL. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung selama empat hari, mulai 16 hingga 19 Agustus 2026.

Pelaksanaan PKKMB tahun ini juga semakin diperkuat dengan pemanfaatan teknologi informasi. Proses pendaftaran dan absensi peserta dilaksanakan berbasis IT sebagai bagian dari transformasi layanan kampus sekaligus membiasakan mahasiswa baru dengan ekosistem akademik yang semakin digital.

Rangkaian pembukaan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan Direktur Politeknik Negeri Lhokseumawe tentang Penetapan dan Pengukuhan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027 oleh Wakil Direktur Bidang Akademik dan Sistem Informasi PNL, Dr. (C). Muhammad Arhami, S.Si., M.Kom. Pembacaan keputusan tersebut menjadi penanda resmi bergabungnya mahasiswa baru ke dalam keluarga besar Politeknik Negeri Lhokseumawe. (*)

Peringati Hari Damai Aceh ke‑21, Kapolres Lhokseumawe Dukung Lomba Konten Kreator

By On 13:21

Kapolres Lhokseumawe AKBP Ahzan. Foto: Istimewa
LHOKSEUMAWE, ReportNews.id - Kapolres Lhokseumawe AKBP Ahzan, menghadiri kegiatan pembagian juara dan penyerahan hadiah Lomba Konten Kreator dalam rangka memperingati Hari Damai Aceh (HDA) ke-21 Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh KPA Samudera Pase, Sabtu (15/8/2026) malam.

Kegiatan yang berlangsung di Kafe Platinum, Desa Kuta Blang, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, tersebut dihadiri sekitar 100 peserta dan tamu undangan. Turut hadir Ketua DPRK Lhokseumawe Faisal H. Isa, Ketua BRA Aceh Utara Kamaruddin, Anggota DPR Aceh dari PA Tajuddin, Panglima Muda Daerah III Tgk Chik di Paya Bakong KPA Wilayah Samudera Pase Sofyan Ismail, panitia pelaksana, Jaringan Anak Syuhada (JASA) Aceh Utara serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr. Ahzan memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Lomba Konten Kreator HDA ke-21 Tahun 2026 yang turut dirangkaikan dengan semangat memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kapolres menilai kegiatan kreatif seperti lomba konten kreator dapat menjadi sarana positif bagi generasi muda dalam menyampaikan pesan-pesan perdamaian kepada masyarakat melalui media digital.

“Kami mengapresiasi kegiatan ini. Kreativitas generasi muda harus terus diarahkan untuk menyampaikan pesan-pesan positif, memperkuat persatuan, dan menjaga perdamaian Aceh yang telah kita nikmati bersama,” ujar Kapolres.

Menurut Kapolres, perdamaian bukan hanya menjadi sejarah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama untuk dipelihara dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Karena itu, seluruh elemen masyarakat diharapkan terus menjaga suasana yang aman, damai dan kondusif.(*)

DPP Perempuan Merdeka Indonesia Bersama IMPAS Aceh‑Jakarta Gelar Bakti Sosial dan Pengobatan Gratis

By On 09:27

DPP Perempuan Merdeka Indonesia Bersama IMPAS Aceh-Jakarta Hadirkan Bakti Sosial dan Layanan Kesehatan Gratis
DPP Perempuan Merdeka Indonesia Bersama IMPAS Aceh-Jakarta Hadirkan Bakti Sosial dan Layanan Kesehatan Gratis. Foto: Istimewa
JAKARTA, ReportNews.id - Dalam semangat memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Ikatan Mahasiswa Pascasarjana (IMPAS) Aceh–Jakarta Raya menggelar bakti sosial, edukasi kesehatan dan lingkungan, pembagian paket sembako, serta pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat di kawasan Tanjung Barat, Jakarta Selatan, Sabtu (15/8/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Sehat Warganya, Kuat Ekonominya, Cerah Masa Depan Generasi” tersebut berlangsung mulai pukul 09.30 hingga 12.00 WIB.

Rangkaian kegiatan dilaksanakan di dua lokasi. Di Mushola Al Barakah, panitia menggelar sosialisasi ramah lingkungan dan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bersama anak-anak usia dini.

Edukasi tersebut dilakukan untuk menanamkan kesadaran sejak dini mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri, lingkungan, serta menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kegiatan tersebut, panitia juga membagikan alat tulis kepada anak-anak sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan sekaligus menumbuhkan semangat belajar generasi muda.

Sementara itu, pembagian paket sembako dan pemeriksaan kesehatan gratis dilaksanakan di kawasan tepian Jalan TPA. Kegiatan sosial dan layanan kesehatan tersebut menyasar sekitar 100 warga pemulung setempat.

Pemeriksaan kesehatan gratis melibatkan tim medis dari Perkumpulan Dokter Umum Indonesia (PDUI). Koordinator tim medis, dr. Muh Izzulhaq, memimpin pelayanan kesehatan bersama dr. Fadel Muhammad, dr. Muh Fikri, dr. Alfiyah Rana, serta Herri selaku perawat.

Tim medis memberikan pelayanan pemeriksaan kesehatan kepada warga sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan melakukan pemeriksaan secara berkala.

Ketua Umum IMPAS Aceh–Jakarta Raya, Agussalim, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat sekaligus kontribusi nyata dalam momentum kemerdekaan.

Menurutnya, semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga dengan menghadirkan manfaat dan kepedulian secara langsung kepada masyarakat.

“Mahasiswa tidak hanya memiliki tanggung jawab dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki peran sosial untuk berkontribusi dan hadir di tengah masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan manfaat secara langsung, khususnya dalam bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan dan sosial,” ujar Agussalim.

Kegiatan tersebut digelar IMPAS Aceh–Jakarta Raya dengan berkolaborasi bersama Perempuan Merdeka Indonesia, Tani Merdeka Indonesia, Pedagang Pejuang Indonesia Raya (PAPERA), Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI), serta tim medis dari Perkumpulan Dokter Umum Indonesia (PDUI).

Ketua Panitia, Rahmatun Fhonna, mengatakan rangkaian kegiatan dirancang untuk memberikan manfaat kepada berbagai kelompok masyarakat, khususnya warga pemulung dan anak-anak di sekitar lokasi.

“Dalam kegiatan ini kami membagikan paket sembako kepada warga, memberikan alat tulis kepada anak-anak, mengadakan edukasi ramah lingkungan dan pola hidup bersih dan sehat, serta menyediakan pemeriksaan kesehatan gratis dengan dukungan tim medis,” jelas Rahmatun.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat memberikan manfaat sekaligus menumbuhkan kepedulian bersama terhadap kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kondisi sosial masyarakat.

Menurutnya, edukasi PHBS kepada anak-anak usia dini merupakan langkah penting dalam membentuk kebiasaan hidup sehat sejak dini.

“Kami ingin anak-anak memahami bahwa menjaga kebersihan diri dan lingkungan merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari. Dari kebiasaan sederhana inilah diharapkan lahir generasi yang lebih sehat dan peduli terhadap lingkungan,” katanya.

Melalui kegiatan tersebut, IMPAS Aceh–Jakarta Raya bersama seluruh organisasi dan pihak yang terlibat berharap semangat gotong royong, kepedulian sosial, dan persatuan dapat terus tumbuh di tengah masyarakat.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi mahasiswa Aceh di Jakarta dalam mengisi kemerdekaan melalui aksi nyata di bidang sosial, kesehatan, pendidikan, dan lingkungan.

“Sehat warganya, kuat ekonominya, cerah masa depan generasi.” (*)

Wagub Fadhlullah: Tantangan Aceh Kini Memastikan Manfaat Perdamaian

By On 13:41

Peringatan Hari Damai Aceh ke- XXI. Foto: Humas Setda Aceh
Peringatan Hari Damai Aceh ke- XXI. Foto: Humas Setda Aceh
BANDA ACEH, ReportNews.id - Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah (Dek Fadh) mengatakan tantangan Aceh setelah 21 tahun perdamaian bukan lagi mengakhiri konflik, melainkan memastikan setiap anak Aceh benar-benar merasakan manfaat dari perdamaian.

Hal itu disampaikan Fadhlullah saat memberikan sambutan pada peringatan 21 tahun perdamaian Aceh yang digelar Pemerintah Aceh di Gedung Balai Meuseuraya Aceh, Banda Aceh, Sabtu (15/8/2026).

“Tantangan kita hari ini bukan lagi mengakhiri konflik, tetapi memastikan setiap anak Aceh merasakan manfaat perdamaian melalui lapangan kerja, pendidikan, kesehatan, dan penguatan ekonomi masyarakat,” kata Fadhlullah.

Menurutnya, keberhasilan perdamaian tidak cukup diukur dari berhentinya konflik. Perdamaian harus mampu menghadirkan keadilan, meningkatkan kesejahteraan, serta menumbuhkan harapan bagi generasi mendatang.

“Ukuran keberhasilan perdamaian bukan hanya berakhirnya konflik, tetapi tegaknya keadilan, meningkatnya kesejahteraan, dan tumbuhnya harapan bagi generasi mendatang,” ujarnya.

Fadhlullah mengatakan, 21 tahun lalu, tepatnya 15 Agustus 2005, Aceh mencatat sejarah penting melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Helsinki yang mengakhiri konflik berkepanjangan melalui jalan damai.

Kesepakatan tersebut menjadi ikhtiar untuk menghentikan pertumpahan darah, memulihkan kehidupan masyarakat, sekaligus membuka masa depan Aceh yang lebih baik.

Dalam momentum tersebut, Fadhlullah mengajak seluruh masyarakat Aceh mengenang para syuhada serta menghormati seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam proses perdamaian.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para tokoh perdamaian, mediator dan tim perunding di Helsinki, Pemerintah Republik Indonesia, negara-negara sahabat, ulama, tokoh masyarakat, serta seluruh pihak yang ikut berkontribusi dalam perjalanan perdamaian Aceh.

600 Hektare untuk Pengembangan Ekonomi

Dalam rangkaian peringatan tersebut, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah juga menyerahkan santunan kepada anak yatim dan sertifikat penghargaan kepada sejumlah pemangku kebijakan yang dinilai ikut berperan dalam menjaga dan merawat perdamaian Aceh.

Pada kesempatan yang sama, Fadhlullah menerima sertifikat tanah seluas 600 hektare yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota di Aceh dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional.

Tanah tersebut nantinya akan diarahkan untuk pengembangan ekonomi eks kombatan GAM dan korban konflik Aceh sesuai dengan amanat MoU Helsinki.

Fadhlullah berharap berbagai langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menerjemahkan perdamaian ke dalam manfaat nyata bagi masyarakat.

“Untuk itu, mari kita rawat perdamaian dengan kerja nyata, saling menghormati, dan saling mempercayai. Mari kita jadikan Aceh sebagai daerah yang damai, maju, islami, dan bermartabat,” ujarnya. (*)

- Jurnalis Armia Jamil -

Transaksi QRIS Capai Rp1,93 Triliun, BI Lhokseumawe Pacu Ekonomi Digital dan UMKM

By On 22:56

Transaksi QRIS Capai Rp1,93 Triliun, BI Lhokseumawe Pacu Ekonomi Digital dan UMKM
Transaksi QRIS Capai Rp1,93 Triliun, BI Lhokseumawe Pacu Ekonomi Digital dan UMKM. Foto: ReportNews.Id
LHOKSEUMAWE, ReportNews.id – Aktivitas ekonomi digital di wilayah kerja Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Lhokseumawe terus menunjukkan peningkatan.
Perkembangan tersebut tercermin dari semakin luasnya penggunaan QRIS oleh masyarakat dan pelaku usaha, serta bertambahnya jumlah UMKM yang masuk ke ekosistem digital. Kondisi ini menjadi salah satu peluang yang terus didorong Bank Indonesia untuk memperkuat aktivitas ekonomi daerah.

Pada periode Januari–Juni 2026, nominal transaksi QRIS di wilayah kerja KPwBI Lhokseumawe tercatat sebesar Rp1,93 triliun, dengan volume mencapai 24.002.952 transaksi. Sementara itu, jumlah merchant QRIS terus mengalami peningkatan hingga mencapai 136.179 merchant pada Juni 2026. Perkembangan tersebut menunjukkan semakin luasnya akseptasi pembayaran digital di masyarakat dan dunia usaha.

Sejalan dengan perkembangan tersebut, KPwBI Lhokseumawe optimistis perekonomian Lhokseumawe dan wilayah sekitarnya akan terus tumbuh, dengan digitalisasi ekonomi menjadi salah satu peluang yang dapat dimanfaatkan untuk memperluas aktivitas usaha, meningkatkan efisiensi transaksi, dan membuka akses pasar yang lebih luas bagi UMKM.

Hal tersebut disampaikan Kepala KPwBI Lhokseumawe, Yudo Herlambang, dalam kegiatan Temu Media KPwBI Lhokseumawe bertema “Sinergi untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan”, Jumat (14/8).

“Digitalisasi ekonomi terus meningkat. Ini menjadi peluang yang sangat besar bagi daerah, khususnya bagi UMKM. Dengan semakin banyaknya pelaku usaha yang masuk ke ekosistem digital,

kita optimistis aktivitas ekonomi Lhokseumawe dan sekitarnya dapat terus berkembang,” ujar Yudo.

Menurut Yudo, penguatan digitalisasi juga perlu diikuti dengan peningkatan kapasitas pelaku UMKM agar mampu memanfaatkan berbagai kanal digital secara optimal. Digitalisasi tidak hanya berkaitan dengan penggunaan QRIS sebagai sarana pembayaran, tetapi juga membuka peluang bagi UMKM untuk memperluas pemasaran melalui e-commerce dan meningkatkan akses terhadap layanan perbankan serta pembiayaan.

KPwBI Lhokseumawe terus mendorong onboarding UMKM go digital agar pelaku usaha lokal dapat meningkatkan daya saing dan memperluas jangkauan pasar. Sebanyak 8 UMKM di wilayah kerja KPwBI Lhokseumawe telah lolos kurasi untuk mengikuti pameran Karya Kreatif Indonesia (KKI) di Jakarta pada 20–23 Agustus 2026.

Selain mendorong digitalisasi UMKM, KPwBI Lhokseumawe juga terus memperkuat literasi dan pelindungan konsumen. Sepanjang Januari–Juli 2026, telah dilaksanakan 15 kegiatan sosialisasi dan edukasi terkait Pelindungan Konsumen dan QRIS dengan total peserta sekitar 3.000 orang. Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat sekaligus meminimalkan risiko fraud dan scam dalam transaksi digital.

Pengendalian Inflasi Tetap Menjadi Perhatian

Di tengah peluang pertumbuhan tersebut, Bank Indonesia tetap mencermati berbagai tantangan
yang dapat memengaruhi daya beli masyarakat, terutama perkembangan inflasi pangan. Berdasarkan pemantauan KPwBI Lhokseumawe, komoditas volatile food, khususnya beras dan aneka cabai, menjadi salah satu perhatian dalam pengendalian inflasi di wilayah kerja.

Pada Juli 2026, beras menjadi salah satu komoditas penyumbang inflasi di Kota Lhokseumawe seiring berangsur menurunnya pasokan gabah di tingkat petani. Sementara itu, aneka cabai turut memberikan tekanan sejalan dengan dimulainya musim tanam di sejumlah daerah sentra produksi.

Untuk mengantisipasi tekanan tersebut, diperlukan penguatan sinergi antardaerah, terutama dengan daerah yang memiliki potensi sebagai sentra produksi pangan. Upaya tersebut diharapkan tidak hanya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan, tetapi juga membuka peluang pengembangan ekonomi dan hilirisasi di daerah.

Pekan QRIS Nasional Dorong Ekonomi Digital

Sebagai bagian dari upaya memperkuat digitalisasi ekonomi sekaligus mendorong aktivitas UMKM, KPwBI Lhokseumawe akan menyelenggarakan rangkaian Pekan QRIS Nasional (PQN) 2026 pada 16–17 Agustus 2026 di Lhokseumawe Convention Hall.

PQN 2026 menghadirkan berbagai kegiatan, antara lain bazar UMKM, pojok QRIS, edukasi, serta berbagai aktivitas yang melibatkan masyarakat dan pelaku usaha. Kegiatan tersebut diharapkan semakin memperluas pemanfaatan QRIS sekaligus membuka ruang bagi UMKM lokal untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat.

Dalam rangkaian PQN 2026 juga dilaksanakan pasar murah sebagai salah satu upaya mendukung pengendalian inflasi dan membantu masyarakat memperoleh kebutuhan dengan harga yang terjangkau.

Melalui Temu Media, KPwBI Lhokseumawe juga menegaskan pentingnya peran media sebagai bagian dari ekosistem pentahelix dan hexahelix dalam pembangunan ekonomi daerah. 

KPwBI Lhokseumawe berharap komunikasi dan sinergi dengan media semakin diperkuat sehingga informasi mengenai perkembangan ekonomi dan kebijakan Bank Indonesia dapat tersampaikan secara akurat, edukatif, dan konstruktif kepada masyarakat.

“Harapan kami, sinergi dengan media semakin erat sehingga informasi yang disampaikan kepada masyarakat dapat membangun ekspektasi yang positif, menciptakan kondisi yang kondusif, dan turut mendukung pertumbuhan ekonomi Lhokseumawe dan wilayah sekitarnya,” sebut Yudo.

Peringati Hari Damai Aceh XXI, Malam Ini Zikir dan Doa Digelar di Masjid Raya Baiturrahman

By On 14:52

Gubernur Aceh, H. Muzakir Manaf (Mualem), dan Wakil Gubernur Aceh,  H. Fadhlullah (Dek Fad). Foto: Humas Setda Aceh
BANDA ACEH, ReportNews.id – Zikir dan doa bersama dalam rangka memperingati Hari Damai Aceh XXI Tahun 2026 digelar malam ini, Jumat (14/8/2026), di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Damai Aceh XXI yang dipersiapkan panitia dari Badan Reintegrasi Aceh (BRA). Khusus pelaksanaan zikir dan doa di Masjid Raya Baiturrahman, kegiatan dilaksanakan Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh melalui UPTD Masjid Raya Baiturrahman.

Panitia telah mengundang seluruh Kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA), ASN, serta berbagai elemen masyarakat untuk hadir dalam kegiatan tersebut.

Kepala DSI Aceh, Dr. Misran Fuadi, S.Ag., M.AP., mengatakan persiapan di Masjid Raya Baiturrahman telah dilakukan untuk mendukung kelancaran acara.

“Alhamdulillah, persiapan sudah dilakukan. Insyaallah malam ini kita dapat bersama-sama berzikir dan berdoa. Semoga Allah SWT menjaga Aceh dalam kedamaian dan memberikan keberkahan bagi seluruh masyarakat,” kata Misran.

Rangkaian acara dimulai pukul 18.30 WIB dengan penyambutan jamaah dan tamu undangan. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan Salat Isya berjamaah pada pukul 20.10 WIB.

Usai Salat Isya, jamaah akan mengikuti pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta sambutan dan arahan Gubernur Aceh, H. Muzakir Manaf. Selanjutnya, Abu Paya Pasi selaku Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman akan menyampaikan tausiah dan memimpin doa.

Puncak acara berlangsung pukul 21.00 hingga 22.00 WIB melalui Zikir Akbar Hari Damai Aceh yang dipimpin Tgk. Jamaluddin Radyid bersama Tim. Kegiatan kemudian ditutup dengan foto bersama dan makan bersama.

Selain kegiatan di Masjid Raya Baiturrahman, Pemerintah Aceh juga mengimbau pemerintah kabupaten/kota untuk melaksanakan zikir dan doa pada waktu yang sama di masjid agung masing-masing daerah dengan melibatkan unsur pemerintah, instansi vertikal, dan masyarakat.

Peringatan Hari Damai Aceh XXI menjadi momentum untuk mensyukuri perdamaian yang telah terbangun sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaganya. Pemerintah Aceh berharap momentum tersebut dapat mempererat kebersamaan dan memperkuat doa untuk keamanan, ketenteraman, serta kemajuan Aceh. (*)

Polres Lhokseumawe Musnahkan Ladang Ganja Seluas 4 Hektar

By On 14:38

Polres Lhokseumawe Musnahkan Ladang Ganja Seluas 4 Hektare, Belasan Ribu Batang Tanaman Ganja Dimusnahkan
Polres Lhokseumawe Musnahkan Ladang Ganja Seluas 4 Hektare. Foto: Istimewa
ACEH UTARA, ReportNews.id – Polres Lhokseumawe melalui Satuan Reserse Narkoba kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran narkotika dengan memusnahkan ladang ganja seluas kurang lebih empat hektare di Dusun Alue Ie Mudek, Gampong Teupin Reusep, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, Kamis (13/8/2026).

Pemusnahan dilakukan langsung di lokasi dengan cara mencabut tanaman ganja dan selanjutnya membakarnya. Dari lokasi tersebut, petugas menemukan belasan ribu batang tanaman ganja yang tersebar pada sembilan titik.

Kegiatan tersebut turut melibatkan Badan Narkotika Nasional (BNN) Lhokseumawe, Bea Cukai Lhokseumawe serta masyarakat setempat.

Wakapolres Lhokseumawe Kompol Iswahyudi, S.H., CPHR., CBA didampingi Kasat Resnarkoba Polres Lhokseumawe Iptu Arizal, mengatakan pengungkapan ladang ganja tersebut berawal dari penyelidikan dan pengumpulan informasi yang dilakukan personel kepolisian.

“Awalnya petugas melakukan pengintaian dengan mencari informasi, dan hari ini kami berhasil menemukan sembilan titik ladang ganja dengan luas sekitar empat hektare,” ujar Kompol Iswahyudi.

Ia menjelaskan, tanaman ganja yang ditemukan diperkirakan berusia sekitar dua bulan dengan ketinggian mencapai satu hingga dua meter lebih. Berdasarkan kondisi tanaman, sebagian di antaranya diperkirakan sudah mendekati masa panen.

Wakapolres menegaskan bahwa penindakan tersebut merupakan bagian dari upaya Polres Lhokseumawe menindaklanjuti arahan Kapolda Aceh dalam memberantas serta memusnahkan ladang ganja di wilayah hukum Polres Lhokseumawe.

Menurutnya, pola penanaman ganja saat ini semakin berkembang. Para pelaku tidak lagi selalu menanam dalam satu kawasan luas, tetapi cenderung menyebarkan tanaman pada sejumlah titik dengan usia pertumbuhan yang berbeda.

“Para pelaku sekarang tidak lagi menanam ganja dengan luas seperti dulu. Saat ini mereka tidak terkonsentrasi pada satu titik, namun menyebar dengan variasi pertumbuhan masing-masing berbeda,” jelasnya.

Polres Lhokseumawe, lanjutnya, akan terus mengoptimalkan penyelidikan dan berbagai upaya kepolisian untuk menemukan serta memberantas keberadaan ladang ganja yang masih tersembunyi di wilayah hukumnya.

Kompol Iswahyudi juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak terpengaruh dengan iming-iming keuntungan dari budidaya tanaman ganja.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, mencari rezeki dengan menanam ganja bukan solusi. Kalau memiliki hobi bertani, tanamlah palawija atau tanaman produktif lainnya. Jangan karena iming-iming keuntungan besar akhirnya merusak generasi bangsa, khususnya anak Aceh,” tegasnya.

Polres Lhokseumawe menegaskan pemberantasan narkotika tidak hanya dilakukan melalui penindakan terhadap peredaran, tetapi juga dengan memutus sumbernya melalui pengungkapan dan pemusnahan ladang ganja. Kepolisian juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dari ancaman narkotika demi menciptakan generasi muda yang sehat, produktif dan bebas narkoba. (*)

Haji Uma Surati KBRI Antananarivo, Dua Warga Aceh Tamiang Diduga Dijual dan Disiksa di Madagaskar

By On 17:29

Haji Uma Desak KBRI Antananarivo Selamatkan Dua Warga Aceh Tamiang Diduga Disiksa di Madagaskar
Haji Uma Desak KBRI Antananarivo Selamatkan Dua Warga Aceh Tamiang Diduga Disiksa dan Dijual di Madagaskar. Foto: Istimewa
JAKARTA, ReportNews.id - Anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman atau yang akrab disapa Haji Uma, menyurati Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Antananarivo, Madagaskar, guna meminta perlindungan, pendampingan, serta bantuan pemulangan terhadap dua warga Kabupaten Aceh Tamiang yang diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), Rabu (12/8/2026).

Permohonan tersebut disampaikan melalui surat Nomor 137/10.2/B-01/DPDRI/VIII/2026 tertanggal 12 Agustus 2026. Langkah tersebut diambil setelah Haji Uma menerima laporan dari pemerintah kampung dan keluarga terkait keberadaan dua warga Aceh Tamiang yang saat ini berada di Madagaskar.

Dua warga yang dimaksud adalah M. Renza dan Melisa Habib, warga Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang. Berdasarkan informasi yang diterima keluarga, keduanya awalnya ditawari pekerjaan di luar negeri dengan informasi akan bekerja sebagai tenaga packing buah atau pekerjaan di sektor perkebunan.

Namun, dalam perjalanannya, tujuan dan kondisi pekerjaan yang dijalani keduanya diduga tidak sesuai dengan informasi awal yang diterima keluarga.

Istri M. Renza menjelaskan, suaminya bersama seorang sepupunya berangkat dari Indonesia setelah mendapat informasi pekerjaan dari seseorang yang dikenalnya. Pada awalnya, keluarga diberitahu bahwa tujuan perjalanan adalah Australia.

Dalam perjalanan, keduanya kemudian transit di Singapura dan selanjutnya menuju Dubai. Dari Dubai, mereka kembali diberangkatkan menuju Afrika. Namun, menurut keterangan yang disampaikan Renza kepada istrinya, perjalanan tersebut ternyata bukan sekadar transit.

Renza kemudian mengabarkan kepada istrinya bahwa mereka telah diturunkan di sebuah bandara di Madagaskar. Melalui pelacakan lokasi pada telepon seluler, keluarga kemudian mengetahui keberadaan mereka berada di wilayah Antananarivo, Madagaskar.

Setelah berada di Madagaskar, Renza masih dapat berkomunikasi dengan istrinya. Menurut keterangan keluarga, Renza mengaku ditempatkan di sebuah perusahaan yang diduga menjalankan aktivitas penipuan daring atau online scams.

Renza kemudian menyampaikan keinginannya untuk pulang ke Indonesia karena tidak tahan dengan kondisi yang dihadapinya. Namun, menurut keterangan yang diterima istrinya, Renza justru diminta membayar denda sebesar 3.200 dolar AS dengan alasan biaya keberangkatan yang sebelumnya ditanggung sehingga harus diganti apabila ingin meninggalkan pekerjaan tersebut.

Kondisi tersebut kemudian menimbulkan dugaan adanya praktik perdagangan orang atau eksploitasi terhadap para pekerja.

Situasi semakin mengkhawatirkan setelah keluarga memperoleh informasi bahwa Renza dan seorang sepupunya telah diamankan oleh aparat kepolisian di Madagaskar.

Menurut keterangan istri Renza, informasi mengenai penangkapan tersebut diperoleh setelah dirinya berkomunikasi dengan salah seorang rekan yang berada di lokasi yang sama tetapi tidak ikut diamankan. Dari komunikasi tersebut, keluarga juga memperoleh informasi mengenai dugaan adanya kekerasan terhadap sejumlah perempuan yang berada di lokasi tersebut.

Keluarga bahkan menerima informasi bahwa perempuan yang berada dalam lokasi tersebut diduga mengalami pelecehan dan penyiksaan, termasuk disetrum ketika berada dalam tahanan.

Informasi mengenai dugaan penyiksaan tersebut saat ini masih berdasarkan keterangan keluarga dan belum mendapatkan konfirmasi resmi dari aparat penegak hukum Madagaskar maupun KBRI Antananarivo. Karena itu, Haji Uma meminta agar kondisi kedua WNI tersebut segera dipastikan oleh perwakilan RI di Madagaskar.

"Informasi yang disampaikan keluarga sangat mengkhawatirkan, terutama adanya dugaan penyiksaan dan perlakuan tidak manusiawi terhadap mereka. Karena itu, kami meminta KBRI Antananarivo segera memastikan kondisi kedua warga Aceh Tamiang tersebut, termasuk memastikan apakah mereka dalam keadaan aman dan memperoleh perlindungan hukum," kata Haji Uma.

Sebelumnya, Haji Uma telah menyurati KBRI Antananarivo untuk meminta perlindungan, pendampingan, advokasi apabila diperlukan, serta bantuan pemulangan kedua warga tersebut setelah seluruh proses hukum dan administratif di Madagaskar diselesaikan.

Menanggapi surat tersebut, Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Antananarivo, Lanang Saputro, menyampaikan bahwa KBRI telah menerima informasi yang disampaikan Haji Uma.

Lanang menjelaskan bahwa saat ini pemerintah Madagaskar sedang menangani kasus online scammers dan KBRI Antananarivo akan mengambil langkah sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia maupun Madagaskar.

"KBRI Antananarivo akan melakukan tindakan sesuai dengan ketentuan baik Indonesia maupun Madagaskar. Akan kami koordinasikan dengan pihak-pihak berwenang di Madagaskar," ujar Lanang dalam responsnya kepada Haji Uma.

Lanang juga menjelaskan bahwa dalam setiap penanganan kasus warga negara Indonesia di luar negeri, Perwakilan RI, baik KBRI, KJRI maupun KRI, selalu melakukan komunikasi dan koordinasi secara resmi melalui Kementerian Luar Negeri RI.

Haji Uma mengapresiasi respons KBRI Antananarivo tersebut dan berharap koordinasi dengan pihak berwenang Madagaskar dapat segera memberikan kepastian mengenai kondisi kedua warga Aceh Tamiang.

"Kami mengapresiasi respons KBRI Antananarivo yang segera menindaklanjuti informasi ini. Namun, kami berharap prosesnya dapat dilakukan secara cepat karena ada informasi mengenai dugaan penyiksaan. Keselamatan dan perlindungan kedua WNI ini harus menjadi prioritas," ujar Haji Uma.

Menurut Haji Uma, apabila hasil penelusuran dan penyelidikan nantinya menemukan adanya unsur TPPO, eksploitasi, kekerasan, maupun tindak pidana lainnya, maka seluruh proses hukum harus dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku dan hak-hak korban wajib dilindungi.

"Kami meminta agar kedua warga Aceh Tamiang ini jangan sampai menjadi korban untuk kedua kalinya. Mereka harus mendapatkan pendampingan hukum dan perlindungan sebagai warga negara Indonesia. Jika proses hukum di Madagaskar telah selesai, kami berharap pemerintah dapat membantu memulangkan mereka agar segera kembali kepada keluarga," tutup Haji Uma.

Haji Uma menegaskan pihaknya akan terus memantau perkembangan kasus tersebut dan berkoordinasi dengan KBRI Antananarivo, Kementerian Luar Negeri RI, pemerintah daerah, serta keluarga guna memastikan kedua warga Aceh Tamiang memperoleh perlindungan maksimal selama berada di Madagaskar. (*)

Capaian Penurunan Emisi Diakui, Gubernur Mualem Perkuat Tata Kelola Hutan Aceh

By On 19:22

Capaian Penurunan Emisi Diakui, Gubernur Mualem Perkuat Tata Kelola Hutan Aceh. Foto: Humas Setda Aceh
JAKARTA, ReportNews.id - Mendapat apresiasi dunia dalam tata kelola hutan Aceh, Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) mendorong jajarannya untuk semakin memperkuat perlindungan hutan dan pengelolaannya.

“Kita sangat berterimakasih, dan tentu saja apresiasi ini sebagai wujud dari kinerja tata kelola hutan yang baik di Aceh,” kata Gubernur Mualem melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh, Teuku Kamaruzzaman (Ampon Man), di Banda Aceh, Rabu (12 Agustus 2026).

Pemerintah Aceh, kata Ampon Man, memasuki fase baru dalam penguatan tata kelola hutan dan pembiayaan iklim setelah Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) dan Yayasan Pesona Tropis Alam Indonesia (PETAI) menandatangani kerja sama pengelolaan dana Results-Based Payment (RBP) REDD+ untuk Aceh.

Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Direktur Yayasan PETAI, Dr. Masrizal Saraan, dengan Joko Tri Haryanto, Direktur Utama BPDLH dan disaksikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat, serta Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, di Jakarta, pada Rabu (12 Agustus 2026).

Dari Pemerintah Aceh hadir Asisten Bidang Perkonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Aceh, Teuku Robby Irza mewakili Gubernur Aceh, didampingi empat Staf Khusus Gubernur Aceh, yaitu Ermiadi Abdulrahman, Dahlan Jamaluddin, Falevi Kirani, dan Syafrizal.

Aceh memperoleh alokasi sekitar Rp27 miliar yang merupakan bagian dari pendanaan RBP REDD+ Indonesia melalui Green Climate Fund (GCF), yang diberikan sebagai pengakuan atas capaian Indonesia dalam menurunkan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan.

“Pemerintah Aceh menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan pendanaan hibah RBP REDD+ yang menjadi momentum penting bagi penguatan tata kelola dan kelestarian hutan Aceh,” kata Ampon Man.

Dalam skema tersebut, kata Ampon Man, Pemerintah Aceh menjadi penerima manfaat, sementara Yayasan PETAI bertindak sebagai lembaga perantara yang akan memfasilitasi pengelolaan serta implementasi program bersama Pemerintah Aceh dan para pemangku kepentingan di tingkat provinsi maupun tapak.

Pada kesempatan berbeda, Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh M Nasir Syamaun, juga mengatakan Pemerintah Aceh tentu mengapresiasi dukungan hibah ini.

“Namun, yang lebih penting adalah memastikan setiap rupiah yang diberikan menghasilkan manfaat nyata bagi kelestarian hutan dan masyarakat Aceh. Kita tidak ingin program ini berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi harus segera diterjemahkan menjadi aksi konkret dan terukur di lapangan,” kata Sekda Nasir.

Sekda Nasir menambahkan, implementasi juga perlu disinergikan dengan agenda rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh pascabencana, terutama pada kegiatan yang dapat mendukung pemulihan lingkungan, rehabilitasi kawasan hutan dan lahan, penguatan ekonomi masyarakat terdampak, serta pembangunan kembali yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

Itulah sebabnya, Robby Izra menambahkan, Pemerintah Aceh mendorong segera dilaksanakan Kick Off Meeting di Banda Aceh bersama PETAI dan seluruh pemangku kepentingan untuk menyepakati rencana kerja, lokasi, target, indikator keberhasilan, mekanisme pelaksanaan, serta pembagian peran.

Untuk memastikan program berjalan dalam satu kerangka pemerintahan, Gubernur Aceh Muzakir Manaf telah menerbitkan Surat Keputusan Tentang Pembentukan Tim Task Force Pengendalian Gas Rumah Kaca dan Penyelenggaran Nilai Ekonomi Karbon Berbasis Yurisdiksi Aceh.

Task Force tersebut akan menjadi media koordinasi pemerintah dan pemangku kepentingan dalam mengawal pelaksanaan program sekaligus memperkuat kesiapan Aceh menuju pengelolaan REDD+ yang lebih terintegrasi.

“Program ini didesain untuk Aceh. Karena itu keberhasilannya juga bergantung pada keterlibatan seluruh stakeholder termasuk pemerintah kabupaten, masyarakat, perguruan tinggi, organisasi masyarakat sipil, dunia usaha dan seluruh pihak yang selama ini bekerja menjaga hutan Aceh. PETAI memfasilitasi proses implementasinya, tetapi kepemilikan atas agenda ini harus tetap menjadi milik Aceh,” kata Robby.

Manyampaikan Amanah Gubernur Mualem, Ampon Man mengatakan, Aceh tidak ingin berhenti pada keberhasilan memperoleh pembiayaan RBP. “Aceh ingin menggunakan momentum ini untuk membangun sistem REDD+ yang kredibel, membuktikan kinerja penurunan emisi, melindungi hutan, dan memastikan manfaat ekonomi kembali kepada masyarakat,” katanya. (*)

- Jurnalis Armia Jamil -

Talkshow Peringatan HUT ASEAN Refleksi 59 Tahun dan Langkah Strategis Menuju ASEAN 60 Tahun

By On 18:24

Talkshow Peringatan HUT ASEAN Refleksi 59 Tahun dan Langkah Strategis Menuju ASEAN 60 Tahun
Talkshow Peringatan HUT ASEAN Refleksi 59 Tahun dan Langkah Strategis Menuju ASEAN 60 Tahun. Foto: Kemenlu
JAKARTA, ReportNews.id - “Refleksi menjadi modal untuk memastikan arah dan relevansi ASEAN ke depan. Stabilitas ASEAN menjadi fondasi bangunan regional yang tidak terlihat tetapi menentukan seberapa kokoh bangunan ASEAN berdiri”. Pesan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri dalam acara Talkshow Peringatan “HUT ASEAN: Menuju ASEAN 60 Tahun”, yang diselenggarakan oleh Asosiasi Diplomat Indonesia bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN di Ruang Nusantara, Kementerian Luar Negeri, pada Selasa (11/8/2026).

Acara dibuka secara resmi oleh Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, yang dalam sambutannya menyoroti bahwa kredibilitas dan relevansi ASEAN ke depan bergantung pada kemampuan organisasi ini memberikan manfaat nyata bagi kesejahateraan masyarakat di kawasan dengan berpijak pada prinsip menciptakan kawasan yang stabil, sejalan dengan tema peringatan HUT ASEAN tahun 2026: “Navigating Our Future, Together”.

Talkshow menghadirkan pembicara Gita Wirjawan, Menteri Perdagangan periode 2011 - 2014 dan penulis buku “What It Takes: Asia Tenggara – Dari Tepi Menuju Inti Kesadaran Global, yang berbagi pandangan strategis mengenai arah kerja sama ASEAN dalam menghadapi dinamika global.

Acara diihadiri oleh Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir, Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN Ina Krisnamurthi, Ketua Asosiasi Diplomat Indonesia Acep Somantri, jajaran Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama serta ASN Kementerian Luar Negeri.

Memasuki hampir enam dekade sejak berdiri pada 8 Agustus 1967, perjalanan ASEAN telah memiliki kisah bagaimana negara-negara Asia Tenggara berhasil membangun kawasan yang damai, stabil, dan semakin terintegrasi. Bagi Indonesia, ASEAN merupakan lingkaran terdekat sekaligus platform strategis dalam memperjuangkan kepentingan nasional, membangun stabilitas kawasan, memperluas kerja sama ekonomi, serta memperkuat posisi Asia Tenggara dalam menghadapi perubahan tatanan global.

“Talkshow akan memberikan banyak insight dan inisiatif yang dapat bermanfaat dan merefleksikan relevansi ASEAN ke depan serta membuka gagasan baru agar ASEAN dapat bergerak ke arah yang maju”, tutur Menlu Sugiono.

Talkshow juga menjadi momentum untuk melihat kedepan, bagaimana ASEAN tetap menjadi jangkar stabilitas kawasan, serta merupakan penegasan komitmen untuk terus memperkuat kapasitas dan wawasan pelaku diplomasi dan politik luar negeri Indonesia dalam memajukan kepentingan Indonesia melalui ASEAN.

Sebagai bentuk apresiasi dan dukungan terhadap literasi diplomasi, 50 pendaftar pertama yang hadir secara langsung menerima buku karya Gita Wirjawan berjudul “What It Takes: Asia Tenggara – Dari Tepi Menuju Inti Kesadaran Global”. Buku ini diharapkan dapat memperkaya wawasan para praktisi hubungan internasional Kementerian Luar Negeri mengenai transformasi Asia Tenggara dalam lanskap geopolitik dan ekonomi global.



Sumber: kemlu.go.id

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *