BERITA TERBARU

Polres Lhokseumawe Ungkap Dugaan Penculikan Bermotif Utang Piutang, Dua Pelaku Diamankan

By On 23:30

Polres Lhokseumawe Ungkap Kasus Dugaan Penculikan Terkait Utang Piutang, Dua Terduga Pelaku Diamankan
Polres Lhokseumawe Ungkap Kasus Dugaan Penculikan Terkait Utang Piutang, Dua Terduga Pelaku Diamankan. Foto: Istimewa
LHOKSEUMAWE, ReportNews.id - Satreskrim Polres Lhokseumawe berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana penculikan yang terjadi di wilayah hukum Polres Lhokseumawe. Dalam pengungkapan tersebut, dua pria berinisial Z dan I diamankan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Dalam konferensi pers di Mapolres Lhokseumawe, Rabu (5/8/2026) sore, Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr. Ahzan didampingi Wakapolres Kompol Iswahyudi dan Kasat Reskrim AKP Bustani menyampaikan, dugaan penculikan terjadi di kawasan proyek Sekolah Rakyat, Desa Jeulikat, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, pada Sabtu (25/7/2026) sekitar pukul 16.30 WIB.

Ia menegaskan bahwa pengungkapan kasus ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat serta menindak tegas setiap tindak pidana yang mengganggu keamanan dan ketertiban.

"Proses penyidikan masih kami lakukan untuk membuat terang perkara. Saat ini kedua terduga pelaku telah diamankan dan menjalani pemeriksaan lebih lanjut," ujar AKBP Dr. Ahzan.

Berdasarkan hasil penyidikan sementara, perkara tersebut diduga berawal dari persoalan utang piutang senilai Rp124 juta yang berkaitan dengan rencana kerja sama usaha antara korban dan kedua terduga pelaku. Perselisihan yang tidak menemukan penyelesaian diduga berkembang hingga berujung pada tindakan membawa korban secara paksa.

Penyidik mengungkap, korban berinisial RR diduga dibawa dari lokasi proyek menuju sebuah rumah di Desa Bukit, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara. Selanjutnya, korban diduga akan dibawa ke Kota Medan menggunakan sebuah mobil dengan kondisi kedua tangannya diborgol menggunakan borgol berukuran kecil.

Berkat respons cepat personel Satreskrim Polres Lhokseumawe, upaya membawa korban keluar daerah berhasil digagalkan. Petugas melakukan pengejaran hingga menghentikan kendaraan di depan Polsek Idi Raya, Kabupaten Aceh Timur. Dalam operasi tersebut, satu terduga pelaku diamankan di dalam kendaraan, sementara seorang lainnya berhasil ditangkap setelah dilakukan pengembangan. Keduanya kemudian dibawa ke Mapolres Lhokseumawe untuk menjalani proses penyidikan.

Dalam pengungkapan perkara ini, penyidik turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu unit mobil Daihatsu Sigra warna putih, satu unit mobil Daihatsu Ayla warna putih, tiga unit telepon seluler, serta satu buah borgol berukuran kecil yang diduga digunakan dalam aksi tersebut. Seluruh barang bukti telah diamankan sebagai bagian dari proses pembuktian.

Kapolres menegaskan, penyidik masih terus mendalami seluruh fakta, memeriksa saksi-saksi, korban, serta melengkapi alat bukti guna mengungkap secara utuh konstruksi perkara dan peran masing-masing terduga pelaku.

Atas dugaan perbuatannya, para terduga pelaku diproses berdasarkan ketentuan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), di antaranya Pasal 450 tentang penculikan dan Pasal 451 tentang penyanderaan. Penerapan pasal akan disesuaikan dengan hasil penyidikan dan alat bukti yang diperoleh.

AKBP Dr. Ahzan juga mengimbau masyarakat untuk menyelesaikan setiap persoalan secara bijaksana melalui jalur hukum dan menghindari tindakan yang melanggar hukum. Polres Lhokseumawe berkomitmen memberikan kepastian hukum, menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif, serta menindak tegas setiap bentuk tindak pidana sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (*)

Polres Lhokseumawe Amankan Satu Tersangka Kasus Dugaan Penculikan, Dua Pelaku Masih Buron

By On 23:22

Polres Lhokseumawe Tangkap Satu Tersangka Dugaan Penculikan, Dua Pelaku Masuk Daftar Pencarian Orang (DPO)
Polres Lhokseumawe Tangkap Satu Tersangka Dugaan Penculikan, Dua Pelaku Masuk Daftar Pencarian Orang (DPO). Foto: Istimewa
LHOKSEUMAWE, ReportNews.id - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lhokseumawe berhasil mengungkap kasus dugaan penculikan yang terjadi di wilayah hukum Polres Lhokseumawe. Dalam pengungkapan tersebut, seorang pria berinisial SJS (26) berhasil diamankan, sementara dua terduga pelaku lainnya telah ditetapkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan masih dalam pengejaran petugas.

Dalam konferensi pers di Mapolres Lhokseumawe, Rabu (5/8/2026) sore, Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr. Ahzan didampingi Wakapolres Kompol Iswahyudi dan Kasat Reskrim AKP Bustani menjelaskan, pengungkapan kasus berawal dari laporan masyarakat yang diterima Polsek Muara Satu terkait dugaan penculikan terhadap seorang pria berinisial MI pada 17 Juli 2026.

"Perkara ini merupakan tindak pidana perampasan kemerdekaan seseorang atau penculikan. Berdasarkan laporan yang kami terima melalui Polsek Muara Satu, satu terduga pelaku telah berhasil diamankan, sedangkan dua lainnya telah ditetapkan sebagai DPO dan saat ini masih dalam pengejaran," ujarnya.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, peristiwa tersebut diduga terjadi pada Kamis (17/7/2026) sekitar pukul 19.00 WIB di sebuah warung kopi di Desa Ulee Madon, Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya. Korban diduga dibawa secara paksa oleh tiga orang yang mengaku sebagai anggota kepolisian sebelum dibawa menggunakan mobil menuju sebuah kebun di Desa Padang Sakti, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe.

Penyidik menduga korban kemudian disekap selama sekitar dua hari. Dalam kurun waktu tersebut, salah seorang terduga pelaku diduga menghubungi keluarga korban dan meminta sejumlah uang. Namun, korban akhirnya berhasil memanfaatkan kelengahan para pelaku untuk melarikan diri, kemudian melaporkan kejadian yang dialaminya ke Polsek Muara Satu.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Satreskrim Polres Lhokseumawe bersama Polsek Muara Satu melakukan serangkaian penyelidikan hingga berhasil mengidentifikasi dan menangkap SJS di kediamannya di kawasan Padang Sakti, Kota Lhokseumawe. Sementara dua terduga pelaku lainnya terus diburu.

Dalam proses penyidikan, petugas turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu unit telepon seluler merek Infinix warna silver, satu kaus putih, dan satu celana training hitam yang diduga berkaitan dengan tindak pidana tersebut. Seluruh barang bukti telah diamankan untuk kepentingan penyidikan.

Kapolres menegaskan bahwa Polres Lhokseumawe berkomitmen mengusut tuntas perkara ini serta terus melakukan pengejaran terhadap dua DPO agar segera mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Atas dugaan perbuatannya, tersangka diproses berdasarkan ketentuan Pasal 450 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) mengenai tindak pidana penculikan. Penyidik masih terus mendalami motif, peran masing-masing terduga pelaku, serta melengkapi alat bukti untuk mengungkap secara utuh konstruksi perkara.

Kapolres Lhokseumawe juga mengimbau masyarakat agar tidak menyelesaikan persoalan pribadi, termasuk sengketa utang piutang, dengan cara-cara yang melanggar hukum. Polri mengajak masyarakat untuk menempuh mekanisme hukum yang berlaku serta segera melaporkan setiap dugaan tindak pidana kepada kepolisian agar dapat ditangani secara profesional, transparan, dan berkeadilan. (*)

Polres Lhokseumawe Ungkap Kasus Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Anak, Pastikan Perlindungan Korban

By On 23:17

Polres Lhokseumawe Ungkap Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Anak, Tegaskan Komitmen Perlindungan Korban dan Penegakan Hukum
Polres Lhokseumawe Ungkap Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Anak, Tegaskan Komitmen Perlindungan Korban dan Penegakan Hukum. Foto: Istimewa
LHOKSEUMAWE, ReportNews.id - Polres Lhokseumawe melalui Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) mengungkap kasus dugaan kekerasan seksual terhadap seorang anak yang diduga dilakukan oleh ayah kandung korban. Terduga pelaku berinisial HG telah diamankan untuk menjalani proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam konferensi pers di Mapolres Lhokseumawe, Rabu (5/8/2026) sore, Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr. Ahzan, didampingi Wakapolres Kompol Iswahyudi dan Kasat Reskrim AKP Dr. Bustani, menjelaskan bahwa HG diamankan di sebuah rumah di Kecamatan Geureudong Pase, Kabupaten Aceh Utara, pada Kamis (31/7/2026) dini hari. Terduga pelaku kemudian dibawa ke Mapolres Lhokseumawe guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolres mengatakan bahwa penyidik masih terus mendalami perkara untuk mengungkap seluruh fakta berdasarkan alat bukti yang sah.

"Proses penyidikan masih kami lakukan untuk membuat terang perkara. Saat ini, terduga pelaku telah diamankan dan menjalani pemeriksaan lebih lanjut," ujar AKBP Dr. Ahzan.

Berdasarkan hasil penyidikan sementara, dugaan tindak pidana tersebut terjadi dalam kurun waktu sekitar dua tahun dan bermula saat korban masih berusia sekitar delapan tahun. Perkara ini terungkap setelah korban tinggal bersama ibu kandungnya dan menyampaikan peristiwa yang dialaminya. Informasi tersebut kemudian diperkuat dengan bukti awal yang diperoleh penyidik, sehingga segera ditindaklanjuti melalui proses penyelidikan dan penyidikan.

Dalam penanganan kasus ini, korban telah menjalani pemeriksaan medis sebagai bagian dari proses pembuktian. Selain itu, Polres Lhokseumawe juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memberikan pendampingan psikologis dan memastikan hak-hak korban tetap terlindungi selama proses hukum berlangsung.

Kapolres menegaskan bahwa perlindungan terhadap perempuan dan anak menjadi salah satu prioritas Polri. Oleh karena itu, setiap laporan yang berkaitan dengan dugaan kekerasan terhadap anak akan ditangani secara profesional, transparan, dan berorientasi pada kepentingan terbaik bagi korban.

"Kami memastikan korban memperoleh pendampingan yang diperlukan, baik dalam proses hukum maupun pemulihan psikologis. Penanganan perkara ini akan dilakukan secara profesional, objektif, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku," tegasnya.

Penyidik juga terus melengkapi alat bukti melalui pemeriksaan saksi-saksi, hasil visum, serta barang bukti lainnya guna menentukan konstruksi perkara secara utuh.

Atas dugaan perbuatannya, terduga pelaku diproses berdasarkan ketentuan dalam Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat sebagaimana telah diubah dengan Qanun Aceh Nomor 12 Tahun 2025.

Namun demikian, penerapan pasal yang disangkakan akan ditentukan berdasarkan hasil penyidikan dan seluruh alat bukti yang diperoleh.

Polres Lhokseumawe mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melaporkan apabila mengetahui atau mengalami tindak kekerasan terhadap perempuan maupun anak. Dukungan masyarakat sangat penting dalam upaya pencegahan, perlindungan korban, serta penegakan hukum demi mewujudkan lingkungan yang aman dan bebas dari kekerasan. (*)

Isu Gaji Manajer Koperasi Merah Putih Rp 16 Juta, Purbaya: Kegedean Kayaknya

By On 21:35

Isu Gaji Manajer Koperasi Merah Putih Rp 16 Juta, Purbaya: Kegedean Kayaknya
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa saat ditemui di Kementerian Keuangan, Jakarta. Foto: Liputan6.com
JAKARTA, ReportNews.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah kabar yang menyebut gaji manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mencapai Rp 16 juta per bulan. Menurutnya, angka tersebut terlalu besar dan belum sesuai dengan informasi yang diterimanya.

Purbaya mengatakan hingga saat ini pemerintah masih menunggu rincian besaran gaji yang akan ditetapkan. Namun, ia memastikan nilainya tidak akan mencapai Rp 16 juta.

"Kalau Rp 16 juta pasti salah, kegedean kayaknya. Saya dengar lebih sedikit, malah masih ketinggian. Tapi saya enggak tahu angka yang terakhir berapa. Yang jelas enggak sampai segitulah," kata Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Rabu (5/8/2026).

Ia menegaskan, apabila usulan gaji benar mencapai Rp 16 juta, pemerintah tidak akan menyetujuinya. "Kalau segitu ya kita enggak setujuin saja, selesai," ujarnya.

Purbaya menambahkan, berdasarkan informasi sementara yang diterimanya, besaran gaji tersebut masih mengacu pada kisaran upah minimum. Meski demikian, ia belum dapat memastikan nominal akhirnya karena masih menunggu pembahasan lebih lanjut.

"Tadi katanya UMP sementara itu. Tapi saya belum lihat angkanya. Saya tunggu nanti seperti apa," kata Purbaya.

Sebelumnya, Kementerian Koperasi (Kemenkop) angkat bicara mengenai besaran upah para pekerja di Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Menkop Ferry Juliantono menyatakan bahwa besaran gaji untuk para staf nantinya akan menyesuaikan dengan kapasitas pendapatan yang dihasilkan oleh setiap unit koperasi.

"Kalau yang pegawainya diharapkan nanti bisa dari pendapatan usahanya," kata Ferry kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta, dikutip dari Antara, Rabu (15/7/2026).

Klarifikasi ini dirilis menyusul ramainya perbincangan di jagat maya mengenai isu ketidaksesuaian upah pekerja KDKMP. Meski begitu, Ferry menambahkan bahwa khusus untuk upah posisi manajer KDKMP, ketentuannya bakal digodok langsung oleh pemerintah dan kini tengah dibahas bersama Kementerian Keuangan.

Masa Transisi dan Peran Pengelola

Pada kesempatan serupa, Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah memaparkan bahwa pengaturan teknis mengenai penggajian staf ini berada di bawah wewenang PT Agrinas Pangan Nusantara. Perusahaan tersebut memegang tanggung jawab atas pembangunan infrastruktur fisik, gudang, gerai, hingga operasional KDKMP untuk masa kontrak dua tahun.

Mengingat program ini masih dalam fase rintisan, skema penggajian memang harus fleksibel mengikuti perkembangan bisnis masing-masing koperasi.

"Tata kelolanya operasionalisasi ada di Agrinas, tentu saja secara detailnya ada di Agrinas. Tapi dalam pantauan dan pengawasan Kementerian Koperasi," ujarnya.

Sumber: Liputan6.com

 Pemerintah Bakal Tindak Lanjuti Dugaan Keracunan Makanan di Jayapura

By On 21:21

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk. Foto: Kemendagri
JAKARTA, ReportNews.id - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk menyatakan pemerintah pusat memberikan perhatian serius terhadap dugaan kasus keracunan makanan yang menimpa sejumlah anak sekolah di Kabupaten Jayapura. Sebagai tindak lanjut, pemerintah akan menurunkan tim untuk melakukan pengecekan langsung di lapangan guna memastikan penyebab kejadian tersebut.

Ribka menegaskan hingga saat ini informasi yang diterima masih berupa dugaan sehingga diperlukan verifikasi secara menyeluruh sebelum diambil kesimpulan. Karena itu, pemerintah akan melakukan peninjauan langsung bersama kementerian dan lembaga terkait. Hal itu diungkapkan olehnya saat di Jakarta, hari ini.

"Kami akan turun ke Kabupaten Jayapura untuk mengecek secara langsung apa yang terjadi terkait dengan dugaan keracunan makanan tersebut," ujar Ribka dalam keterangan tertulis, Rabu (5/8/2026).

Menurutnya, tim yang akan turun kemungkinan terdiri atas perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), serta unsur terkait lainnya. Kehadiran tim lintas instansi tersebut bertujuan memperoleh fakta di lapangan sekaligus memastikan penanganan berjalan secara tepat.

"Teman-teman dari BGN yang ditugaskan oleh Kepala BGN, kemudian tim dari Kementerian Dalam Negeri dan unsur terkait akan turun untuk mengecek secara pasti," jelasnya.

Ribka menambahkan, hasil peninjauan lapangan nantinya akan menjadi dasar bagi pemerintah untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

"Kami turun dengan tujuan untuk melakukan evaluasi," tutupnya.

Sumber: Detik.com

Kerja Cepat Tim Pemerintah Aceh, Pertamina Tambah Penyaluran BBM untuk Aceh

By On 14:15

Foto: Humas Setda Aceh
Foto: Humas Setda Aceh
BANDA ACEH, ReportNews.id – Kerja Tim Pemerintah Aceh yang mengurai antrean BBM di Aceh telah membuahkan hasil. PT Pertamina Patra Niaga sudah menambah penyaluran BBM untuk Aceh.

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, mengatakan informasi tersebut berdasarkan laporan terbaru dari Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M Nasir Syamaun, kepada Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem).

“Gubernur Mualem meminta laporan setiap saat,” kata Nurlis di Banda Aceh, Selasa (4 Agustus 2026). “Beliau ingin masalah ini segera teratasi, sebab menyusahkan masyarakat.”

Mengenai kelangkaan BBM, sebagaimana laporan Sekda Nasir kepada Gubernur Mualem, disebutkan Pertamina Patra Niaga melalui Fuel Terminal sudah menambah penyaluran BBM, yaitu untuk Gasoil sebanyak 120,4 persen dan Gasoline sebanyak 109 persen dari kondisi penyaluran normalnya.

Informasi pernambahan penyaluran BBM tersebut langsung disampaikan Sales Branch Manager (SBM) Aceh I Fuel Pertamina Patra Niaga Retail Aceh, Ferdi Fajrian Adicandra, dalam rapat bersama Tim Pemerintah Aceh yang dikoordinir oleh Asisten II Setda Aceh, Teuku Robby Izra, di Ruang Rapat Setda Aceh, Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Senin (3 Agustus 2026).

Pertamina Patra Niaga juga ikut melakukan sidak lapangan bersama Pemerintah Aceh dan APH untuk monitoring ketersediaan stok BBM serta penertiban penyaluran BBM bersubsidi di SPBU. Tujuannya agar SPBU tidak melayani kendaraan telah memodifikasi tangkinya serta

Penggunaan Kegiatan Ilegal Lainnya

Untuk mengurai dan mengatur antrean, beberapa SPBU dilaporkan mulai menempatkan petugas marshalling dalam pengaturan antrean dan mengarahkan kendaraan agar tidak mengganggu arus lalu lintas di luar SPBU.

Selain itu, SPBU mulai melakukan mapping shift operator yang bertugas pada waktu ramai (peak hour) jam berangkat dan pulang kerja. Sedangkan, Fuel Terminal yang ada di Aceh melakukan penambahan jam operasional pada hari Minggu sebagai langkah menjaga ketahanan stok di SPBU.

SPBU juga harus siaga 24 Jam untuk menerima BBM diluar jam operasional sebagai langkah build up stok sebelum dilakukan penyaluran ke konsumen di esok harinya. Mereka, berkoordinasi dengan Organda terkait dengan pengisian armada Organda di SPBU agar mendapatkan prioritas.

Untuk ketertiban, Pemerintah Aceh melalui Dishub Aceh melakukan konsolidasi data kendaraan bermotor yang terdaftar di Samsat untuk mengantisipasi nopol yang tidak terdaftar (bodong).

Sebagai langkah menjaga kelancaran distribusi barang dan mobilitas masyarakat, Pemerintah Aceh menyiapkan Surat Gubernur Aceh yang mengatur pelayanan prioritas pengisian BBM bersubsidi di SPBU bagi kendaraan angkutan umum penumpang dan angkutan barang yang menggunakan pelat kuning.

“Selain itu, Pemerintah Aceh akan membentuk Tim Satgas Gabungan Penertiban Penyaluran BBM di Provinsi Aceh,” kata Nurlis.

Kebijakan ini diharapkan dapat memastikan ketersediaan BBM bagi sektor transportasi dan distribusi logistik sehingga pelayanan kepada masyarakat serta aktivitas perekonomian tetap berjalan lancar di tengah meningkatnya kebutuhan BBM.

Nurlis menambahkan, Pemerintah Aceh terus melakukan evaluasi secara berkala bersama Pertamina Patra Niaga, Hiswana Migas, Organda, serta instansi terkait untuk kelancaran BBM.

“Tujuannya untuk memastikan ketersediaan BBM bersubsidi tetap terjaga, distribusi berjalan lancar, dan masyarakat memperoleh pelayanan yang optimal,” katanya.

Pemerintah Aceh juga mengimbau masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan praktik penimbunan maupun penyalahgunaan BBM bersubsidi. (*)


- Jurnalis Armia Jamil -

Dukung Kelancaran Distribusi, Pertamina Patra Niaga Sumbagut Eratkan Sinergi Lintas Instansi di Aceh

By On 14:43

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Perkuat Sinergi Lintas Instansi Dukung Penyaluran BBM di Aceh Semakin Optimal
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Perkuat Sinergi Lintas Instansi Dukung Penyaluran BBM di Aceh Semakin Optimal. Foto: Dok. PPN
BANDA ACEH, ReportNews.id – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut terus memperkuat sinergi bersama Pemerintah Provinsi Aceh dan Aparat Penegak Hukum (APH) dalam menjaga kelancaran penyaluran BBM di wilayah Aceh. Kolaborasi lintas instansi tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk memastikan distribusi energi berjalan optimal, tepat sasaran, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, Senin (3/8/2026).

Sebagai bagian dari penguatan sinergi tersebut, Pertamina Patra Niaga bersama Pemerintah Provinsi Aceh melaksanakan rapat koordinasi guna mengevaluasi kondisi penyaluran BBM di lapangan sekaligus merumuskan langkah-langkah strategis dalam mengatasi kepadatan yang sempat terjadi di sejumlah SPBU. Melalui forum tersebut, seluruh pihak berkomitmen memperkuat koordinasi serta meningkatkan pengawasan agar penyaluran BBM dapat berjalan lebih efektif.

Menindaklanjuti hasil rapat koordinasi tersebut, Pertamina Patra Niaga bersama Pemerintah Provinsi Aceh dan Aparat Penegak Hukum melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah SPBU di wilayah Banda Aceh untuk melihat secara langsung kondisi penyaluran BBM di lapangan. Ke depan, kegiatan sidak ini akan dilaksanakan secara berkala sebagai bagian dari evaluasi bersama sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Selain penguatan pengawasan, Pertamina Patra Niaga juga melakukan langkah operasional untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, di antaranya melalui penambahan operator pada pulau pompa di seluruh SPBU di Provinsi Aceh apabila terjadi peningkatan kepadatan kendaraan. Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat proses pengisian BBM sehingga antrean dapat diminimalisasi dan pelayanan kepada masyarakat semakin optimal.

Kegiatan sidak tersebut dihadiri oleh Kanit 2 Subdit Ekonomi Ditintelkam Polda Aceh AKP Edi Muliadi, Kasubdit I Ditreskrimsus Polda Aceh Kompol Sofyan, S.H., M.M., Kabid Minyak dan Gas Bumi Dinas ESDM Provinsi Aceh Dian Budi Dharma, Kepala Bagian Sumber Daya Alam Husaini, Kabid Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Disperindag Aceh Munardi, serta Sales Area Manager Retail Aceh Pertamina Patra Niaga Misbah Bukhori.

Dari hasil sidak, tim gabungan memastikan stok BBM di seluruh SPBU yang menjadi lokasi pemantauan berada dalam kondisi aman dengan seluruh produk tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Selain itu, seluruh SPBU juga telah menerapkan penggunaan QR Code dalam penyaluran BBM subsidi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pada saat pelaksanaan sidak, tim gabungan turut menemukan sejumlah kendaraan yang terindikasi sebagai kendaraan pelangsir sedang mengantre di SPBU. Menariknya, ketika pengawasan berlangsung, beberapa kendaraan tersebut memilih keluar dari antrean dan meninggalkan lokasi SPBU. Kondisi tersebut berdampak pada antrean kendaraan yang kembali normal dan tidak lagi mengular hingga keluar area SPBU.

Kabid Minyak dan Gas Bumi Dinas ESDM Provinsi Aceh, Dian Budi Dharma, mengatakan bahwa sinergi lintas instansi merupakan langkah penting untuk memastikan penyaluran BBM, khususnya BBM subsidi, benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.

"Pemerintah Provinsi Aceh terus mendorong pengawasan penyaluran BBM secara bersama-sama agar distribusi energi berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Melalui sinergi ini, kami berharap penyaluran BBM subsidi semakin tepat sasaran sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat yang memang berhak," ujar Dian.

Sejalan dengan hal tersebut, Kasubdit I Ditreskrimsus Polda Aceh, Kompol Sofyan, S.H., M.M., menegaskan bahwa aparat penegak hukum akan terus mendukung upaya pengawasan guna mencegah potensi penyalahgunaan BBM subsidi.

"Kolaborasi antara pemerintah daerah, Pertamina, dan aparat penegak hukum merupakan langkah strategis dalam mencegah praktik penyalahgunaan BBM bersubsidi. Pengawasan bersama akan terus dilakukan sebagai langkah preventif, dan apabila ditemukan adanya pelanggaran, tentu akan ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku," kata Sofyan.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, mengatakan bahwa penguatan sinergi lintas instansi menjadi kunci dalam menjaga keandalan penyaluran BBM di Aceh.

"Kolaborasi yang erat bersama Pemerintah Provinsi Aceh dan aparat penegak hukum memungkinkan berbagai langkah percepatan dapat segera diimplementasikan. Tidak hanya melalui pengawasan bersama di lapangan, tetapi juga melalui penguatan pelayanan di SPBU agar masyarakat memperoleh layanan yang semakin cepat, aman, dan nyaman. Pertamina Patra Niaga akan terus berkomitmen memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan penyaluran BBM di Aceh tetap berjalan optimal dan tepat sasaran," ujar Fahrougi. (*)

Haji Uma Cek Toko Bangunan Lhokseumawe, Surati Mendag Atasi Kelangkaan Semen Aceh

By On 19:35

Haji Uma Cek Langsung Toko Bangunan diLhokseumawe
Haji Uma Cek Langsung Toko Bangunan di Lhokseumawe. Foto: For ReportNews.id
LHOKSEUMAWE, ReportNews.id – Anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman Haji Uma, S.Sos., M.Sos., turun langsung mengecek sejumlah toko bangunan di Kota Lhokseumawe, Jumat (31/7/2026), menyusul kelangkaan semen dan lonjakan harga yang dikeluhkan masyarakat di berbagai wilayah Aceh selama dua bulan terakhir.

Dalam peninjauan tersebut, Haji Uma berdialog dengan pemilik toko bangunan, distributor semen, hingga pelaku proyek konstruksi guna menghimpun informasi mengenai penyebab kelangkaan, tingginya harga, serta dampaknya terhadap masyarakat dan sektor pembangunan.

Dari hasil pengecekan di lapangan, Haji Uma menemukan sejumlah toko bangunan tidak lagi menjual semen karena kehabisan stok selama hampir dua bulan. Sementara itu, harga semen yang sebelumnya berkisar Rp63 ribu hingga Rp65 ribu per sak kini melonjak hingga Rp100 ribu bahkan mencapai Rp120 ribu per sak di sejumlah daerah.

Atas temuan tersebut, Haji Uma menyurati Menteri Perdagangan RI agar pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk mengevaluasi tata niaga dan distribusi semen, memperketat pengawasan di lapangan, serta menstabilkan harga agar masyarakat tidak terus dirugikan.

"Kelangkaan dan mahalnya harga semen ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Dampaknya sangat luas, mulai dari masyarakat yang membangun rumah hingga proyek-proyek infrastruktur. Negara harus hadir melindungi kepentingan masyarakat," kata Haji Uma.

Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah Toko Bangunan Zahlul Azmi di kawasan Cunda, Lhokseumawe. Pemilik toko mengaku sudah sekitar dua bulan tidak lagi memperoleh pasokan semen sehingga tidak dapat melayani kebutuhan masyarakat.

"Sudah sekitar dua bulan stok semen kosong. Harapan kami harga bisa kembali normal di kisaran Rp60 ribu sampai Rp65 ribu per sak dan pasokan kembali lancar agar masyarakat maupun proyek konstruksi dapat berjalan seperti biasa," ujar Zahlul Azmi.

Sementara itu, distributor semen, Iqbal, menjelaskan bahwa kelangkaan dipicu oleh tingginya permintaan yang tidak sebanding dengan pasokan dari pabrik. Menurutnya, harga semen di tingkat pabrik tidak mengalami kenaikan. Namun, meningkatnya biaya distribusi serta persoalan pada rantai distribusi menyebabkan pasokan belum merata di sejumlah daerah di Aceh.

Dampak kelangkaan juga dirasakan sektor konstruksi. Mulyadi, tim logistik lapangan pada proyek Tower Radar Kota Lhokseumawe, mengatakan lonjakan harga semen dari sekitar Rp71 ribu menjadi Rp110 ribu hingga Rp120 ribu per sak menyebabkan anggaran proyek membengkak dan mengganggu pelaksanaan pekerjaan.

"Kami tetap harus menjalankan pekerjaan demi mengejar target progres. Namun kenaikan harga yang hampir dua kali lipat membuat anggaran yang telah disusun tidak lagi sesuai dengan kondisi di lapangan," katanya.

Berdasarkan hasil dialog dan pengecekan langsung tersebut, Haji Uma menilai persoalan kelangkaan semen harus segera ditangani secara menyeluruh. Ia meminta Kementerian Perdagangan memperketat pengawasan terhadap distribusi semen mulai dari produsen, agen hingga supplier, sekaligus menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) sebagai acuan agar harga di pasaran lebih terkendali.

Selain itu, Haji Uma juga meminta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengevaluasi produksi dan distribusi PT Solusi Bangun Andalas yang beroperasi di Aceh.

"Aceh memiliki pabrik semen, tetapi masyarakat justru mengalami kelangkaan dan harus membeli dengan harga yang jauh lebih mahal. Pemerintah perlu mengevaluasi secara menyeluruh apakah persoalannya berada pada sisi produksi, distribusi, atau faktor lainnya," tegasnya.

Haji Uma juga mendesak Kepolisian RI dan Kejaksaan RI menyelidiki apabila ditemukan indikasi penimbunan, permainan distribusi, maupun praktik-praktik yang menghambat pasokan semen di Aceh.

"Kalau memang ada dugaan permainan distribusi atau praktik mafia yang menyebabkan pembangunan terganggu dan masyarakat dirugikan, maka harus diusut tuntas sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Jika ada pelanggaran, pelakunya harus diproses sesuai hukum," tegas Haji Uma.

Ia berharap pemerintah pusat segera mengambil langkah konkret agar pasokan semen kembali normal, harga dapat dikendalikan, dan pembangunan rumah masyarakat maupun proyek-proyek infrastruktur di Aceh dapat berjalan tanpa hambatan akibat kelangkaan material bangunan. (*)



Mulai 1 Agustus 2026, Pertamax di Sumbagut Resmi Alami Penurunan Harga

By On 15:54

Pertamina Patra Niaga Regional Turunkan Harga Pertamax di Wilayah Sumbagut Mulai 1 Agustus 2026. Foto: For ReportNews.id
Pertamina Patra Niaga Regional Turunkan Harga Pertamax di Wilayah Sumbagut Mulai 1 Agustus 2026. Foto: For ReportNews.id
MEDAN, ReportNews.id – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut kembali melakukan penyesuaian harga berkala Bahan Bakar Minyak (BBM) Non-Subsidi yang berlaku efektif mulai 1 Agustus 2026. Penyesuaian harga ini merupakan bagian dari implementasi kebijakan perusahaan yang mengacu pada ketentuan dan arahan pemerintah, dengan tetap mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, serta daya beli masyarakat, Sabtu (1/08/2026).

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, mengatakan bahwa penyesuaian harga BBM Non-Subsidi dilakukan secara berkala sebagai bentuk komitmen Pertamina dalam menghadirkan produk energi yang kompetitif sekaligus menjaga keandalan pasokan energi bagi masyarakat.

"Penyesuaian harga BBM Non-Subsidi merupakan evaluasi berkala yang dilakukan dengan mengacu pada ketentuan yang berlaku serta mempertimbangkan dinamika harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah. Melalui penyesuaian ini, Pertamina Patra Niaga berharap masyarakat dapat memperoleh produk BBM berkualitas dengan harga yang semakin kompetitif, seiring dengan komitmen kami untuk terus menjaga keandalan pasokan dan pelayanan energi di seluruh wilayah Sumbagut," ujar Fahrougi.

Untuk wilayah Provinsi Aceh dan Sumatera Utara, harga BBM Non-Subsidi yang berlaku mulai 1 Agustus 2026 adalah sebagai berikut:

* Pertamax Turbo turun dari Rp19.750 per liter menjadi Rp18.700 per liter.

* Pertamax (RON 92) turun dari Rp16.650 per liter menjadi Rp16.300 per liter.

Sementara itu, untuk wilayah Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau, harga BBM Non-Subsidi yang berlaku mulai 1 Agustus 2026 adalah sebagai berikut:

* Pertamax Turbo turun dari Rp20.150 per liter menjadi Rp19.100 per liter.

* Pertamax (RON 92) turun dari Rp17.000 per liter menjadi Rp16.650 per liter.

Khusus untuk kawasan Free Trade Zone (FTZ), penyesuaian harga juga berlaku untuk produk Pertamax (RON 92) dan Pertamax Turbo. Rinciannya adalah sebagai berikut:

FTZ Sabang: Pertamax (RON 92) turun dari Rp15.250 per liter menjadi Rp14.950 per liter.


FTZ Batam:

- Pertamax (RON 92) turun dari Rp15.500 per liter menjadi Rp15.150 per liter.

- Pertamax Turbo turun dari Rp18.350 per liter menjadi Rp17.400 per liter.

Fahrougi menambahkan bahwa Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut terus memastikan ketersediaan stok BBM di seluruh wilayah operasional tetap dalam kondisi aman sehingga masyarakat dapat memperoleh layanan energi secara optimal.

"Dengan penyesuaian harga ini, masyarakat dapat menikmati produk BBM berkualitas Pertamina dengan harga yang lebih kompetitif. Kami juga mengimbau masyarakat untuk membeli BBM sesuai dengan kebutuhan serta memilih produk yang sesuai dengan spesifikasi kendaraannya," tutup Fahrougi. (*)






Dewan Komisaris dan Direktur Transformasi Cek Layanan SPBU Pertamina Sumbagut

By On 19:53

Dewan Komisaris dan Direktur Transformasi Cek Layanan SPBU Pertamina Sumbagut
Dewan Komisaris dan Direktur Transformasi Cek Layanan SPBU Pertamina Sumbagut
MEDAN, ReportNews.id - Sebagai bentuk komitmen dalam memastikan keandalan layanan energi kepada masyarakat, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut bersama Dewan Komisaris Pertamina Patra Niaga, Panel Barus, dan Direktur Transformasi, Digitalisasi & Sustainability Pertamina Patra Niaga, Tenny Elfrida, melaksanakan Management Walkthrough (MWT) ke sejumlah SPBU di wilayah Sumatera Utara. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan operasional SPBU, kualitas pelayanan kepada masyarakat, serta kondisi stok dan penyaluran BBM tetap berjalan optimal, Jumat (31/7/2026).

Management Walkthrough dilaksanakan di lima SPBU, yaitu SPBU 11.201.102 Kota Medan, SPBU 11.201.104 Kota Medan, SPBU 14.205.178 Kabupaten Deli Serdang, SPBU 14.203.155 Kabupaten Deli Serdang, dan SPBU 14.221.248 Kabupaten Karo. Dalam kegiatan tersebut, Dewan Komisaris dan Direksi melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi operasional SPBU, ketersediaan stok BBM, pelaksanaan aspek Health, Safety, Security & Environment (HSSE), serta berdialog dengan pengelola SPBU, operator, dan pelanggan untuk memperoleh masukan terkait pelayanan di lapangan.

Hasil pemantauan menunjukkan operasional SPBU di seluruh lokasi yang dikunjungi berjalan dengan baik. Pelayanan kepada masyarakat telah berlangsung normal, sementara stok dan penyaluran BBM berada dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Dewan Komisaris Pertamina Patra Niaga, Panel Barus, mengatakan bahwa Management Walkthrough dilakukan untuk memastikan secara langsung kondisi operasional SPBU dan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal.

“Selama beberapa hari kami melakukan peninjauan langsung ke sejumlah SPBU di Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, hingga Kabupaten Karo. Kami memastikan operasional SPBU telah berjalan normal dan pasokan BBM berada dalam kondisi aman. Tim Pertamina Patra Niaga terus bekerja selama 24 jam untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal,” ujar Panel Barus.

Sementara itu, Direktur Transformasi, Digitalisasi & Sustainability Pertamina Patra Niaga, Tenny Elfrida, menyatakan bahwa perusahaan terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan pada sistem penyaluran guna meningkatkan keandalan distribusi BBM kepada masyarakat.

“Kami telah melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi penyaluran dan stok BBM, baik di terminal BBM maupun di sejumlah SPBU. Hasilnya, stok berada dalam kondisi aman dan penyaluran berjalan dengan baik. Berbagai penyempurnaan pada sistem penyaluran akan terus kami lakukan sebagai bagian dari upaya peningkatan keandalan layanan kepada masyarakat,” ujar Tenny Elfrida.

Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Sunardi, menambahkan bahwa Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut akan terus memastikan seluruh arahan dan hasil evaluasi dari Dewan Komisaris maupun Direksi diimplementasikan secara konsisten di seluruh wilayah kerja Regional Sumbagut.

“Kami terus memperkuat monitoring operasional SPBU, kondisi stok, dan penyaluran BBM di seluruh wilayah kerja Regional Sumbagut. Bersama seluruh pemangku kepentingan, kami berkomitmen menjaga keandalan distribusi energi serta terus meningkatkan kualitas pelayanan agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik,” ujar Sunardi.

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, aparat terkait, mitra lembaga penyalur, dan seluruh pemangku kepentingan, serta melakukan monitoring secara berkelanjutan terhadap operasional SPBU, kondisi stok, dan penyaluran BBM guna menjaga keandalan distribusi energi di wilayah Sumatera Bagian Utara.

Masyarakat diimbau untuk melakukan pembelian BBM sesuai kebutuhan di SPBU resmi Pertamina. Untuk informasi lebih lanjut mengenai produk dan layanan Pertamina, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Customer Solution 135. (*)

DWP PNL Menyapa dari Hati: Menjaga Senyum, Menyalakan Harapan Anak Negeri

By On 00:12

DWP PNL Menyapa dari Hati: Menjaga Senyum, Menyalakan Harapan Anak Negeri
DWP PNL Menyapa dari Hati: Menjaga Senyum, Menyalakan Harapan Anak Negeri. Foto: Ist
ACEH UTARA, ReportNews.id – Ada bantuan yang selesai ketika diserahkan, tetapi ada pula kepedulian yang terus hidup setelah tangan-tangan berpisah. Semangat itulah yang dibawa Dharma Wanita Persatuan (DWP) Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) dalam memperingati Hari Anak Nasional melalui kegiatan Mengajar, Berbagi, dan Penyaluran Donasi bertema “Bersama Mewujudkan Senyum dan Semangat Belajar Anak Indonesia.”

Kegiatan dipusatkan di dua sekolah di Kabupaten Aceh Utara, yakni SD Negeri 5 Lhoksukon dan SD Negeri 5 Baktiya. Kehadiran DWP PNL tidak hanya membawa bantuan bagi anak-anak yang terdampak musibah banjir Aceh, tetapi juga menghadirkan ruang belajar, kebersamaan, motivasi, dan sentuhan kepedulian untuk menguatkan kembali semangat mereka menatap masa depan, Kamis (30/7/2026).

Ketua DWP PNL Nyonya Nadia Sartika Rizal Syahyadi. mengatakan, peringatan Hari Anak Nasional menjadi momentum penting bagi DWP PNL untuk meneguhkan perannya sebagai organisasi yang tidak hanya tumbuh dalam kebersamaan, tetapi juga hadir dan memberi manfaat nyata di tengah masyarakat.

Menurutnya, DWP PNL ingin datang bukan semata-mata membawa identitas sebuah organisasi, tetapi membawa naluri seorang ibu yang ingin melihat anak-anak tetap tersenyum, bersekolah, belajar, dan berani menggantungkan cita-citanya setinggi mungkin.

“DWP bukan hanya ruang untuk berhimpun dan menjalankan program organisasi. DWP adalah ruang pengabdian, ruang untuk berbagi, ruang untuk mendidik, dan ruang untuk menghadirkan kasih sayang dalam tindakan nyata. Kami ingin keberadaan DWP PNL tidak hanya terlihat melalui nama, tetapi terasa melalui manfaatnya,” ujar Nadia.

Ia menuturkan, musibah banjir boleh meninggalkan jejak pada kehidupan anak-anak, tetapi tidak boleh mengambil sesuatu yang paling berharga dari mereka: harapan dan cita-cita.

“Banjir boleh merendam halaman sekolah, tetapi jangan pernah membiarkannya menenggelamkan impian. Air boleh membawa pergi sebagian yang kita miliki, tetapi jangan pernah membiarkannya membawa pergi semangat untuk belajar. Setelah air surut, kehidupan harus kembali tumbuh; setelah hujan berhenti, matahari akan kembali menemukan jalannya,” ungkapnya.


Kepedulian Kemdiktisaintek untuk Anak-Anak Aceh Utara

Dalam kegiatan tersebut, DWP PNL menyalurkan bantuan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdiktisaintek) berupa tas sekolah, buku, alat tulis, serta berbagai perlengkapan sekolah lainnya. Sementara DWP PNL turut melengkapi kepedulian tersebut dengan menyerahkan Al-Qur'an dan mukena untuk sekolah.

Atas perhatian tersebut, Ketua DWP PNL menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kemdiktisaintek yang telah menunjukkan kepedulian terhadap anak-anak terdampak banjir di Aceh, khususnya para siswa yang membutuhkan dukungan untuk kembali menjalani aktivitas pendidikan dengan penuh semangat.

Menurut Nadia, bantuan tersebut memiliki makna yang jauh melampaui nilai materi yang diberikan.

“Sebuah tas mungkin hanya tempat menyimpan buku, tetapi di pundak seorang anak ia membawa cita-cita. Sebuah buku mungkin hanya terdiri dari lembaran kertas, tetapi ketika dibaca ia membuka jendela dunia. Al-Qur'an menjadi cahaya yang menuntun perjalanan kehidupan, sementara mukena mudah-mudahan menjadi teman dalam sujud dan doa mereka kepada Allah Swt.,” tuturnya.

DWP PNL berharap sinergi dan kepedulian yang telah dibangun bersama Kemdiktisaintek tersebut dapat terus berlanjut dan menjadi program yang dilaksanakan secara berkesinambungan setiap tahun, sehingga manfaatnya dapat menjangkau semakin banyak anak dan sekolah yang membutuhkan.

Tidak Hanya Berbagi, DWP PNL juga turun mengajar dan memberikan inspirasi untuk anak-anak sekolah. Kegiatan ini tidak berhenti pada prosesi penyerahan bantuan. Setelah agenda tersebut, para pengurus DWP PNL melanjutkan Program DWP Mengajar, dengan turun langsung berinteraksi bersama para siswa-siswi.

Melalui program ini, pengurus DWP PNL berbagi pengetahuan, pengalaman, motivasi, serta membangun suasana belajar yang menyenangkan bersama anak-anak. DWP PNL ingin bantuan yang diberikan tidak hanya menjadi sesuatu yang dapat dibawa pulang, tetapi juga meninggalkan pengetahuan dan semangat yang dapat dibawa menuju masa depan.

“Bagi kami, mengajar bukan sekadar menyampaikan apa yang kita ketahui. Mengajar adalah menyalakan cahaya agar seorang anak berani melihat masa depannya. Mungkin kebersamaan hari ini akan berlalu, tetapi siapa tahu ada satu kalimat, satu nasihat, atau satu cerita yang mereka ingat hingga dewasa dan membuat mereka berkata: saya harus sekolah, saya harus belajar, dan saya harus berhasil,” kata Nadia.

Kegiatan turut dihadiri Wakil Ketua DWP PNL beserta jajaran pengurus DWP PNL. Rangkaian acara dipandu oleh pengurus DWP PNL, sehingga suasana kegiatan berlangsung hangat, dekat, dan penuh kekeluargaan.

Kebersamaan para pengurus DWP PNL dengan siswa menjadi warna tersendiri. Ruang sekolah yang biasanya diisi rutinitas pembelajaran berubah menjadi ruang perjumpaan antara kepedulian, pengetahuan, inspirasi dan kegembiraan. Ada ilmu yang dibagikan, ada cerita tokoh inspiratif yang dituturkan, dan ada senyum anak-anak yang menjadi bahasa paling sederhana tentang arti sebuah kepedulian.

Terima Kasih untuk Guru yang Menjaga Nyala Harapan

Ketua DWP PNL juga menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada kepala sekolah, dewan guru, tenaga kependidikan, serta seluruh siswa SD Negeri 5 Lhoksukon dan SD Negeri 5 Baktiya yang telah menyambut kehadiran DWP PNL dengan penuh kehangatan.

Secara khusus, apresiasi diberikan kepada para guru yang tetap berada di garis depan pendidikan, mendampingi anak-anak dalam berbagai keadaan, termasuk setelah musibah banjir.

“Guru mungkin tidak selalu dapat melihat ke mana seluruh muridnya akan melangkah. Tetapi dari tangan seorang gurulah, seorang anak pertama kali belajar mengeja masa depan. Guru tidak hanya menulis di papan tulis, tetapi sesungguhnya beliau sedang menulis di dalam kehidupan. Guru mengajarkan huruf dan angka, tetapi sesungguhnya sedang membangun generasi bangsa,” ujarnya.

Nadia juga mengajak seluruh pengurus DWP PNL untuk terus menjaga semangat pengabdian dan menjadikan DWP sebagai organisasi yang kuat dalam kebersamaan, lembut dalam kepedulian, serta nyata dalam memberikan manfaat kepada masyarakat.

Menurutnya, tidak semua persoalan dapat diselesaikan dalam satu kegiatan. Namun setiap orang selalu memiliki pilihan untuk tidak berpaling ketika melihat sesama membutuhkan uluran tangan.

Satu tas dapat membawa harapan. Satu buku dapat membuka cakrawala. Satu Al-Qur'an dapat menuntun kehidupan. Satu mukena dapat menemani sebuah sujud. Satu pelajaran dapat melahirkan cita-cita. Dan satu sentuhan kepedulian dapat tinggal lama dalam ingatan seorang anak.

DWP PNL berharap suatu hari nanti, ketika anak-anak yang ditemui hari ini telah tumbuh dewasa dan mencapai cita-citanya, mereka akan mengingat bahwa pernah ada sebuah hari ketika banyak tangan datang membawa satu pesan sederhana: masa depan mereka berharga dan layak diperjuangkan.

“Ketika kelak Allah memberikan keberhasilan kepada kalian, lakukanlah hal yang sama. Ulurkan tangan kepada mereka yang membutuhkan, bagikan ilmu kepada mereka yang belum mengetahui, dan jadilah alasan bagi orang lain untuk kembali memiliki harapan. Karena kebaikan yang sesungguhnya tidak berhenti pada tangan yang menerima; ia akan terus hidup ketika suatu hari tangan itu kembali memberi,” pesan Nadia.

Melalui peringatan Hari Anak Nasional ini, DWP PNL meneguhkan komitmen untuk terus hadir melalui pendidikan, kepedulian sosial, dan pengabdian kepada masyarakat. Sebab ketika kita menjaga senyum seorang anak hari ini, sesungguhnya kita sedang menjaga harapan Indonesia untuk hari esok. (*)

BFLF Lhokseumawe-Aceh Utara Dukung Bakti TNI AU, Berhasil Himpun 57 Kantong Darah

By On 23:46

BFLF Lhokseumawe-Aceh Utara Dukung Bakti TNI AU, Berhasil Himpun 57 Kantong Darah
BFLF Lhokseumawe-Aceh Utara Dukung Bakti TNI AU, Berhasil Himpun 57 Kantong Darah. Foto: Dok Bflf
LHOKSEUMAWE, ReportNews.id – Blood for Life Foundation (BFLF) Lhokseumawe dan Aceh Utara (Lse'Acut) turut berpartisipasi dalam kegiatan donor darah yang digelar dalam rangka Bakti TNI Angkatan Udara (TNI AU). Kegiatan tersebut diinisiasi oleh SATRAD 102 Lhokseumawe bersama Kipan B Yonko 463 KOPASGAT, bekerja sama dengan Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Aceh Utara, sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.

Kegiatan yang berlangsung pada hari Kamis (30/7/2026),  mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB,  itu tidak hanya menghadirkan aksi donor darah, tetapi juga dirangkaikan dengan bazar pasar murah yang diperuntukkan bagi masyarakat. Kegiatan tersebut menjadi wujud nyata kepedulian sosial sekaligus upaya membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok.

Selama pelaksanaan kegiatan, sebanyak 80 orang mengikuti proses registrasi dan pemeriksaan kesehatan sebagai calon pendonor. Setelah melalui tahapan skrining sesuai standar pelayanan donor darah, sebanyak 57 kantong darah berhasil dikumpulkan dan siap disalurkan kepada pasien yang membutuhkan.

Adapun rincian kantong darah yang berhasil dihimpun terdiri atas 13 kantong golongan darah A, 12 kantong golongan darah B, 30 kantong golongan darah O, dan 2 kantong golongan darah AB.

Sementara itu, sejumlah calon pendonor belum dapat mendonorkan darahnya karena tidak memenuhi persyaratan medis saat proses skrining. Beberapa penyebabnya antara lain kadar hemoglobin (Hb) yang rendah, sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu, serta tekanan darah yang berada di luar batas aman untuk melakukan donor darah.

Keikutsertaan BFLF Lhokseumawe dan Aceh Utara dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen organisasi untuk terus mendukung aksi-aksi kemanusiaan serta memperkuat sinergi dengan UDD PMI Aceh Utara dan berbagai instansi lainnya.

Ketua BFLF Lhokseumawe dan Aceh Utara, Mutia, mengatakan bahwa pihaknya juga menyerahkan bingkisan berupa souvenir gelas kepada para pendonor sebagai bentuk apresiasi. Bingkisan tersebut merupakan tambahan dari paket penghargaan yang selama ini telah disediakan oleh PMI.

"Hari ini kami hadir untuk melanjutkan misi kemanusiaan. BFLF memberikan souvenir berupa gelas sebagai bentuk apresiasi kepada para pendonor. Kami berharap bingkisan sederhana ini dapat mempererat tali persaudaraan sekaligus menjadi penyemangat bagi masyarakat untuk rutin mendonorkan darahnya," ujar Mutia.

Ia berharap masyarakat tidak hanya mendonorkan darah saat ada kegiatan tertentu, tetapi juga secara sukarela datang langsung ke kantor PMI untuk menjadi pendonor rutin, sehingga ketersediaan stok darah dapat terus terjaga.

Mutia juga mengajak seluruh pihak untuk terus mendukung berbagai program kemanusiaan yang dijalankan BFLF agar dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Dalam kesempatan tersebut, Mutia mengungkapkan bahwa pengadaan souvenir pada kegiatan donor darah kali ini didukung melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) PT Pema Global Energi (PGE).

"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pimpinan dan seluruh karyawan PT Pema Global Energi yang setiap tahun konsisten memberikan dukungan terhadap kegiatan donor darah yang kami laksanakan. Semoga kepercayaan ini terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang dan membawa manfaat bagi masyarakat," tutup Mutia. (*)








































Klarifikasi Resmi: SPPG Seumirah Sampaikan Permohonan Maaf dan Langkah Perbaikan Terkait Isu Buah Salak Tidak Layak Konsumsi

By On 18:28

SPPG Seumirah Sampaikan Permohonan Maaf dan Langkah Perbaikan Terkait Isu Buah Salak Tidak Layak Konsumsi
SPPG Seumirah Sampaikan Permohonan Maaf dan Langkah Perbaikan Terkait Isu Buah Salak Tidak Layak Konsumsi
ACEH UTARA, ReportNews.id - Menanggapi pemberitaan yang beredar terkait temuan buah salak dalam kondisi tidak layak konsumsi dalam distribusi program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Seumirah, Kecamatan Nisam Antara, Yayasan Angkasa Jaya Bhakti dan mitra menyampaikan pernyataan resmi, permohonan maaf, serta klarifikasi menyeluruh kepada masyarakat luas, Kamis (30/7/2026).

Dalam surat pernyataan bernomor 005/SPPG-S/VII/2026 yang ditandatangani langsung oleh Kepala SPPG Seumirah, Muhammad Faujil Hajani, S.Pi pada Kamis (30/7/2026), pihak pengelola mengakui kejadian tersebut dan menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan serta kekhawatiran yang timbul di kalangan masyarakat, khususnya para penerima manfaat program.

"Kejadian ditemukannya buah salak yang tidak layak konsumsi tersebut merupakan hal yang tidak kami harapkan sama sekali. Kami mengakui adanya kekhilafan dalam proses pengecekan akhir, dan hal ini menjadi bahan evaluasi mendalam bagi kami untuk segera memperbaiki seluruh sistem pengawasan dan kualitas pelayanan," tegas Muhammad Faujil Hajani dalam pernyataannya.

Pihaknya juga menanggapi terkait berbagai informasi yang berkembang di media sosial dan pemberitaan:

1. Mengklarifikasi bahwa pernyataan yang disampaikan di kolom komentar media sosial sebelumnya merupakan bentuk tanggapan cepat atas kekhawatiran warga, dan kini disusun menjadi pernyataan resmi yang utuh dan terukur.

2. Menjawab pertanyaan terkait standar operasional: Pihak SPPG mengakui masih ada celah yang harus diperbaiki dalam proses penerimaan bahan baku, pemeriksaan kualitas hingga pendistribusian. Pihaknya berkomitmen melakukan perbaikan berkelanjutan, memperketat pengecekan setiap tahapan, serta memastikan peran tim ahli gizi dan petugas pengecekan mutu berjalan lebih ketat sesuai standar yang berlaku.

3. Menyikapi isu koordinasi dengan pihak terkait: SPPG Seumirah menyatakan seluruh dokumen persyaratan operasional termasuk Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) sudah dimiliki, dan petugas SPPG selalu melakukan komunikasi dengan pihak puskesmas dan juga dengan keuchik desa yang ikut andil dalam menjaga operasional dapur agar lancar, guna memastikan seluruh operasional berjalan sesuai aturan. KSPPG juga akan memastikan proses penyortiran buah dilakukan secara lebih teliti dan selektif lagi.

Terkait hal itu, pihak pengelola juga menyampaikan permohonan kerja sama kepada seluruh lapisan masyarakat, tokoh masyarakat, dan pihak terkait. Apabila ditemukan adanya bahan pangan yang diduga tidak layak konsumsi atau hal yang kurang berkenan dalam pelayanan, diharapkan dapat mengonfirmasi terlebih dahulu secara langsung kepada pihak SPPG Seumirah.

"Hal ini bukan bermaksud membatasi hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat atau keluhan, melainkan upaya kami untuk segera melakukan pengecekan, mengambil tindakan yang diperlukan, serta memberikan penjelasan dan penyelesaian secara cepat, tepat, dan transparan. Kepercayaan masyarakat adalah hal paling utama bagi kami dalam menjalankan program ini," ujarnya.

Pihak SPPG Seumirah juga menyatakan telah membuka ruang seluas-luasnya bagi media untuk melakukan konfirmasi. (*)







Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *