Jembatan Putus Diterjang Bencana, Warga Gayo Lues Pikul MBG Seberangi Sungai

Jembatan Putus Diterjang Bencana, Warga Gayo Lues Rela Pikul Makan Bergizi Gratis (MBG) Seberangi Sungai. Foto: Ist

GAYO LUES, ReportNews.id - Bencana alam berupa banjir dan longsor yang melanda Kabupaten Gayo Lues tak menyurutkan langkah warga Dusun Benteng, Desa Pertik, Kecamatan Pining, untuk memastikan pemenuhan gizi anak-anak mereka. Di tengah keterbatasan akses dan infrastruktur yang rusak, warga bergotong royong mendistribusikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan cara menyeberangi derasnya arus sungai, Kamis (9/4/2026).

Dusun Benteng selama ini dikenal sebagai wilayah pegunungan terpencil dengan akses yang sangat terbatas. Kondisi tersebut semakin dipersulit dengan bencana alam baru-baru ini yang tidak hanya merusak lahan pertanian warga, tetapi juga memutus jembatan kecil yang menjadi satu-satunya urat nadi mobilitas masyarakat setempat. Akibatnya, sebagian besar aktivitas warga menjadi terganggu.

Namun, di tengah situasi pascabencana tersebut, kepulan asap dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dusun Benteng dipastikan tetap terlihat.

Meski bangunan dapur turut terdampak kerusakan dan peralatan memasak yang tersedia sangat terbatas, dedikasi para kader relawan dan ibu-ibu setempat tidak surut. Setiap harinya, mereka tetap meracik dan memasak menu bergizi lengkap. Makanan yang telah memenuhi standar gizi tersebut kemudian dikemas rapi ke dalam *ompreng* untuk segera dibagikan kepada anak-anak sekolah, Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita.


Inisiatif Tandu Bambu

Tantangan terberat bagi para kader relawan dan warga justru berada pada tahap distribusi. Sekolah, Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita penerima manfaat MBG berlokasi tepat di seberang sungai, sementara jembatan penghubungnya telah hancur terbawa arus.

Menghadapi rintangan tersebut, relawan secara swadaya menciptakan solusi darurat. Mereka merakit tandu sederhana yang terbuat dari bilah-bilah bambu. Ratusan *ompreng* berisi makanan bergizi itu diikat kuat di atas tandu, lalu dipikul secara gotong royong. Dengan penuh kehati-hatian, relawan harus berjalan membelah aliran sungai demi mengantarkan hak gizi anak-anak tepat waktu.

Melalui upaya kolektif dan penuh risiko ini, anak-anak sekolah, Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita di seberang sungai dipastikan tetap menerima Makanan Bergizi Gratis (MBG) secara rutin. Keterisolasian wilayah maupun dampak bencana terbukti tidak menjadi penghalang bagi keberlanjutan program tersebut di ujung Gayo Lues.

Kisah kegigihan dari Dusun Benteng ini menjadi potret nyata bahwa implementasi program MBG mampu menjangkau lapisan masyarakat di kondisi geografis paling pelik sekalipun. Upaya tak kenal lelah ini sekaligus menjadi fondasi penting dalam menyiapkan Generasi Emas Indonesia 2045, dengan membawa satu prinsip teguh: tidak boleh ada satu pun anak bangsa yang tertinggal dalam pemenuhan gizinya.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama