Poltekkes Kemenkes Aceh Berdayakan Remaja Panggoi sebagai Agen Perubahan Cegah Diabetes Melitus Sejak Dini

Poltekkes Aceh Latih Generasi Muda Panggoi Cegah Diabetes Melitus Lebih Awal. Foto: For ReportNews.id.

LHOKSEUMAWE Report News.id - Prodi D – III Keperawatan Kampus Aceh Utara, Poltekkes Kemenkes Aceh melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk "Pemberdayaan Remaja sebagai Agen Perubahan dalam Pencegahan Dini Diabetes Melitus" di Gampong Panggoi, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Selasa (30/6/2026).

Kegiatan ini merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus bagian dari Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang berfokus pada promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat dalam upaya pencegahan penyakit tidak menular, khususnya diabetes melitus pada kelompok remaja. Program tersebut mengangkat tema pemberdayaan remaja sebagai agen perubahan karena remaja dinilai memiliki peran strategis dalam membentuk budaya hidup sehat di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Ketua tim pengabdian, Mawar Hayati, mengatakan bahwa peningkatan kasus diabetes melitus tidak lagi hanya terjadi pada kelompok usia dewasa, tetapi juga mulai mengancam remaja akibat perubahan pola hidup yang kurang sehat.

"Remaja merupakan investasi masa depan bangsa. Melalui edukasi sejak dini, kami ingin membangun kesadaran bahwa diabetes dapat dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat, aktivitas fisik yang cukup, serta pola makan bergizi seimbang," ujarnya.

Kegiatan diikuti empat puluh remaja Gampong Panggoi dengan antusias. Materi yang diberikan meliputi pengenalan diabetes melitus, faktor risiko, tanda dan gejala, pentingnya aktivitas fisik, pengaturan konsumsi makanan dan minuman manis, serta langkah-langkah pencegahan sejak usia remaja.

Tim pengabdian juga memberikan edukasi mengenai pentingnya deteksi dini dan perilaku hidup sehat sebagai upaya menekan risiko penyakit tidak menular. Materi dan metode edukasi tersebut merupakan bagian dari rancangan program pengabdian yang mencakup ceramah, diskusi, demonstrasi, serta skrining kesehatan bagi peserta.

Selain penyampaian materi, peserta mengikuti sesi diskusi interaktif, demonstrasi pemilihan makanan sehat, serta pemeriksaan kesehatan sebagai upaya meningkatkan kesadaran terhadap faktor risiko diabetes. Pendekatan edukatif dan partisipatif diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan sekaligus mendorong perubahan perilaku remaja menuju gaya hidup yang lebih sehat.

Tim pengabdian juga mengajak peserta untuk menjadi peer educator atau agen perubahan di lingkungan sebayanya. Melalui pendekatan tersebut, informasi mengenai pencegahan diabetes diharapkan dapat menyebar lebih luas sehingga tercipta budaya hidup sehat di kalangan remaja.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari aparatur Gampong Panggoi dan para peserta. Mereka berharap program serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan dengan tema kesehatan remaja lainnya sehingga mampu meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di tingkat desa.

Pengabdian kepada masyarakat ini merupakan hasil kolaborasi dosen Program Studi Diploma III Keperawatan Kampus Aceh Utara Poltekkes Kemenkes Aceh bersama mahasiswa dan mitra masyarakat sebagai bentuk komitmen institusi dalam mendukung transformasi layanan kesehatan primer melalui promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Program ini juga menjadi bagian dari upaya Poltekkes Kemenkes Aceh dalam menghasilkan inovasi pengabdian yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat serta mendukung pencegahan penyakit tidak menular di Aceh. (*)

- Jurnalis Armia Jamil -

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama