BERITA TERBARU

Wujudkan Lingkungan Bersih, PIM Dukung 1 unit Armada Truk Pengangkut Sampah kepada Pemerintah Kota Lhokseumawe

By On 21:31

Wujudkan Lingkungan Bersih, PIM Dukung 1 unit Armada Truk Pengangkut Sampah kepada Pemerintah Kota Lhokseumawe
PIM Dukung 1 unit Armada Truk Pengangkut Sampah kepada Pemerintah Kota Lhokseumawe. Foto: Ist
LHOKSEUMAWE, ReportNews.id – PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) kembali melanjutkan kontribusinya dalam mendukung peningkatan pelayanan kebersihan dan pengelolaan lingkungan melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Perusahaan.

Sebelumnya PIM juga telah menyerahkan 1 (satu) unit truk pengangkut sampah kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Utara pada hari Jumat, 02 Oktober 2026 lalu di Pendopo Bupati Aceh Utara, pada hari ini PIM kembali menyerahkan 1 (satu) unit truk pengangkut sampah kepada Pemerintah Kota Lhokseumawe. Penyerahan dilaksanakan pada hari Rabu, 07 Oktober 2026 bertempat di Kantor Walikota Lhokseumawe.

Mewakili manajemen PIM, bantuan tersebut diserahkan oleh Sekretaris Perusahaan PT Pupuk Iskandar Muda, Syahrul Kamal dan diterima secara langsung oleh Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar, S.H., M.H.

Armada yang diserahkan berupa 1 unit mobil Tipe Hino Dutro 136 HDX yang dilengkapi bak angkut sampah, dokumen surat jalan resmi dan perlengkapan sesuai standar pabrik. Kendaraan memiliki daya angkut sekitar 5–7 ton dengan kapasitas bak sekitar 6–8 meter kubik, menggunakan mesin diesel enam silinder dan transmisi manual.

Penyerahan truk sampah ini merupakan bentuk dukungan PIM terhadap upaya Pemerintah Kota Lhokseumawe dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di bidang kebersihan dan pengelolaan lingkungan. Kehadiran armada tambahan tersebut diharapkan dapat memperkuat sarana pengangkutan sampah, memperluas jangkauan pelayanan serta mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat.

Sekretaris Perusahaan PIM, Syahrul Kamal menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan wujud komitmen PIM untuk ikut mendukung terciptanya Kota Lhokseumawe yang lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat. Menurutnya, kebersihan kota merupakan bagian penting dari kualitas hidup yang baik dan menjadi tanggungjawab kita bersama.

Sementara itu, Wali Kota Lhokseumawe Dr. Sayuti Abubakar, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas dukungan PIM dalam membantu penyediaan sarana pendukung pelayanan kebersihan khususnya untuk wilayah Kota Lhokseumawe.

Kehadiran armada tambahan tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengangkutan sampah serta mendukung upaya pemerintah dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Kami berharap dukungan seperti ini dapat terus memperkuat kolaborasi antara Pemerintah Kota Lhokseumawe dan PIM.

Bantuan ini bukan hanya menambah armada operasional, tetapi juga menjadi bentuk sinergi nyata antara pemerintah dan PIM dalam menjaga kebersihan lingkungan serta meningkatkan kualitas pelayanan publik,”.

Dukungan 1 unit armada truk pengangkut sampah kepada Pemerintah Kota Lhokseumawe diharapkan dapat semakin memperkuat pengelolaan dan kelancaran pengangkutan sampah di lapangan, sehingga upaya mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman dapat dilakukan secara berkelanjutan.

Sebagai bentuk dukungan perusahaan dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan juga telah diwujudkan melalui berbagai kegiatan, di antaranya penyerahan bantuan bag compost kepada sekolah-sekolah Adiwiyata, penyerahan bantuan wadah sampah terpilah, bantuan penyerahan bibit tanaman produktif, serta pelaksanaan Coastal Clean Up di pantai di beberapa wilayah pesisir desa binaan perusahaan. Berbagai kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen PIM dalam mendorong perilaku peduli lingkungan dan pengelolaan sampah secara berkelanjutan.

Penyerahan truk sampah tersebut juga dihadiri oleh jajaran pejabat Pemko Lhokseumawe diantaranya; Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Zulfikar Syarif, S.E., M.S.M., Kepala Dinas Kominfo, Taruna Putra Satya, S.IP., M.A.P., Kepala Bagian Umum, Mulkan, S.T, Kepala Bagian Prokopim, Hermawan, S.T., M.A.P., dari PIM juga dihadiri oleh; Vice President TJSL PIM, Heri Afriadi Aka, Vice President Komunikasi & Adm Korporat, Mahsurizal, Koord. Komunikasi Korporat, Dedi Ikhsan dan jajaran staf PIM.

Pada kesempatan tersebut, Walikota Lhokseumawe sempat melakukan Test Drive uji coba mesin truk didampingi oleh Sekretaris Perusahaan PIM dan selanjutnya truk siap untuk beroperasi sesuai dengan kebutuhan wilayah operasionalnya. (*)

Perkuat Pengelolaan Sampah, PT PIM Berikan Bantuan Truk Sampah kepada Pemko Lhokseumawe

By On 17:57


Perkuat Tata Kelola Kebersihan, Pemko Lhokseumawe Terima Bantuan Truk Sampah Dari PT PIM
Pemko Lhokseumawe Terima Bantuan Truk Sampah Dari PT PIM. Foto: Ist
LHOKSEUMAWE, ReportNews,id - Pemerintah Kota Lhokseumawe menerima bantuan satu unit armada truk pengangkut sampah dari PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) guna mendukung peningkatan fasilitas penanganan kebersihan lingkungan dan tata kelola perkotaan.

Bantuan dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero) tersebut diserahkan secara langsung oleh Sekretaris Perusahaan PT PIM Syahrul Kamal kepada Wali Kota Lhokseumawe di Kantor Wali Kota, pada Rabu (7/10/2026).

Wali Kota Lhokseumawe Dr Sayuti Abubakar SH MH sampaikan apresiasi tinggi atas langkah proaktif manajemen PT PIM yang dinilainya sangat cepat merespons kebutuhan daerah tanpa harus menunggu permohonan resmi dari pemerintah setempat.

"Sebagian besar perusahaan di sini memang memiliki respons yang baik terhadap Pemko Lhokseumawe, tetapi PT PIM ini termasuk yang paling cepat. Bahkan sebelum kami meminta, bantuan ini sudah disiapkan," ujar Sayuti.

Ia berharap tambahan armada pengangkut sampah ini dapat mengoptimalkan efisiensi operasional pengangkutan sampah harian sehingga kebersihan dan kenyamanan lingkungan di seluruh sudut Kota Lhokseumawe semakin terjaga.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PT PIM Syahrul Kamal menjelaskan bahwa penyaluran armada tersebut merupakan wujud kepedulian perusahaan dalam mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan.

"Melalui bantuan ini, PT PIM berkomitmen terus mendampingi Pemko Lhokseumawe dalam meningkatkan pelayanan kebersihan, baik di tingkat kecamatan maupun kawasan perkotaan," kata Syahrul.

Ia menambahkan, pihak PT PIM akan terus memperluas kolaborasi serta berkontribusi secara optimal untuk menjawab kebutuhan masyarakat Lhokseumawe melalui berbagai program CSR di masa mendatang.

Prosesi serah terima tersebut turut didampingi Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian Kota Lhokseumawe Taruna Putra Satya S.IP MAP serta Plt. Kadis DLHK Kota Lhokseumawe, dan disaksikan jajaran manajemen PT PIM, di antaranya VP Heri Afriadi Aka, VP Komkor Mahsurizal, Koordinator Komkor Dedi Ikhsan, beserta jajaran staf. (*)

Polres Lhokseumawe Tahan Mantan Ketua Dekopinda, Diduga Jual Aset Negara

By On 07:43

Polres Lhokseumawe Tahan Mantan Ketua Dekopinda, Diduga Jual Aset Negara
Polres Lhokseumawe Tahan Mantan Ketua Dekopinda, Diduga Jual Aset Negara. Foto: For ReportNews.id
LHOKSEUMAWE, ReportNews.id – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lhokseumawe menetapkan dan melakukan penahanan terhadap seorang mantan Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Lhokseumawe berinisial J (61), terkait dugaan tindak pidana korupsi atas aset negara berupa tanah dan bangunan bekas proyek Pusat Pelayanan Koperasi (PPK).

Pengungkapan kasus tersebut disampaikan Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr. Ahzan, didampingi Wakapolres Lhokseumawe Kompol Iswahyudi dan Kasat Reskrim AKP Bustani, saat konferensi pers di hadapan awak media yang berlangsung di Gedung Serbaguna Polres Lhokseumawe, Senin (5/10/2026) siang.

Tersangka J diamankan dan ditahan penyidik pada 24 September 2026. Berdasarkan hasil penyidikan, tersangka diduga melakukan serangkaian perbuatan yang menyebabkan aset negara berupa tanah seluas 1.689 meter persegi di Gampong Alue Awe, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, beralih penguasaan dan kemudian diperjualbelikan.

Kapolres Lhokseumawe mengatakan, tersangka sebelumnya menjabat sebagai Ketua Dekopinda Lhokseumawe periode 2015–2020. Dalam perkara tersebut, tersangka diduga mengajukan permohonan penerbitan sertifikat atas tanah dan bangunan bekas proyek PPK dengan menggunakan sejumlah dokumen yang diduga tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya.

“Berdasarkan hasil penyidikan, tersangka diduga memanipulasi sejumlah dokumen, di antaranya surat keterangan desa, sporadik atau penguasaan fisik tanah, kronologis kepemilikan tanah serta surat pernyataan belum pernah diterbitkan sertifikat. Dokumen tersebut kemudian digunakan sebagai dasar pengajuan sertifikat,” ujar Kapolres.

Dari proses tersebut, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Lhokseumawe menerbitkan Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) Nomor 308 atas nama koperasi. Selanjutnya, tersangka diduga mengajukan pemisahan sertifikat tersebut menjadi tiga sertifikat, yakni SHGB Nomor 309, 310 dan 311, yang kemudian diperjualbelikan kepada tiga pihak.

Kapolres menjelaskan, dari hasil penjualan ketiga sertifikat tersebut diperoleh uang sebesar Rp1.113.200.000. Dana tersebut sempat masuk ke rekening Dekopinda Lhokseumawe, namun kemudian diduga ditarik kembali oleh tersangka untuk kepentingan pribadi.

“Untuk tiga pihak yang membeli aset tersebut, saat ini statusnya sebagai saksi. Mereka membeli dengan mengetahui bahwa objek yang diperjualbelikan telah memiliki sertifikat HGB dan bukan berdasarkan informasi bahwa aset tersebut merupakan aset negara,” jelas AKBP Ahzan.

Dalam penyidikan, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya daftar inventaris kekayaan negara berupa gedung kantor bekas proyek PPK seluruh Indonesia per 31 Desember 1999, dokumen permohonan sertifikat tanah, dokumen permohonan pemisahan sertifikat HGB, akta jual beli serta dokumen rekening koran Dekopinda Lhokseumawe.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 603 jo. Pasal 604 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 serta Pasal 18 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Penyidik masih terus melakukan proses hukum sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Kami memastikan penanganan perkara dilakukan secara profesional, transparan dan berdasarkan alat bukti yang sah,” tegas Kapolres Lhokseumawe. (*)

Tak Henti Bantu Pemulihan, Pertamina Patra Niaga Sumbagut Fokus Tangani Dampak Banjir Galodo di Kabupaten Solok

By On 13:05

Tak Henti Bantu Pemulihan, Pertamina Patra Niaga Sumbagut Fokus Tangani Dampak Banjir Galodo di Kabupaten Solok
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Terus Dorong Upaya Pemulihan Pasca Banjir Bandang "Galodo" di Kabupaten Solok. Foto: Ist
SOLOK, ReportNews.id – Penanganan pemulihan pasca bencana menjadi langkah yang harus masif dilaksanakan agar masyarakat dapat beraktivitas normal kembali, Jumat (2/10/2026). 

Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) terus dorong upaya pemulihan pasca banjir bandang "galodo" setelah sebelumnya gerak cepat menyalurkan bantuan sesaat setelah terjadinya banjir bandang di Kabupaten Solok pada akhir bulan lalu. Segala upaya yang dilaksanakan ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Masa tanggap darurat bencana banjir bandang "galodo" di Kabupaten Solok, ditetapkan selama 14 hari terhitung mulai 22 September hingga 5 Oktober 2026. Pemerintah setempat masih mengevaluasi kemungkinan memperpanjang status tersebut. Keputusan mengenai perpanjangan masa tanggap darurat akan mempertimbangkan perkembangan penanganan bencana di lapangan.

Selanjutnya, sebagai bentuk dukungan penanganan upaya pemulihan pasca banjir bandang di Kabupaten Solok, bertempat di Posko Batang Barus, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut kembali salurkan bantuan untuk diberikan kepada masyarakat terdampak dan juga Tim Satuan Tugas (Satgas) yang mendukung penanganan penanggulangan bencana (2/10). Mulai dari paket perlengkapan sekolah bagi anak-anak, paket sembako hingga kebutuhan extra folding untuk Tim Satgas.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Solok, Jon Firman Pandu menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas support yang telah diberikan Pertamina kepada masyarakat Kabupaten Solok. "Terimakasih atas support yang diberikan kepada kami, baik di posko maupun bantuan untuk anak-anak terdampak yang akan kembali bersekolah, termasuk para relawan, juga diberikan suplemen agar tetap sehat dan kuat.

Sekali lagi, Pertamina Peduli, luar biasa. Hari ini merupakan bantuan yang kedua untuk Solok dan ini tentu menjadi ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya dari kami atas nama Pemerintah Daerah," ujar Jon Firman.

Terpisah, Fahrougi Andriani Sumampouw selaku Area Manager Communication, Relations & CSR Sumbagut Pertamina Patra Niaga menegaskan bahwa Pertamina tidak hanya berfokus pada distribusi energi, tetapi juga menjalankan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan kepada masyarakat.

“Hari ini kita kembali menyalurkan bantuan untuk kebutuhan masyarakat terdampak dan juga Tim Satgas. Semoga bantuan yang diberikan dapat membantu proses pemulihan pasca banjir bandang "galodo" di Kabupaten Solok. Melalui dukungan upaya pemulihan ini, Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat. 

Kami berharap bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban warga terdampak sekaligus memperkuat sinergi dan hubungan baik antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat. Pertamina hadir tidak hanya sebagai penyedia energi nasional, tetapi juga sebagai mitra sosial yang peduli terhadap kondisi masyarakat dan lingkungan sekitar,” tutup Fahrougi. (*)

Rektor UIN SUNA Lhokseumawe Apresiasi Jakarta Understanding, Perkuat Peran Masjid untuk Perdamaian Global

By On 21:59

Rektor UIN SUNA Lhokseumawe Apresiasi Jakarta Understanding, Perkuat Peran Masjid untuk Perdamaian Global
Rektor UIN Sultanah Nahrasiyah (UIN SUNA) Lhokseumawe, Prof. Dr. Danial, M.Ag. Foto: Ist
LHOKSEUMAWE, ReportNews.id - Rektor UIN Sultanah Nahrasiyah (UIN SUNA) Lhokseumawe, Prof. Dr. Danial, M.Ag., mengapresiasi Jakarta Understanding on Mosque Harmony, Religious Diplomacy, and Global Peace yang lahir dalam rangkaian International Grand Imams Conference (IGIC) 2026 di Jakarta, 27 September 2026.

Menurut Prof. Danial, dokumen tersebut menegaskan pentingnya menjadikan masjid dan lembaga pendidikan Islam sebagai kekuatan strategis dalam membangun perdamaian, toleransi, dan persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat global.

“Jakarta Understanding memberikan pesan penting bahwa agama harus menjadi kekuatan yang menghadirkan kedamaian, kemanusiaan, dan persaudaraan,” kata Prof. Danial.

Ia menilai semangat tersebut sejalan dengan peran UIN SUNA sebagai perguruan tinggi Islam yang tidak hanya bertugas menghasilkan lulusan berkompeten, tetapi juga membentuk karakter dan kepedulian sosial.

Prof. Danial mengatakan, mahasiswa perlu dipersiapkan menjadi generasi yang mampu menjadi jembatan di tengah perbedaan. Untuk itu, pendidikan tinggi Islam perlu memperkuat literasi agama, literasi digital, wawasan global, serta kepedulian terhadap persoalan kemanusiaan dan lingkungan.

“Mahasiswa harus mampu menghadapi keberagaman dengan sikap terbuka, moderat, dan bertanggung jawab. Mereka juga harus mampu menggunakan media digital untuk menyebarkan ilmu, kebaikan, dan pesan perdamaian,” ujar Prof. Danial.

Dalam Jakarta Understanding, para Imam Besar dari berbagai negara mendorong masjid tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga ruang dialog, penguatan harmoni sosial, mediasi konflik, dan diplomasi keagamaan. Dokumen tersebut turut menekankan pendidikan karakter, moderasi, toleransi, perlindungan kelompok rentan, literasi digital, serta penguatan keadilan sosial.

Bagi UIN SUNA Lhokseumawe, kata Prof. Danial, nilai-nilai tersebut dapat diterjemahkan melalui pelaksanaan tridarma perguruan tinggi. Kajian mengenai diplomasi keagamaan, moderasi beragama, konflik sosial, ekoteologi, keadilan sosial, dan perdamaian global dapat dikembangkan melalui penelitian, sementara pengabdian kepada masyarakat diarahkan untuk memperkuat peran lembaga keagamaan sebagai agen perdamaian.

Prof. Danial juga melihat Aceh memiliki pengalaman sosial yang penting dalam konteks pembangunan perdamaian. Pengalaman tersebut, menurut dia, dapat dikembangkan menjadi sumber kajian akademik yang memberi kontribusi pada tingkat nasional maupun internasional.

“Lhokseumawe dan Aceh memiliki pengalaman sosial yang sangat berharga. Pengalaman itu perlu dikaji secara akademik dan dikembangkan menjadi pengetahuan yang dapat memberikan kontribusi bagi pembangunan perdamaian,” katanya.

Selain perdamaian, Jakarta Understanding menyoroti pentingnya kepedulian terhadap lingkungan. Prof. Danial menilai ekoteologi perlu mendapat perhatian lebih besar di lingkungan perguruan tinggi Islam.

“Isu lingkungan bukan hanya persoalan teknis, tetapi juga memiliki dimensi moral, keagamaan, dan pendidikan. Perguruan tinggi Islam harus ikut membangun kesadaran tersebut melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujar Prof. Danial.

Prof. Danial berharap Jakarta Understanding tidak berhenti sebagai dokumen deklaratif, tetapi diterjemahkan menjadi agenda nyata oleh perguruan tinggi, masjid, pemerintah, organisasi keagamaan, dan masyarakat sipil.

“Yang paling penting adalah bagaimana pesan ini kita terjemahkan menjadi tindakan. UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe siap terus memperkuat pendidikan Islam yang moderat, pengembangan ilmu pengetahuan, dialog kemanusiaan, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari kontribusi kampus untuk perdamaian,” tegas Prof. Danial.

Jakarta Understanding juga menyerukan penguatan diplomasi keagamaan dan dialog lintas iman, penolakan terhadap ekstremisme, kekerasan, hoaks, serta ujaran kebencian. Dokumen tersebut turut menegaskan dukungan terhadap perlindungan warga sipil dan hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri dalam kerangka hukum internasional.

Sejalan dengan semangat tersebut, Prof. Danial mengajak seluruh sivitas akademika UIN SUNA, baik mahasiswa, dosen maupun tenaga kependidikan, untuk menjadi bagian dari gerakan merawat perdamaian melalui ruang akademik maupun kehidupan sehari-hari.

Ia mendorong sivitas akademika untuk terus mengampanyekan pesan-pesan perdamaian, memperkuat budaya saling menghormati, serta lebih bijak dalam menggunakan media sosial dengan tidak menyebarkan hoaks, disinformasi, ujaran kebencian, maupun informasi yang berpotensi memecah belah masyarakat.

“Mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan harus menjadi bagian dari upaya merawat perdamaian. Mari terus menyebarkan pesan-pesan kebaikan, menghindari hoaks dan ujaran kebencian, serta membangun budaya saling menghormati dengan menjunjung nilai-nilai luhur agama, kemanusiaan, persaudaraan, dan keadilan,” kata Prof. Danial.

Menurutnya, perdamaian bukan hanya agenda dalam forum internasional, tetapi harus dimulai dari lingkungan terdekat dan diwujudkan melalui sikap, tutur kata, serta tindakan setiap hari.

“Perdamaian harus kita rawat bersama. Kampus harus menjadi ruang yang menumbuhkan ilmu, persaudaraan, toleransi, dan kemanusiaan. Dari kampus, kita ingin menghadirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga mampu menjadi pembawa pesan perdamaian bagi masyarakat dan dunia,” pungkasnya. (*)

Pertamina SMEXPO 2026 Resmi Dibuka, Pekanbaru Jadi Kota Pertama Perkuat UMKM Lewat Kolaborasi Lintas Sektor

By On 16:21

Petamina
Rangkaian Pertamina SMEXPO 2026 di Pekanbaru. Foto: Dok PPN
PEKANBARU, ReportNews.id - PT Pertamina (Persero) melalui Subholding Downstream - PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) resmi memulai gelaran pertama dari rangkaian pameran UMKM skala regional - Pertamina SMEXPO 2026 di Kota Pekanbaru (25/9/2026). Menjadi kota pertama dari rangkaian roadshow program Pertamina SMEXPO yang telah hadir sejak tahun 2020 di beberapa kota, Pertamina SMEXPO Pekanbaru 2026 hadir di Mall Living World selama tiga hari berturut-turut yaitu tanggal 25-27 September 2026.

Dipilih sebagai kota pertama, ini adalah kali kedua Pekanbaru kembali menyelenggarakan pameran Pertamina SMEXPO Regional, yang berbeda tahun ini adalah Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut tidak hanya menghadirkan puluhan tenant UMKM terpilih, namun juga melakukan kegiatan Temu Bisnis antara para pelaku usaha korporasi di area provinsi Riau dengan UMKM peserta pameran. Upaya temu bisnis ini adalah bagian dari komitmen perusahaan dalam membantu pertumbuhan ekonomi kerakyatan melalui pemberian kesempatan akses pasar dan jejaring kolaborasi agar UMKM lokal dapat lebih Vokal.

Diresmikan langsung bersama Pemerintah Provinsi Riau yang diwakili Asisten III (Asisten Administrasi Umum) Sekretariat Daerah Provinsi Riau, Muhammad Job Kurniawan, Pertamina SMEXPO Pekanbaru 2026 turut dihadiri jajaran pemerintah Provinsi Riau, Manager SMEPP Pertamina, VP Community, Involvement & Development Pertamina Patra Niaga dan jajaran Pertamina Group lainnya yang ada di Provinsi Riau. Dalam sambutannya, Job Kurniawan mengapresiasi Pertamina Grup atas gelaran Pertamina SMEXPO yang telah dilaksanakan di Kota Pekanbaru.

"Kami memberikan apresiasi, penghargaan setinggi-tingginya kepada Pertamina Grup yang telah menghadirkan Pertamina SMEXPO 2026 di Kota Pekanbaru Provinsi Riau sehingga dapat menjadi penting bagi para pelaku UMKM kami di Provinsi Riau ini," ujar Job Kurniawan.

Selain melibatkan puluhan UMKM binaan, Pertamina SMEXPO Pekanbaru 2026 juga menghadikan berbagai kegiatan menarik yang dapat diikuti oleh masyarakat Kota Pekanbaru dan sekitarnya. Mulai dari talkshow, workshop, lomba fashion show, dan Melayu Singing Competition digelar untuk memeriahkan Pertamina SMEXPO Pekanbaru 2026.

Sebagaimana disampaikan Fahrougi Andriani Sumampouw selaku Area Manager Communication, Relations & CSR Sumbagut Pertamina Patra Niaga, sebagai BUMN, Pertamina berkomitmen penuh melakukan pembinaan UMKM sebagai implementasi TJSL Perusahaan. "Program Pertamina SMEXPO yang diinisiasi sejak masa pandemi terus berkembang hingga saat ini, tidak lagi sekadar tentang meningkatkan omzet, namun sekaligus mengembangkan pasar, membuka networking dengan potensial buyer baik dari dalam maupun luar negeri serta promosi dan publikasi yang masif bagi para UMKM binaan," ujar Fahrougi.

Selanjutnya Fahrougi menyampaikan, Pertamina SMEXPO Pekanbaru 2026 mengusung tema besar Pertamina SMEXPO "Lokal jadi Vokal" dengan melibatkan UMKM dari berbagai segmen, mulai dari Food and Beverage, Fashion & Wastra, Aksesoris, Craft dan Jewelry, dan Body & Beauty Care. Berbagai kegiatan menghibur dan juga edukatif dilaksanakan, salah satunya Talkshow Klinik Bisnis yang dilaksanakan pada pembukaan hari ini.

 "Melibatkan berbagai segmen pelaku usaha dan pakar UMKM, diantaranya Ikatan Wanita Pengusaha Indoneia (IWAPI), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, talkshow ini memberikan potensi bagi pelaku UMKM untuk semakin berkembang dan tentunya meningkatkan omzet penjualan."Dalam pameran yang akan berlangsung selama tiga hari ini, pengunjung dapat menikmati beragam produk lokal berkualitas, promosi menarik, diskon, dan berbagai kegiatan seru sepanjang acara. Semoga dengan digelarnya Pertamina SMEXPO 2026 di Kota Pekanbaru menjadi wadah bagi UMKM Provinsi Riau dan sekitarnya untuk semakin naik kelas," tutup Fahrougi.

Setelah Pekanbaru, Pertamina SMEXPO Regional 2026 akan berkeliling ke beberapa kota di Indonesia selama 2 (dua) bulan hingga awal November 2026. Pertamina Patra Niaga akan menjadi Host Event di beberapa kota kembali selain Pekanbaru. Puncaknya pada pertengahan November akan dilaksanakan pameran UMKM skala nasional di Mall Kota Kasablanka, Jakarta.

Penyelenggaraan Pertamina SMEXPO sejalan dengan Asta Cita Pemerintahan, khususnya poin ketiga yakni meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, mendorong kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif, serta melanjutkan pengembangan infrastruktur. Melalui Pertamina SMEXPO, Pertamina terus dorong pelaku UMKM untuk semakin maju dan berkembang. (*)

Lewat Panen Jagung, PLN NP UP Arun Wujudkan Dukungan Nyata untuk Petani Lhokseumawe di Hari Tani 2026

By On 16:11

PLN NP UP Arun Dukung Kemandirian Petani Lhokseumawe Lewat Panen Jagung dan Program CSR
Momentum Hari Tani 2026: PLN NP UP Arun Dukung Kemandirian Petani Lhokseumawe Lewat Panen Jagung dan Program CSR. Foto: Ist
LHOKSEUMAWE, ReportNews.id - Sebagai wujud komitmen nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, PLN Nusantara Power (NP) UP Arun melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) & CSR Meusara (Meuhase Sabe Nusantara) mendukung penuh sektor pertanian lokal.

Dukungan ini ditandai dengan digelarnya panen perdana jagung serta penanaman melon oleh Kelompok Tani Ujung Jaya di Desa Ujung Pacu, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, Jumat (25/9/2026).

Kegiatan yang bertepatan dengan momen Hari Tani ini tidak hanya berfokus pada seremonial pemanenan hasil bumi. PLN NP UP Arun juga menyerahkan sejumlah bantuan sarana penunjang produksi untuk memperkuat kemandirian kelompok tani.

Bantuan yang diserahkan meliputi  Satu unit becak motor sebagai kendaraan operasional, Mesin pencacah rumput, Gerobak sorong dan Alat semprot tanaman.

Kehadiran sarana penunjang ini diharapkan mampu mengoptimalkan produktivitas serta memastikan keberlanjutan usaha tani para anggota Kelompok Tani Ujong Jaya ke depannya.

Acara panen raya dan penyerahan bantuan tersebut dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan penting. Tampak hadir Ketua DPRK Lhokseumawe Faisal, Asman Business Support PLN NP M. Dimas Mucharomi, Team Leader SDM & Umum PLN NP UP Arun Rizky Azmardani, serta Camat Muara Satu Mustazir Ramli.

Turut mendampingi pula jajaran Forkopimcam yang terdiri dari Kapolsek dan Danramil Muara Satu, Geuchik Desa Ujung Pacu, Ketua Kelompok Tani Ujung Jaya Abdullah, serta jajaran staf PLN NP UP Arun.

Melalui sinergi ini, PLN Nusantara Power UP Arun berharap bantuan peralatan dan pengembangan sektor pertanian di Desa Ujung Pacu dapat memberikan multiplier effect serta dampak positif yang berkelanjutan bagi perekonomian masyarakat setempat.

Asman Business Support PLN NP M. Dimas Mucharomi mengatakan, program pertanian terintegrasi yang diinisiasi oleh PLN Nusantara Power (NP) UP Arun bersama Kelompok Tani Ujong Jaya menunjukkan perkembangan positif yang signifikan.

Memasuki tahun kedua pelaksanaannya, program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini telah memperlihatkan hasil nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat setempat di Desa Ujung Pacu, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe.

Dalam kesempatan tersebut, kelompok tani berhasil memanen sekitar 1 ton jagung pakan, serta jagung manis dari penanaman 3.000 batang dengan estimasi hasil panen mencapai 4 hingga 5 ton.

Pihak manajemen PLN NP UP Arun menegaskan bahwa seluruh hasil panen sepenuhnya dikembalikan kepada kelompok tani pengelola. Hasil penjualan tersebut nantinya akan diputar kembali sebagai modal pengadaan bibit baru serta untuk memperluas pengembangan program pertanian terintegrasi, yang mencakup sektor pertanian maupun peternakan kambing.

Sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan kelompok tani mencapai titik kemandirian, PLN NP UP Arun turut memberikan stimulus berupa sarana operasional pendukung. Bantuan yang diserahkan meliputi kendaraan operasional (transportasi angkut) untuk memangkas biaya distribusi hasil panen langsung ke pasar, serta mesin pencacah rumput (chopper).

Melalui mesin pencacah tersebut, limbah batang jagung pascapanen yang biasanya terbuang kini dapat diolah secara optimal menjadi pakan ternak kambing secara langsung, maupun difermentasi dengan pendampingan penyuluh dari Kecamatan Muara Satu.

Ke depan, program ini diharapkan dapat terus berkembang secara berkelanjutan, baik dari segi penambahan jumlah kelompok tani, perluasan area lahan, hingga peningkatan skala manfaat ekonomi bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Ketua DPRK Lhokseumawe, Faisal, memberikan apresiasi tinggi kepada PLN Nusantara Power (NP) UP Arun atas konsistensinya dalam memperhatikan pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Apresiasi tersebut disampaikan menyusul suksesnya program Corporate Social Responsibility (CSR) yang berfokus pada pengembangan ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian di Kecamatan Muara Satu.

Faisal menilai, program pertanian terintegrasi yang digagas PLN NP UP Arun telah memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan warga, khususnya para petani di Desa Ujung Pacu.

"Kami berharap usaha-usaha seperti ini bisa dikembangkan kembali, dan kami juga sangat berterima kasih atas support serta dukungan dari pihak PLN Nusantara Power," ujar Faisal.

Faisal juga menyoroti tingginya antusiasme serta semangat masyarakat setempat yang memanfaatkan peluang ini untuk bertani dan mengembangkan usaha mandiri. Ia berpesan agar kelompok tani penerima bantuan dapat memaksimalkan setiap fasilitas dan hasil panen yang ada, serta terus bersyukur atas dukungan yang telah diberikan.

Selain itu, Ketua DPRK Lhokseumawe juga berkomitmen untuk terus mendukung program-program berkelanjutan yang diinisiasi oleh PLN NP UP Arun.

Faisal berharap kelompok tani penerima bantuan mampu mengoptimalkan usahanya secara lebih maksimal ke depan, sehingga dapat menarik minat lebih banyak masyarakat luas untuk bergabung dan merasakan manfaat dari program kelompok tani lainnya. (*)

Komisaris Pertamina Patra Niaga Panel Barus Tinjau Agen LPG di Batam, Dukung Kesiapan Penyaluran LPG Bersubsidi untuk KDKMP

By On 20:33

Komisaris Pertamina Patra Niaga Panel Barus Tinjau Agen LPG di Batam, Dukung Kesiapan Penyaluran LPG Bersubsidi untuk KDKMP
Komisaris Pertamina Patra Niaga Panel Barus Tinjau Agen LPG di Batam. Foto: Dok. PPN
BATAM, ReportNews.id – Komisaris PT Pertamina Patra Niaga, Panel Barus, melakukan kunjungan ke gudang Agen LPG PSO PT Amartha Anugrah Mandiri di Kota Batam, Kepulauan Riau, Selasa (22/9/2026). Kunjungan dilakukan untuk melihat secara langsung kesiapan sarana dan operasional agen dalam mendukung penyaluran LPG 3 Kg, termasuk kesiapan dalam mendukung ekosistem Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
 
Peninjauan turut dihadiri oleh perwakilan Agen LPG PSO PT Gas Hijau Bulat dan Ketua Koperasi Desa Merah Putih Batu Besar. Dalam kesempatan tersebut, Panel meninjau fasilitas pergudangan, kesiapan operasional, serta mekanisme distribusi LPG 3 Kg sebagai bagian dari upaya memastikan kesiapan rantai penyaluran dalam mendukung operasionalisasi KDKMP.

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut terus memperkuat sinergi bersama Pemerintah Daerah, Pemerintah Kota Batam, Agen LPG, serta pengelola KDKMP dalam mendukung kesiapan ekosistem KDKMP. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memastikan kesiapan sarana, operasional, dan mekanisme penyaluran LPG 3 Kg dapat berjalan selaras dengan operasionalisasi KDKMP.

Sebagai bagian dari tahap persiapan, Agen LPG PSO PT Gas Hijau Bulat saat ini telah menyalurkan LPG 3 Kg kepada 14 pangkalan di Kota Batam yang bekerja sama dengan KDKMP. Seiring dengan kesiapan operasional gerai KDKMP, mekanisme penyaluran akan dilaksanakan secara bertahap dengan tetap mengacu pada kebijakan pemerintah.

Panel mengapresiasi kesiapan yang telah dibangun Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut bersama para pemangku kepentingan. Menurutnya, kolaborasi menjadi salah satu aspek penting agar dukungan terhadap program strategis pemerintah dapat berjalan secara berkelanjutan, sekaligus memastikan tata kelola penyaluran LPG bersubsidi tetap menjadi perhatian dalam setiap tahap operasionalisasinya.

“Pertamina Patra Niaga berkomitmen mendukung pengembangan KDKMP sebagai salah satu upaya pemerintah dalam memperkuat perekonomian masyarakat di tingkat desa dan kelurahan serta mendekatkan akses terhadap kebutuhan masyarakat. Dukungan tersebut kami lakukan melalui kesiapan infrastruktur dan sistem penyaluran energi, dengan terus memperkuat sinergi bersama pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Panel.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, mengatakan kesiapan yang dibangun merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung program pemerintah sekaligus menjaga keberlanjutan pelayanan energi bagi masyarakat.

“Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut siap mendukung pengembangan ekosistem KDKMP melalui kesiapan sarana dan sistem penyaluran yang dibutuhkan. Kami berharap sinergi ini dapat turut memperkuat peran KDKMP dalam memberikan kemudahan akses terhadap kebutuhan masyarakat, sekaligus memastikan penyaluran LPG 3 Kg tetap berjalan sesuai ketentuan dan peruntukannya,” ujar Fahrougi. (*)

Dua Calon Keuchik Tumpok Teungoh Ungkap Dugaan Pelanggaran dan Penggelembungan Suara Pilchiksung

By On 18:56

Calon keuchik nomor urut 2 Murnilawati dan nomor urut 3 Mahlil Mahdi memprotes P2K dan Tuha Peut abaikan laporan temuan kecurangan dan penggelembungan suara di Pilchiksung Desa Teumpok Teungoh, Rabu (23/9).
Calon keuchik nomor urut 2 Murnilawati dan nomor urut 3 Mahlil Mahdi di Desa Tumpok Teungoh, Lhokseumawe. Foto: Ist
LHOKSEUMAWE, ReportNews.id - Dua calon keuchik di Desa Tumpok Teungoh Kec. Banda Sakti Kota Lhokseumawe membeberkan temuan bukti pelanggaran dan penggelembungan suara yang diabaikan P2K dan Tuha Peut setempat, Rabu (23/9).

Calon keuchik nomor urut 2 Murnilawati dan calon keuchik nomor 3 Mahlil Munadi menyatakan tak masalah jika kalah dalam persaingan sehat.

Namun keduanya menolak dan tak membiarkan kampungnya dipimpin oleh sosok yang meraih kemenangan dengan cara curang.

Calon keuchik nomor urut 2 Murnilawati mengatakan pada hari pelaksanaan Pilchiksung pihaknya menangkap tangan langsung adanya pemilih wanita dengan undangan atasnama pria di TPS 4.

Sehingga diduga kuat adanya kerja sama membagikan undangan yang berbeda.

Kemudian terjadinya dugaan manipulasi data penggelembungan surat suara di TPS 3. Parahnya lagi, oknum P2K sempat kepergok masuk ke dalam TPS 3 bersama saksi calon 5.

Hal itu terbukti setelah didesak untuk membuka kotak suara malah ditemukan adanya perubahan jumlah surat suara.

Murnilawati juga menyoroti komposisi penyelenggara di TPS 4. Ia menyebut terdapat adik kandung dari calon nomor urut 5 yang menjadi anggota KPPS di TPS 4.

Menurut Murnilawati, kondisi tersebut perlu diperiksa untuk memastikan tidak terjadi benturan kepentingan dan untuk menjaga kepercayaan seluruh calon maupun masyarakat terhadap proses Pilchiksung.

Tidak hanya TPS 4, Murnilawati juga menyoroti posisi Ketua KPPS di TPS 3 yang disebutnya merupakan anak kandung Ketua P2K.

“Ketua KPPS di TPS 3 itu anak kandung Ketua P2K,” kata Murnilawati.

Sejumlah kecurangan yang terjadi justru sama sekali tidak ditindaklanjuti dan diabaikan begitu saja oleh P2K dan Tuha Peut.

Atas kecurangan dan penggelembungan surat suara itu, Murnilawati telah melayangkan surat keberatan dan permohonan dilakukan pemeriksaan dan pungutan suara ulang di TPS 3 dan TPS 4.

Salah seorang wanita tertangkap tangan atas dugaan membawa surat undangan atasnama pria dalam Pilchiksung di Desa Tumpok Teungoh Kec. Banda Sakti Kota Lhokseumawe. Foto: Ist
Surat itu ditujukan kepada P2K Teumpok Teungoh tembusan Wali Kota, Camat Banda Sakti, Keuchik Teumpok Teungoh dan Tuha Peut.

Hal ini dilakukan berdasarkan Qanun Kota Lhokseumawe nomor 3 tahun 2022 tentang pemilihan keuchik serentak dan peraturan walikota Lhokseumawe nomor 30 tahun 2022 tentang pilchiksung.

Hal serupa juga diungkapkan calon Keuchik nomor urut 3 Mahlil Munadi yang juga menemukan kecurangan dan penggelembungan surat suara.

Mahlil mengatakan sehari sebelum Pilchiksung, pihaknya menemukan adanya serangan fajar dari calon nomor urut 5 membagikan uang kepada masyarakat pemilih dalam jumlah bervariasi.

Mahlil menyebutkan pihaknya menemukan indikasi pelanggaran seperti adanya pembiaran atau P2K dan Tuha Peut mengabaikan laporan keberatan yang sama sekali tidak ditindaklanjuti dilokasi pemungutan suara.

Hal ini semakin diperkuat dengan adanya temuan terjarinya benturan kepentingan unsur penyelenggara adanya keluarga sedarah dari calon nomor urut 5 menjabat sebagai Ketua KPPS TPS 4.

Kemudian deklrasi kemenangan sepihak tanpa sidang pleno resmi setelah Ketua P2K mengumumkan pemenang terpilih melalui medsos tanpa menunggu pelaksanaan sidang pleno penetapan hasil dan persetujuan berkas hasil surat suara.

Atas kecurangan itu, Mahlil juga telah melayangkan surat keberatan dan meminta adanya tindakan pemeriksaan yang ditujukan kepada Wali Kota Lhokseumawe, Camat Banda Sakti.

Sementara itu, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Gampong (BPMG) Safriadi, Camat Banda Sakti Mirza dan lainnya telah dikonfirmasi mengaku sedang menggelar rapat terkait keluhan calon keuchik atas temuan kecurangan dan penggelembungan suara.

Mereka memberi jawaban sama akan segera mengirimkan notulen hasil rapat. "Kami sedang rapat. Nanti kami kirim notulen hasil rapatnya," sebutnya camat. (*)

Kemenekraf Dorong Pemulihan Ekonomi Kreatif Aceh melalui Akselerasi Produk Sulam dan Anyam di Lhokseumawe

By On 17:27

Kemenekraf Akselerasi Kriya Sulam dan Anyam Aceh dari Lhokseumawe
Kemenekraf Akselerasi Kriya Sulam dan Anyam Aceh dari Lhokseumawe.
LHOKSEUMAWE, ReportNews.id - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia melalui Direktorat Kriya kembali mendorong pemulihan dan penguatan ekonomi kreatif masyarakat Aceh. Upaya tersebut diwujudkan melalui Kegiatan Akselerasi Produk Kriya (Kriyasi) Sulam dan Anyam Tahun 2026 Visitasi II, yang berlangsung di Kota Lhokseumawe, 22–24 September 2026.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Ekraf Peduli, yang diarahkan untuk mempercepat rehabilitasi dan pemulihan aktivitas ekonomi para pelaku ekonomi kreatif yang terdampak bencana alam di wilayah Sumatera dan Aceh.

Melalui program tersebut, pemerintah tidak hanya mendorong pemulihan aktivitas usaha, tetapi juga memperkuat produktivitas, kualitas produk, serta keberlanjutan usaha para pelaku kriya di Aceh.

Program Akselerasi Produk Kriya Sulam dan Anyam tahun ini diikuti 52 peserta, yang terdiri atas pelaku usaha kriya anyaman dan sulam Aceh.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui metode luring (offline) dan daring (online).



Untuk sesi luring kedua, kegiatan berlangsung pada 22–24 September 2026 di Hotel Rajawali, Kota Lhokseumawe. Sebelumnya, sesi luring pertama telah dilaksanakan pada 31 Agustus–1 September 2026, disertai sesi daring di antara Visitasi I dan Visitasi II.

Perkuat Kualitas dan Daya Saing Produk Lokal
Visitasi II menjadi bagian penting dalam melihat perkembangan peserta sekaligus memperkuat proses pendampingan. Para peserta diarahkan agar mampu menghasilkan produk kriya yang semakin berkualitas, inovatif, dan memiliki daya saing di pasar yang lebih luas.

Kehadiran pemerintah daerah turut memperkuat komitmen pengembangan ekonomi kreatif di Kota Lhokseumawe.

Sekretaris Daerah Kota Lhokseumawe, Haris S.Sos., M.Si., turut hadir dalam kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa keberlanjutan program seperti ini memiliki peran penting dalam mengembangkan sektor ekonomi kreatif daerah.

Haris berharap para pelaku kriya mampu memanfaatkan pelatihan dan pendampingan untuk meningkatkan desain produk sekaligus memperluas akses pasar.

Menurutnya, penguatan produk kriya lokal tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kualitas usaha, tetapi juga bagaimana menciptakan ciri khas Kota Lhokseumawe

Sebagai identitas kreatif Daerah Kolaborasi Jadi Kunci Pengembangan Ekraf Haris juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas pihak dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan.

Dengan dukungan pemerintah, pelaku usaha, komunitas, serta berbagai pemangku kepentingan, produk sulam dan anyaman khas Aceh diharapkan semakin berkembang dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Penguatan identitas lokal tersebut diharapkan menjadi modal bagi pelaku kriya untuk mengembangkan usaha, meningkatkan daya saing, sekaligus membuka peluang promosi hingga tingkat nasional dan internasional.

Kegiatan Akselerasi Produk Kriya Sulam dan Anyam di Lhokseumawe menjadi salah satu langkah konkret untuk menjadikan kekayaan

kerajinan lokal bukan sekadar warisan budaya, tetapi juga kekuatan ekonomi kreatif yang mampu membuka peluang usaha dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (*)

- Jurnalis M Jafar -

Dukung Ekosistem Nelayan, Komisaris Pertamina Patra Niaga Tinjau Calon Lokasi SPBUN Galang Baru

By On 22:11

Pertamina Patra niaga
Komisaris Pertamina Patra Niaga Tinjau Calon Lokasi SPBUN Galang Baru. Foto: Ist
BATAM, ReportNews.id - Pertamina Patra Niaga terus mendukung program pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan dan meningkatkan produktivitas masyarakat pesisir melalui penyediaan akses energi bagi nelayan, Selasa (21/9/2026). 

Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui rencana pengembangan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) yang akan berdampingan dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai bagian dari pengembangan ekosistem usaha penunjang sektor perikanan.

Komisaris PT Pertamina Patra Niaga, Panel Barus, melakukan kunjungan ke calon lokasi SPBUN di Kelurahan Galang Baru, Kecamatan Galang, Kota Batam, Kepulauan Riau. Kunjungan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi lokasi serta berbagai aspek pendukung dalam rencana pengembangan SPBUN.

Berdasarkan evaluasi awal, calon lokasi berada sekitar 200 meter dari Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI)/Kampung Nelayan dan memiliki potensi untuk mendukung kebutuhan energi sekitar 1.632 kapal nelayan. Peninjauan juga mencakup kesiapan lahan, akses distribusi, serta infrastruktur pendukung menuju lokasi.

“SPBUN diharapkan dapat hadir berdampingan dengan KDMP dan menjadi salah satu bagian penting dalam membangun ekosistem usaha nelayan yang semakin terintegrasi. Di dalam ekosistem tersebut terdapat berbagai kebutuhan penunjang aktivitas perikanan, mulai dari akses energi bagi kapal nelayan, produksi es, cold storage, hingga pengelolaan air bersih yang saling mendukung produktivitas masyarakat pesisir,” ujar Panel.

Pengembangan ekosistem tersebut juga diarahkan untuk memanfaatkan energi yang lebih berkelanjutan, salah satunya melalui pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai sumber energi primer untuk mendukung berbagai fasilitas penunjang. Dalam ekosistem ini, Pertamina Patra Niaga berfokus pada penyediaan akses BBM bagi nelayan melalui SPBUN, sejalan dengan peran perusahaan dalam memastikan energi semakin dekat dengan aktivitas produktif masyarakat.

Area Manager Communication, Relations dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, mengatakan Regional Sumbagut siap mendukung proses evaluasi calon SPBUN Galang Baru dengan tetap memperhatikan kesiapan lokasi, aspek keselamatan, akses distribusi, serta pemenuhan ketentuan yang berlaku.

“Kehadiran SPBUN diharapkan dapat semakin mendekatkan akses BBM bagi nelayan dan mendukung kelancaran aktivitas melaut. Dengan keberadaan berbagai fasilitas penunjang yang saling berdampingan dalam satu ekosistem, manfaat yang dihadirkan diharapkan dapat mendukung produktivitas sekaligus aktivitas ekonomi masyarakat pesisir Galang Baru,” ujar Fahrougi.




Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut akan terus berkoordinasi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan terkait dalam mendukung rencana pengembangan SPBUN Galang Baru. Seluruh proses akan dilakukan secara bertahap dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan, kepatuhan terhadap regulasi, serta keberlanjutan operasional. (*)

Borong 40 Penghargaan ENSIA 2026, Pertamina Patra Niaga Sumbagut Hasilkan Inovasi Berkelanjutan

By On 15:02

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Borong 40 Penghargaan ENSIA 2026, Hasilkan Inovasi Untuk Pembangunan Berkelanjutan
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Borong 40 Penghargaan ENSIA 2026, Hasilkan Inovasi Untuk Pembangunan Berkelanjutan. Dok. PPN
MEDAN, ReportNews.id - Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) senantiasa tegaskan komitmennya dalam menghasilkan inovasi di bidang lingkungan dan sosial dalam mendukung pembangunan berkelanjutan serta peningkatan kinerja perusahaan dalam menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bagi masyarakat. Buah dari konsistensi ini berhasil mendapatkan pengakuan di tingkat nasional melalui ajang Enviromental and Social Innovation Awards (ENSIA) 2026 yang digelar di The Westin Resort Nusa Dua, Bali (10/9/2026).

Komitmen Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut dalam menghasilkan inovasi dan menjalankan program TJSL ini berhasil borong 40 penghargaan, yakni 12 Platinum, 21 Gold, dan 7 Silver. Penghargaan yang diterima ini diberikan kepada 12 lokasi Pertamina yang tersebar di hampir seluruh area kerja Sumbagut, mulai dari Sumatera Utara, Sumatera Barat, Aceh, dan Riau dengan 7 kategori, efisiensi air dan penurunan beban pencemaran air, efisiensi energi, inovasi sosial, pengelolaan sampah, pengurangan dan pemanfaatan limbah B3, penurunan emisi, dan perlindungan keanekaragaman hayati.

ENSIA 2026 merupakan ajang apresiasi bagi pelaku usaha yang menghasilkan inovasi di bidang lingkungan dan sosial dalam mendukung pembangunan berkelanjutan serta peningkatan kinerja perusahaan dalam Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER). ENSIA secara konsisten menghadirkan berbagai kegiatan yang edukatif dan inspiratif, antara lain sosialisasi, webinar, seminar, _talk show_, dan _podcast_ yang melibatkan regulator, akademisi, praktisi, serta pelaku industri.

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut sebagaimana disampaikan Area Manager Communication, Relations & CSR, Fahrougi Andriani Sumampouw, mengatakan penghargaan tersebut menjadi bukti konsistensi Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut dalam menghasilkan inovasi di bidang lingkungan dan sosial dalam mendukung pembangunan berkelanjutan serta peningkatan kinerja perusahaan dalam menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bagi masyarakat. Penghargaan ini merupakan hasil dari kerja keras kolektif yang berfokus pada dampak jangka panjang, bukan sekadar menggugurkan kewajiban perusahaan.

"Penghargaan ini meneguhkan posisi Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut yang konsisten menghasilkan inovasi dan mengembangkan pemberdayaan masyarakat di wilayah operasional. Melalui semua program yang dijalankan ini, kami berupaya menghadirkan inovasi sosial yang tidak hanya menjawab persoalan lingkungan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat berkelanjutan," ujar Fahrougi.

Penghargaan Platinum ENSIA 2026 diharapkan semakin memotivasi Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut untuk terus berinovasi dan menghadirkan program-program TJSL yang inovatif, berkelanjutan, serta memberikan nilai tambah bagi masyarakat, lingkungan, dan pencapaian target pembangunan berkelanjutan di Indonesia. (*)

PLATFORM Coffee Hub Soft Resmi Dibuka di Lhokseumawe, Hadirkan Kopi, Kuliner dan Ruang Komunitas

By On 13:37

PLATFORM Coffee Hub Soft Opening di Lhokseumawe, Hadirkan Kopi, Kuliner, dan Ruang Komunitas
Waled Lapang Peusijuk PLATFORM Coffee Hub Soft Opening di Lhokseumawe. Foto: Ist
LHOKSEUMAWE, ReportNews.id - PLATFORM Coffee Hub resmi memulai soft opening di Jalan Merdeka No. 2, Kota Lhokseumawe, Senin (14/9/2026). Kehadirannya menawarkan ruang baru bagi masyarakat untuk menikmati kopi, sajian makanan yang tersedia, serta berkumpul dalam suasana yang nyaman.

Soft opening PLATFORM diawali dengan peusijuek yang dipimpin Abu Lapang, santunan anak yatim, dan doa bersama. Rangkaian sederhana tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus harapan agar PLATFORM tumbuh membawa keberkahan bagi team, customer, dan masyarakat sekitar.

Mengusung identitas Coffee • Food • Community, PLATFORM dibangun bukan hanya sebagai tempat menikmati minuman dan makanan. Ke depan, PLATFORM diharapkan menjadi ruang terbuka bagi keluarga, sahabat, rekan kerja, komunitas, serta talenta lokal untuk bertemu, berdiskusi, dan berkarya.


Owner PLATFORM Coffee Hub, H. Fathani, mengatakan tahap soft opening menjadi awal untuk memastikan pelayanan, kualitas rasa, dan pengalaman customer berjalan dengan baik.

“PLATFORM dibangun bukan hanya sebagai tempat menikmati kopi dan makanan. Kami ingin tempat ini menjadi wadah yang terbuka, tempat orang bisa bertemu, membangun relasi, serta menyalurkan ide dan kreativitas yang positif,” ujar H. Fathani.

Ia menegaskan bahwa prioritas PLATFORM pada tahap awal adalah menghadirkan menu yang siap, harga yang jelas, pelayanan yang ramah, dan suasana yang membuat customer ingin kembali.

Sementara itu, COO PLATFORM Coffee Hub, Bintang Alya Putri, menyampaikan bahwa PLATFORM ingin tumbuh bersama anak muda dan komunitas lokal di Lhokseumawe.

“PLATFORM bukan hanya tentang sebuah tempat. Kami ingin membangun suasana di mana setiap orang merasa diterima, nyaman untuk berkumpul, dan memiliki ruang untuk berkembang. Kami berharap PLATFORM dapat menjadi bagian dari lahirnya karya serta kolaborasi positif dari masyarakat lokal,” katanya.

Dengan konsep tersebut, PLATFORM menghadirkan pilihan kopi, minuman non-kopi, serta sajian makanan yang akan dikembangkan secara bertahap. Pengunjung dapat datang untuk menikmati kopi di pagi hari, bertemu rekan kerja, berbincang bersama sahabat, atau sekadar menikmati suasana sore dan malam di pusat Kota Lhokseumawe.

Kehadiran PLATFORM Coffee Hub diharapkan menambah pilihan ruang berkumpul yang nyaman dan positif di Lhokseumawe.

“Karena setiap orang membutuhkan ruang untuk bertemu, bertumbuh, dan menciptakan sesuatu yang baik. Kami berharap PLATFORM dapat menjadi salah satu ruang itu,” tutup Bintang Alya Putri. (*)

Muhammad Hatta Raih Anugerah Tokoh Pemuda Inspiratif pada Milad 800 Tahun Samudera Pasai

By On 11:59

Muhammad Hatta Raih Anugerah Tokoh Pemuda Inspiratif pada Milad 800 Tahun Samudera Pasai
Muhammad Hatta Raih Anugerah Tokoh Pemuda Inspiratif pada Milad 800 Tahun Samudera Pasai. Foto: Ist
LHOKSUKON, Report News.id - Konsistensi bergerak bersama generasi muda, pengabdian dalam bidang sosial-keagamaan, pendidikan, kehumasan, profesi, organisasi, adat dan budaya, serta kemampuan membangun komunikasi dan jejaring lintas kalangan mengantarkan Dr (C). Ir. Muhammad Hatta, yang akrab disapa Bung Hatta, menerima Anugerah Tokoh Pemuda Inspiratif Aceh Utara 2026.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M., pada malam puncak sekaligus penutupan rangkaian Milad ke-800 Bumoe Samudera Pasai dan Piasan Pase, Minggu (13/9/2026).

Anugerah itu menjadi apresiasi atas perjalanan Bung Hatta yang selama bertahun-tahun hadir di berbagai ruang pengabdian. Ia tidak hanya bergerak dalam dunia profesional, tetapi juga berada di tengah pemuda, masjid, organisasi, forum akademik, pemerintahan, panggung komunikasi publik, hingga aktivitas pelestarian adat dan budaya.

Salah satu sisi yang menonjol dari perjalanan Bung Hatta adalah kedekatannya dengan generasi muda. Ia dikenal mudah berinteraksi dengan pemuda dan kerap memberikan spirit, inspirasi, serta motivasi agar mereka tidak sekadar menjadi penonton di tengah perubahan zaman.

Ia mendorong generasi muda untuk terus meningkatkan kapasitas, memperluas wawasan dan jejaring, produktif, kreatif, inovatif, memiliki integritas, serta berani mengambil peran dan berkompetisi di tingkat lokal, nasional hingga internasional.

Baginya, masa depan daerah tidak cukup hanya dibicarakan. Masa depan harus dipersiapkan dengan membangun kualitas manusianya, terutama generasi muda yang kelak menerima estafet kepemimpinan.

Semangat tersebut turut dibawanya melalui Komunitas Pemuda Subuh (Kompas) Aceh Utara yang dipimpinnya sejak 2022. Selama sembilan tahun, ia juga konsisten menjadi salah seorang penggerak Safari Subuh dan Zikir Bersama Tadzkiratul Ummah di Aceh Utara.

Gerakan itu mempertemukan dimensi kepemudaan, sosial dan spiritual dalam ruang silaturahmi. Dari masjid ke masjid, Bung Hatta berinteraksi dengan masyarakat, ulama, tokoh dan pemuda, sekaligus ikut menghidupkan semangat kebersamaan serta nilai-nilai keislaman.

Di tengah padatnya aktivitas tersebut, ia tetap menjalankan amanah sebagai imam rawatib Masjid Haji Muhammad Hanafiah Lhoksukon dan Masjid Al-Bayan Politeknik Negeri Lhokseumawe.

Bung Hatta juga dikenal sebagai sosok multitalenta dengan kemampuan komunikasi publik yang kuat. Pengalaman panjang dalam dunia public speaking membuatnya dipercaya menjadi narasumber, moderator, dan master of ceremony dalam berbagai forum tingkat daerah, nasional hingga internasional.

Kekuatan vokal, artikulasi, intonasi, kemampuan membaca audiens, dan penguasaan panggung menjadi bagian dari karakter public speaking-nya. Namun, kemampuan komunikasi tersebut tidak berhenti pada kepiawaian berbicara.

Bagi Bung Hatta, komunikasi adalah cara membangun hubungan, menyampaikan gagasan, mempertemukan perspektif, dan menggerakkan orang untuk mengambil peran.

Ia juga aktif berbagi pengetahuan sebagai narasumber serta menuangkan gagasan melalui tulisan opini di berbagai media, terutama mengenai komunikasi, kehumasan, public speaking, pendidikan, kepemudaan, dan dinamika sosial kemasyarakatan.

Dalam dunia profesional, Bung Hatta mengemban amanah sebagai Koordinator Humas dan Kerja Sama Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL). Ia juga dipercaya sebagai Ketua Forum Humas Politeknik Negeri se-Indonesia dan Ketua Forum Humas Perguruan Tinggi Aceh.

Ruang profesional tersebut memperkuat kemampuannya membangun komunikasi, kolaborasi, dan jejaring dengan berbagai pemangku kepentingan. Relasinya terbentang dari lingkungan pendidikan, pemerintahan, dunia usaha dan industri, media, organisasi profesi hingga berbagai elemen masyarakat.

Pengalaman itu pula yang kerap dibagikannya kepada generasi muda: bahwa kompetensi harus dibangun, komunikasi perlu dikuasai, sementara jejaring harus dirawat melalui kepercayaan dan integritas.

Konsistensi pengabdiannya dalam dunia pendidikan dan pelayanan publik juga memperoleh pengakuan negara. Pada 2026, Bung Hatta menerima Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, sebagai penghargaan atas pengabdian dan kesetiaannya dalam menjalankan tugas sebagai aparatur negara.

Penghargaan negara tersebut melengkapi perjalanan pengabdiannya. Di satu sisi, ia terus bertumbuh dalam karier profesional. Di sisi lain, ia tetap menyediakan ruang bagi aktivitas kepemudaan, sosial-keagamaan, organisasi, adat dan budaya. Sebuah perjalanan yang memperlihatkan bahwa profesionalisme, integritas, kompetensi dan pengabdian sosial dapat tumbuh dalam satu tarikan napas pengabdian.

Rekam pengabdiannya di lingkungan pemerintahan juga cukup panjang. Selama tujuh tahun, Bung Hatta pernah menjadi Tim Ahli Bupati Aceh Utara dalam tiga periode kepemimpinan.

Pengalaman tersebut memberinya kesempatan berinteraksi dengan berbagai lapisan pemerintahan dan masyarakat. Dalam sejumlah kesempatan, ia juga mengambil peran sebagai penghubung dan fasilitator, termasuk mempertemukan ulama, umara, dan aghniya untuk mendorong gagasan kemandirian ekonomi dayah pada tahun 2022 di Dayah Kupie.

Sejak 2023 hingga kini, ia juga dipercaya menjadi moderator pengajian akbar di Galon Kupi, Kompleks SPBU Pulo Pisang, Sigli, yang menghadirkan berbagai ulama kharismatik Aceh.

Di tengah keterbukaannya terhadap dunia profesional dan perkembangan zaman, Bung Hatta tetap menaruh perhatian pada akar identitasnya. Ia adalah sosok pemuda profesional yang berusaha tetap berpijak pada adat, budaya, dan nilai-nilai keislaman.

Kepedulian tersebut membuatnya dipercaya mengemban amanah sebagai Kepala Bidang Adat Istiadat Majelis Adat Aceh Kabupaten Aceh Utara. Melalui ruang itu, ia ikut mendorong pelestarian dan pewarisan nilai-nilai adat serta budaya Aceh kepada generasi berikutnya.

Baginya, kemajuan tidak seharusnya membuat generasi muda kehilangan akar. Anak muda dapat berpikir global dan berkompetisi di dunia modern, tetapi tetap mengenali identitas, budaya, dan nilai-nilai yang membentuk dirinya.

Kiprah organisasinya juga melintasi berbagai bidang. Bung Hatta telah dua periode dipercaya sebagai Sekretaris ICMI Orda Lhokseumawe dan sejak 2006 hingga kini mengemban amanah sebagai Sekretaris Ikatan Alumni Politeknik Negeri Lhokseumawe (IKAPOLINEL) .

Ia juga aktif sebagai Dewan Pembina Asosiasi Pengelasan Indonesia (API) Provinsi Aceh, pernah menjabat Wakil Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Kota Lhokseumawe periode 2021–2024, dan saat ini dipercaya sebagai Dewan Pakar PII Kota Lhokseumawe periode 2024–2027.

Pengalaman profesionalnya juga pernah membawanya aktif dalam Komisi Pengembangan Sumber Daya Manusia Forum Komunikasi Jejaring Pemagangan (FKJP) Aceh periode 2017–2019.

Sementara di lingkungan kepemudaan, ia pernah aktif sebagai salah seorang Wakil Ketua DPD KNPI Aceh Utara periode 2018–2022, aktif di organisai PERGUNU, serta terlibat dalam berbagai organisasi profesi, sosial, dan kemasyarakatan lainnya.

Lintasan panjang tersebut membentuk Bung Hatta sebagai pribadi yang adaptif. Ia terbiasa bergerak dari satu ruang sosial ke ruang lainnya tanpa kehilangan kemampuan berinteraksi dan menempatkan diri.

Di kalangan sahabat dan kolega, suami dari Cut Ramadhani, S.Pd. ini dikenal humanis, komunikatif, rendah hati, dan humoris. Ia dapat tampil formal dalam forum resmi, tetapi pada kesempatan lain mudah mencair ketika berada bersama masyarakat dan kalangan muda.

Kehadirannya kerap membawa energi positif. Kemampuan membangun suasana membuatnya dapat berinteraksi dengan beragam kalangan, mulai pemuda, akademisi, politisi, praktisi, pengusaha, dan profesional hingga tokoh masyarakat, ulama, birokrat dan berbagai pemangku kepentingan.

Di situlah benang merah sosok inspiratif Bung Hatta menemukan maknanya. Ia tidak hanya berbicara kepada pemuda tentang pentingnya produktivitas, jejaring, spiritualitas, profesionalisme dan menjaga budaya. Ia berusaha menjalani nilai-nilai itu dalam perjalanan hidupnya sendiri.

Dunia profesional mengajarkannya kompetensi. Organisasi membentuk kepemimpinan dan kolaborasi. Public speaking memberinya kemampuan menyampaikan gagasan. Jejaring mempertemukannya dengan banyak orang. Adat dan budaya menjaga identitasnya. Sementara masjid dan aktivitas sosial-keagamaan merawat kedekatannya dengan nilai dan masyarakat.

Karena itu, inspirasi yang dibawanya tidak bertumpu pada satu jabatan ataupun satu bidang. Ia tumbuh dari konsistensi untuk terus belajar, membangun jejaring, berbagi pengalaman, hadir bersama masyarakat, serta mendorong pemuda untuk berani mengambil peran.

Momentum penghargaan tersebut menjadi semakin bermakna karena diberikan ketika Bumoe Samudera Pasai memperingati perjalanan delapan abad sejarahnya.

Delapan ratus tahun lalu, Samudera Pasai tumbuh menjadi salah satu simpul penting peradaban di kawasan ini. Hari ini, warisan sejarah tersebut menempatkan tanggung jawab pada generasi muda untuk menulis babak berikutnya.

Bukan hanya dengan mengenang kejayaan masa lalu, tetapi dengan membangun kapasitas untuk masa depan.

Generasi yang berilmu tanpa kehilangan adab. Profesional tanpa tercerabut dari akar budaya. Mampu berbicara sekaligus bersedia mendengar. Memiliki jejaring tetapi tetap rendah hati. Berani bermimpi, sekaligus bersedia bekerja untuk mewujudkannya.

Dengan rekam jejak, integritas, konsistensi pengabdian, kedekatannya dengan generasi muda, serta kontribusinya dalam bidang pendidikan, profesi, komunikasi publik, kepemudaan, sosial-keagamaan, organisasi, adat dan budaya, Ir. Muhammad Hatta,  dianugerahkan sebagai Tokoh Pemuda Inspiratif Aceh Utara 2026 dalam rangkaian Milad ke-800 Bumoe Samudera Pasai.

Bagi Bung Hatta, penghargaan itu bukanlah akhir perjalanan, melainkan amanah untuk memperluas manfaat dan terus menyalakan optimisme di kalangan generasi muda.

Sebab pemuda inspiratif bukan hanya mereka yang mampu berdiri di depan dan berbicara tentang perubahan, tetapi mereka yang bersedia berjalan bersama, membuka jalan, memberi teladan, dan membuat pemuda lain percaya bahwa mereka pun mampu melangkah lebih jauh. (*)

Keuchik dan Petani Aceh Utara Tolak Wacana Pengalihan SPPG MBG ke Kantin Sekolah

By On 14:23

Keuchik dan Petani Aceh Utara Tolak Wacana Pengalihan SPPG MBG ke Kantin Sekolah
Foto: Ilustrasi
ACEH UTARA, ReportNews.id -  Rencana pengalihan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ke kantin sekolah dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapat penolakan dari sejumlah pihak di Kabupaten Aceh Utara.

Keberatan tersebut salah satunya disampaikan oleh Lukman, Keuchik Desa Seumirah, Kecamatan Nisam Antara, Kabupaten Aceh Utara, Minggu (13/9/2026). Ia menilai rencana tersebut berpotensi menimbulkan dampak terhadap para mitra, relawan, vendor, petani, lapangan kerja dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang selama ini terlibat dalam pelaksanaan program MBG.

Menurut Lukman, wacana pengalihan peran operasional SPPG ke kantin sekolah belum sepenuhnya mempertimbangkan kontribusi berbagai pihak yang sejak awal telah ikut membangun dan menjalankan ekosistem program tersebut.

“Melibatkan atau mengalihkan operasional SPPG ke kantin sekolah perlu dikaji secara menyeluruh, karena ada banyak pihak yang selama ini telah berinvestasi dan berkontribusi dalam menjalankan program MBG,” ujar Lukman.

Ia menegaskan, pihaknya keberatan apabila dapur SPPG dialihkan ke kantin sekolah. Menurutnya, perubahan skema tersebut berpotensi mengurangi lapangan pekerjaan bagi masyarakat serta berdampak terhadap keberlangsungan usaha para mitra.

Lukman menjelaskan, keberadaan dapur SPPG selama ini tidak hanya berkaitan dengan penyediaan makanan bagi penerima manfaat, tetapi juga telah membentuk rantai pasok yang melibatkan masyarakat dan pelaku usaha lokal.

Operasional SPPG, kata dia, membutuhkan pasokan bahan pangan dari vendor lokal, petani, serta UMKM, khususnya yang berada di sekitar Desa Seumirah, Kecamatan Nisam Antara, dan Desa Meunasah Meucat, Kecamatan Nisam, Kabupaten Aceh Utara.

“Kalau skemanya diubah, tentu ada relawan yang berpotensi kehilangan peran. Begitu juga vendor, petani, dan UMKM lokal yang selama ini memasok kebutuhan bahan makanan akan ikut merasakan dampak ekonominya,” katanya.

Selain persoalan lapangan kerja dan kemitraan, Lukman juga menyoroti tata kelola pelaksanaan program MBG yang selama ini terus diperbaiki agar semakin optimal.

Ia menilai, pengalihan operasional dapur SPPG ke kantin sekolah justru berisiko mengganggu sistem yang sudah berjalan. Bahkan, perubahan tersebut dikhawatirkan membuat pelaksanaan program harus kembali menata berbagai aspek dari awal.

“Jika wacana ini benar-benar direalisasikan, program MBG yang saat ini sudah berjalan dan terus dibenahi harus kembali menyesuaikan banyak hal. Ini tentu berisiko menghambat pelaksanaan program,” tegasnya.

Di sisi lain, Lukman menyebut belum ada jaminan bahwa pengelolaan MBG melalui kantin sekolah akan menghasilkan pelaksanaan yang lebih baik dibandingkan sistem SPPG yang telah berjalan.

Karena itu, ia berharap pemerintah dan pihak terkait mempertimbangkan kembali rencana pengalihan tersebut dengan memperhatikan kondisi para mitra dan masyarakat yang selama ini terlibat dalam program MBG.

Ia juga meminta agar skema kemitraan SPPG tetap dipertahankan karena dinilai telah membuka lapangan pekerjaan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, petani, vendor, dan UMKM lokal.

Harapan serupa disampaikan untuk pengelola dapur SPPG di Desa Seumirah, Kecamatan Nisam Antara, serta Desa Meunasah Meucat, Kecamatan Nisam, Kabupaten Aceh Utara, agar keberadaan dan peran mereka tetap mendapat perhatian dalam keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis. (*)


Perhatikan Pendidikan Keagamaan, PIM Resmikan Balai Pengajian Raudhatul Madinah

By On 18:07

3. PIM Resmikan Balai Pengajian Raudhatul Madinah
PIM Resmikan Balai Pengajian Raudhatul Madinah. 
ACEH UTARA, ReportNews.id - PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) memperkuat dukungannya terhadap sarana fasilitas pendidikan keagamaan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan melalui peresmian dan penyerahan 1 unit Balai Pengajian kepada Dayah Raudhatul Madinah di Gampong Ulee Reuleung, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara, Kamis (10/9/2026).

Dukungan tersebut memiliki arti penting bagi keberlangsungan proses pendidikan di dayah yang saat ini membina sekitar 312 santri tanpa dipungut biaya. Keberadaan balai pengajian baru diharapkan dapat menambah ruang belajar yang lebih representatif sekaligus mendukung pembinaan santri, termasuk anak yatim dan santri dari keluarga kurang mampu.

Balai yang dibangun melalui dukungan PIM juga menjadi balai pengajian berkonstruksi beton pertama di lingkungan Dayah Raudhatul Madinah. Kehadiran fasilitas tersebut menjadi salah satu langkah nyata Perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan keagamaan yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.


Mewakili Manajemen PT PIM, penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Sekretaris Perusahaan Syahrul Kamal, kepada Pimpinan Dayah Raudhatul Madinah, Dr. Tgk. Jufri Yahya, MA atau Abi Jufri. Selain bantuan balai pengajian, PIM juga menyerahkan bantuan kitab kepada santri untuk mendukung kegiatan pengajian.

Dalam sambutannya, Syahrul Kamal menyampaikan bahwa dukungan tersebut merupakan bagian dari kepedulian PIM terhadap pengembangan pendidikan dan kehidupan keagamaan masyarakat di sekitar Perusahaan. Syahrul Kamal berharap balai pengajian dapat dimanfaatkan secara optimal dan memberikan manfaat jangka panjang.

“Kami berharap balai pengajian ini dapat benar-benar dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan belajar para santri dan memberikan manfaat bagi Dayah Raudhatul Madinah. Semoga fasilitas ini dapat terus dijaga dan menjadi tempat lahirnya generasi islami yang berilmu dan berakhlak baik.

“Kami juga menitipkan beberapa kitab untuk para santri. Meskipun jumlahnya tidak banyak, mudah-mudahan dapat memberikan manfaat. Kami turut memohon doa dari Abi, para guru, dan santri agar operasional PIM terus berjalan dengan baik sehingga Perusahaan dapat terus hadir dan memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat.

Syahrul Kamal berharap hubungan baik yang terjalin tidak hanya berhenti sampai disini, ke depan, sinergi ini diharapkan dapat terus dikembangkan melalui program-program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat khususnya pada bidang pendidikan, sosial, dan keagamaan.

Pimpinan Dayah Raudhatul Madinah, Abi Jufri, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang diberikan oleh PIM. Menurutnya, dukungan sarana balai pengajian tersebut merupakan fasilitas yang sangat berarti bagi proses pembelajaran di tengah meningkatnya kebutuhan sarana pendidikan bagi para santri.

“Kami mengucapkan terima kasih dan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kehadiran dan bantuan dari PT PIM. Alhamdulillah, balai ini menjadi balai pengajian dengan konstruksi beton pertama di lingkungan dayah dan tentunya akan sangat membantu aktivitas belajar para santri,” ujar Abi Jufri.

Abi Jufri juga menyampaikan bahwa bantuan kitab yang diberikan akan digunakan dalam proses pembelajaran para santri, termasuk pemanfaatannya bagi para santri yatim dan santri yang berasal dari keluarga kurang mampu.

Seiring bertambahnya jumlah santri, kebutuhan terhadap sarana pendidikan dan fasilitas pendukung juga terus meningkat. Karena itu, keberadaan balai pengajian baru diharapkan dapat meningkatkan semangat belajar para santri dengan adanya fasilitas yang lebih baik.

Acara ditutup dengan penyerahan kitab secara simbolis kepada perwakilan para santri. Semoga hal baik yang telah dilakukan dapat memberikan manfaat dan menjadi ladang amal bagi kita semua. (*)

Viral Masak Mie di Atas Pohon, Mie Bang Baneng Hadir di Milad 800 Samudera Pasai

By On 22:06

Aksi Masak di Atas Pohon, Mie Bang Baneng Ikut Semarakkan Milad 800 Samudera Pasai. Foto: Ist
LHOKSUKON, ReportNewsid -  Perayaan Milad ke-800 Samudera Pasai di Aceh Utara menghadirkan beragam kegiatan yang memadukan sejarah, budaya, hiburan, hingga kreativitas masyarakat. Salah satu yang menarik perhatian adalah kehadiran Mie Bang Baneng, pelaku kuliner yang dikenal melalui aksi memasak mie di atas pohon.

Mie Bang Baneng dijadwalkan hadir di Stand Kecamatan Paya Bakong, kawasan pelataran Kantor Bupati Aceh Utara, selama pelaksanaan kegiatan pada 9–13 September 2026.

Kehadiran Mie Bang Baneng membawa daya tarik tersendiri. Jika sebelumnya aksi memasak mie di atas pohon menjadi ciri khas yang viral, kali ini atraksi tersebut tidak dapat ditampilkan secara langsung dari atas pohon karena kondisi dan tata letak lokasi stan yang berada di area lapangan.

Meski demikian, pengunjung tetap berkesempatan melihat secara langsung proses pembuatan mie yang disajikan Bang Baneng. Kehadiran kuliner dengan konsep unik tersebut diperkirakan menjadi salah satu hiburan alternatif bagi masyarakat yang mengunjungi lokasi perayaan.

Tidak hanya menawarkan makanan, aktivitas tersebut juga berpotensi menjadi daya tarik bagi pengunjung yang gemar mengabadikan momen unik untuk dibagikan melalui media sosial.
Bukan Hanya Soal Kuliner

Kehadiran Mie Bang Baneng dalam rangkaian Milad ke-800 Samudera Pasai tidak sekadar menghadirkan sajian makanan. Kreativitas pelaku usaha tersebut turut memperkaya suasana perayaan yang melibatkan masyarakat dan pelaku usaha dari berbagai wilayah.

Perayaan Milad ke-800 Samudera Pasai berlangsung pada 6–13 September 2026 di kawasan pelataran Kantor Bupati Aceh Utara. Sejumlah agenda disiapkan untuk memeriahkan kegiatan, mulai dari pertunjukan seni dan budaya, pameran, kuliner, hingga promosi berbagai potensi daerah.

Stan yang dikelola sejumlah kecamatan juga menjadi wadah bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memperkenalkan produk unggulan mereka kepada masyarakat.

Dalam keramaian tersebut, kehadiran Mie Bang Baneng dengan konsep kuliner yang berbeda menjadi salah satu hal yang dapat menambah warna perayaan.
UMKM Manfaatkan Momentum Milad 800 Samudera Pasai

Peringatan 800 tahun Samudera Pasai juga menjadi kesempatan bagi pelaku UMKM lokal untuk memperluas promosi produk mereka. Tingginya jumlah pengunjung selama kegiatan berlangsung dapat menjadi peluang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk kepada calon konsumen dari berbagai daerah.

Tidak hanya makanan dan minuman, produk kerajinan serta berbagai hasil kreativitas masyarakat juga mendapat ruang untuk ditampilkan.

Kehadiran Mie Bang Baneng menunjukkan bahwa kegiatan yang mengangkat sejarah daerah dapat dipadukan dengan kreativitas masyarakat masa kini. Konsep kuliner yang unik menjadi salah satu cara untuk menarik perhatian generasi muda, khususnya mereka yang aktif di media sosial.

Samudera Pasai memiliki tempat penting dalam sejarah Nusantara, terutama terkait perkembangan Islam dan aktivitas perdagangan di kawasan Asia Tenggara. Momentum Milad ke-800 karena itu tidak hanya menjadi kesempatan untuk mengenang kejayaan masa lalu, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk menampilkan potensi dan kreativitas mereka pada masa kini.

Bagi masyarakat yang ingin mencicipi kuliner Mie Bang Baneng sekaligus melihat langsung proses pengolahannya, Stand Kecamatan Paya Bakong di pelataran Kantor Bupati Aceh Utara dapat menjadi salah satu tujuan selama 9–13 September 2026.



Meski atraksi memasak dari atas pohon tidak dapat ditampilkan di lokasi tersebut, kehadiran Mie Bang Baneng tetap membawa konsep kuliner yang berbeda dalam semarak Milad ke-800 Samudera Pasai. (*)

Milad ke-800 Samudera Pasai: Ribuan Jamaah Hadir, Ustadz Habibi Tegaskan Wasiat Keadilan Sultan Malikussaleh

By On 21:40

Ustaz Habibi An-Nawawi. Foto: Ist
LHOKSUKON, ReportNews.id - Ribuan warga dari berbagai penjuru Aceh Utara memadati Pelataran Kantor Bupati Aceh Utara, Landing, Kecamatan Lhoksukon, pada Rabu (9/9/2026) malam. Kehadiran mereka adalah untuk mengikuti tausiah yang disampaikan Ustadz Habibi An-Nawawi, Lc., M.Dipl, dalam rangkaian peringatan Milad Samudera Pasai ke-800.

Sejak sore hari, masyarakat sudah mulai berdatangan ke lokasi. Area utama acara hingga deretan tenda yang disiapkan panitia penuh sesak oleh jamaah yang ingin mendengarkan ceramah bertema sejarah, peradaban Islam, serta nilai kepemimpinan yang diwariskan Kesultanan Samudera Pasai.

Acara ini turut dihadiri langsung oleh Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil, SE., MM yang akrab disapa Ayah Wa, didampingi Sekretaris Daerah Aceh Utara Dayan Albar, S.Sos., MAP, unsur Forkopimda, para ulama, tokoh adat, serta sejumlah pejabat daerah setempat.

Dalam penyampaiannya, Ustaz Habibi menekankan pesan penting mengenai persatuan dan keadilan yang menjadi inti ajaran Sultan Malikussaleh, pendiri Kerajaan Samudera Pasai. Ia mengingatkan, salah satu wasiat terbesar yang wajib dijaga oleh seluruh pemimpin adalah menjauhi sikap berebut kekuasaan yang berpotensi memecah belah persatuan masyarakat.


"Raja yang adil adalah amanah dari Raja Malikussaleh. Para pemimpin, pejabat, dan tokoh adat tidak boleh membiarkan terjadinya pertengkaran maupun perpecahan. Jangan sampai perebutan kekuasaan di antara para pemimpin justru merugikan rakyat," ujar Ustadz Habibi di hadapan ribuan jamaah.

Ia juga menegaskan bahwa seorang pemimpin wajib berlaku adil kepada seluruh rakyat tanpa membedakan golongan maupun kelompok tertentu. Sebaliknya, masyarakat pun diimbau untuk tetap menjaga loyalitas kepada pemimpin selama ia berada di jalan yang benar.

Ustaz Habibi pun mengaku kagum dengan kemeriahan dan skala peringatan Milad Samudera Pasai ke-800 yang digelar Pemerintah Kabupaten Aceh Utara. Menurutnya, perhelatan ini menjadi salah satu momentum terbesar untuk kembali mengangkat dan menegakkan sejarah kejayaan Islam di Nusantara.

Selama lebih dari satu jam, Ustaz Habibi turut menuturkan kisah perjalanan penjelajah Muslim ternama, Ibnu Battutah, yang berkunjung ke Samudera Pasai pada abad ke-14. Kisah tersebut menggambarkan betapa tingginya adab masyarakat Pasai dalam memuliakan tamu, serta kedekatan para sultan dengan ilmu pengetahuan dan kehidupan keagamaan.

Diceritakan bagaimana Ibnu Battutah disambut dengan penuh penghormatan sebelum dipertemukan dengan Sultan Al-Malik Al-Zahir. Bahkan, sang sultan digambarkan berjalan kaki menuju masjid untuk menunaikan Salat Jumat dan rutin mengikuti majelis ilmu bersama para ulama.

Dari kisah itu, Ustaz Habibi menegaskan bahwa Samudera Pasai bukan sekadar kerajaan yang kuat secara politik maupun ekonomi, melainkan pusat peradaban Islam yang senantiasa menjunjung tinggi ilmu pengetahuan, akhlak, dan tata krama.

"Jangan pernah kita katakan bahwa kita bangsa yang tidak beradab. Jangan kita katakan kita tidak punya sejarah dan tidak punya peradaban. Kita memahami tata krama, kita mengerti sopan santun, dan kita tahu bagaimana cara menyambut serta memuliakan tamu," tegasnya.

Selain kisah Ibnu Battutah, Ustadz Habibi juga menyinggung sosok Fatahillah yang memiliki keterkaitan erat dengan Samudera Pasai serta berperan besar dalam perjuangan penyebaran Islam di tanah Jawa. Hal ini menunjukkan bahwa pengaruh peradaban Pasai telah menjangkau berbagai wilayah di seantero Nusantara.

Acara ditutup dengan doa bersama serta ajakan untuk senantiasa menjaga persatuan, memperkuat syariat Islam, dan melestarikan warisan luhur yang diwariskan para pendahulu. Ribuan jamaah tampak khusyuk mengikuti seluruh rangkaian acara hingga selesai.

Berdasarkan pantauan di lokasi, tingginya antusiasme masyarakat sempat menyebabkan kepadatan arus lalu lintas di ruas jalan nasional sekitar kawasan Landing. Meski demikian, seluruh kegiatan berlangsung tertib dan lancar berkat pengamanan ketat dari aparat gabungan.

Peringatan Milad Samudera Pasai ke-800 tahun ini mengusung tema "Tajaga Adat, Tapeukong Syariat" sebuah refleksi untuk terus menjaga warisan sejarah, adat istiadat, serta nilai-nilai Islam yang telah menjadi identitas masyarakat Aceh sejak masa kejayaan Kesultanan Samudera Pasai. (*)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *