![]() |
Buka Puasa di Huntara Seunuddon - Kepala BNPB: Pemulihan Terus Diutamakan. Foto: Ist |
ACEH UTARA, ReportNews.id - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto mendatangi komplek hunian sementara (huntara) korban banjir besar di Gampong Ulee Rubek Timu, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara, Jumat, 27 Februari 2026.
Suharyanto didampingi Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil atau Ayah Wa, dalam kesempatan itu juga melaksanakan buka puasa bersama dengan penyintas penghuni huntara serta menyantuni 120 anak yatim di lokasi tersebut.
Suharyanto mengatakan, rangkaian kegiatan buka puasa bersama dengan mengecek Huntara dilakukan secara maraton. Mulai dari Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, dan besok ke Nagan Raya.
"Ini salah satu lokasi Huntara di Kecamatan Seunuddon, yang sudah selesai dan diisi oleh korban terdampak. Di Aceh Utara sendiri Huntara diusulkan 5.000 unit dan sudah terbangun 4.000 lebih, dan ini terus berlanjut," kata Letjen TNI Suharyanto.
Secara umum untuk seluruh Aceh, kata dia, Huntara yang harus dibangun sekitar 16 ribu unit. Namun yang baru selesai saat ini diperkirakan sebanyak 10 ribu unit. Ia menargetkan sebelum lebaran semua hunian itu bisa ditempati oleh seluruh penyintas banjir.
"Kita terus berjuang dan mengejar target, karena yang bangun huntara bukan hanya BNPB. Tapi ada juga dari Danantara, Kementerian Pekerjaan Umum, rumah zakat, dompet dhuafa dan sebagainya," ujarnya.
Dikatakan Suharyanto, memasuki bulan ke tiga ini pascabencana longsor dan banjir melanda Aceh khususnya dan umumnya tiga provinsi di Pulau Sumatra akhir tahun lalu, pemerintah masih tetap fokus serta terus melaksanakan pemulihan. Bahkan Aceh Utara salah satu kabupaten yang saat ini sudah masuk transisi darurat pemulihan.
"Yang menjadi perioritas kita masih ada penyintas yang masih tinggal di tenda, kita terus mengupayakan agar lebaran idul fitri ini mereka bisa berlebaran di Huntara," katanya.
Salah seorang penyintas banjir, Basri mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat melalui BNPB yang telah membangun Huntara sebagai tempat tinggal dirinya bersama keluarga. Kendatipun demikian, dirinya sangat berharap supaya hunian tetap bisa segera didirikan.
"Rumah saya sudah hilang dibawa arus banjir. Semenjak tinggal di huntara, kami sebagian warga yang berprofesi sebagai nelayan memutuskan untuk kembali melaut mencari pendapatan ekonomi keluarga," imbuhnya. (*)

Posting Komentar