![]() |
| KMP Aceh Hebat 2. Foto: ReportNews.id |
BANDA ACEH, ReportNews.id - Duka mendalam kembali menyelimuti peristiwa ledakan kapal KMP Aceh Hebat 2 yang terjadi di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh. Fakhri Herdieco (19), salah satu korban yang menderita luka bakar parah dalam kejadian tersebut, dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu, 21 Juni 2026. Ia menghembuskan napas terakhir setelah berjuang bertahan hidup melalui perawatan intensif di RSUD dr. Zainoel Abidin.
Pemuda berusia 19 tahun ini merupakan taruna Politeknik Pelayaran Malahayati. Ia menjadi korban saat ledakan hebat terjadi di ruang mesin kapal KMP Aceh Hebat 2, ketika kapal tersebut sedang bersandar di pelabuhan pada 12 Juni 2026 lalu. Saat musibah berlangsung, Fakhri dan rekan-rekannya sedang menjalani program praktik lapangan sebagai bagian dari kurikulum pendidikan mereka.
Pihak PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Banda Aceh telah membenarkan berita duka ini. Manajer Operasional, Juliansyah, menjelaskan bahwa perusahaan telah memberikan pendampingan penuh kepada korban dan keluarga sejak hari pertama kejadian, mulai dari proses evakuasi, penanganan medis, hingga persiapan pemulangan jenazah.
“Seluruh biaya perawatan, urusan administrasi rumah sakit, hingga pengantaran jenazah ke tempat asal telah kami tanggung dan fasilitasi sepenuhnya,” tegas Juliansyah. Jenazah almarhum kemudian dibawa ke Kota Medan untuk diserahkan kepada keluarga guna disemayamkan.
Diketahui, insiden ledakan tersebut sebelumnya telah menewaskan sedikitnya 15 orang lainnya yang mengalami luka bakar dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda. Beberapa korban bahkan harus menjalani tindakan operasi akibat luka yang cukup serius. Sebagian besar korban dikonfirmasi merupakan taruna Politeknik Pelayaran Malahayati yang sedang menimba ilmu dan pengalaman langsung di atas kapal.
Kepergian Fakhri meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga, seluruh sivitas akademika kampus, serta masyarakat yang bergerak di bidang kemaritiman di Aceh. Saat ini, penanganan medis bagi korban lain yang masih dalam perawatan terus dilakukan secara maksimal. Sementara itu, tim terkait masih terus melakukan penelusuran dan evaluasi untuk mengetahui penyebab pasti ledakan tersebut, guna memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Doa dan ucapan belasungkawa terus mengalir dari berbagai pihak atas kepergian Fakhri. Ia dikenang sebagai taruna yang sedang berjuang menyelesaikan pendidikannya demi meraih cita-cita di dunia pelayaran, sebelum musibah nahas itu terjadi. (*)

Posting Komentar