Profil A. Muthalib: Bakal Calon Keuchik Uteun Bayi Berpengalaman 40 Tahun

A. Muthalib: Bakal Calon Keuchik Uteun Bayi. Foto: ReportNews.id

LHOKSEUMAWE, ReportNews.id - Warga Gampong Uteun Bayi, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, kini mulai mengenal sosok A. Muthalib sebagai salah satu bakal calon Keuchik yang siap mengabdikan diri memimpin dan memajukan gampong tercinta. Pria kelahiran Blang Poroh, 15 Agustus 1965 ini, berdomisili di Jl. Kenari, Dusun Teladan Uteun Bayi, dan telah berstatus berkeluarga. Sebagai putra asli tanah Aceh yang tumbuh dalam lingkungan masyarakat sederhana, ia menjunjung tinggi nilai adat istiadat serta ajaran agama sebagai landasan hidup dan bertindak.

Dukungan utama yang dibawanya adalah pengalaman kerja lebih dari 40 tahun di berbagai instansi pemerintahan dan lembaga negara di wilayah Lhokseumawe. Perjalanan kariernya dimulai sejak tahun 1981 hingga 1987 sebagai tenaga honorer di Kepolisian Resor Lhokseumawe. Dedikasi dan kepercayaan yang ia bangun membawa dirinya dipercaya menjadi supir pribadi Kapolres (1987–1990), supir pribadi Ketua Pengadilan Negeri Lhokseumawe (1991–1995), hingga supir pribadi Kajari Kejaksaan Negeri Lhokseumawe pada kurun waktu 1995–1998.

Setelah menempuh perjalanan panjang mendampingi pejabat tinggi, ia kemudian bekerja sebagai Operator Teknis dan Genset di Telkomsel/Kisel Lhokseumawe dari tahun 2011 hingga 2024. Berbekal pendidikan yang diselesaikannya di MIN Peukan Cunda untuk jenjang dasar, MTs Negeri 1 Lhokseumawe di tingkat menengah pertama, dan SMA Malikussaleh Lhokseumawe di tingkat atas, A. Muthalib membentuk karakter diri yang jujur, tidak banyak bicara, disiplin tinggi, teliti, dan selalu mengutamakan hasil kerja nyata.

“Saya sadar betul bagaimana sistem pemerintahan harus berjalan, dan saya paham persis apa yang menjadi harapan warga. Oleh karena itu, saya hadir bukan untuk mencari jabatan, melainkan untuk mengabdikan sisa hidup demi memajukan Gampong Uteun Bayi ke arah yang lebih baik, adil, dan sejahtera,” ujar A. Muthalib dengan tegas.

Ia menegaskan prinsip utamanya: “Saya tidak menjanjikan segalanya, tapi saya berjanji akan mengerjakan segalanya dengan jujur dan benar.”

Langkah maju A. Muthalib didasari oleh suara hati dan keluhan langsung yang ia dengar dari masyarakat. Ia menyoroti banyak warga yang merasa suaranya tidak didengar, merasakan ketidakadilan dalam pembagian bantuan, serta melihat data kependudukan yang tidak akurat. “Saya maju bukan karena ingin kuasa atau jabatan, tapi karena terpanggil untuk memperbaiki sistem yang selama ini kurang tepat.

Keakraban A. Muthalib Sedang Duduk Santai Ngopi Bersama Warga. Foto: ReportNews.id

Semangat terbesar saya adalah melihat warga Uteun Bayi hidup lebih sejahtera, dan memiliki pemerintahan gampong yang bersih, jujur, terbuka, dan adil bagi semua golongan,” tambahnya.

Menanggapi pertanyaan mengenai keunggulan dirinya dibandingkan calon lain, A. Muthalib tidak mengaku paling pintar atau paling kaya, namun menekankan dua kekuatan utamanya: Pengalaman dan Nyali.

“Saya paham seluk-beluk kerja pemerintahan, saya dekat dengan keluhan warga dari bawah, dan saya berani melakukan perubahan. Saya berani membuka data, berani mengevaluasi kinerja, dan berani menegakkan aturan. Jika yang lain banyak berjanji fasilitas mewah, saya hanya punya satu janji pokok: Saya akan bekerja jujur. Saya akan membereskan apa yang berantakan, dan menertibkan apa yang kacau,” tegasnya.

Dua hal utama yang menjadi perhatian serius dan akan segera diperbaiki jika ia dipercaya memimpin adalah masalah data yang tidak valid serta jarak pelayanan antara warga dan perangkat gampong. Menurutnya, data warga miskin dan penerima bantuan sosial yang tidak akurat menyebabkan yang benar-benar butuh tidak dapat haknya, sementara yang mampu justru terdaftar. Selain itu, pelayanan yang dirasa berbelit-belit dan tidak responsif membuat warga merasa jauh dari pemerintahan gampong. “Ini penyakit utama yang akan saya obati pertama kali, sebelum kita bicara pembangunan fisik,” tandasnya.

Dalam perjalanan pengabdiannya, A. Muthalib mengakui bahwa inspirasi terbesarnya adalah orang tua dan seluruh warga Uteun Bayi. Ia melihat ketekunan masyarakat bekerja keras setiap hari namun tetap hidup sederhana dan penuh kesabaran, hanya menuntut keadilan sederhana: bantuan yang pas, jalan yang tidak becek, dan pelayanan yang ramah. “Kalau mereka bisa sabar berjuang menghidupi keluarga, masa saya tidak bisa berjuang memimpin dan memajukan mereka, Semangat merekalah yang menggerakkan saya,” ungkapnya dengan penuh haru.

Selain rekam jejak kerja yang panjang, A. Muthalib juga dikenal sebagai sosok yang sangat dekat dengan para ulama dan tokoh agama di wilayahnya. Ia senantiasa menjalin silaturahmi, mendengarkan nasihat, serta menjadikan nilai-nilai agama dan petunjuk para ulama sebagai pedoman utama dalam bertindak dan mengambil keputusan, sehingga langkah yang diambil selalu berada di jalan yang benar dan diridhai Allah SWT.



Kehidupan sehari-harinya pun tidak lepas dari ketaatan beribadah, di mana ia dikenal rutin dan disiplin melaksanakan salat lima waktu secara berjamaah di Masjid Uteun Bayi. Kehadirannya yang konsisten di rumah ibadah ini menjadi bukti nyata komitmennya menjaga akhlak, serta menjadi contoh sederhana bahwa kepemimpinan yang baik harus berlandaskan ketakwaan dan kedekatan dengan Allah SWT.

Untuk masa depan gampong dalam kurun waktu enam tahun ke depan, A. Muthalib telah menyusun visi besar: “Mewujudkan Gampong Uteun Bayi yang Adil, Transparan, dan Mandiri”.

Visi ini diartikannya sebagai pemerintahan yang menjamin hak warga terpenuhi dan bantuan tepat sasaran, seluruh anggaran dan laporan keuangan terbuka untuk umum, serta mampu menggerakkan ekonomi warga agar berkembang dan berdikari.

Strategi kerjanya dibagi dua tahap: dua tahun pertama fokus total membenahi administrasi, perbaikan data, dan penertiban pelayanan; kemudian empat tahun berikutnya mempercepat pembangunan fisik dan penggerakan ekonomi masyarakat.

Visi tersebut dijabarkan ke dalam tiga misi utama dan langkah kerja nyata. Pertama, Gampong Bersih Data Pelayanan Adil, dengan cara menyusun ulang data kependudukan melalui musyawarah tahunan, memasang papan informasi terbuka, serta membuka posko pengaduan dan pelayanan terpadu.

Kedua, Aparatur Kerja Nyata Disiplin dan Tanggung Jawab, yang menerapkan evaluasi kinerja perangkat setiap enam bulan, mempertahankan yang berprestasi dan mengganti yang melanggar aturan, serta menetapkan jam kerja yang ketat.

Ketiga, Ekonomi Warga Jalan Masyarakat Sejahtera, melalui pengaktifan kembali Badan Usaha Milik Gampong (BUMG), pelatihan keterampilan dan pendampingan UMKM, serta menjembatani akses bantuan modal usaha dari pemerintah kota maupun provinsi hingga tepat ke tangan warga.

Dengan semboyan perjuangan “Bukan Janji Manis, Tapi Kerja Nyata Bereskan Data, Perbaiki Pelayanan, Majukan Ekonomi”.

A. Muthalib mengajak seluruh masyarakat untuk bersatu. “Mari kita satukan langkah, buang rasa curiga, dan bangun Gampong Uteun Bayi bersama-sama. Berikan saya kepercayaan ini, dan saya buktikan bahwa pilihan Bapak/Ibu adalah pilihan yang tepat untuk masa depan gampong kita,” tutupnya. (*)

- Jurnalis Armia Jamil -




Post a Comment

Lebih baru Lebih lama