Puluhan Rumah Terbakar di Komplek Pardede, 200 Warga Terdampak

Puluhan Rumah Terbakar di Komplek Pardede, 200 Warga Terdampak. Foto: Ist

LHOKSEUMAWE, ReportNews.id – Kebakaran hebat melanda kawasan permukiman padat penduduk di Komplek Pardede, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, pada Selasa (5/5/2026) sekitar pukul 12.30 WIB. Puluhan bangunan yang sebagian besar berkonstruksi papan dan semi-permanen dilaporkan hangus terbakar dalam insiden tersebut.

Hingga pukul 15.30 WIB, situasi di lokasi masih terlihat asap tebal yang terus mengepul dari reruntuhan bangunan. Petugas pemadam kebakaran masih gencar melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi api yang menyambar kembali.

Upaya pemadaman dilakukan secara gotong royong yang melibatkan berbagai pihak. Selain tim Damkar Pemerintah Kota Lhokseumawe, bantuan juga datang dari PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), PT Perta Arun Gas (PAG), Palang Merah Indonesia (PMI), hingga personel Brimob. Tidak hanya aparat, warga sekitar juga bahu-membahu membantu memadamkan api menggunakan peralatan seadanya seperti ember dan timba yang diambil dari sumur warga. Bahkan, karena lokasi berada di kawasan pesisir, sebagian warga memanfaatkan air laut dengan menggunakan pompa untuk membantu membasahi area yang terbakar.

Sekretaris Daerah Kota Lhokseumawe, A. Haris, saat dikonfirmasi di lokasi kejadian menyampaikan bahwa data pasti masih dalam tahap penghimpunan. Namun berdasarkan estimasi sementara, tercatat sekitar 25 hingga 35 unit rumah yang terbakar dengan jumlah warga terdampak diperkirakan mencapai kurang lebih 200 jiwa.

"Data sementara masih kami himpun. Diperkirakan 25 sampai 35 rumah terbakar dan sekitar 200 jiwa terdampak," ujar A. Haris.

Ia pun mengapresiasi respon cepat dan keterlibatan berbagai elemen masyarakat dan instansi, mulai dari Polres Lhokseumawe, Brimob Jeulikat, RAPI, hingga tim pemadam dari berbagai perusahaan yang turun tangan membantu memutus sebaran api.

Dugaan sementara menyebutkan bahwa kebakaran ini dipicu oleh hubungan arus pendek listrik atau korsleting. Api kemudian dengan cepat membesar dan menyebar ke rumah-rumah tetangga karena didorong oleh angin kencang yang bertiup di kawasan pesisir serta material bangunan yang mudah terbakar.

Merespons musibah ini, Pemerintah Kota Lhokseumawe segera menyiapkan langkah penanganan darurat. Pihaknya akan segera mendirikan tenda pengungsian serta menyalurkan bantuan berupa kebutuhan pokok, baik pangan maupun sandang, bagi para korban yang kehilangan tempat tinggal.

Sementara itu, Kapolres Lhokseumawe, AKBP Dr. Ahzan, SH, SIK, MSM, memaparkan bahwa pihaknya telah mengerahkan satu unit water canon serta mobil tangki air. Dukungan serupa juga datang dari Brimob dengan mengirimkan satu unit water canon untuk memperkuat jajaran pemadam.

Namun, upaya pemadaman sempat terkendala dengan kondisi geografis lokasi. "Kendala utama di lapangan adalah akses jalan yang sempit dan kondisi permukiman yang padat, sehingga mobil pemadam tidak dapat menjangkau langsung titik api. Petugas harus menyambung selang, yang berdampak pada tekanan air," jelasnya.

Hingga berita ini diturunkan, dapat dilaporkan bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa nahas ini. Meski demikian, sejumlah warga dilaporkan mengalami luka-luka dan data mengenai jumlah pastinya masih dikumpulkan oleh petugas di lapangan. (*)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama