![]() |
| Menteri PU Dody Hanggodo meninjau langsung hasil rehabilitasi bendungan Kureng Pase, Aceh Utara. Foto: Dok. ReportNews. |
ACEH UTARA, ReportNews.id – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah menyelesaikan seluruh tahapan rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) Krueng Pase yang terletak di Kabupaten Aceh Utara. Melalui perbaikan ini, sistem irigasi yang sebelumnya rusak akibat bencana banjir bandang pada November 2025 kini telah kembali beroperasi normal untuk mendukung pemulihan sektor pertanian di wilayah tersebut.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, melakukan kunjungan kerja untuk meninjau langsung hasil rehabilitasi sekaligus memastikan aliran air sudah lancar menuju lahan pertanian. Secara simbolis, Menteri Dody menekan tombol pembuka pintu air Bendung Krueng Pase sebagai tanda resmi berfungsinya kembali infrastruktur irigasi vital tersebut, pada Selasa (5/5/2026).
Menteri Dody menjelaskan bahwa percepatan penyelesaian rehabilitasi ini merupakan wujud pelaksanaan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah menargetkan pemulihan kondisi masyarakat, khususnya para petani, agar dapat segera kembali beraktivitas dan memaksimalkan produksi pangan.
"Perbaikan ini kita dorong secepat mungkin agar air bisa kembali mengalir ke sawah-sawah. Harapannya, petani di sembilan kecamatan di Aceh Utara bisa kembali menanam dan mampu melakukan panen minimal dua kali dalam setahun," ujar Menteri Dody.
Rehabilitasi ini menjadi sangat krusial mengingat Bendung Krueng Pase sebelumnya tidak dapat berfungsi selama kurang lebih 4,5 tahun. Meskipun upaya perbaikan sudah dimulai pada tahun anggaran 2025, proses sempat terganggu kembali akibat terjangan banjir bandang pada November tahun yang sama. Oleh karena itu, percepatan penyelesaian proyek ini menjadi prioritas utama agar layanan irigasi bagi petani dapat segera pulih.
Dengan rampungnya pekerjaan rehabilitasi, sistem irigasi DI Krueng Pase kini kembali optimal dalam mendukung pemulihan pertanian di wilayah terdampak. Ketersediaan air kini terjamin mulai dari hulu hingga ke hilir. Keberadaan infrastruktur ini juga diharapkan mampu menjadi solusi atas masalah kekeringan saat musim kemarau tiba, sekaligus mempercepat normalisasi lahan yang sebelumnya tertutup lumpur dan sedimen pascabanjir.
Secara teknis, DI Krueng Pase memiliki peran strategis karena melayani area pertanian seluas total 8.922 hektare yang tersebar di 9 kecamatan. Wilayah yang mendapatkan manfaat tersebut meliputi Meurah Mulia, Samudera, Syamtalira Bayu, Blang Mangat, Nibong, Tanah Luas, Matang Kuli, Syamtalira Aron, dan Tanah Pasir.
Ruang lingkup rehabilitasi mencakup perbaikan menyeluruh pada jaringan irigasi, mulai dari saluran induk sepanjang 32,82 km, saluran sekunder sepanjang 112,36 km, hingga jaringan tersier serta fasilitas pendukung lainnya.
Hasil perbaikan ini mengembalikan layanan irigasi secara maksimal, mencakup area kanan seluas 5.614 hektare dan area kiri seluas 3.308 hektare.
Peningkatan kinerja irigasi ini diproyeksikan akan memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Indeks Pertanaman (IP) diprediksi akan melonjak dari sebelumnya hanya sekitar 65% menjadi bisa mencapai 250%. Lonjakan ini tentu berdampak langsung pada peningkatan produksi beras nasional serta kenaikan pendapatan bagi para petani.
Selain berfungsi sebagai sarana irigasi, kehadiran kembali DI Krueng Pase juga menjadi kunci dalam menjaga kestabilan ketersediaan air saat musim kemarau dan secara bertahap meningkatkan produktivitas lahan pertanian.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Dody juga menyempatkan waktu untuk berdialog langsung dengan para petani di lokasi. Salah satu petani asal Paya Kambuk, Mochtar Ahmad, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas selesainya rehabilitasi yang telah lama dinantikan oleh masyarakat.
"Kami sangat bersyukur bendung ini sudah kembali berfungsi. Setelah banjir kemarin, kami sempat mengalami kesulitan air yang cukup parah. Sekarang kondisi sudah mulai normal kembali dan kami bisa kembali bertani dengan tenang," ujar Mochtar.
Sebagai langkah lanjutan dalam pemulihan pascabencana, Kementerian PU juga akan mendorong program pendukung lainnya. Hal ini meliputi upaya pembersihan sedimen yang masih menumpuk di lahan pertanian serta pengembangan demplot atau lahan percontohan seluas 2 hektare guna mendukung peningkatan produktivitas dan kualitas hasil panen.
Dengan berfungsinya kembali DI Krueng Pase secara penuh, diharapkan proses pemulihan sektor pertanian di Aceh Utara dapat berjalan lebih cepat. Hal ini pada akhirnya akan memperkuat ketahanan pangan daerah serta meningkatkan kesejahteraan para petani dan masyarakat luas. (*)

Posting Komentar