Ngeri! Sumur Bor Keluarkan Api 50 Meter

Sumur bor meledak keluarkan api setinggi 50 meter di Aceh Utara. Foto: Screenshot 

ACEH UTARA, ReportNews.id – Sebuah galian sumur bor milik warga di Desa Blang Rubek, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, mengeluarkan semburan gas yang disertai kobaran api setinggi 50 meter pada Jumat, (22/5/2026) sekitar Pukul 03.00 WIIB.

Peristiwa ini sempat menggegerkan warga sekitar dan menimbulkan kerugian materi cukup besar, meskipun tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Video amatir yang beredar memperlihatkan kobaran api besar menjulur tinggi dari dalam tanah, disertai semburan lumpur cair dan suara dentuman keras yang terdengar hingga ke desa-desa tetangga.

Kepala Desa Blang Rubek, Zulkarnaini menjelaskan, peristiwa bermula sekitar pukul 23.30 WIB, saat pasir dan kerikil mulai menyembur keluar dari lokasi galian. Kondisi semakin mengkhawatirkan sekitar pukul 04.00 dini hari, di mana sumur tersebut seolah meledak dan memuntahkan api besar bercampur lumpur kental.

"Jarak antara pemukiman warga dengan titik semburan itu hanya sekitar 200 meter saja. Warga sangat panik melihat api yang terus membesar hingga pagi hari," ujar Zulkarnaini.

Akibat kejadian itu, sebanyak 28 keluarga yang tinggal di sekitar lokasi terpaksa mengungsi ke Meunasah desa setempat demi menghindari bahaya yang mengancam keselamatan.

Beredar informasi di masyarakat yang menyebutkan bahwa galian tersebut merupakan pengeboran minyak. Namun hal ini langsung dibantah tegas oleh Zulkarnaini. Menurutnya, penggalian tersebut murni dilakukan warga untuk memenuhi kebutuhan air bersih dan irigasi persawahan, sama seperti sumur bor pada umumnya.

Hingga Jumat siang, api belum sepenuhnya padam dan sejumlah warga terlihat berbondong-bondong mendatangi lokasi untuk melihat peristiwa langka tersebut. Pihak kepolisian telah memasang garis pembatas guna mengamankan lokasi dan mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Pihak desa juga telah meminta bantuan kepada PT. PEMA Global Energi (PGE) untuk melakukan pengecekan kandungan gas yang menyembur keluar. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, kandungan racun dalam gas tersebut tercatat nol persen atau aman bagi kesehatan.

Meski tidak memakan korban jiwa, dampak kerugian akibat insiden ini cukup besar. Sebanyak 1 hektar kebun kelapa sawit milik warga dilaporkan hangus terbakar, satu unit rumah warga mengalami kerusakan parah, serta kompleks pemakaman umum di sekitar lokasi tertimbun lumpur tebal hasil semburan tersebut.(*)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama