![]() |
Foto: Biro Adpim - Humas Setda Aceh |
"Upaya pendataan dan inventarisasi pengrajin yang terimbas bencana harus secepatnya kita lakukan. Karena itu, koordinasi dengan Dekranasda kabupaten dan kota penting untuk terus kita perkuat," tegas Kak Na, menekankan urgensi dari gerakan ini. Ia menambahkan bahwa pemulihan psikis dan tempat usaha para pengrajin merupakan "PR bersama" yang harus segera ditangani.
Lebih lanjut, Kak Na mengungkapkan optimisme bahwa melalui kebersamaan, solusi akan ditemukan untuk membantu para pengrajin bangkit kembali dan melanjutkan usaha mereka. "Insya Allah, dengan kebersamaan kita akan menemukan solusi bagi upaya pemulihan saudara-saudara kita para perajin agar bisa segera bangkit dan kembali berusaha," ujarnya penuh harap.
Momen Hari Raya Idul Fitri ini, menurut Kak Na, harus dijadikan sebagai momentum untuk memperkuat semangat kesetiakawanan dan kebersamaan dalam mendukung kebangkitan para pengrajin pasca bencana.
Dalam acara silaturahmi tersebut, Kak Na didampingi oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan Aceh, Malahayati. Kegiatan ini juga dihadiri oleh para pengurus dan guru Taman Kanak-Kanak (TK) binaan TP PKK Aceh, menunjukkan sinergi berbagai elemen dalam upaya penanganan pasca bencana.(*)
Penulis : Redaksi
Editor : Armia Jamil
Sumber : Biro Adpim - Humas Setda Aceh

Posting Komentar