![]() |
| Kepala Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe, Yudo Herlambang dan Sekretaris Daerah Kota Lhokseumawe, A. Haris, S.Sos., M.Si Perlihatkan Aplikasi QRIS. Foto: Istimewa |
Selama dua hari pelaksanaan, masyarakat Lhokseumawe mengikuti berbagai kegiatan yang memadukan edukasi digitalisasi, pemberdayaan UMKM, olahraga, kegiatan sosial, hingga hiburan. Rangkaian kegiatan meliputi Pasee QRIS Fun Run 2026, Bazar UMKM, Pojok Literasi Bank Indonesia, Pojok QRIS, showcasing wakaf produktif, penukaran uang logam, CBP Corner, Pasar Murah, QRIS Merdeka Game, perlombaan tradisional dan modern, Kids Corner, serta panggung seni dan budaya. Kegiatan tersebut melibatkan pelaku UMKM, perbankan, pemerintah daerah, dan masyarakat dengan antusiasme yang tinggi.
Antusiasme masyarakat terlihat sejak pelaksanaan Pasee QRIS Fun Run 2026 yang mengusung jargon "Jak Ta Pake QRIS". Pendaftaran kegiatan tersebut berhasil menjaring 1.000 pelari hanya dalam waktu satu jam. Selain menjadi sarana olahraga dan hiburan, kegiatan ini sekaligus menjadi media edukasi mengenai penggunaan QRIS dalam kehidupan sehari-hari. Di sisi lain, Pojok Literasi Bank Indonesia memberikan edukasi mengenai QRIS, Pelindungan Konsumen, Cinta Bangga Paham Rupiah, Keuangan Inklusif, dan Ekonomi Syariah.
Dari sisi pemberdayaan ekonomi, sebanyak 29 UMKM turut berpartisipasi dalam Bazar UMKM dan seluruhnya telah terintegrasi dengan QRIS. Selama dua hari penyelenggaraan PQN 2026, total nilai transaksi yang tercatat dari aktivitas UMKM dan wakaf produktif mencapai hampir Rp140 juta, yang berasal dari transaksi melalui QRIS maupun pembayaran secara tunai. Capaian tersebut mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat dalam berbelanja dan berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan, sekaligus menunjukkan semakin luasnya pemanfaatan QRIS sebagai salah satu kanal pembayaran digital yang mudah, nyaman, dan aman.
Selain mendorong transaksi digital, Peukan QRIS Meusare-Sare juga menghadirkan Pasar Murah sebagai bagian dari upaya mendukung pengendalian inflasi daerah. Masyarakat mendapatkan akses terhadap kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, sekaligus memperoleh manfaat langsung dari sinergi Bank Indonesia bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan. Kehadiran Pasar Murah melengkapi rangkaian kegiatan PQN yang tidak hanya berfokus pada digitalisasi sistem pembayaran, tetapi juga menghadirkan manfaat ekonomi yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
Kegiatan juga diwarnai dengan aksi sosial donor darah yang diikuti 150 peserta. Kehadiran kegiatan sosial tersebut menjadi bagian dari semangat Meusare-Sare atau kebersamaan dan gotong royong yang menjadi ruh pelaksanaan PQN 2026 di Lhokseumawe. Sementara itu, berbagai perlombaan tradisional dan modern, QRIS Merdeka Game, Kids Corner, serta panggung seni dan budaya turut menciptakan suasana perayaan kemerdekaan yang meriah dan inklusif bagi masyarakat.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe, Yudo Herlambang, menyampaikan bahwa pelaksanaan Peukan QRIS Meusare-Sare menjadi bukti pentingnya kolaborasi dalam mempercepat transformasi digital. Menurutnya, akselerasi ekonomi digital tidak dapat dilakukan oleh Bank Indonesia sendiri, tetapi membutuhkan semangat gotong royong dan kolaborasi erat dengan pemerintah daerah, perbankan, pelaku usaha, serta masyarakat.
"Yang paling membanggakan adalah traffic transaksi digital yang signifikan selama 2 hari penyelenggaraan PQN 2026. Kami mencatat setidaknya terdapat transaksi digital melalui QRIS yang mencapai 95 Juta Rupiah, baik untuk transaksi UMKM maupun untuk wakaf produktif," ujar Yudo dalam sambutan penutupan Peukan QRIS Meusare-Sare 2026.
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Daerah Kota Lhokseumawe, A. Haris, S.Sos., M.Si., yang mewakili Wali Kota Lhokseumawe, mengapresiasi penyelenggaraan Peukan QRIS Meusare-Sare sebagai bagian dari upaya bersama mendorong digitalisasi ekonomi daerah. la menilai perluasan ekosistem QRIS tidak hanya memberikan kemudahan dalam transaksi, tetapi juga memberikan peluang bagi UMKM untuk meningkatkan daya saing. "Melalui perluasan ekosistem digital QRIS ini, kita tidak hanya mempermudah transaksi sehari-hari, tetapi juga menaikkan kelas UMKM kita di Kota Lhokseumawe agar mampu berdaya saing global."
Lebih lanjut, Pemerintah Kota Lhokseumawe menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin dengan Bank Indonesia dan seluruh pihak dalam menyukseskan kegiatan. Semangat Meusare-Sare yang berarti bersama-sama atau bergotong royong dinilai telah berhasil menyatukan berbagai elemen masyarakat dalam mendukung digitalisasi, pemberdayaan ekonomi, kegiatan sosial, serta kemeriahan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Acara puncak Peukan QRIS Meusare-Sare 2026 juga mendapat dukungan dari berbagai unsur pimpinan dan pemangku kepentingan di Kota Lhokseumawe. Hadir antara lain Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr. Ahzan, S.H., S.I.K., M.S.M., M.H., Komandan Batalyon B Pelopor Sat. Brimob Polda Aceh Kompol Muzakkir, S.H., serta Ketua Mahkamah Syar'iyah Lhokseumawe Dr. Ervy Sukmarwati, S.H.I., M.H. Turut hadir atau diwakili para pimpinan dari Komandan Resor Militer 011/Lilawangsa, Danlanal, DPRK Lhokseumawe, Kejaksaan Negeri Lhokseumawe, Kodim 0103/Aceh Utara, MPU Kota Lhokseumawe, Pengadilan Negeri Lhokseumawe, Dandenpom Kota Lhokseumawe, Satuan Radar 102 Lhokseumawe, dan Baitul Mal Lhokseumawe. Kehadiran para pimpinan tersebut mencerminkan kuatnya dukungan lintas sektor terhadap penguatan digitalisasi dan pengembangan ekonomi di Kota Lhokseumawe.
Dukungan juga datang dari sektor perbankan dan instansi vertikal. Sejumlah pimpinan perbankan dari BSI, Bank Aceh Syariah Merdeka, Bank Aceh Syariah Samudera, BSN, Bank Muamalat, dan Danamon Syariah turut hadir. Selain itu, hadir pula pimpinan dan perwakilan instansi vertikal, antara lain Bea Cukai, KPP Pratama, KPPN, BPS, dan RRI, serta seluruh tamu undangan lainnya.
Pelaksanaan Peukan QRIS Meusare-Sare 2026 menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara Bank Indonesia, Pemerintah Kota Lhokseumawe, perbankan, pelaku UMKM, komunitas, dan masyarakat dalam membangun ekosistem pembayaran digital yang inklusif. Perpaduan antara digitalisasi, pemberdayaan UMKM, Pasar Murah untuk mendukung pengendalian inflasi, kegiatan sosial, olahraga, dan hiburan menjadikan PQN 2026 sebagai rangkaian kegiatan yang tidak hanya merayakan digitalisasi, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat Lhokseumawe. (*)
Previous
« Prev Post
« Prev Post
Next
Next Post »
Next Post »
