![]() |
| Sosok Nanik S Deyang: Potret Nanik S Deyang diambil dari Instagram (@nanik_deyang) pada Rabu (3/6/2026). |
JAKARTA, ReportNews.id - Presiden Prabowo Subianto resmi menunjuk Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menggantikan Dadan Hindayana pada Selasa (2/6). Langkah strategis ini diambil di tengah upaya pemerintah memperkuat pengawasan lapangan dan komunikasi krisis program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengonfirmasi pergantian kepemimpinan tersebut. Selain Nanik, Presiden juga menunjuk Agustina Arum Sari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai wakil kepala baru untuk memperkuat struktur manajerial badan yang mengelola hajat hidup puluhan juta penerima manfaat tersebut.
Profil Nanik Sudaryati Deyang dan Rekam Jejak
Melansir mediaindonesia.com, Nanik S. Deyang lahir di Madiun pada 3 Januari 1968. Sebelum terjun ke dunia pemerintahan, ia dikenal luas sebagai jurnalis senior dan orang dekat Prabowo Subianto sejak masa kampanye Pilpres. Karir birokrasinya dimulai sebagai Wakil I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan pada 2024, sebelum akhirnya dilantik menjadi Wakil Kepala BGN pada 17 September 2025.
Selama menjabat sebagai Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik dikenal vokal dalam menangani isu keamanan pangan. Ia memimpin pembentukan Tim Investigasi Khusus untuk menangani insiden keracunan pangan, termasuk menerapkan prosedur penyimpanan sampel makanan di freezer selama dua hari sebagai standar audit.
Tantangan Operasional dan Integritas
Penunjukan Nanik dipandang sebagai sinyal bahwa Istana menginginkan pengendalian lapangan yang lebih disiplin. Hingga Maret 2026, BGN mencatat ribuan pelanggaran tata kelola dan sanitasi di tingkat SPPG, yang mengakibatkan penghentian sementara operasional di berbagai wilayah.
Meski memiliki kekuatan pada jejaring politik dan komunikasi krisis, Nanik dihadapkan pada tantangan pembuktian kompetensi teknokratis. Publik akan menyoroti kemampuannya dalam menurunkan angka insiden keamanan pangan serta transparansi dalam pengadaan barang dan jasa di lingkungan BGN.
Selain itu, status rangkap jabatan Nanik yang sebelumnya tercatat sebagai Komisaris PT Pertamina per Juni 2025 kini menjadi perhatian. Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi mengenai pengunduran dirinya dari posisi di perusahaan pelat merah tersebut pasca-pelantikan sebagai Kepala BGN.
Ke depan, keberhasilan Nanik akan sangat bergantung pada validasi data penerima manfaat dan ketegasan dalam mengaudit ribuan SPPG guna memastikan program prioritas nasional ini berjalan tanpa kebocoran anggaran maupun risiko kesehatan bagi masyarakat.
Tantangan Besar BGN 2026:
• Mengelola 55,1 juta penerima manfaat program MBG.
• Mengawasi 19.188 Satuan Pelayanan Makan Bergizi (SPPG).
• Menertibkan 1.251 SPPG yang melanggar SOP pada kuartal I-2026. (Z-10)
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengonfirmasi pergantian kepemimpinan tersebut. Selain Nanik, Presiden juga menunjuk Agustina Arum Sari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai wakil kepala baru untuk memperkuat struktur manajerial badan yang mengelola hajat hidup puluhan juta penerima manfaat tersebut.
Profil Nanik Sudaryati Deyang dan Rekam Jejak
Melansir mediaindonesia.com, Nanik S. Deyang lahir di Madiun pada 3 Januari 1968. Sebelum terjun ke dunia pemerintahan, ia dikenal luas sebagai jurnalis senior dan orang dekat Prabowo Subianto sejak masa kampanye Pilpres. Karir birokrasinya dimulai sebagai Wakil I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan pada 2024, sebelum akhirnya dilantik menjadi Wakil Kepala BGN pada 17 September 2025.
Selama menjabat sebagai Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik dikenal vokal dalam menangani isu keamanan pangan. Ia memimpin pembentukan Tim Investigasi Khusus untuk menangani insiden keracunan pangan, termasuk menerapkan prosedur penyimpanan sampel makanan di freezer selama dua hari sebagai standar audit.
Tantangan Operasional dan Integritas
Penunjukan Nanik dipandang sebagai sinyal bahwa Istana menginginkan pengendalian lapangan yang lebih disiplin. Hingga Maret 2026, BGN mencatat ribuan pelanggaran tata kelola dan sanitasi di tingkat SPPG, yang mengakibatkan penghentian sementara operasional di berbagai wilayah.
Meski memiliki kekuatan pada jejaring politik dan komunikasi krisis, Nanik dihadapkan pada tantangan pembuktian kompetensi teknokratis. Publik akan menyoroti kemampuannya dalam menurunkan angka insiden keamanan pangan serta transparansi dalam pengadaan barang dan jasa di lingkungan BGN.
Selain itu, status rangkap jabatan Nanik yang sebelumnya tercatat sebagai Komisaris PT Pertamina per Juni 2025 kini menjadi perhatian. Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi mengenai pengunduran dirinya dari posisi di perusahaan pelat merah tersebut pasca-pelantikan sebagai Kepala BGN.
Ke depan, keberhasilan Nanik akan sangat bergantung pada validasi data penerima manfaat dan ketegasan dalam mengaudit ribuan SPPG guna memastikan program prioritas nasional ini berjalan tanpa kebocoran anggaran maupun risiko kesehatan bagi masyarakat.
Tantangan Besar BGN 2026:
• Mengelola 55,1 juta penerima manfaat program MBG.
• Mengawasi 19.188 Satuan Pelayanan Makan Bergizi (SPPG).
• Menertibkan 1.251 SPPG yang melanggar SOP pada kuartal I-2026. (Z-10)
Editing: armia Jamil

Posting Komentar