Peringati Haul ke-16 Wali Nanggroe, Kuta Pase Tekankan Komitmen Wujudkan Cita-cita Aceh Berdaulat

Peringati Haul ke-16 Wali Nanggroe di Kuta Pase, Lhokseumawe. Foto: Dok. ReportNews.id.

LHOKSEUMAWE, ReportNews.id - Peringatan Haul Wali Nanggroe ke-16 digelar khidmat di Masjid Attahrir, Kuta Pase, Desa Meunasah Manyang, Lhokseumawe.  Acara tersebut yang dihadiri lebih dari 600 orang ini menjadi momentum memperbarui komitmen perjuangan Aceh. Rabu, 3 Mei 2026.

Pantauan di lokasi, kegiatan dihadiri Majelis Wilayah Kuta Pase, jajaran Daerah dan Sagoe KPA, pengurus Partai Aceh, Wakil Wali Kota, perwakilan Jasa, Inoeng Bale, tokoh ulama, serta masyarakat umum.

Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Dalam kata sambutannya, M. Yasir menekankan pentingnya kesadaran bersama dan kesabaran untuk mewujudkan cita-cita yang telah ditanamkan Almarhum Wali Nanggroe.

Ia juga menyampaikan pesan kepada pihak keamanan agar tidak terlalu paranoid setiap ada kegiatan yang digelar KPA-PA,” ujarnya.

Sebagai bentuk kepedulian, acara dilanjutkan santunan simbolis kepada 10 anak yatim. Total anak yatim yang disantuni mencapai 100 orang.Doa bersama kemudian dipimpin Qadhi Wilayah Kuta Pase, Tgk. H. Syahabuddin atau yang akrab disapa Abah Alue Awe.

Acara dilanjutkan dengan tausiyah disampaikan Abon Arongan yang memberikan tamsilan tentang hubungan pemimpin dan rakyat. Menurut Abon Arongan, dalam hidup harus ada kesadaran bersama untuk merawat nilai-nilai perjuangan, bukan sekadar mengenangi masa lalu.

Panglima Wilayah Kuta Pase Mukhtar Hanafiah alias Ableh Kandang melalui Juru Bicara KPA Halim Abe menyampaikan pesan khusus pada haul tahun ini. “Haul ini bukan sekadar mengenang masa lalu, tetapi momentum memperbarui komitmen terhadap cita-cita besar Aceh, menjadi bangsa yang berdaulat di atas tanah pusaka leluhur dengan merawat nilai-nilai keIslaman dan budayanya,” tegasnya.

Ia menambahkan, 16 tahun pasca wafatnya sang proklamator, warisan terbesar beliau bukan romantisme sejarah, melainkan keberanian berpikir besar tentang masa depan Aceh.“Karena itu, penghormatan terbaik kepada beliau bukan hanya sekadar memperingati haul dengan mengenang dan berdoa semata, tetapi kerja nyata untuk memastikan amanah perjuangan yang telah beliau bangun dengan susah payah tetap hidup dalam perilaku kebijakan, kepemimpinan, dan pengabdian kepada rakyat menuju Aceh yang baldatun, Tayyibatun warabbun ghafur,” pungkas Halim Abe.

Haul Wali Nanggroe ke-16 ini ditutup dengan doa bersama untuk almarhum dan keberlangsungan Aceh ke depan. (*)

- Jurnalis Armia Jamil -

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama