Ratusan Petani Bireuen Ikuti Training of User Pestisida Terbatas

Ratusan Petani Bireuen Ikuti Training of User Pestisida Terbatas. Foto: Ist

BIREUEN, ReportNews.id – Ratusan petani di Kabupaten Bireuen mengikuti pelatihan penggunaan pestisida yang benar dan aman dalam kegiatan Training of User Pestisida Terbatas yang digelar pada Rabu, 29 April 2026. Kegiatan ini merupakan kerja sama antara Alishter (Aliansi Stewardship Herbisida Terbatas) dengan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bireuen.

Pelatihan yang berlangsung di JK Cafe Bireuen ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bireuen, Mulyadi SE MM. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman petani dalam menggunakan pestisida secara bijak, sesuai ambang batas aman, serta memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan dan kesehatan.

Direktur Eksekutif Alishter Pusat, Syafrizal, mengatakan pelatihan ini menekankan pentingnya prinsip kehati-hatian dalam penggunaan pestisida agar tidak merusak lingkungan dan tidak menurunkan kualitas hasil panen.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bireuen, khususnya Dinas Pertanian dan Perkebunan, yang telah mendukung dan terlibat langsung sebagai pemateri dalam kegiatan tersebut.

Ketua Alishter Aceh, Khairil Lubis, menjelaskan bahwa kegiatan serupa rutin dilaksanakan setiap tahun di Aceh. Untuk tahun 2026, pelatihan digelar di Kabupaten Aceh Utara dan Bireuen.

Dalam pelatihan tersebut, para petani mendapatkan pemahaman teknis dari narasumber yang berasal dari Alishter, Dinas Pertanian dan Perkebunan, serta Dinas Kesehatan setempat. Selain itu, peserta juga diberikan sertifikat sebagai bukti telah mengikuti pelatihan penggunaan pestisida yang sesuai standar.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bireuen, Mulyadi, menilai kegiatan ini sangat penting dalam meningkatkan efektivitas pertanian sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Ia juga mengapresiasi kontribusi Alishter dalam mendukung peningkatan pengetahuan petani, khususnya terkait penggunaan herbisida untuk pengendalian gulma.

Mulyadi berharap para peserta dapat mengikuti pelatihan dengan serius agar pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat diaplikasikan secara tepat dan aman di lapangan.

Melalui pelatihan ini, diharapkan petani semakin memahami regulasi dan ketentuan penggunaan pestisida, menguasai teknik yang benar, serta menyadari dampak jangka panjang terhadap lingkungan dan hasil pertanian. (*)

- Jurnalis Yusradi -

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama