![]() |
Foto: Biro Adpim - Humas Setda Aceh |
Mereka datang dari beragam latar institusi, namun duduk bersama dalam satu agenda, mempererat silaturahmi.
Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Marlina Muzakir atau akrab disapa Kak Na menyebut, pertemuan lintas organisasi perempuan ini sebagai ruang penting untuk memperkuat kebersamaan.
“Alhamdulillah, di bulan yang penuh berkah ini kita bisa berkumpul, bersilaturahmi, sekaligus berbuka puasa bersama dengan organisasi kewanitaan dari berbagai institusi di Aceh,” kata Kak Na.
Menurut dia, silaturahmi bukan sekadar tradisi sosial, tetapi juga sarana untuk membangun kekompakan.
Kebersamaan itu, kata Marlina, menjadi modal penting untuk mendukung berbagai program pembangunan di Aceh.
Ia berharap organisasi perempuan di Aceh dapat terus menjaga solidaritas dan bekerja bersama dalam mendukung agenda pembangunan daerah.
“Dengan ukhuwah yang kuat, organisasi kewanitaan lintas institusi di Aceh bisa tetap kompak dan ikut berkontribusi dalam menyukseskan berbagai program pembangunan di Bumi Serambi Mekah,” ujarnya.
Marlina juga menyinggung kondisi Aceh yang masih menghadapi dampak sejumlah bencana hidrometeorologi dalam beberapa waktu terakhir.
Menurut dia, peran organisasi perempuan tetap dibutuhkan, terutama dalam memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Acara silaturahmi dan buka puasa itu turut dihadiri sejumlah tokoh organisasi perempuan, antara lain Staf Ahli TP PKK Aceh Mukarramah Fadhlullah, Ketua Dharma Wanita Persatuan Aceh Malahayati, istri Ketua DPR Aceh, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Kodam Iskandar Muda, serta Ketua Bhayangkari Polda Aceh.
Sebelum azan magrib berkumandang, para peserta terlebih dahulu mengikuti tausiah Ramadan yang disampaikan Ustaz Umar Ismail.
Dalam ceramahnya, ia mengingatkan pentingnya peran para istri dalam mendukung tugas dan tanggung jawab suami, terutama mereka yang bekerja melayani masyarakat dan menjalankan program pembangunan.
“Kesuksesan seorang pemimpin sering kali juga lahir dari dukungan keluarga di belakangnya,” kata Umar.
Tak lama kemudian, azan magrib terdengar.Percakapan pun berhenti sejenak, digantikan suasana khidmat saat para tamu buka puasa bersama.
Penulis : Redaksi
Editor : Armia Jamil
Sumber : Biro Adpim - Humas Setda Aceh

Posting Komentar