Senyum di Tengah Keterbatasan: Istri Wagub Aceh Berikan Perhatian dan Baju Lebaran untuk Anak-anak Korban Banjir

Foto: Biro Adpim - Humas Setda Aceh

BIREUEN, ReportNewt.id - Di antara riuh tawa anak-anak yang berlarian di halaman pengungsian, terukir sebuah senyum hangat di wajah Marlina Muzakir, yang akrab disapa Kak Na. Kendati demikian, senyum itu tak sepenuhnya mampu menutupi sorot getir di matanya saat ia berdiri di tengah mereka pada Rabu pagi, 18 Maret 2026, di Gampong Dayah Mesjid, Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen. 

Sebagai istri Gubernur Aceh sekaligus Ketua TP PKK Aceh, Kak Na hadir menyapa satu per satu anak-anak yang menjadi korban banjir dan juga anak-anak yatim. Tangannya dengan sigap membagikan santunan dan baju lebaran, sementara pandangannya sesekali menyapu sekeliling, menangkap jejak-jejak bencana yang masih membekas dan belum sepenuhnya pulih.

"Alhamdulillah, senang sekali bisa melihat senyum mereka," ujarnya lirih, jeda sejenak seolah menimbang kata-kata selanjutnya. "Namun, hati kita tentu terasa sedih membayangkan mereka harus merayakan Idul Fitri di tengah kondisi pengungsian atau di hunian sementara (huntara)." 

Kak Na kemudian berjongkok di hadapan Zaskia, seorang siswi kelas 3 SMP, yang baju lebaran baru pemberiannya tampak sedikit kebesaran. "Kalau bajunya sedikit kebesaran, tidak apa-apa ya, Nak," ucap Kak Na dengan senyum menenangkan. Zaskia hanya mengangguk, memeluk erat baju barunya.

Kehadiran Kak Na di lokasi pengungsian ini bukanlah sekadar kunjungan seremonial belaka. Ia datang membawa sesuatu yang mungkin lebih sederhana, namun seringkali menjadi kebutuhan paling mendasar: perhatian tulus. Sebelum tiba di Bireuen, rombongan Kak Na juga menyempatkan diri singgah di Gampong Simpang Rambong, Kecamatan Nisam Antara, Aceh Utara. 

Di sana, suasana yang ditemui tak jauh berbeda; anak-anak berkumpul di pengungsian, sebagian masih diliputi kebingungan akibat trauma bencana. Kak Na kembali menunjukkan kepeduliannya dengan berdialog, mendengarkan cerita mereka, sebelum akhirnya menyerahkan santunan dan baju lebaran kepada belasan anak korban banjir serta keluarga fakir miskin.

Bagi anak-anak tersebut, mungkin bukan sekadar jumlah santunan yang akan mereka kenang. Melainkan momen berharga ketika ada sosok yang datang menyapa, memberikan perhatian, dan membuat mereka merasa tidak lagi sendirian dalam menghadapi kesulitan.

Saat hendak berpamitan, Kak Na kembali berdiri di hadapan anak-anak itu. Suaranya terdengar sedikit menguat, seolah ingin memastikan pesan yang disampaikannya benar-benar meresap.

"Selamat lebaran untuk anak-anak Bunda semua. Tetap semangat ya dan tetap rajin belajar." Serentak, anak-anak itu mengangguk, beberapa di antaranya tersenyum lebar. Di tengah segala keterbatasan yang melanda, secercah harapan rupanya masih dapat dibagikan, sesederhana sepotong baju baru dan untaian kata yang tulus.



Penulis  : Redaksi
Editor    : Armia Jamil
Sumber : Biro Adpim - Humas Setda Aceh

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama