BERITA TERBARU

DEM Aceh Gelar Seminar Nasional Bahas Blok Andaman dan Percepatan Hilirisasi

By On 19:54

Seminar Nasional DEM Aceh Bahas Polemik Blok Andaman, Dorong Percepatan Investasi dan Hilirisasi
Seminar Nasional DEM Aceh Bahas Polemik Blok Andaman, Dorong Percepatan Investasi dan Hilirisasi. Foto: Ist
JAKARTA, ReportNews.id – Dewan Energi Mahasiswa (DEM) Aceh menggelar Seminar Nasional Peugah Haba Energi bertajuk “Membangun Kesepahaman di Tengah Polemik Pengembangan Blok Andaman” di Waroeng Aceh Garuda, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (24/7/2026). Seminar yang diselenggarakan secara hybrid tersebut diikuti lebih dari 170 peserta, terdiri atas lebih dari 100 peserta secara daring dan 74 peserta secara luring.

Kegiatan ini menghadirkan Kepala SKK Migas, Dr. Ir. Djoko Siswanto, MBA, Ketua Indonesia Center for Renewable Energy Studies (ICRES), Dr. Ir. Surya Darma, MBA, serta Founder DEM Aceh sekaligus Aktivis Energi, Didi Supriadi, ST, sebagai narasumber. Seminar dibuka melalui welcoming speech Presiden DEM Aceh, Faizar Rianda, dan dipandu oleh Ketua Umum Masyarakat Ketahanan Energi Indonesia (MKEI), Awaf Wirajaya, ST., M.Han.

Seminar ini menjadi ruang dialog untuk membangun kesamaan persepsi di tengah berkembangnya berbagai pandangan mengenai pengembangan Blok Andaman, khususnya terkait pembahasan Plan of Development (PoD) Tahap I. Diskusi menghadirkan perspektif regulator, akademisi, praktisi, dan generasi muda guna merumuskan langkah strategis agar pengembangan Blok Andaman mampu memberikan manfaat ekonomi yang optimal bagi Aceh dan Indonesia.

Dalam sambutannya, Presiden DEM Aceh, Faizar Rianda, menegaskan bahwa DEM Aceh mendukung pengembangan Blok Andaman sebagai Proyek Strategis Nasional. Namun, menurutnya, pengembangan tersebut harus mampu menghadirkan nilai tambah bagi Aceh melalui pembangunan industri hilir berbasis gas tanpa menghambat percepatan investasi yang sedang berjalan.

Faizar menilai perdebatan mengenai pilihan skema pengembangan, baik menggunakan Floating Production, Storage and Offloading (FPSO), Onshore Processing Facility (OPF), maupun skema hybrid, perlu mengacu pada potensi lapangan dan tantangannya di laut dalam, hasil kajian teknis, serta aspek keekonomian proyek.

Ia menilai manfaat nyata dari potensi sumber daya Blok Andaman akan lebih cepat dirasakan apabila seluruh pemangku kepentingan mampu menjaga momentum pengembangannya sehingga proyek tidak terus terhambat oleh perdebatan yang berlarut-larut. Yang terpenting, kata dia, proses penyelesaian Plan of Development (PoD) tidak berlarut-larut sehingga investasi dapat segera direalisasikan dan kepercayaan investor tetap terjaga.

Pada kesempatan tersebut, Faizar juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala SKK Migas, Dr. Ir. Djoko Siswanto, MBA, yang tetap meluangkan waktu menjadi narasumber secara daring meskipun sedang menjalankan tugas kedinasan di Pekanbaru.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Dr. Ir. Djoko Siswanto, MBA, yang telah meluangkan waktu berdiskusi bersama kami. Kehadiran beliau menunjukkan komitmen SKK Migas dalam membangun komunikasi yang terbuka dengan masyarakat, khususnya generasi muda Aceh,” ujar Faizar.

Dalam paparannya, Kepala SKK Migas, Dr. Ir. Djoko Siswanto, MBA, menjelaskan arah pengembangan sektor hulu migas nasional, tantangan investasi, serta pentingnya menjaga kepastian investasi agar proyek-proyek strategis nasional dapat berjalan sesuai target. Menurutnya, pengembangan Blok Andaman harus segera dikembangkan.

Sementara itu, Ketua Indonesia Center for Renewable Energy Studies (ICRES), Dr. Ir. Surya Darma, MBA, menegaskan bahwa pengalaman pengembangan Blok Masela yang membutuhkan waktu hampir 26 tahun hingga terealisasi harus menjadi pelajaran penting agar Indonesia tidak mengulangi keterlambatan serupa dalam pengembangan Blok Andaman.

Menurut Surya Darma, gas lepas pantai Andaman merupakan aset strategis yang berperan penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus menjadi jembatan menuju transisi energi yang lebih hijau. Proyek tersebut diyakini akan memberikan multiplier effect yang besar bagi perekonomian nasional maupun Aceh apabila dijalankan berdasarkan prinsip good business practices, didukung kemudahan birokrasi, iklim investasi yang kondusif, kepastian berinvestasi, serta diiringi dengan penyiapan sumber daya manusia lokal sejak dini agar mampu menjadi bagian utama dalam pengembangan dan pengoperasian industri energi masa depan.

Founder DEM Aceh sekaligus Aktivis Energi, Didi Supriadi, ST, mengatakan bahwa polemik mengenai PoD Tahap I seharusnya menjadi momentum menyatukan visi seluruh pemangku kepentingan, bukan justru mempertajam perbedaan pandangan.

“PoD I bukanlah garis akhir, melainkan titik awal pengembangan Blok Andaman. Karena itu, strategi yang disusun hari ini harus mampu menjawab kebutuhan jangka panjang Aceh, bukan hanya kepentingan jangka pendek,” ujarnya.

Didi menegaskan bahwa Aceh tidak boleh hanya menjadi daerah penghasil gas, tetapi harus berkembang menjadi pusat industri berbasis gas yang menciptakan nilai tambah, menarik investasi, membuka lapangan kerja, dan menjadi motor pertumbuhan ekonomi kawasan barat Indonesia.

Sebagai tindak lanjut dari diskusi yang berlangsung, DEM Aceh merumuskan sejumlah rekomendasi strategis yang merupakan hasil sintesis berbagai pandangan dari regulator, akademisi, praktisi, dan generasi muda. Rekomendasi tersebut diharapkan menjadi masukan konstruktif bagi para pemangku kebijakan dalam mendorong percepatan pengembangan Blok Andaman yang tetap mengedepankan kepastian investasi, penguatan hilirisasi, serta peningkatan manfaat ekonomi bagi Aceh dan Indonesia.

Dalam seminar tersebut, DEM Aceh menyampaikan lima rekomendasi strategis, yakni mengalokasikan sebagian produksi gas Blok Andaman sebagai bahan baku industri di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun, menyusun skema harga gas yang kompetitif melalui kontrak jangka panjang guna menarik investasi industri hilir, menyusun Master Plan Industrialisasi Blok Andaman–KEK Arun, membentuk forum koordinasi yang melibatkan Pemerintah Pusat, Pemerintah Aceh, BPMA, SKK Migas, kontraktor kontrak kerja sama, pengelola KEK Arun, akademisi, serta dunia usaha, dan mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia Aceh melalui pendidikan vokasi, sertifikasi, serta pelatihan sesuai kebutuhan industri migas dan petrokimia.

Menutup kegiatan, moderator menyampaikan bahwa diskusi yang berlangsung menunjukkan adanya semangat bersama untuk membangun masa depan energi Aceh melalui dialog yang konstruktif. Melalui Seminar Nasional Peugah Haba Energi ini, DEM Aceh berharap polemik pengembangan Blok Andaman dapat menjadi momentum memperkuat kolaborasi, mempercepat investasi berdasarkan kajian teknis terbaik, serta meletakkan fondasi hilirisasi industri berbasis gas sehingga Blok Andaman mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Aceh. (*)

UINSUNA Lhokseumawe Lepas 188 Mahasiswa KPM Mandiri 2026, Siap Mengabdi di 19 Desa Aceh dan Sumut

By On 18:05

UINSUNA Lhokseumawe Lepas 188 Mahasiswa KPM Mandiri 2026
UINSUNA Lhokseumawe Lepas 188 Mahasiswa KPM Mandiri 2026. Foto: For ReportNews.id
LHOKSEUMAWE, ReportNews.id - Universitas Islam Negeri Sultanah Nahrasiyah (UINSUNA) Lhokseumawe secara resmi melepas 188 mahasiswa untuk melaksanakan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Mandiri Tahun 2026. Pelepasan berlangsung di Halaman Upacara Biro Rektorat kampus setempat, Kamis (23/7/2026).

Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat UINSUNA, Dr. Taufiq, M.A, menyampaikan bahwa para mahasiswa akan mengabdi di 19 desa yang tersebar di wilayah Aceh dan Sumatera Utara mulai dari tanggal 24 Juli – 22 Agustus 2026.

“Sebanyak 188 mahasiswa akan ditempatkan di 19 desa, diantaranya 1 desa di Kabupaten Pidie, 3 desa di Kabupaten Bireuen, 7 desa di Kabupaten Aceh Utara, 1 desa di Kota Lhokseumawe, 1 desa di Kabupaten Bener Meriah, 3 desa di Kabupaten Aceh Tengah, dan 3 desa di Kabupaten Karo, Sumatera Utara,” ujarnya.

Menurutnya, program KPM Mandiri tahun ini mengusung berbagai tema pengabdian, mulai dari ekoteologi, pemberdayaan masyarakat, hingga literasi digital.

“Kehadiran mahasiswa diharapkan dapat memperkuat pemberdayaan masyarakat desa sekaligus menjadi sarana implementasi ilmu yang diperoleh selama perkuliahan.” Pintanya.

Prosesi pelepasan ditandai dengan penyematan baju almamater secara simbolis kepada peserta KPM oleh Wakil Rektor I UINSUNA, Dr. Iskandar, M.S.I, dan Wakil Rektor II, Dr. Said Alwi, M.A.

Dalam sambutannya, Dr. Iskandar menuturkan bahwa KPM merupakan ruang pengabdian yang sesungguhnya bagi mahasiswa untuk hadir langsung di tengah masyarakat dan memberikan dampak nyata.

“KPM ini adalah ruang pengabdian yang sesungguhnya. Mahasiswa hadir langsung di tengah masyarakat untuk memberikan dampak nyata, terutama membawa misi membangkitkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan, serta mengenalkan kampus kepada masyarakat luas,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan para peserta agar menjaga etika, akhlak, dan nama baik kampus selama menjalankan pengabdian.

“Saya berharap seluruh mahasiswa menjaga etika, akhlak, dan melaksanakan pengabdian dengan penuh tanggung jawab, sehingga kehadiran mahasiswa benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pesannya. (*)

Tarmizi Age: Sawah Padi Kering Pemerintah di Usul Bangun Sumur Bor

By On 17:51

Tarmzi Age Inisiator Aceh Goet. Foto: For ReportNews.id
BANDA ACEH, ReportNews.id - Musim kemarau yang diperparah oleh ketiadaan irigasi yang bagus serta waduk yang tidak bisa menampung air, maka pemerintah bisa mencatat petani dalam kondisi terancam gagal panen, solusinya bangun sumur bor kata Tarmzi Age Inisiator Aceh Goet, Kamis (23/7/2026) di Banda Aceh.

Untuk menyelamatkan hasil produksi padi, "Tanpa pasokan air dari saluran irigasi, satu-satunya harapan petani adalah curah hujan yang justru tidak turun dalam bulan terakhir," makanya pemerintah di minta segera ambil tindakan bangun sumur bor untuk sawah-sawah tadah hujan, katanya.

Melihat beberapa lokasi di kabupaten Bireuen seperti di kecamatan Peudada Berada dalam kondisi kritis dan terancam gagal panen maka pemerintah perlu mengambil inisiatif dengan cepat, tepat dan terukur.

Minimnya curah hujan dan tidak tersedianya sumber air permukaan, debit air yang menyusut hingga mengering, serta lokasi sumber air yang terlalu jauh dari lahan persawahan sehingga menyulitkan proses, maka sumur bor adalah solusinya.

"Upaya darurat agar rakyat tidak lapar dan terbukanya mata pencaharian, maka pemerintah harus bangun sumur bor, sayang petani menjerit dan menangis," ujar Tarmizi Age yang akrab disapa Mukarram.

Lelaki yang pernah bermukim di Denmark, Eropa ini mengatakan "Untuk mengurangi risiko kerugian petani, Dinas Pertanian harus menyiapkan sejumlah langkah mitigasi, seperti penggunaan varietas padi tahan kekeringan, penyesuaian pola tanam berdasarkan kalender iklim, penerapan sistem tumpang sari, pengembangan tanaman palawija di lahan kering, hingga pemanfaatan sumur bor dalam di daerah yang belum memiliki jaringan irigasi," katanya lagi.

Tak ada alasan rakyat dan petani harus gagal panen dan lapar. pemerintah harus bertanggung jawab sekaligus menyayangi rakyatnya, tutup Tarmizi Age. (*)

Bentuk Perhatian, Camat Banda Baro Sambangi Warga Sakit dan Salurkan Bantuan Tunai BLT

By On 14:25

Wujud Kepedulian, Camat Banda Baro Sambangi Warga Sakit dan Salurkan BLT di Gampong Alue Keurinyai
Camat Banda Baro Sambangi Warga Sakit dan Salurkan Bantuan Tunai. Foto: ReportNews.id
ACEH UTARA , ReportNews.id - Camat Banda Baro, Muhammad Nurkhazi, S.IP, M.M, bersama unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) dan para Geuchik melakukan kunjungan langsung ke rumah warga yang sedang sakit di Gampong Alue Keurinyai, Kecamatan Banda Baro, Kabupaten Aceh Utara, Selasa (21/7/2026).

Selain untuk melihat secara langsung kondisi kesehatan masyarakat, kunjungan ini juga diisi dengan penyerahan Bantuan Langsung Tunai (BLT). Langkah ini dilakukan sebagai bentuk perhatian nyata pemerintah dalam meringankan beban ekonomi warga penerima manfaat.

Camat Banda Baro, Muhammad Nurkhazi, menegaskan bahwa aksi "jemput bola" ini merupakan komitmen pemerintah kecamatan untuk memastikan pelayanan sosial berjalan secara optimal hingga ke tingkat tapak.

"Kehadiran kami di tengah masyarakat adalah untuk memastikan pelayanan sosial benar-benar dirasakan manfaatnya.

Selain itu, kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi antara Muspika, Geuchik, dan perangkat gampong dalam mendukung kesejahteraan warga," ujar Nurkhazi.

Ia menambahkan, kehadiran bersama jajaran Muspika dan para Geuchik ini diharapkan dapat merawat semangat gotong royong serta merawat rasa kebersamaan demi mewujudkan kehidupan sosial yang lebih baik di tingkat gampong. (*)

Pertamina Patra Niaga Perkuat Operasional Terminal Dukung Keandalan Distribusi BBM di Aceh

By On 18:49

Mobil Tangki Pengangkut BBM
Mobil Tangki Pengangkut BBM. Foto: Istimewa
BANDA ACEH, ReportNews.id - Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut terus memperkuat operasional terminal di wilayah Aceh sebagai bagian dari upaya percepatan normalisasi distribusi BBM. Optimalisasi dilakukan melalui peningkatan kapasitas operasional di Integrated Terminal (IT) Lhokseumawe dan Fuel Terminal (FT) Krueng Raya guna memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, mengatakan bahwa penguatan operasional terminal menjadi salah satu langkah strategis perusahaan untuk meningkatkan keandalan distribusi BBM di Aceh, terutama di tengah dinamika kebutuhan masyarakat.

"Kami terus mengoptimalkan operasional terminal sebagai tulang punggung distribusi BBM di Aceh. Berbagai langkah percepatan dilakukan agar proses penyaluran menjadi lebih efektif, sehingga kebutuhan energi masyarakat dapat terpenuhi dengan baik dan kondisi distribusi di lapangan terus menunjukkan perbaikan," ujar Fahrougi.

Sebagai bagian dari optimalisasi tersebut, Integrated Terminal Lhokseumawe dan Fuel Terminal Krueng Raya meningkatkan jam operasional penyaluran BBM dari rata-rata 8 jam menjadi 14 jam per hari, termasuk penambahan operasional pada hari Minggu. Selain memperpanjang jam operasional, Pertamina juga meningkatkan ritase pengoperasian mobil tangki hingga sekitar 65% guna mengoptimalkan penyaluran BBM ke lembaga penyalur di berbagai wilayah Aceh.

Penguatan operasional juga dilakukan melalui alih suplai dari Integrated Terminal Lhokseumawe ke lembaga penyalur di wilayah Langsa dan Aceh Timur sejak 12 Juli 2026, dengan rata-rata volume pengiriman mencapai 48.000 Liter BBM per hari. Di saat yang sama, Pertamina turut menerapkan skema alih suplai estafet bersama Fuel Terminal Krueng Raya untuk mendukung pemenuhan pasokan BBM di wilayah Bireuen dan Pidie, sehingga distribusi dapat berlangsung lebih cepat dan merata.

Menurut Fahrougi, sinergi antar terminal menjadi salah satu kunci dalam menjaga kelancaran distribusi BBM di Aceh. Dengan mengoptimalkan kapasitas operasional masing-masing terminal, Pertamina dapat melakukan penyesuaian pola distribusi secara lebih fleksibel sesuai kebutuhan di lapangan.

"Koordinasi dan sinergi antar terminal terus kami perkuat agar proses distribusi dapat berlangsung lebih responsif terhadap dinamika kebutuhan masyarakat. Dengan dukungan seluruh infrastruktur operasional yang kami miliki, Pertamina optimistis proses normalisasi penyaluran BBM di Aceh akan terus menunjukkan perkembangan yang semakin baik," tambah Fahrougi.

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut terus melakukan monitoring terhadap kondisi stok dan penyaluran BBM di seluruh wilayah Aceh serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, Hiswana Migas, dan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan distribusi energi tetap berjalan optimal. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan melakukan pembelian BBM sesuai kebutuhan karena Pertamina berkomitmen untuk terus menjaga keandalan pasokan dan pelayanan energi di Aceh. (*)

Pemprov Aceh Percepat Pemulihan Akses Lokop Pasca Bencana

By On 09:40

Pasca Bencana Hidrometeorologi, Pemerintah Aceh Pacu Pemulihan Akses Kawasan Lokop
Pemprov Aceh Percepat Pemulihan Akses Lokop Pasca Bencana. Foto: Humas Setda Aceh
BANDA ACEH, ReportNews.id – Pemerintah Aceh saat ini sedang memacu perbaikan akses jalan lintas Peureulak-Lokop hingga ke Gayo Lues yang mengalami kerusakan parah dan jembatan terputus akibat bencana hidrometeorologi akhir 2025.

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), menyatakan penanganan dampak bencana hidrometeorologi terus berjalan secara maksimal. “Semuanya all out, informasi penanganan disampaikan secara terbuka kepada publik,” kata Mualem melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, Sabtu (18 Juli 2026).

Gubernur Mualem, kata Nurlis, saat berada di Lombok untuk mengikuti Rapat Kerja (Raker) Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) pada 15-16 Juli 2026, secara khusus menanyakan perkembangan terbaru penanganan bencana Aceh kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M Nasir Syamaun.

Saat bersamaan, Sekda Nasir sudah menugaskan Kepala Dinas PUPR, Mawardi, untuk melihat langsung perkembangan perbaikan jalan dan jembatan yang menghubungi Aceh Timur ke Gayo Lues.

Nasir meminta laporan terbaru dari Mawardi dalam bentuk audio visual. “Gubernur Mualem ingin tahu kegiatan anak buahnya dalam bentuk visual langsung, bukan hanya dalam bentuk narasi semata,” kata Nurlis.

Dalam salah satu video yang dikirimkannya, Mawardi terlihat sedang berada di Lokop, Serbajadi, Aceh Timur, melihat pengerjaan jembatan baley.

“Jembatan ini kerjasama Pemerintah Aceh dan Kodam Iskandar Muda. Ini titik pertama yang kita kerjakan dari tiga titik yang terputus, Insya Allah dalam minggu ini sudah operasional jembatannya,” kata Mawardi dalam laporannya kepada Gubernur melalui video tersebut.

Lokop adalah sebuah gampong (desa) yang terkenal dengan keindahan alam, termasuk Sungai Lokop dan Air Terjun Terujak peraih penghargaan Surga Tersembunyi Terpopuler pada ajang Anugerah Pesona Indonesia (API).

Namun keindahan itu terganggu setelah akses jalan lintas Peureulak-Lokop hingga ke Gayo Lues mengalami kerusakan parah dan jembatan terputus akibat bencana banjir bandang dan longsor pada akhir 2025.

Pemerintah Aceh terus berupaya memulihkan pesona alam tersebut, terutama infrastrukturnya termasuk jembatan yang tadi dikunjungi langsung oleh Mawardi. Dalam laporannya kepada Gubernur Mualem, Mawardi menyampaikan informasi tiga jembatan yang terputus di sepanjang Aceh Timur-Gayo Lues. “Setelah Jembatan Baley di Lokop, kita bergerak memperbaiki dua jembatan lagi,” katanya.

Selain itu, Mawardi melalui videonya juga menunjukkan berapa ruas jalan yang sedang diperbaiki dan sudah bisa dilalui kenderaan roda empat di kawasan lokop. “Jalan ini sudah pernah kita perbaiki setelah bencana, kemudian terputus lagi ketika terjadi banjir susulan,” katanya.

Dalam dua video lain yang dikirimkan Mawardi, memperlihatkan sejumlah alat berat sedang bekerja memperbaiki jalan. “Kami laporkan kepada Pak Gubernur, Pak Wakil Gubernur, dan Pak Sekda, bahwa kami berada di sini sudah sejak awal Juli 2026, setelah melakukan survey pada Maret 2026 yang lalu,” katanya.

Saat ini, penanganan bencana hidrometeorologi di Aceh berada dalam fase transisi darurat menuju pemulihan, yang ditetapkan pasca-tanggap darurat. Upaya penanganan memprioritaskan perbaikan infrastruktur jalan, rehabilitasi lahan, penyediaan hunian sementara (huntara), dan percepatan pemulihan sektor ekonomi seperti lahan persawahan. (*)


- Jurnalis Armia Jamil -

Buka Jalan Masa Depan, Tgk Ambia dan Abu Khaidir Antar Dua Anak Yatim piatu ke Pesantren

By On 20:59

Buka Jalan Masa Depan, Tgk Ambia dan Abu Khaidir Antar Dua Anak Yatim piatu ke Pesantren
Buka Jalan Masa Depan, Tgk Ambia dan Abu Khaidir Antar Dua Anak Yatim piatu ke Pesantren. Foto: For ReportNews.id
ACEH UTARA, ReportNews.id - Senyum bahagia terpancar dari wajah Muhammad Riski (11) dan Abdul Hamid (13) saat menginjakkan kaki di Dayah Raudhatul Huda, Matang Ceubrek, Kecamatan Tanah Luas, Kabupaten Aceh Utara, Jumat (17/7/2026). Hari itu menjadi awal perjalanan baru bagi dua anak asal Desa Matang Ceubrek, Kecamatan Baktiya Barat, Kabupaten Aceh Utara, dalam menuntut ilmu agama demi menggapai masa depan yang lebih baik.

Perjalanan mereka menuju dayah diantarkan langsung oleh Tgk Ambia bersama Abu Khaidir. Kehadiran keduanya menjadi bukti nyata kepedulian terhadap pendidikan anak-anak yatim dan piatu agar tetap memiliki kesempatan memperoleh pendidikan agama yang layak meski dihadapkan pada keterbatasan ekonomi.

Muhammad Riski merupakan seorang anak piatu berusia 11 tahun, sedangkan Abdul Hamid yang kini berusia 13 tahun telah kehilangan ayahnya sejak masih bayi. Dengan latar belakang kehidupan yang penuh ujian, keduanya kini mendapat kesempatan untuk melanjutkan pendidikan di lingkungan dayah yang dikenal membina anak-anak yatim, piatu, dan fakir miskin secara cuma-cuma.

Setibanya di Dayah Raudhatul Huda, rombongan disambut hangat oleh pimpinan dayah, Tgk Muhammad Dian (Abi Dian). Suasana penuh keakraban dan kekeluargaan tampak saat proses penerimaan kedua calon santri tersebut. Bagi Tgk Ambia, sambutan yang diberikan menjadi penguat keyakinan bahwa kedua anak itu berada di tempat yang tepat untuk menuntut ilmu dan membentuk akhlak mulia.

Dayah Raudhatul Huda selama ini dikenal memiliki komitmen besar dalam membina generasi Islam. Saat ini, lembaga pendidikan tersebut menampung sekitar 200 santri yang terdiri atas anak yatim, piatu, dan fakir miskin dari berbagai daerah di Aceh. Seluruh kebutuhan pendidikan, tempat tinggal, konsumsi, hingga pembinaan santri diberikan secara gratis melalui dukungan para donatur dari dalam maupun luar negeri yang terus mempercayakan infaknya kepada dayah tersebut.

Bagi banyak keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi, keberadaan Dayah Raudhatul Huda menjadi secercah harapan. Tidak hanya memberikan pendidikan agama, dayah juga membentuk karakter, kedisiplinan, serta membekali para santri agar kelak menjadi pribadi yang mandiri dan bermanfaat bagi masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Tgk Ambia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Abi Dian beserta seluruh keluarga besar Dayah Raudhatul Huda yang telah menerima Muhammad Riski dan Abdul Hamid dengan penuh kasih sayang.

"Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih kepada Abi Dian yang telah menerima kedua anak ini dengan sangat baik. Semoga Allah SWT membalas semua kebaikan Abi Dian, para ustaz, para donatur, dan seluruh pihak yang telah mengabdikan diri untuk mendidik anak-anak yatim, piatu, dan fakir miskin," ujar Tgk Ambia.

Ia berharap kesempatan yang diperoleh Muhammad Riski dan Abdul Hamid menjadi titik awal perubahan dalam kehidupan mereka.

"Semoga mereka menjadi anak-anak yang saleh, tekun menuntut ilmu, berbakti kepada orang tua, serta kelak mampu mengamalkan ilmu yang diperoleh untuk kemaslahatan umat dan masyarakat," harapnya.

Kisah ini menjadi pengingat bahwa masih banyak tangan-tangan yang tulus membantu anak-anak yang kehilangan orang tua agar tetap memiliki harapan dan masa depan. Kepedulian Tgk Ambia, Abu Khaidir, Abi Dian, serta para donatur telah membuka jalan bagi dua anak tersebut untuk mengejar cita-cita melalui pendidikan agama.

Semoga langkah kecil yang dimulai pada hari ini menjadi awal lahirnya generasi Qurani yang berakhlak mulia, berilmu, dan mampu menjadi penerang bagi keluarga, masyarakat, serta bangsa di masa mendatang. (*)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *