BERITA TERBARU

Plt Sekda Aceh Ikuti Rapat Persiapan Pelaksanaan PORA XV Aceh Jaya

By On 22:27

Plt. Sekda Aceh Ikuti Rapat Persiapan Pelaksanaan PORA XV Aceh Jaya
Plt. Sekda Aceh Ikuti Rapat Persiapan Pelaksanaan PORA XV Aceh Jaya. Foto: Biro Adpim Setda Aceh
BANDA ACEH, ReportNews.id - Plt. Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Taufik, ST, M.Si., didampingi Asisten Administrasi Umum Sekda Aceh, Dr. A. Murtala, M.Si., mengikuti rapat terkait persiapan pelaksanaan Pekan Olahraga Aceh (PORA) XV Aceh Jaya. Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Sekda Aceh, Rabu (7/10).

Dalam rapat tersebut, Taufik menyampaikan bahwa penyelenggaraan PORA XV merupakan tanggung jawab bersama yang perlu dipersiapkan secara serius. Ia mendorong agar penyesuaian jadwal PORA XV dapat segera ditetapkan, dengan tetap memperhatikan seluruh tahapan penyelenggaraan dan kesiapan di lapangan.

Taufik menilai, kepastian jadwal penting untuk memastikan PORA XV dapat terlaksana sebelum pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) berikutnya. Ia turut mengapresiasi progres persiapan yang telah berjalan sekaligus mendorong agar berbagai kebutuhan yang masih belum terselesaikan segera ditindaklanjuti, terutama terkait pendanaan dan kesiapan infrastruktur.

“Ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Terkait pendanaan dan persiapan infrastruktur perlu segera kita kejar, mengingat waktu persiapan yang semakin singkat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Aceh, T. Banta Nuzullah, turut menyampaikan perkembangan persiapan PORA XV, terutama terkait kesiapan venue dan kebutuhan pendukung pertandingan. Ia juga memaparkan sejumlah agenda olahraga nasional yang perlu menjadi pertimbangan dalam penetapan waktu pelaksanaan PORA XV.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Aceh Jaya, Safwandi, S.Sos., menegaskan keseriusan dan komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya dalam mempersiapkan penyelenggaraan PORA XV. Ia juga berharap dukungan optimal dari Pemerintah Aceh agar kegiatan tersebut dapat terlaksana dengan maksimal.

Melalui agenda tersebut, Pemerintah Aceh melalui Dinas Pemuda dan Olahraga berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya dan pihak terkait dalam menindaklanjuti kebutuhan penyelenggaraan PORA XV, sehingga seluruh tahapan dapat berjalan sesuai rencana dan pelaksanaan PORA dapat dipersiapkan secara optimal. (*)

- Jurnalis Armia Jamil -

Anggaran Rehab-Rekon Aceh Rp. 25,65 Triliun, 92 Persen Dikelola Pemerintah Pusat

By On 16:13

Anggaran Rehab-Rekon Aceh Rp. 25,65 Triliun, 92 Persen Dikelola Pemerintah Pusat
Anggaran Rehab-Rekon Aceh Rp. 25,65 Triliun, 92 Persen Dikelola Pemerintah Pusat. Foto: Humas Setda Aceh
BANDA ACEH, ReportNews.id – Anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) pascabencana di Aceh pada 2026 mencapai sekitar Rp25,65 triliun. Dari angka tersebut, Pemerintah Pusat mengelola sebanyak 92 % (persen) dan sisanya dikelola Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota di Aceh.

Artinya, dari total anggaran tersebut sebanyak Rp24 triliun berada di bawah kewenangan Pemerintah Pusat yang tersebar di 23 kementerian/lembaga, sedangkan Rp1,652 triliun berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota melalui Transfer ke Daerah (TKD).

Rincian anggaran tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam pertemuan Pemerintah Aceh bersama Tim Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam rangka evaluasi pelaksanaan rehab-rekon di Aceh melalui anggaran TKD 2026.

Pertemuan berlangsung di Gedung Pusdalops BPBA, Selasa (8/9/2026), dihadiri Plt Sekda Aceh Taufik, Asisten Sekda Aceh Bidang Perekonomian dan Pembangunan T Robby Irza, sejumlah kepala SKPA terkait, serta pimpinan balai dan kantor perwakilan kementerian pekerjaan umum, pertanian, dan perumahan dan kawasan permukiman.

Plt Sekda Aceh Taufik mengatakan Pemerintah Aceh akan memperkuat komunikasi dengan pemerintah pusat dan kementerian/lembaga terkait maupun kabupaten/kota untuk memperlancar percepatan realisasi anggaran yang berada di bawah kewenangan pemerintah Aceh maupun kabupaten/kota.

“Komunikasi itu penting, karena kalau kita tidak mendapatkan pendataan yang akurat maka tidak dapat bergerak,” kata Taufik.

Selain mempercepat koordinasi anggaran, Taufik mengatakan pihaknya akan membuka posko bersama sebagai pusat informasi bagi masyarakat terkait pelaksanaan rehab-rekon. Menurutnya, keberadaan posko diperlukan karena masih banyak informasi mengenai penanganan pascabencana yang belum sampai kepada masyarakat.

Sebaran Anggaran Rehab-Rekon

Asisten Sekda Aceh Bidang Perekonomian dan Pembangunan T Robby Irza mengatakan, porsi anggaran rehab-rekon pascabencana terbesar berada di bawah kewenangan pemerintah pusat, yaitu mencapai 92 persen.

Ia menjelaskan, dari Rp1,652 triliun (8 persen) anggaran yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Daerah, sekitar Rp824 miliar dialokasikan untuk pemerintah provinsi, sedangkan sekitar Rp827 miliar berada di pemerintah kabupaten/kota.

Selain anggaran TKD, terdapat juga anggaran bantuan keuangan dari pemda di Sumatera Utara dan Sumatera Barat utuk Aceh sebesar Rp285 miliar.

Sementara itu, dari total Rp24 triliun anggaran yang berada di bawah kewenangan pemerintah pusat dan ditetapkan dalam Rencana Induk (Renduk) Kepmenko PMK Nomor 25 Tahun 2026, hingga 4 September 2026 baru sekitar Rp18 triliun yang teridentifikasi dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) kementerian/lembaga.

Masih terdapat selisih sekitar Rp5,5 triliun yang mencakup 1.161 kegiatan yang belum teridentifikasi dalam DIPA.

Karena itu, Pemerintah Aceh mendorong percepatan desk, penyelesaian dan verifikasi data oleh kementerian/lembaga agar anggaran tersebut dapat segera masuk ke DIPA.

“Perlu percepatan desk, penyelesaian dan verifikasi data oleh kementerian/lembaga agar anggaran tersebut bisa segera masuk dalam DIPA dan penanganan rehab rekon di Aceh dapat berjalan optimal,” ujar Robby.

Pemerintah Aceh berharap seluruh anggaran yang telah ditetapkan pemerintah pusat dapat segera terealisasi sehingga pelaksanaan rehab-rekon pascabencana di Aceh dapat berjalan secara optimal.

Perwakilan Tim Satgas PRR Aceh dari Kemendagri, Imran, mengakui anggaran rehab-rekon yang berada di pemerintah pusat belum seluruhnya masuk ke kementerian/lembaga yang menangani penanganan bencana. “Harapannya melalui APBN Perubahan, anggaran tersebut bisa terpenuhi semuanya,” kata Imran.

Dalam pertemuan itu, Imran juga menyoroti realisasi anggaran TKD di Aceh, baik di tingkat pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota, yang dinilai masih rendah. Pemerintah daerah diminta mempercepat serapan anggaran agar program yang telah direncanakan dapat segera dilaksanakan. (*)

Wagub Dek Fadh Hadiri Maulid Bersama Ratusan Anak Yatim di Teupin Raya

By On 13:33

Wagub Dek Fadh Hadiri Maulid Bersama Ratusan Anak Yatim di Teupin Raya
Wagub Dek Fadh Hadiri Maulid Bersama Ratusan Anak Yatim di Teupin Raya, Pidie. Foto: Humas Setda Aceh
PIDIE, ReportNews.id - Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah SE (Dek Fadh) menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bersama ratusan anak yatim, santri dan masyarakat Kemukiman Teupin Raya di Masjid Baitul Istiqamah, Kecamatan Geulumpang Tiga, Kabupaten Pidie, Selasa (25/8/2026).

Peringatan Maulid tersebut turut dihadiri keluarga besar Dayah Darusa’adah, Dayah Darussalamah, tokoh agama dan tokoh masyarakat, di antaranya Baba Panton Tgk. H. Baihaqi Yahya, serta masyarakat Kemukiman Teupin Raya.

Kehadiran Wagub Dek Fadh menjadi bagian dari silaturahmi bersama masyarakat sekaligus momentum berbagi kebahagiaan dengan ratusan anak yatim yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Dek Fadh menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan bermasyarakat.

“Semoga momentum Maulid ini semakin memperkuat kecintaan kita kepada Rasulullah SAW, sekaligus meningkatkan kepedulian dan kasih sayang kita kepada sesama, khususnya anak-anak yatim,” ujar Dek Fadh.

Ia juga mengapresiasi masyarakat Teupin Raya yang terus menjaga tradisi keagamaan serta semangat kebersamaan dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.

Peringatan Maulid berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan kebersamaan, dengan ratusan anak yatim, santri, tokoh agama, tokoh masyarakat dan warga berkumpul untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiah. (*)

- Jurnalis Armia Jamil-

Taufik Menjabat Plt Sekda Aceh, Wagub Dek Fadh: Jaga Integrasi dan Bangun Komunikasi yang Baik

By On 16:46

Taufik Jadi Plt Sekda Aceh, Wagub Dek Fadh: Jaga Integritas dan Bangun Komunikasi yang Baik
Taufik Dipercaya Jadi Plt Sekda Aceh. Foto: Humas Setda Aceh
BANDA ACEH, ReportNews.id – Wakil Gubernur (Wagub) Aceh, Fadhlullah (Dek Fadh), menyaksikan penyerahan Surat Keputusan Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Aceh kepada Taufik yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Perkim Aceh.

Prosesi penyerahan SK ini berlangsung secara hybrid di dua tempat pada Senin (24 Agustus 2026). Wagub Dek Fadh menyaksikannya secara daring dari Aula Kantor Badan Penghubung Pemerintah Aceh, Jakarta. Sementara Taufik menerima SK di Aula Badan Kepegawaian Aceh (BKA), Banda Aceh.

Wagub Aceh memesan agar Taufik bekerja secara profesional dalam tugasnya sebagai Plt Sekda Aceh. “Selamat bekerja, jaga integritas, dan bangun komunikasi yang baik dengan mitra Pemerintah Aceh,” kata Wagub Dek Fadh melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi.

Sebelumnya di tempat yang sama, Wagub Dek Fadh melantik M Nasir Syamaun sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh.

Wagub Dek Fahd, mewakili Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem), melaksanakan prosesi ini dari Aula Kantor Badan Penghubung Pemerintah Aceh, Jakarta. Sementara Nasir berada di Aula Badan Kepegawaian Aceh (BKA), Banda Aceh.

Nasir diberhentikan dengan hormat melalui Surat Keputusan Presiden pada Jumat minggu lalu. Kemudian Nasir dilantik menjadi Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh. “Saya melantik Saudara Nasir atas perintah Gubernur Aceh Muzakir Manaf,” kata Wagub Dek Fadh.

Wagub Dek Fadh mengatakan Nasir telah berbuat banyak saat menjadi Sekda Aceh. “Namun itulah keputusan Bapak Gubernur dan beliau ditunjuk dan diberi jabatan yang baru,” kata Dek Fadh.

Menurut Dek Fadh, pergeseran jabatan itu adalah hal yang biasa dan lumrah. “Penyegaran dan memberi jabatan. Bagi ASN ini hal yang biasa, dan tak perlu dibesar-besarkan. Kepada Bang Nasir yang telah menjabat sebagai sekda selama ini kita ucapkan terimakasih yang setinggi-tingginya,” kata Wagub. (*)

- Jurnalis Armia Jamil -

Pimpin Upacara HUT RI ke-81, Wagub Aceh Serukan Jaga Perdamaian dan Wujudkan Aceh Sejahtera

By On 11:31

Pimpin Upacara HUT RI ke-81, Wagub Aceh Serukan Jaga Perdamaian dan Wujudkan Aceh Sejahtera
Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah (dek Fadh),  Pimpin Upacara HUT RI ke-81. Foto: Humas Setda Aceh
BANDA ACEH, ReportNews.id - Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah (dek Fadh) menyerukan kepada seluruh rakyat Aceh untuk menjaga perdamaian dan bahu-membahu mewujudkan Aceh yang sejahtera. Pesan itu disampaikan Fadhlullah usai memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, Senin (17/8/2026).

“Kepada seluruh rakyat Aceh, mari kita jaga perdamaian dan bahu-membahu wujudkan Aceh sejahtera,” kata Fadhlullah kepada wartawan usai upacara.

Ia menegaskan, keamanan dan kenyamanan merupakan hal utama yang harus dijaga agar masyarakat Aceh dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan tenang, termasuk dalam menjalankan ibadah.

“Keamanan dan kenyamanan adalah utama, agar masyarakat Aceh tenang melakukan aktivitas, terutama beribadah,” ujarnya.

Sebelumnya, Fadhlullah bertindak sebagai inspektur upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang dipusatkan di Lapangan Blang Padang. Ia juga memimpin pembacaan Pancasila dalam rangkaian upacara tersebut.

Pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia dipimpin Ketua DPR Aceh Zulfadli, sedangkan pembacaan doa dipimpin Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Aceh Azhari.

Upacara dipimpin Komandan Upacara Letnan Kolonel Infanteri Dana Pranata, yang juga menjabat Komandan Batalyon Infanteri 112/Dharma Jaya.

Prosesi pengibaran bendera Merah Putih dilakukan oleh Paskibraka Aceh. Pembawa baki bendera adalah Kasyfa Zayyan Latjuba, siswi SMA Negeri 11 Banda Aceh.

Tiga pengibar bendera yakni M Alahza Kusuma dari SMA Negeri 1 Aceh Barat, Rizky Maulana Alsyukhran dari SMA Negeri 1 Tapaktuan, dan Fatur Rachman dari SMA Negeri 1 Langsa.

Sejumlah pejabat turut hadir dalam upacara tersebut, di antaranya Pangdam Iskandar Muda Joko Hadi Susilo, Kapolda Aceh Ruddi Setiawan, Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh Teuku Rahmatsyah, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banda Aceh, serta Ketua TP PKK Aceh Marlina Muzakir.

Usai upacara, Wagub dan seluruh peserta upacara lainnya melanjutkan agenda selanjutnya, yaitu mengikuti secara virtual dari Anjong Mon Mata komplek meuligoe Gubernur Aceh upacara peringatan detik detik proklamasi Kemerdekaan RI yang dilaksanakan di Istana Negara IKN dan Istana Merdeka Jakarta. (*)

- Jurnalis Armia Jamil -

Wagub Aceh Hadiri Haul Ke‑4 Abu Tumin di Dayah Babussalam Blang Bladeh

By On 23:12

Wagub Aceh Hadiri Haul Ke‑4 Abu Tumin di Dayah Babussalam Blang Bladeh. Foto: Humas Setda Aceh
BIREUEN, ReportNews.id – Wakil Gubernur Aceh, H. Fadhlullah, SE, menghadiri Haul ke-4 Tgk. H. Muhammad Amin bin Mahmud Syah atau yang lebih dikenal dengan Abu Tumin, pimpinan Dayah Al Madinatuddiniyah Babussalam, Blang Bladeh, Kabupaten Bireuen, Minggu (16/8/2026).

Kehadiran Wakil Gubernur Aceh dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari penghormatan terhadap sosok ulama yang telah memberikan pengabdian besar dalam bidang pendidikan Islam, dakwah, serta pembinaan umat di Aceh.

Wagub Aceh hadir bersama istri, Mukarramah, selaku Ketua Staf Ahli TP PKK Aceh. Turut mendampingi Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Aceh, Akkar Arafat, S.STP., M.Si., serta Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, Dr. Misran Fuadi, S.Ag., M.AP.

Kedatangan Wagub Aceh disambut keluarga almarhum, di antaranya Tu Haidar dan Tu Ahmat, bersama sanak keluarga Abu Tumin. Kehadiran keluarga besar almarhum turut memberikan suasana kekeluargaan dalam rangkaian kegiatan haul tersebut.

Haul ke-4 Abu Tumin turut dihadiri sejumlah ulama dari berbagai daerah di Aceh, termasuk para alumni Dayah Babussalam. Di antaranya Abi Drs. Tgk. H. M. Daud Hasbi, M.Ag., Pimpinan Dayah Terpadu Inshafuddin Kota Banda Aceh; Abu H. M. Yunus Adami atau Abu M. Yunus Palda, Pimpinan Dayah Madinatuddiniyah Jabal Nur Paloh Lada, Aceh Utara; Abu Zainuddin Bayu; serta Tgk. H. Athaillah Ishak Al Amiry atau Abu Ulee Titi, Pimpinan Dayah Raudhatul Thalabah Ulee Titi.

Dalam kesempatan tersebut, Wagub Aceh mengikuti rangkaian kegiatan haul dan doa bersama untuk almarhum. Momentum ini sekaligus menjadi ajang mempererat silaturahmi dengan para ulama, pimpinan dayah, keluarga besar Abu Tumin, para alumni, serta masyarakat.

Wakil Gubernur Aceh menyampaikan bahwa sosok ulama seperti Abu Tumin memiliki tempat penting dalam perjalanan pendidikan dan kehidupan keagamaan masyarakat Aceh. Keteladanan, keilmuan, serta pengabdian beliau diharapkan terus menjadi inspirasi bagi generasi penerus.

Menurutnya, warisan terbesar seorang ulama bukan hanya berupa lembaga pendidikan yang ditinggalkan, tetapi juga ilmu, akhlak, keteladanan, dan nilai-nilai kebaikan yang terus hidup serta diwariskan kepada generasi berikutnya.

Wagub Aceh berharap silaturahmi dan kebersamaan antara Pemerintah Aceh dengan para ulama serta pimpinan dayah terus diperkuat. Sinergi tersebut dinilai penting dalam menjaga nilai-nilai keislaman sekaligus membangun generasi Aceh yang berilmu, berakhlak, dan memiliki kepedulian terhadap masa depan daerah.

Lebih dari itu, semangat dan keteladanan para ulama diharapkan menjadi bagian penting dalam meletakkan fondasi bagi masa depan Aceh yang semakin Islami, bermartabat, serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai agama, adat, dan kebersamaan.

Haul ke-4 Abu Tumin berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kekeluargaan. Momentum tersebut tidak hanya menjadi ruang untuk mengenang jasa dan mendoakan almarhum, tetapi juga menjadi pengingat bagi seluruh elemen Aceh untuk meneruskan perjuangan para ulama dalam menjaga agama, membina umat, dan membangun Aceh yang lebih baik ke depan. (*)

- Jurnalis Armia Jamil -

Wagub Fadhlullah: Tantangan Aceh Kini Memastikan Manfaat Perdamaian

By On 13:41

Peringatan Hari Damai Aceh ke- XXI. Foto: Humas Setda Aceh
Peringatan Hari Damai Aceh ke- XXI. Foto: Humas Setda Aceh
BANDA ACEH, ReportNews.id - Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah (Dek Fadh) mengatakan tantangan Aceh setelah 21 tahun perdamaian bukan lagi mengakhiri konflik, melainkan memastikan setiap anak Aceh benar-benar merasakan manfaat dari perdamaian.

Hal itu disampaikan Fadhlullah saat memberikan sambutan pada peringatan 21 tahun perdamaian Aceh yang digelar Pemerintah Aceh di Gedung Balai Meuseuraya Aceh, Banda Aceh, Sabtu (15/8/2026).

“Tantangan kita hari ini bukan lagi mengakhiri konflik, tetapi memastikan setiap anak Aceh merasakan manfaat perdamaian melalui lapangan kerja, pendidikan, kesehatan, dan penguatan ekonomi masyarakat,” kata Fadhlullah.

Menurutnya, keberhasilan perdamaian tidak cukup diukur dari berhentinya konflik. Perdamaian harus mampu menghadirkan keadilan, meningkatkan kesejahteraan, serta menumbuhkan harapan bagi generasi mendatang.

“Ukuran keberhasilan perdamaian bukan hanya berakhirnya konflik, tetapi tegaknya keadilan, meningkatnya kesejahteraan, dan tumbuhnya harapan bagi generasi mendatang,” ujarnya.

Fadhlullah mengatakan, 21 tahun lalu, tepatnya 15 Agustus 2005, Aceh mencatat sejarah penting melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Helsinki yang mengakhiri konflik berkepanjangan melalui jalan damai.

Kesepakatan tersebut menjadi ikhtiar untuk menghentikan pertumpahan darah, memulihkan kehidupan masyarakat, sekaligus membuka masa depan Aceh yang lebih baik.

Dalam momentum tersebut, Fadhlullah mengajak seluruh masyarakat Aceh mengenang para syuhada serta menghormati seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam proses perdamaian.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para tokoh perdamaian, mediator dan tim perunding di Helsinki, Pemerintah Republik Indonesia, negara-negara sahabat, ulama, tokoh masyarakat, serta seluruh pihak yang ikut berkontribusi dalam perjalanan perdamaian Aceh.

600 Hektare untuk Pengembangan Ekonomi

Dalam rangkaian peringatan tersebut, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah juga menyerahkan santunan kepada anak yatim dan sertifikat penghargaan kepada sejumlah pemangku kebijakan yang dinilai ikut berperan dalam menjaga dan merawat perdamaian Aceh.

Pada kesempatan yang sama, Fadhlullah menerima sertifikat tanah seluas 600 hektare yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota di Aceh dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional.

Tanah tersebut nantinya akan diarahkan untuk pengembangan ekonomi eks kombatan GAM dan korban konflik Aceh sesuai dengan amanat MoU Helsinki.

Fadhlullah berharap berbagai langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menerjemahkan perdamaian ke dalam manfaat nyata bagi masyarakat.

“Untuk itu, mari kita rawat perdamaian dengan kerja nyata, saling menghormati, dan saling mempercayai. Mari kita jadikan Aceh sebagai daerah yang damai, maju, islami, dan bermartabat,” ujarnya. (*)

- Jurnalis Armia Jamil -

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *